Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 59, penyergapan berakhir


__ADS_3

"Sial" Moar segera membereskan orang yang berteriak.


"Semuanya ada pemyus-" yang lain ikut berteriak karena melihat bebrapa mayat.


"Bangun! Bangunkan jendr-" mati walau semua orang sudah bangun.


Walau begitu Virinda dan timnya masih terus berburu karena dendam, mereka sudah ketahuan dan sering mendapatkan luka karena beberapa orang yang melihat mereka terlebih lagi adalah mereka semua memilki level lebih tinggi dari Virinda.


Melihat ini, David segera mengambil tindakan untuk membebaskan Virinda yang segera terkepung.


'Sistem segera aktifkan Voice chat kepada semua orang' perintah David begitu dia mulai menggunakan beberapa skill berpisau tapi belum menggunakan skill berpedang karena akan sangat berisik walau sudah ketahuan tapi perbedaan jumlah tetap merepotkan.


'Mengaktifkan Voice chat ... aktif'


'Semuanya dengar, para assassin segera bersembunyi, Wolf alihkan perhatian mereka kesatu titik, tiger bersiaplah suruh Lily untuk membuat hujan batu es dalam waktu 30 detik setelah itu berikan badai es dan kabut scochi'


'Merly segera bertransformasi, semuanya gunakan kekuatan penuh!' David berlari bersembunyi sedangkan wolf mulai mengigit atau mencakar agar semua orang mengejarnya.


Awuu...!


30 detik kemudian hujan batu es tiba dalam lingkup 50 meter dibelkang wolf, setelah hujan es selsai disusul oleh badai es dan kabut beracun yang mana Merly sudah bertransformasi.


'Assassin kembali bergerak, Virinda bagaimana luka kalian?' Tanya David.


'Sudah pulih tuan' jawab Virinda yang sepertinya sudah kembali membunuh.


'Semuanya maju sekarang'


Segera David mengaktifkan transformasinya karena bersiap jika harus bertemu dengan lima orang berlevel seratus itu tapi begitu David melihat map sistem dua orang masih berjaga dipusat yang artinya tida orang berlevel seratus sedang menuju kesini.


Semua guild Dark Dragon mulai membantai termasuk Ahrul yang notabelnya Archer tapi lebih suka bertarung jarak dekat mulai masuk kemedan perang dan membidik mata atau leher bagian belakang musuh kerena dibagian itulah lebih mudah menancapkan anak panahnya.


Ahrul dengan cepat membunuh dan memgisi panahnya kali ini dia tidak mengunakan Crosbow karena akan kerepotan, dia membunuh dengan cepat bersama yang lain yang sudha mulai menggunakan skill masing masing tapi David tetap berusaha mencari tiga orang berlevel seratus itu.


Begitu jumlah menurun tiba tiba Tiger terpukul mundur sejauh lima meter dan David segera mengetahui dari siapa itu.


David menghampiri orang tersebut dan ingin menyerangnya tapi dua anak panah telah menancap diarmor dadanya yang sepertinya adalah milik Merly.


Orang itu mulai kehilangan keseimbangan tidak dapat mengerakkan ototnya karena efek posioned, segera tiger menebasnya dan mati.


"Ternyata mudah, seharusnya aku tidak perlu mengunakan transformasi selama ada racun Merly" walau berketa begitu tapi David tetap tidak mematikan Transformasi Dark energinya.


Segera satu persatu prajurit dibunuh dan tiga orang berlevel seratuspun juga sudah mati yang, David hanya membunuh satu orang berlevel Seratus.


'Virinda bawa timmu untuk membereskan harta keluargamu aku dan yang lain akan memberekan semuanya dan menunggumu, usahakan kembali kesini sebelum pagi, juga hati hati disana memiliki dua orang berlevel seratus jadi lemparkan bom beracun untuk menghabisi mereka' David memberi perintah dan tidak ingin mengganggu mereka dalam reuni cucu dan leluhur.


'Terima kasih tuan' Virinda segera memimpin timnya.


David masih harus membereskan semua yang ada disini bersama pasukan serigalanya yang tadinya sempat membunub dengan hebat karena kerja sama mereka yang kian meningkat.


Serigala itu membunuh dengan mencakar seorang prajurit dan terus berlari untuk mencakar yang lain tapi bukan disitu yang mengenaskan, bagian yang mengenaskan adalah para serigala ini bagaikan rantai berduri yang terus mencakar dan mencicil kesehatan musuh dengan diikuti serigala lain dibelakangnya.

