
Pagi hari di depan tembok Titan.
Saat seluruh perajurit bersiap untuk menyerang, ketiga pahlawan langsung maju untuk mengalihkan perhatian para monster.
Berbagai monster yang menyadari kedatangan para perajurit langsung menyerang kearah mereka, namun satu mecha besar langsung muncul dengan bentuk perajurit yang menggunakan perisai dan tombak.
"Hahaha maju lah! Dan rasakan kekuatan terbaru dari Widi ku!" Teriak Sul yang mengendalikan boneka tersebut.
Pet Sul adalah seekor monster yang dapat mengendalikan kayu, dengan menempelkan kayu pada besi maka Sul dapat mengendalikan robot tersebut.
Roarr!
Kyarrkk!!
Berbagai monster langsung menyerang kearah pet milik Sul namun saat mereka sudah mendekat Sul langsung mengaktifkan skillnya di mana seluruh tubuh petnya langsung di selimuti oleh api yang sangat panas.
Bom!
Satu ayunan tombak yang menebas horizontal di ikuti oleh semburan api yang langsung membakar monster yang menyerangnya.
(TL note: Horizontal, garis mendatar, menyerang dari arah kiri kekanan atau sebaliknya.)
"Ini bisa di selesaikan oleh Sul sendiri namun aku juga ingin mencoba kekuatan baruku." Ucap Naviza sebelum berlari dengan cepat kearah kerumunan monster.
Mage yang biasanya menggunakan skillnya dari jauh untuk men hit lawan atau mensuport teman sekarang maju untuk melakukan battle secara langsung.
Ini merupakan keunggulan dari kekuatan dan teknik Naviza, dia lebih sering menggunakan skill sihirnya dari jarak dekat untuk melumpuhkan musuh musuhnya.
Dengan berbagai es runcing yang menyelimuti Naviza bagaikan sebuah mata pisau semuanya langsung meluncur tiada habisnya kearah monster bagaikan peluru machine Gun.
Bukan hanya itu namun Naviza juga memiliki skill yang dapat mendefense di rinya sendiri dari berbagai serangan monster yang berhasil lolos dan menembaknya.
Mage yang biasanya memiliki kecepatan rendah sekarang Naviza dapat mematahakan nya karena kecepatannya dalam menghindari serangan setara dengan kecepatan seorang fighter.
"Sepertinya aku tidak perlu membantu." Ucap Rina sebelum mengaktifkan telepatinya pada David. 'Kakak, monster sudah kami alihkan, silahkan kirim perajurit untuk menyerbu tembok.' Rina melirik kearah dua titan penjaga yang sedang berdiri di depan tembok gerbang lengkap dengan armornya.
Di sisi lain.
'Baiklah, jaga dirimu baik baik.' David menjawab telepati Rina sebelum membisik Vexana bahwa monster telah di alihkan.
"Seluruh perajurit serang!" Berteriak Vexana setelah untuk memimpin perajuritnya.
Melihat perajurit Magiccary Empire mulai bergerak, Holytrit Empire dan Fertiland Empire segera memerintahkan perajuritnya untuk ikut menyerang.
Lima belas ribu perajurit langsung terjun drngan kelompok formasi mereka, seluruh perajurit yang bertempur dibarisan depan tanpa ragu maju untuk membunuh dua titan penjaga gerbang tersebut.
__ADS_1
Berbagai serangan sihir dan panah tingkat tinggi menghujani kedua titan yang mulai bersiap untuk menyerang balik.
"Apa kau yakin dengan ini Vexana?" Bertanya David sekali lagi pada Vexana setelah ia bertanya untuk kesekian kalinya.
"Dengan ini mereka akan tau bagaimana mengerikannya demon itu." Jawab Vexana tetap pada tekadnya.
Saat seluruh serangan mengenai titan tersebut, dua titan itu mengalami luka dan mulai marah.
"Arraa...!!"
Berlari dua titan itu kearah perajurit dan langsung menebas secara Vertikal menghantam tanah.
(TL note: Vertikal, tegak lurus, menebas dari atas kebawah.)
Bom!
Satu pedang besar langsung memecah dua barisan perajurit dimana menimbulkan hampir seribu korban.
Tapi meskipun begitu para perajurit masih tetap maju dan menyerang secara habis habisan.
"Dasar manusia bodoh! Hahaha!" Berteriak Demon Titan tersebut sebelum mulai mengayun ayunkan pedangnya kearah perajurit bagaikan menebas rumput.
Beberapa dapat menghindarinya dan beberapa lagi harus tewas karena mencoba untuk menghentikan pedang besar milik Demon Titan.
