
"Lalu apa tuan memiliki rencana lain disini?" Bertanya Virinda.
"Satu minggu, itu cukup untuk coldown gerbang dimensiku, aku akan menuju ketempat para Kobold untuk mengambil hasil mereka dan kembali kesini setelah satu minggu lagi." Ucap David akan rencananya.
"Saya mengerti tuan." Ucap Virinda yang tentunya berencana untuk ikut.
"Kau disini saja, gunakan waktumu untuk berlibur." Tapi David tidak berencana untuk membawa Virinda dan membiarkannya untuk beristirahat.
"..." Virinda selalu mematuhi perintah David dan memilih untuk diam walaupun sebenarnya dia lebih memilih untuk ikut.
David melirik kearah Virinda sebentar sebelum membuang nafas. "Baiklah baiklah.. kau ikut aku, akan repot nantinya jika aku membutuhkan teh dan kau tidak ada." Ucap David setelah melihat ekspresi Virinda.
"Baik tuan." Cepat Virinda menjawab dengan senang.
Setelah memastikan semuanya berjalan lancar dikota pelabuhan, David dan Virinda segera menuju kehutan ilusi menggunakan gate.
Sampainya disana David dapat melihat bahwa para Kobold memiliki pemukimannya sendiri yang terbuat dari kayu, bahkan tempat peleburan mereka sudah sangat besar dan mirip seperti pabrik peleburan besi.
Sesosok Kobold langsung datang kepada David yaitu pemimpinnya sendiri karena merasakan keberadaan David.
"Tuan." Kobold tersebut langsung berlutut.
"Kau bekerja dengan baik." Puji David berjalan masuk.
"Terima kasih tuan."
"Bagaimana hasilnya?" Bertanya David.
"Mari saya antar tuan." Ce0at kobold tersebut memimpin jalan.
Mereka berjalan masuk kearah pabrik dan mulai menuruni tangga satu memasuki sebuah ruangan sampai keruangan selanjutnya yang terletak dibawah tanah.
"Kita sampai tuan." Ucap Kobold tersebut.
Ruangan yang mereka masuki telah tersusun ribuan bahkan puluhan ribu ingot disetiap sisi ruangan bahkan tertumpuk layaknya lemari dan memiliki petak, juga banyak bubuk ditempat lainnya yang dibiarkan begitu saja.
"Kerjamu mulai membaik dari hari kehari."
Hanya dengan melihat hasil ingot saja David sudah dapat melihat bahwa ingot yang mereka buat pertama masih memikiki banyak cacat dan masih harus dimurnikan tapi perlahan mereka semakin baik dalam pembuatannya.
Sedangkan bubuk disisi lainnya adalah batu peledak yang sudah dihaluskan dengan hati hati.
"Tapi tuan, bubuk ini sering sekali melukai kami saat dia meledak, itu membuat kamis emakin berhati hari dalam menghaluskannya." Tunjuk Kobold tersebut kearah tumpukan bubuk.
"Kurasa kau bisa menemukan cara yang paling baik untuk menghaluskannya dalam waktu cepat." Tebak David.
"Kurang lebih seperti tebakan tuan karena sekarang kami masih terus mengembangkan alat yang kami buat agar dapat menambang dengan baik." Ucap Kobold tersebut.
__ADS_1
"Bailah." David mengarahkan tangannya kearah semua bubuk mesiu dan ingot. "Untuk sekarang semuanya kuambli dulu, aku akan meliahat hasil kalian kedepannya, kurasa aku bisa puas untuk ini." David langsung memasukkan semuanya kedalam invertorinya.
Cepat Kobold tersebut berlutut. "Kami senang anda dapat puas dengan hasil kerja kami tuanku." Ucapnya.
"Mungkin aku akan menetap disini mengawasi kalian selama satu minggu, apa kalian tidak menemukan hal lain?" Ucap David bertanya.
"Tim serigala memebantu kami mencari beberapa tempat utnuk menggali tuan, saat mereka sedang mencari, mereka menemukan sebuah sungai yang aneh tuan." Ucapnya.
"Oh, dimana letaknya." David langsung tertarik meskipun sebenarnya ada banyak sungai yang anhe dihutan ilusi ini tapi jika sampai harus dilaporkan aneh tentu keanehannya sudah melebihi batas wajar.
"Kami akan mengantar tuan kesana." Dua serigala tiba tiba datang.
"Baiklah." David dan Virinda segera menyusul dua serigala tadi.
