
Ruang rapat Guild petualang untuk petualang rank atas.
"Ini adalah masalah serius.. kedatangan iblis vampir bisa saja mengancam kerajaan." Ketua guild petualang berkata.
"Hmm ini memang benar berdasarkan laporan dari petualang yang selamat vampir ini sangatlah ganas bahkan mungkin petualang Rank adamantine tidak dapat membunuhnya." Seorang ketua tim rank Orichalchum ikut menjawab.
"Tapi mau bagaimana lagi masalah ini harus diselesaikan kita tidak dapat menunggu para petualang adamantine pulang dari misi karena sekarang semua petualang rank rendah dan warga takut untuk keluar dari gerbang kota." Ketua Guild kembali berkomentar.
"Aku akan melakukannya." Alfa tiba tiba angkat bicara.
"Teman aku tahu kekuatanmu hebat tapi kau harus mengutamakan keselamatan jika kita kehilangan petualang rank atas seperti kamu maka guild kami juga akan rugi." Ketua Guild petualang melarang Alfa.
"Percayakan padaku." Santai saja Alfa menjawab.
"Haih sepertinya kamu memiliki kepercayaan tinggi baiklah kamu saja yang melakukanya tapi guild tidak akan ikut campur dengan ekselamatan timmu." Ucap ketua Guild petualang.
"Satu syarat." Alfa mengangkat satu jarinya.
"Katakan." Ketua guild petualang tiba tiba menatap Alfa serius.
"Jika misi selesai aku ingin kau memberiku lencana Adamantine." Alfa langsung meminta kenaikan Rank.
"Apa yang kau katakan ha? Aku saja belum bisa naik keorichalcum dari dua tahun jadi platinum dan kau baru kemarin sudah ingin penaikan lagi apa kau tidak menghargai semua petualang! Kalau begitu biar aku saja yang melakukan misi ini dan naikkan rank timku!" Satu ketua tim platinum tiba tiba berteriak.
"Tenanglah kalian-" ucapan ketua Guild petualang terpoyong.
"Jika kau ingin melakukan misi ini kau akan mati." Alfa memperingati dengan mengeluarkan aura spiritnya hanya tertuju pada orang tersebut.
"Hey hey hey kalian jadi siapa yang akan melakukan misi ini?" Bertanya kepala petualang memisahkan.
"Tim ku akan melakukannya." Orang itu malah mengajukan diri karena emosi.
"Idiot aku tidak bisa menjamin keselamatanmu jika kau ikut karena akulah yang akan menyelesaikan misi ini." Berkata Alfa mengejek.
"Kau!-" baru saja dia ingin berteriak tapi perkataannya terpotong.
Brak!..
"Sudahlah kalian berdua jika kalian ingin mengerjakannya maka pergilah siapapun yang menyelesaikannya akan mendapat lencana rank Adamantine!" Ketua Guild petualang sudah emosi dan menggerbrak meja hingga semuanya diam saja.
"Baiklah rupanya hanya kalian berdua yang ingin melakukan misi ini tapi ingat lencana adamantine hanya untuk satu tim saja lakukan sesuka kalian." Ketua Guild petualang membubarkan rapat.
**********
__ADS_1
Dua hari kemudian.
Hutan tempat Vampir muncul
"Akh! Apa yang kau lakukan pada timku ha?!" Berteriak seorang petualang yang pernaha menentang Alfa dab sekarang sedang digantung dipohon dengan semua timnya yang sudah jadi potongan daging.
"Sudah kukatakan aku tidak menjamin keselamatan timmu." Alfa berkata dengan tenang tanpa menoleh.
"Apa apaan kau kau lah yang membunuh timku ^$*#€;÷" dia terus mengoceh.
"Selesaikan dia Virinda." Alfa memberi perintah karena tidak tahan dengan ocehan.
"Baik tuan." Virinda langsung menebas orang tersebut menjadi potongan kecil.
"Ayo pulang dan laporkan misi." Alfa pulang dengan membawa banyak darah vampir yang sudah dimurnikan jadi darah murni vampir Selartain untuk melaporkan misi.
Selartain memang memberikan banyak darahnya pada umunya jika Vampir sudah kehilangan begitu banyak Darah maka akan mati tapi berbeda dengan Selartain karena dia Undead dan juga mayat para petualang didekatnya segera dia hisap darahnya dan dimurnikan jadi darah Vampir.
"Tuan saya ingin bertanya sesuatu." Selartain menahan Alfa.
"Apa?" Alfa berhenti.
"Saat saya menyerang petualang saya mendapatkan luka karena seorang petualang menggunakan potion tuan untuk menyerang saya apa saya tidak boleh membunuh orang yang memiliki potion tuan?" Bertanya Selartain.
