
Makam Rahasia
Setelah tiga hari memantau Alfa makam akhirnya para petualang datang dan betapa bodohnya mereka karena langsung berlomba masuk tanpa memeriksa dulu.
"Haha siapa cepat dia dapat!" Petualang itu langsung menerjang masuk.
"Gerbang mereka saja terbuat dari emas sudah pasti mereka memiliki barang bagus!" Yang lain ikut.
"Kejar mereka jangan sampai kita tertinggal!" Semua petualang langsung masuk tanpa tersisa.
"Orang orang bodoh ini." Alfa menggeleng.
"Bagaimana tuan?" Bertanya Ririn untuk rencana selanjutnya.
"Kita tidak akan mendapatkan apa apa dari makam ini sebaiknya kita pulang saja." Alfa melangkah pulang saat suara teriakan para petualang satu persatu mulai terdengar nyaring walaupu jauh.
'Haih dasar dewa Hermes bahkan ini pun kau duplikat aku kira kau hanya menduplikat game saja ternyata cerita orang pun kau curi.' Batin Alfa.
"Kenapa kita tidak masuk tuan?" Bertanya Selartain.
"Walaupun aku bisa berubah menjadi Undead dan bebas masuk tapi penguasa makam ini terlalu mengerikan dan memiliki banyak bawahan kuat dan mereka tidak akan membunuh jika kau tidak memasuki wilayahnya." Jelas Alfa masih berjalan santai.
"...saya mengerti tuan." Selartain mengangguk mengerti setelah memikirkan terlalu dalam.
Sementara itu didalam makan sebuah singgasana duduk sesosok undead.
"Ternyata masih ada orang pintar didaratan ini." Berkata Undead itu saat melihat Alfa melambai kearah nya yang jelas tidak dapat terlihat karena dia hanya menggunakan kaca untuk melihat semua orang diluar.
"Tapi perempuan itu agak mirip denganmu." Undead itu memegang dagunya sambil melirik kearah bawahannya yang mirip dengan Selartain.
"Hihihi tuan dia satu ras denganku tapi dia lebih mulia karena telah menyamai tuan yaitu telah menjadi undead vampir." Jawab seorang wanita yang mirip dengan Selartain tapi lebih tinggi.
"Aku menciptakan tubuh mu bukan untuk kamu hina!" Undead itu marah saat bawahannya merendahkan diri.
"Maafkan saya tuan!"
**********
Didepan mansion Selartain.
Alfa dan yang lain berjalan masuk dengan Teador yang segera membuka pintu rumah.
"Jadi bagaiman recana tuan selanjutnya?" Bertanya Selartain.
"Kita selesaikan saja para bangsawan dan assassin sampah itu ... Selartain dimana mereka berada besok?" Bertanay Alfa.
__ADS_1
"Maaf tuan tapi sepertinya ada yang salah dengan manison kiat." Teadir melapor dengan membawa sebuah surat.
"Oh apa kau menemukan tikus?" Bertanaya Alfa.
"Benar tuan Lousi dibawa oleh mereka dan mengatakan untuk menebusnya dimansion pinggir kota salah satu markas dunia bawah." Teeador menjawab dengan matanya yang sudah semakin bersinar berwarnah merah.
"Mereka akan berkumpul disana besok tuan sepertinaya mereka ingin melihat Teador karena memiliki rumor mengatakan Teador adalah salah satu bawahan dari Adamantine baru yang kuat itu." Kata Selartain setelah mengingat semua informasi yang dia kumpulkan.
"Mereka ingin bermain denganmu Teador jadi bangsawan itu aku serahkan padamu sedangkan guild assassin akan kuserahkan pada Ririn dan Selartain aku ingin kalian menyelsaikannya besok dan kita akan pulang minggu depan setelah benar benar memastikan menyelesaikan para sampah itu." Alfa berjalan masuk kedalam mansion dan beristirahat walaupun itu tidak diperlukan.
"Baik tuan!" Mereka bertiga menjawab.
**********
Keesokan harinya daerah mansion pinggir kota tepatnya area markas dunia bawah kerajaan.
"Apa yang kau lakukan pak tau sebaiknya kau menjauh dari sini." Berkata seseorang menahan Teador saat ingin melewati gerbang mansion.
"..." Teador meliriknya tajam lalu memberikan surat yang dia dapatkan dimansion.