Mereka berlari sekitar seratus kilo meter hingga akhirnya tiba disebiah air terjuan yang terlihat jernih dan normal.
"Ini memang terlihat aneh." Davod langsung berkomentar saat melihatnya.
"Tuan, saya tidak merasakan apapun dari sungai ini, ini hanyalah air biasa dengan kemurbian yang cukup tinggi hanya itu saja." Komentar Virinda setelah mencoba meminum air dari air terjun tersebut.
"Justru itu yang aneh." David menangguk penuh keseriusan.
"Kenapa tuan?"
"Semua air dihutan ini biasanya tidak dapat diminum oleh manusia dan kebanyakan hanya dapat diminum oleh monster tapi tapi kali ini dapat diminun jelas ini sangat aneh bukan." Jelas David.
"Mungkin saja ada sesuatu yang membuat air ini tetap jernih dihutan ilusi ini." Ucap David yang kemudian merubah tangannya menjadi ular dan mencemplungkannya kedalam untuk melihat bagian dalam air.
"Apa tuan menemukan sesuatu?" Bertanya Virinda.
"Belum." David menjawab saat tangannya tidak menemukan apaoun didalam sana bahkan ikan ataupun makhluk hidup lainnya.
David menarik tangannya dan kemudia menelusuri air terjun dimana ternyata memiliki gua kecil didalamnya.
Byurr
Dengan satu ayunan tangan saja air terjun langsung terbelah oleh elemen angin yang dicipatakan oleh David.
Sebuah batu kristal biru besar terlihat diair terjun tepatnya diatasnya dimana air pertama kali terjun, semua air langsung berwarna dan keru saat batu tersebut tidak lagi menyentuh air.
"Yang memurnikan air ini adalah batu itu." Tunjuk David kearah batu.
...
[Holy Crystal Stone
Batu keristal suci yang dapat meningkatkan kekuatan elemen cahaya. Dapat menetralkan segala jenis racun.]
__ADS_1
...
"Ini hadiah yang cocok untuk puteri Arfenit." David langsung terpikirkan puter Arfenit yang berelemen cahaya.
"Apa perlu kita mengambilnya tuan?" Bertanya Virinda.
"Tentu." David langsung memasukkannya kedalam invertorinya.
"..." Virinda langsung diam walaupun sempat ingin berkomentar tadinya tapi segera mengrungkannya karena David sudah bertindak.
"Ayo pulang." Ucap David melangkah pergi sebelum menghilang.
"Baik."
Setelah hari ini, hari hari berikutnya hanya berjalan seperti seharusnya dimana David hanya melihat koblod bekerja sambil menunggu coldown skillnya hingga akhirnya tiba satu monggu dan David segera pulang bersama Virinda.
...
Kota pelabuhan
Pelabuhan Dark Dragon
Begitu David sampai dipelabuhan, terlihat jelas bahwa sudah ramai perajurit maupun alat berat disekitarnya.
Forts sudah ada ditempat mengurus berbagai hal yang akan digunakan serta membentuk tim kecil untuk pembanguan kapal kali ini.
Bahkan David dapat melihat bahwa disana ada mobil khusus yang hanya David yang bisa atau tidak ada orang lain yang diperbolehkan memakainya sudah parkir dipelabuhan yang membuat David agak mengwrutkan dahinya.
"Siapa yang berani menggunakan mobilku tanpa izin?" Gumam David bertanya.
"Kurasa hanya nona Astein dan nona Merly yang memiliki keberanian untuk menggunakannya tuan." Ucap Virinda menebak.
"Benar juga." Pandangan David langsung mengarah dan menelusuri seluruh pelabuhan yang akhirnya menemukan Astein bersama dengan Lousi.
Berjalan David menghampiri Astein yang sedang menggendong Dastein.
"Astein, apa yang kau lakukan disini?" David bertanya.
"Oh, inikah suami yang tidak pulang selama dua bulan lalu bertanya saat istrinya datang mencarinya." Ucap Astein agak meledek.
"Maaf kalau soal itu." Kata kata Astein menusuk tepat dijantung David karena memang ia tidak mengatakan bahwa ia akan tinggal lama ditenpat para Dwarf.
David langsung menggendong Dastein yabg kelihatannya ingin bersamanya.
"Dastein bahkan merindukanmu." Kaluh Astein.
"Haha.. Dastein, sungguh maaf yah." Ucap David agak garing.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktu kalian, tapi apa bisa aku bertanya sebentar?" Ucap Forts yang datang menyapa.