"Aku sudah berhenti menjual potionku sejak beberapa bulan lalu jadi kurasa potion ku hanya dimiliki oleh orang orangku saja selain wanita penginapan kemarin ... sebaiknya jangan dan juga apa hanya potionku saja yang dapat melukaimu?" Bertanya Alfa.
Plok
"Sekarang seharusnya semua potion yang sudah aku jual keluar selain yang tinggal dimansion kota dragkolli tidam dapat membunuhmu." Alfa menjentikkan jarinya dan menghilangkan seluruh energi mananya dari potion yang sudah dia jual dengan begitu khasiatnya akan berkurang sepuluh persen.
"Saya mengerti tuan." Selartain langsung menghilang.
"Pulang dan kita akan mendapatkan lencana Adamantine."
**********
Beberapa minggu kemudian kabar mengenai lahirnya petualang jelas Adamantine baru akhrinya tersebar keseluruh kerajaan itu membuat reputasi Alfa semakin naik karena berulang kali menyelesaikan misi tingkat tinggi dengan hanya memiliki dua orang dalam tim.
Disuatu tempat.
"Mereka itu kuat bahkan membunuh Orge hanya perlu satu tebasan." Seorang berkomentar.
"Mereka bahkan berhasil memusnahkan lima ribu undead dalam semalam." Yang lain ikut berkomentar.
__ADS_1
"Sudah lah sebaiknya kita tidak perlu berurusan dengan mereka walaupun kita juga adalah rank adamantine tapi kekuatan mereka itu lebih kuat dari pada kita." Seorang wanita berpakaian minim lebih tepatnya hanya ditutupi beberapa armor saja seperti pemimpin mereka angkat bicara.
Mereka adalah para petualang Adamantine yang baru saja pulang dari mengerjakan misi.
**********
Mansion Selartain.
"Tuan apa rencana tuan selanjutnya?" Bertanya Selartain yang berdiri bersama Teador Lousi dan Virinda didepan sofa Alfa yang sedang duduk menyeruput tehnya.
"Ini sudah tujuh bulan kehamilan Astein waktuku hanya tersisa dua bulan kita telah memastikan jika Guild assassin yang berada dimarkas dunia bawah kota ini yang memata matai kediamanku dengan maksud menanam kakuasaan dikotaku atas utusan Rubbis jadi kita sudah menemukan target dan hanya perlu menghabisi mereka." Alfa menyimpan tehnya.
"Jadi apa kita akan menghabisi mereka sekarang tuan?" Bertanya Selartain yang sepertinya sangat bersemangat.
"Teador apa yang kau lakukan kepada Rubbis saat dia mendatangi kediaman ini beberapa bulan lalu?" Bertanya Alfa melirik Teador.
"Saya mengusir mereka tuan dan mereka berkata akan datang satu minggu lagi." Berkata Teador.
"Lalu?" Alfa masih bertanya.
"Saya menghipnotisnya dan menyuruhnya untuk tidak mengganggu saya tuan karena saya merasa tuan sendiri lah yang ingin membereskannya." Jawab Teador.
"Aku tidak ingin susah susah membereskannya tapi biarkan dia hidup sebentar." Alfa mengangkat sebuah berkas.
"Minggu depan para petualang rank atas akan diutus oleh Rubbis kesuatu makam yang baru baru muncul katanya semua harta didalamnya untuk petualang jika menemukan harta." Alfa berkata sambil melihat kertas misi.
"Bagaimana dengan kita tuan?" Bertanya Teador.
"Aku telah menyuruh Virinda dan satu death knight memeriksanya memang benar itu adalah makan dan Virinda bahkan tidak bisa masuk kedalam temboknya tapi death knight dapat dengan mudah memasukinya didalam sana terdapat banyak jebakan dan Undead level tinggi sudah pasti para petualang itu akan mati jadi kita akan pergi kesana tapi menyelinap untuk mengetahui rahasia makam itu tapi jika memang tidak bisa maka kita akan pulang." Jawab Alfa.
"Saya mengerti tuan." Teador tidak berkomentar banyak.
"Kita akan berangkat minggu depan Lousi tetap dimansion." Perintah Alfa.
"Baik tuan!" Semua menjawab.
**********
Satu minggu kemudian.
"Mereka benar benar akan berangkat." Alfa memantau.
"Tuan." Ririn mendekat.
__ADS_1
"Mereka perlu tiga hari untuk sampai sebaiknya kita kesana terlebih dahulu." Alfa menghilang.
"Baik tuan!" Semua menjawab dan segera menyusul.