"Buak pintunya tamu besar sudah datang hahaha!!" Peria itu dengan cepat membuka pintu gerbang dan sudah terlihat banyak petualang bersenjata dikiri kanan dan beberapa bangsawan bertopeng dilantai atas tepatnya balkon mansion memandang kearah lapajgan yang mena terdapat tiga orang dan Teador.
"Jika kau ingin lewat maka kau tidak akan bisa." Sesorang berbicara diantara mereka bertiga yang menghalang Teador.
"Apa yang kalian inginkan?" Bertanya Teador dengan perkataan yang tenang.
"Aku Teador von Dark ... kalian?" Kembali Teador bertanya.
"Hehe kami adalh petualang rank adamantine yang tersembunyi dan yang paling kuat aku adalah sipisau terbang." Orang itu memperkenalkan dirinay dengan meliuk liukkan pedangnya.
"Aku adalah siratu penari."seorang wanita berpakaian minim diantara mereka memperkenalkan diri dengan menari tapi diamata Teador itu adalah jurus yang mematikan.
"Aku adalah si Raja kegelapan-" belum sempat seorang penyihir itu melanjutkan perkataannya lehernya sudah terpisah.
"Tidak ada Raja kegelapan selain tuanku!" Berkata Teador membersihkan tangannya yang sudah menebas leher.
Sret!..sret!.
Dua sisanya langsung tumbang begitu mereka terkejut dengan keberadaan Teador.
"Petualang Rank adamantine mati begitu saja?" Semua orang terkejut.
"Dia monster cepat lari!" Berteriak yang lain dan mulai mengacau.
"Lari!"
__ADS_1
Teador segera menangkap satu orang.
"Tunjukkan jalannya." Teador menggunakan skillnya yang dapat mengendalikan seseorang atau menuruti perintahnya.
Segera orang tersebut memimpin Teador keruang bawah tanah.
"Hmm? Tidak berguna." Teador melihat Lousi diikat didalam penjara.
Sret
Krak!..
Teador langsung membuka jeruji besi dengan tangan kosong setelah membunuh orang yang mengantarnya.
"Te-teador ukh! Kenapa?" Lousi langsung muntah darah begitu tangan Teador menembus paru parunya.
"Losui tidak pernah memanggil namaku begitu saja." Teador mencabut tanganya dan orang tersebut mati dan sudah kembali kewujud aslinya yaitu seorang pengguna ilusi dengan begitu dia dapat berubah jadi Lousi palsu.
"Hebat hahaha! Kau bahkan tahu yang mana yang palsu tapi yang asli ada ditanganku jadi apa yang akan kau lakukan?" Bertanya seorang pria berotot yang muncul dibelakang Teador membawa Lousi.
"Mati!" Teador memberi peringatan.
"Aku bercanda hehe kau pikir kau bisa mengalahkanku aku hanya bingung saja bagaimana ketiga orang diatas membiarkanmu masuk." Dia melepaskan Lousi dan seprtinya dia adalah tim dari petualang adamantine.
"Mereka mati." Jawab Teador santai setelah menangkap Lousi dan segera menyuruhnya untuk menutup mata.
"Hee apa yang bisa dilakukan oleh pak tua sepertimu!" Dia langsung menerjang kearah Teador dengan tangan kosong.
Bum..!
"Apa! Ridak mungkin!" Dia segera melompat mundur begitu tangannya ditahan oleh Teador.
"Apa kau memiliki skill lain?" Bertanya Teador.
"Jangan sombong pak tua sebaiknya kau bersiap walaupun kau kuat tapi kali ini kau pasti mati" ucapnya memasang kuda kuda.
"Peningkatan kekuatan! Perecpatan akselerasi! Peningkatan kekuatan!" Dia meningkatkan seluruh kekuatannya sebelum nmenerjang kearah Teador.
Boom...!
"Ap-!" Belum sempat dia bersuara saat pukulannya ditahan menggunakan tangan kanan Teador tapi entah bagaimana caranya kaki Teador sudah menembus jantungnya.
"Kita pulang." Berkata Teador dengan lembut sambil mengelus rambut Lousi.
"Tuan Teador terima kasih." Lousi sudah tidak dapat menahan tangisnya dan menangis dalam pelukan Teador.
__ADS_1
Kau terlalu banyak melewati kesakitan Lousi mulai sekarang aku akan menjagamu." Berkata Teador.
"Tuan Teador aku adalah milikmu aku hanya akan mati ditanganmu dan mengabdi padamu selamanya." Berkata Lousi.