Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 132, Si Gila Ahrul


__ADS_3

Tiga hari setelah peringatan!


Tepat hari ini juga empat ribu lima ratus perajurit David tiba dengan menggunakan berbagai kendaraan seperti truk dan serigala karena produksi truk masih dalam proses dan mereka hanya menggunakan truk yang sudah siap saja.


Semua persiapan telah siap dan para prajurit juga sudah dalam keadaan siap tempur dengan berbagai peralatan dan strategi masing masing dari pemimpin mereka diluar tembok area utara kota.


Jumlah perajurit Erik Von Lugard yang siap tempur dilapangan berjumlah sepuluh ribu pasukan tapi tetap saja sebagian perajurit David berada digaris paling depan terutamanya Bord yang memimpin para tanker didepan dan lebih mirip sebuah tembok berjalan dari pada prisai berjalan yang selalu bersiap ditempat mereka.


Barisan damage dealer berpedang yang dipimpin oleh Tiger dua orang tepat berada dibelakang satu tangker.


Disusul oleh pasukan Mage Lily dengan semuanya menggunakan jubah penyihir serta Ice Skeleton Dragon yang dari tadi terbang diatas mereka dengan satu perempuan diatasnya yaitu Lily.


Dibelakan mage terdapat para pengguna busur silang sedangkan para pengguna busur normal tercecer dimana mana baik itu barisan prajurit Davod maupun perajurit biasa.


Untuk beberapa sisa perajurit David juga banyak yang bercampur pada perajurit milik Lugard tapi meskipun begitu merka tetaplah bisa membedakan dari logonya saja dan perlengkapan mereka yang berbeda dimana satu tingkat Epic dan yang satunya lagi tingkat Common.


Tapi meskipun begitu para perajurit tetap menggunakan waktu untuk beristirahay ditempat mereka dan tidak meninggalkan pasukan karena walaupun mereka diperintahkan untuk mengambil tempat dari pagi tapi David memiliki dugaan bahwa serangan akan muncul saat malam hari.


Dugaan David terbukti saat portal sebuah portal dimensi berwarna hitam dan besar mulai terbuka saat hari mulai gelap dan langit langsung menghitam seketika.


"Bagaimana perkembanganya?" Ucap Lugard bertanya pada David saat sudah dua jam setelah portal terbuka tapi belum ada serangan sama sekali berbeda dari biasanya yang mana terbukanya portal maka serangan akan dimulai.


"Aku berharap ini hanya serangan monster pada biasanya." David benar benar khawatir dan memiliki firasat buruk.


David tidak menjawab pertanyaan Lugard karena diapun masih bingung akan apa yang terjadi.


"Mark bagaimana persiapanmu?" Erik bertanya pada Mark.


"Berjalan baik, semua anggota guildku sudah mengambil alih semua pelontar sihir dan batu yang ada." Mark menjawab.


"Hmm baiklah." Mengangguk Erik.


Setelah satu jam berikutnya sesuatu keluar dari portal dan laporan dari Virinda langsung tiba.


"Pasukan monster terlihat keluar dari portal tuan." Virinda tiba tiba datang berlutut tanoa disadari oleh Erik dan Mark sampai Virinda bersuara.

__ADS_1


"Kekuatan?" Tanya David karena dia masih berada dibarisan belakang ingin mengantisipasi apakah ada serangan dari jendral iblis atau serangan yang lebih besar jadi dia bermaksud menghemat kekuatan.


Meskipun tempat mereka bertiga dapat melihat pertempuran dengan baik tapi Virinda tetap harus menyampaikan informasi.


"Level kekuatan monster yang keluar tidak kurang dari seratus tuan dan monster terus bermunculan." Ucap Virinda sebelum menghilang karena dia sudah terbiasa dengan David dan sekarang dia sudah tidak dibutuhkan diasini.


"Persiapkan pasukanmu." Ucap David pada Erik sebelum menghubungi setiap pemimpin pasukannya meskipun semuanya sudah dijelaskan akan setiap situasi.


Sementara ditempat oara perajurit.


"Pasang Pertahananmu Bord." Ucap Tiger mulai mempersiapkan pasukannya.


"Baik." Meskipun begitu Bord belum mengekuarkan perintah karena pasukan mosnter masih terlalu jauh.


Roarr!!!


"Absolut Tank!!!" Berteriak Bord saat jarak monster berada pada seratus meter berlari kearah pasukannya.


