Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 184, Pro Bartender


__ADS_3

Kapal pesiar


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka tiba di dek atas dan jelas sekali bahwa tempat tersebut sangat ramai.


"Seperti festival saja." Gumam David melihat banyak toko dengan berbagai macam yang mereka jual.


"Hmm.. ramai sekali." Lily menanggapi sambil melihat sekeliling juga.


"Jadi kita akan kemana?" Bertanya David.


"Kemana? Ee.. itu terserah tuan David saja." Lily merasa bimbang apakah dia harus memilih tempat atau bisa saja itu dianggap tidak sopan.


"Sudahlah kali ini kau harus menikmati waktumu, selama kau bekerja denganku mungkin baru kali ini kamu mendapatkan waktu luang sebanyak ini." David memberikan kesempatan.


"Ba-baiklah kalau begitu.." Lily mulai berpikir dan melihat sekeliling namun karena bingung akhirnya dia malah sembarang tunjuk saja. "Ke-kesana saja kah ya.. mungkin?" Lily tidak yakin dengan pilihannya setelah melihat apa yang ia tunjuk.


"Kau yakin?" Bertanya David memastikan.


"Nn." Lily mengangguk cepat karena tidak mungkin baginya mengatakan tidak yakin, itu sangat memalukan.


"Kalau begitu baiklah." David memegang tangan Lily sebelum berjalan masuk.


"Eh?" Lily sempat terkejut tapi akhirnya membiarkan David tetap memgang tangannya.


Tempat yang mereka tuju sebenarnya adalah sebuah bar normal namun Lily merasa ini tidak romantis sama sekali.


Setelah masuk David terus berjalan melewati beberapa pelanggan yang menikmati minuman mereka untuk menghangatkan tubuh dimalam hari hingga akhirnya David tiba dimeja bartender dan duduk bersama Lily.


"Jus." David langsung memesan.


"Baik." Cepat dengan lincah tangan sang bartender menyiapkan.


"Itu.. saya juga." Lily ikut memesan.


Tidak perlu satu menit sebelum dua gelas jus tiba didepan Lily dan David, warnanya berbeda yang menandakan buah dari jus tersebut juga berbeda.


David mengertukan keningnya sebentar sebelum meminumnnya karena perasaan dia hanya mengatakan jus dan belum sempat menyebutkan nama buahnya bartender sudah mengatakan baik.


Gluk..


"Enak!" Reflek David berkata setelah menghabiskan satu gelas.


"Hm ini enak tuan." Ucap Lily juga setelah meminum setengah dari jus tersebut.


'Sepertinya bartender ini sangat berpengalaman bahkan bisa mengetahui kesukaan seseorang dengan sekali lihat saja.' Batin David. "Tolong satu gelas lagi."


"Baik."


'Lily.' David mencoba menghubungi Lily melewati telepati.


'Ada apa tuan?' Lily menjawab.

__ADS_1


'Aku lupa mengatakannya tapi mulai sekarang panggil aku Alfa dan untuk sementara namamu adalah Lina.' Ucap David yang menggunakan nama samaran.


'Baik Alfa.' Lily pun paham akan situasi.


Setelah menghabiskan jus mereka, David dan Lily mulai berkeliling keberbagai stan makanan untuk membeli cemilan malam.


"Rasanya seperti kencan." Gumam Lily secara tidak sadar.


"Kencan?" David pula refleks bertanya. 'Eh? Dari mana Lily tahu kata ini?' Batin David bingung.


"Itu.. dikalangan pemuda sekarang lagi tren kata kencan katanya itu berasal dari sebuah buku yang ditulis oleh penulis ternama." Ucap Lily menjelaskan dan menganggap David tidak mengetahuinya.


"Oh begitu, ..." setelah David mengatakan begitu entah kenapa suasana menjadi sedikit canggung.


Lily juga mulai memandang kearah bawa karena merasa agak malu. 'Apa yang kukatakan mm..m.' didalam hati Lily sangat menggerutu.


"Kita duduk disini dulu." David menunjuk kearah sebuah kursi dimana tempat tersebut sudah cukup sepi karena para penumpang kapal telah kembali beristirahat.


"Nn." Mengangguk Lily sebelum mengikuti David dan duduk disebelahnya.


Entah berapa kali David menghembuskan napas sambil memandang kearah atas sebelum mulai mengeluarkan suara. "Terakhir kali kita melihat bintang dari tengah laut adalah sekitar lima bulan lalu." Ucap David menikmati hembusan angin dingin laut malam.


"Tuan David selalu sibuk dan saya senang melihat tuan David akhir akhir ini lebih banyak bersantai." Ucap Lily yang tidak menggunakan nama Alfa.