__ADS_1


David segera menyuruh mereka untuk mengambil segala ekuip milik prajurit serta mengumpulkan mayatnya untuk dikubur diluar hutan.


Bagaimanapun juga mereka adalah prajurit, mungkin mereka memilki keluarga tapi mereka juga tetap harus menjalankan perintah.


Semua kembali beristirahat dan David terus memantau pergerakan Virinda tapi mereka bahkan hanya membutuhkan waktu 1 menit saja untuk membunuh dua orang denga 20 level lebih tinggi.


Semua orang kembali beristirahat dihutan tempat Astein karena memang mereka terlalu memaksakan otot mereka kali ini.


David membuka status nya karena mengalami banyak peningkatan sebelumnya jadi harus mengatur beberapa stat.


"Sistem"


[Satatus


Nama : David


Exp : 15/860


Level : 85


Hp : 85.000/85.000


Mp : 80.638/85.000


Job : Warior


Class : Necromancer, Dark Knight, Alchemist (Lv 14)


Title : (Slime slayer)(Goblin Slayer)(Black spider slayer) (Orc Selayer)(Leader).


Str : 80 +20


Agi : 69 +10


Int : 25


Dex : 55


Perlawanan Elemen


Api : 10


Air : 30


Udara : 10


Tanah : 60


Petir : 10


Es : 20

__ADS_1


Cahaya : 5


Kegelapan : 100


Poison : 5 ]


"Efek ketahanan poison? Apa karena racun Merly tadi terlalu kuat atau aku selalu meminum anti poison? Ah sudahlah yang jelas ini sangat berguna" David menutup status nya dan kembali memperhatikan map untuk memantau Virinda.


Dua jam setelah Virinda dan timnya memasuki tempat leluhurnya yang dijaga oleh dua perajurit sebelumnya, David dan Moar merasakan gejolak energi yang aneh dari sana tapi David segera mendapatkan pesan dari sistem bahwa mereka sedang mendapatkan Class warisan leluhur.


Tapi Moark yang mulai khawatir segera berdiri dan bersiap untuk pergi, David melihat Moark segera menahanya.


"Mark! Jangan mengganggu mereka!" Ucap David.


"Tapi tuan merek-"


"Beristirahat lah 'jangan mengganggu'" David menekan kata katanya kali ini.


"Saya mengerti tuan" Moar kembali beristirahat.


Yang Moar mengerti adalah David tidak ingin Virinda diganggu saat ini dan Moar percaya jika David memiliki alasan khusus.


David terus menunggu hingga akhirmya Virinda kembali bersama timnya tanpa disadari yang lain.


David menyadarinya karena melihatnya dimap seandainya tidak maka dia pun tidak dapat menyadari keberadaan lima orang ini.


"Tuan" Virinda kembali berlutut diikuti yan lain kepada David yang sedang duduk bersandar dipohon sambil mengelus wolf.


"Apa urusan mu dengan leluhur telah selesai?" Tanya David.


"Sudah tuan, kami mendapatkan Class warisan leluhur yaitu Shadow Assassin" jawab Virinda.


"Yah itu sangat berguna bahkan kalian dapat menghilang jika berada dalam kecepatan tinggi" David melihatnya dipeta saat Virinda bersama timnya mendekat tanda mereka selalu berkedip kedip jika berada dalam kecepatan tinggi.


"Tuan sangat jeli tuan, kami juga mendapatkan berbagai kemampuan baru" Virinda menjelaskan kepada David berbagai kemampuanya hingga akhirnya David membuat satu keputusan.


"Wolf kembalilah bersama pasukanmu"


"Wouu.." Wolf tampak sedih karena memang David jarang menemaninya.


"Buat pasukanmu lebih kuat dengan begitu kita bis aterus bersama dan meninggalkan pasukanmu tanpa penjaganmu" David memeluk dan mengelus wolf.


"Au.." Wolfpun mulai menjilati David.


"Baik kembalilah"


Pasukan Wolf pun mulai meninggalkan mereka tapi tetap masih ada lima serigala yang tinggal sesuai permitaan David, Astein mulai tebangun karena keributan itu.


"Semuanya berkumpul" David mengumpulkakan semuanya.


...----------------...

__ADS_1


Difollow Geng


IG : Rezaatmaja03


__ADS_2