Dung!!! Bom!


Bersaman dengan itu pula dentuman yang besar memenuhi medan perang saat sempat terdiam dan sebuah barier berbentuk tembok kastil besar berbaris didepan.


"Tembak!!" Ahrul langsung memimpin para pengguna busur silang untuk menghujani dengan tembakan disusul oleh pasukan guild Bomvlest yang menggunakan senjata pelontat sihir dan batu.


Shut shut shut!


Bom bom bang!


Shut shut shut!


Panah tidak berhenti berhenti hingga banyak monster yang tumbang dan akhirnya sisanya sampai pada tembok yang dibuat Bord.


Bom!!


"Tank Destroyer!!" Disusul oleh teriakan Tiger dimana disetiap celah pasukan tanker mengayun pedang dengan energi besar.

__ADS_1


Sebuah energi pedang terbentuk dari dari tembok yang dibuat oleh Bord dan mengayun secara vertikal menebas monster yang tambok tahan dan sudah mwnumpuk hingga semua monster didepan tembok mati tanoa sisa.


Tapi meskipun begitu pasukan monster berikutnya yang terus bertambah kembali menyerang secara berutal berlari kearah tembok Bord yang sudah mulai menghilang karena masa pakainya sudah habis dan memasuki kondisi coldown.


Segera para mage merapalkan mantra sihir mereka sebelum aura dingin memenuhi medan perang.


"Ice strom, Ice Up." Ucap para mage sebelum para para monster membeku dengan badai ice yang memborbardir mereka hingga membeku.


"Serang!!!" Tiger langsung memimpin perajuritnya untuk maju sebelum waktu pembekuan menghilang.


Para tanker memberikan jalan pada perajurit lain untuk menyerang monster yang sudah membeku.


Tentu pasukan Archer bersek yang dipimpin oleh Ahrul juga langsung masuk kedalam pertempuran dan betempur hampir mirip assassin yang memanah dengan gila menggunakan panah khusuh yang semakin pendek jaraknya maka damagenya akan semakin besar.


"Kau memiliki pasukan yang menakutkan." Ucap Erik tiba tiba karena melihat para archer David bertempur secara kangsung.


"Yaa.. mereka hanya dilatih oleh orang gila." Yang David maksud adalah sigila Ahrul yang biasanya selalu diam tapi menjadi gila saat bertempur apa lagi jika dalam keadaan seperti ini.


Pasukan monster dengan mudah dihabisi karena mereka dalam keadaan membeku sebelum pasukan monster yang baru datang langsung menyerang para perajurit.


Para perajurit mulai membentuk kelompok untuk menyerang monster agar lebih muda, pasukan assassin Moar juga langsung masuk dan mulai mengikis damage para monster.


Pertempuran gerus belanjut hingga berjam jam juga ada beberapa perajurit yang mulai gugur dala perang.


Saat portal berhenti mengeluarkan monster hingga monster yang tersisa habis, peperangan langsung berakhir untuk sementara karena portal masih belum tertutup sehingga semua perajurit masih bersiap dalam mode tempur meskipun stamina mereka benar benar sudah terkuras habis.


Selama tiga puluh menit para perajurit beristirahat dan luka dan mana mereka benar benar sudah pulih karena potion yang diberikan guild Dark Dragon, tapi tetap saja stamina mereka benar benar masih down.


Saat itu juga serangan monster susulan keluar dari portal kali ini benar benar berbahaya karena yang keluar bukanlah monster tingkat rendah tapi rombongan bahemot berlevel tiga ratus yang membuat semua perajurit membatu.


"Jumlah bahemot tidak kurang dari seratus tuan." Virinda langsung datang dan memberitahukan jumlah kekuatan monster.


"Apa yang mereka lakukan?" Bertanya David saat para monster sangat teratur dalam berjalan dan berjalan perlahan menuju ketempat para perajurit tidak seperti sebelumnya yang langsung menyerang.


"..." diam Virinda karena tidak memiliki jawaban akan pertanyaan David.

__ADS_1


Jelas semua perajurit akan langsung diratakan saat monster bahemot tersebut tiba tapi tetao saja para pasukan langsung bersiap dan David benar benar salut pada mereka.


Untuk sekarang David hanya memikirkan bahwa para bahemot sangat teratur karena mereka sudah mencapai tier tiga atau monster tingkat Lord yang memiliki akal.


__ADS_2