Hampir seluruh perajurit barisan depan di hancurkan membuat semua perajurit barisan belakang hanya bisa berdiri dan melihat rekan mereka di bantai.
"Sudahlah selamatkan perajurit yang tersisa." Ucap Vexana setelah melihat ratu Azela dan raja Field hanya mematung ditempat.
"Baiklah ratuku." David langsung menghilang dari tempatnya dimana ia menggunakan kecepatan tertinggi nya untuk berlari kearah Demon Titan yang sedang tertawa saat melihat manusia yang ia bantai bagaikan semut.
Bom!
Bom!
Dua batu meteor langsung menghantam dua Demon Titan tersebut dimana meteor tersebut merupakan skill dari David.
"Seluruh perajurit mundur!" Berteriak David dan memastikan seluruh perajurit mendengarnya.
"Rarr..! Manusia! Siapa yang berani menyerangku!" Teriak salah satu Demon Titan.
"Lengthened Sword, Lightning Sword." David langsung menggunakan dua skillnya dimana satu untuk memperbesar serta memperpanjang cahaya dan jangkauan tebasannya serta menambahkan elemen petir pada pedangnya.
Bang!...
Pedang David berhasil di tangkis oleh Demon Titan namun jelas bahwa pedang Demon tersebut langsung retak dimana hanya perlu satu serangan lagi maka pedang tersebut akan hancur.
__ADS_1
"Manusia berani sekali kau!." Demon Titan yang satunya langsung menyerang kearah David saat pedangnya masih beradu dengan titan lain.
"Kau pikir aku hanya bisa menggunakan satu pedang? Lengthened Sword, Lightning Sword." David kembali mengeluarkan pedang yang sama dan menggunakan skillnya untuk menepis pedang Demon Titan yang ingin menebasnya.
Ting! Srett! Bom!
Pedang dari Demon Titan tersebut langsung mendarat di tanah.
David langsung menarik kedua pedangnya sebelum memutar tubuhnya di mana kedua pedangnya langsung menebas salah satu kaki milik Demon Titan.
"Arghh!!! Sialan kau manusia rendahan!" Berteriak salah satu Demon Titan sambil memegangi kakinya yang sudah terpotong.
"Manusia rendahan!" Demon Titan lainnya kembali menyerang David namun serangannya lagi lagi berhasil di tepis oleh David.
Sret!
Satu pedang David langsung menusuk tepat kedada Demon Titan tersebut dan membuatnya mati seketika.
"Oh Expnya lumayan tinggi." Gumam David sebelum mengarahkan pedangnya pada Demon titan yang sudah kehilangan salah satu kakinya.
Satu tebasan David kembali dan langsung memotong leher milik Demon Titan tersebut namun gerbang tembok tiba tiba terbuka memunculkan sepuluh Demon Titan.
"Kalau begini aku tidak akan bisa mengurus mereka jika tetap pada penyamaranku." David saat ini tidak dapat menggunakan Demon handnya.
David melihat kearah belakang untuk memastikan seluruh perajurit telah mundur namun itu masih bisa terkejar oleh Demon Titan.
"Siapa yang berani membunuh saudaraku!?" Salah satu Demon Titan mulai marah.
'Vexana segera arahkan para perajurit untuk mundur lebih cepat, aku akan menahan Titan ini.' Ucap David melalui telepati.
'Apa kau baik baik saja?' Vexana memastikan keadaan David.
'Yah setidaknya aku masih bisa menahan dan membunuh beberapa.' Tersenyum Davis menjawab.
'Baiklah.' Vexana langsung menutup telepatinya dan mengabari setiap pemimpin perajurit untuk mundur kekerajaan masing masing.
Vexana membuka tiga gerbang teleportasi sekaligus untuk ratu Azela dan raja Field serta para perajuritnya.
'Apa kakak baik baik saja? kami di perintahkan untuk mundur.' Rina yang sedari tadi mendengar telepati David dan Vexana langsung menghunungi David.
'Tolong jangan sembarang menguping Rina.' Tegur David dimana skill Rina yang satu ini benar benar merepotkan.
'Maaf kak.' Rina meminta maaf.
'Suruh pahlawan lainnya untuk mundur, kau juga lindungi Vexana.' Sebenarnya David hanya menyuruh Rina untuk mundur bukan untuk melindungi Vexana yang jelasnya adalah undead abadi selama satu tahun ini.
__ADS_1
'Baik kak.' Rina segera menuruti kata David dan mundur.
"Sepertinya aku harus melawan kalian semua sampai para perajurit berhasil di teleportasikan." Ucap David pada para Titan.