"Untuk sementara biarkan waktu berhenti sebentar." David juga sudah tidak peduli dengan nama samaran untuk saat ini.


"Maaf tuan David tapi saya tidak memiliki skill untuk menghentikan waktu." Canda Lily.


"Tapi jika kita mendapatkannya skill book itu tidak boleh digunakan oleh tuan David." Ucap Lily mengembungkan pipinya.


"Kenapa?" David bertanya kebingungan.


"Pasti tuan David ingin menggunakannya untuk yang tidak tidak, nanti nona Astein marah loh." Jawab Lily seakan menegur.


"Ba-baiklah." David sempat tidak berkutik sebentar karena pikiran mes*m nya dapat ditebak oleh Lily.


Percakapan kembali canggung sebelum bahu David tiba tiba bersandar sebuah kepala dengan rambut halus yang melebihi lembut sutra.


"Lily?"


David bertanya tapi tidak ada respon.


"Dasar, sudah kukatakan tadi siang untuk beristirahat sekarang malah tertidur disini, ini dilaut dejgan banyak orang asing loh, ais." David kenepuk jidatnya akan keteledoran Lily.


Sebenarnya Lily hanya merasa nyaman saja sehingga melepaskan kewaspadaannya, Lily terlalu mengandalkan David yang berada didekatnya, berkat rasa aman yang diberikan David akhirnya Lily tertidur karena kelelahan.


"Sudahlah." David segera mengangkat tubuh Lily dan kembali keruangannya.


...


Pagi hari

__ADS_1


Meja makan diruangan Vip


"Mereka mengantarkan kita makanan yang kita pesan tapi meskipun begitu rasanya agak aneh." Ucap David toba toba saat ditengah makan.


"Nn." Semuanya mengangguk setuju.


"Baiklah mulai nanti siang kita makan direstoran yang ada dek atas." Ucap David mengusulkan.


"Setuju." Kembali semuanya mengangguk setuju.


Setelah menghabiskan sarapan mereka, David memutuskan untuk keluar dan melihat kegiatan pagi para penghuni kapal, karena semuanya tidak memiliki pekerjaan lain akhirnya semuanya mengikuti David.


Saat sampai dek atas nyatanya tidak seramai saat malam hari, kebanyakan orang memilih untuk beristirahat diruangan masing masing atau menuju dek paling bawah yaitu sebuah kasino.


"Rasanya tidak seramai semalam." Ucap Lily sambil meregangkan tangannya.


"Semuanya yang ada disini hanya ingin menikmati waktu pagi." Ucap Virinda.


"Saat seperti ini enaknya memancing kan?!" Ucap Merly antusias.


"Kau suka yah.. memancing." Ucap David menanggapi.


"Sayangnya sekarang tidak bisa Merly, ini bukan kapal kita dan meskipun bisa tidak mungkin kru kapal ingin menghentikan kapal agar kita bisa memancing." Ucap Lily menjelaskan.


"Sayang sekali padahal Merly sudah bisa mengalahkan Astein dalam memancing." Merly terlihat murung.


"Itu kau menggunakan racun pemikat ikan kan?" Ralat David karena Merly selalu tidak terima saat dikalahkan oleh Astein dalam hal memancing dan akhirnya malah membuat racun yang dapat memikat ikan.


"Siapa peduli yang penting Merly menang hmph!" Gerutu Merly yang terlihat kesal dan menggembungkan pipinya.


Bruk!


"Aduh-duh-duh.." Tiba tiba Merly menabrak seseorang hingga Merly terjatuh karena kehilangan.


"Uy gadis kecil." Orang berbadan besar yang Merly tabrak tiba tiba marah tai itu hal wajar.


'Ais masalah malah datang dipagi hari.' Batin David.


"Apa kau tahu? Pakaianku ini sangat mahal!"


'Yah dilihat dari manapun itu memang mahal tidak perlu kau katakan.'


"Dan juga sepatuku ini adalah buatan dari perusahaan terbaik di Livius Empire!"


'Sudah tahu, tertulis jelas disampingnya.'


Pria besar tersebut terus mengecek dan David tidak punya pilihan lain selain mendengarkanya dulu karena memang Merly yang salah.


"Kulihat kau tidak bisa membayarnya hehwee.., begini saja kulihat dadamu lumayan besar gadis kecil, kau bisa datang keruangan Vipku nanti siang." Ucap pria tersebut dengan tatapan mesum sambil melihat Merly.


...----------------...

__ADS_1


Up 2 chapter lagi dong guys! soalnya kemarin yang vote lumayan lah, kalau hari ini masih banyak beri hadiah, like, koment, vote atau ngebagiin maka besok kita up 2 Chapter lagi guys... hihi..


__ADS_2