Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 168, Kepulangan Jendral Dark


__ADS_3

Setelah berkunjung kekamar ibu Stella dan menyembuhkannya David segera menuju keruang kerja untuk melihat hasil kerja Stella.


Berbagai berkas yang ada diatas meja maupun dilemari David lihat satu persatu dan sesuai dugaannya Stella sudah mulai mengembangkan sistem pemerintahannya sendiri.


"Dengan ini hanya perlu menunggu ibu kota bangkit kembali sebelum jumlah warga kembali terisi penuh." Ucap David melihat beberapa berkas yang sangat menarik baginya.


David hanya menjelaskan singkat mengenai perusahaan roti yang akan ia kembangkan diwilayah Vermilion tapi Stella sudah memikirkan bagaimana cara menambah penduduk kotanya dengan pengembangan toko roti ini.


Dari yang David lihat Stella ingin menggunakan strategi yang hampir sama dengan Dragkolli City dalam menarik penduduk, hanya saja sekarang Dragkolli City memasang harga tinggi jika ada warga yang ingin berpindah wilayah dan menjadi warga Dragkolli City dan harga tersebut terus naik bersamaan dengan naik nya pendapatan diDragkolli City.


Sedangkan Stella tidak akan memberlakukan pajak maupun uang masuk untuk warga yang akan berpindah wilayah kekotanya karena saat ini dia lah yang membutuhkan warga untuk tetap menjalankan wilayah kekuasaannya.


Yang lebih menarik lagi Stella malah meminta delapan puluh lima persen dari hasil yang penjualan roti nantinya dengan ketentuan semua bahan dan pegawai Stella yang menyiapkannya sedangkan David hanya menyiapkan pabrik dan mesin saja.


David hanya tersenyum dan hampir ketawa melihat berkas tersebut karena sebenarnya David tidak terlalu mengharapkan keuntungan dari perusahaan roti tersebut hanya saja jika David mengatakan seperti itu maka Stella pasti akan menolaknya jadi David hanya meniyakannya saja dengan langsung menandatanganinya tanpa menanyakannya pada Stella.


Selama seharian David terus berada diruang kerja sebelum Virinda datang mengantar teh saat sore hari.


"Apa kau baik baik saja?" David agak kebingungan untuk bertanya saat Virinda bersikap biasa biasa saja tapi malah tidak menyapanya.


"Ti-tidak apa apa tuan, saya baik baik saja?" Spontan Virinda menjawab dengan gugup dari yang tadinya selalu memasang wajah seperti biasa sekarang sedikit aneh.


'Sebaiknya aku tidak membahasnya.' Batin David. "Kita akan pulang besok." Ucap David menyeruput tehnya.


"..." tidak ada jawaban dari Virinda yang sedang melamun.


"Virinda?" Sapa David melambaikan tangan didepan wajah Virinda.


"Tu-tuan! Ada apa!?" Virinda dengan cepat menyadarkan diri.


"Kita akan pulang besok jadi bersiaplah." Ucap David kembali.


"Baik tuan." Mengangguk Virinda sebelum berjalan keluar ruangan.


"David?" Stella masuk begitu Virinda membuka pintu untuk keluar.


"Ada apa Stella?" Santai David bertanya sambil melihat lihat berkas yang ada.


"Aku memang tidak mempermasalahkan jika kau melihat berkasku tanpa izin tapi setidaknya jangan menghamburkannya!" Teriak Stella.


David melirik kesekelilingnya dimana semua kertas yang selesai ia baca langsung terjun kelantai.


"Maaf.. akan segera kubereskan." David dengan cepat mengumpulkannya menggunakan skill benang kontrol. "Selesai."


"Jadi bagaimana menurutmu?" Stella bertanya.


"Apanya?" David bertanya balik.


"Apa kau sudah membaca masalah toko rotinya?" Ucap Stella bertanya kembali.

__ADS_1


"Oh ini yah,.. sudah." Ucap David memberikan selembar kertas kontrak dengan Stella.


"Kau sudah menandatanganinya." Ucap Stella yang melihat tanda tangan David dipojok bawah.


"Sebenarnya kau bisa memiliki hak paten seluruhnya." Ucap David sedikit menguji pandangannya pada Stella.


"Tidak, itu adalah perusahaanmu, aku sudah berhutang budi terlalu banyak jadi kali ini kita harus mendapatkan keuntungan masing masing." Ucap Stella menolak tapi itu juga sesuai tebakan David.


"Berhutang budi pada suami itu bukanlah masalah Stella." Ucap David santai yang ingin sedikit membahas masalah hubungan mereka.


"Itu juga masalahnya, kapan kau akan memberitahu ibuku?" Tanya Stella yang langsung serius.


"Ini memang sedikit rumit, sebenarnya aku bisa memberitahu ibumu sekarang hanya saja aku harus terlebih dahulu memberitahu Astein karena sekarang ini dia adalah istriku." Ucap David sedikit kesulitan dalam menjelaskan.


"Kita sudah melakukannya loh David dan sekarang kamu ingin lari?" Stella sedikit salah paham dengan penjelasan David.


"Bukan begitu Stella hanya saja aku juga harus menghargai perasaan Astein, meskipun aku bisa memastikan dia setuju tapi aku harus mendahulukan untuk memberitahunya sebelum ibumu, mengertilah Stella." David berusaha untuk meyakinkan Stella.


Stella juga adalah salah satu wanita yang kagum kepada David jauh sebelum David datang membantunya, hanya dengan mendengar rumor bahwa David adalah pemimpin yang baik, Stella sudah sangat kagum apa lagi saat bertemu langsung disaat Stella sedang kesulitan dan David lah yang menolongnya.


Dengan fakta itu saja sudah cukup untuk membuatnya mempercayai David. "Baiklah tapi kamu harus berjanji untuk segera menikahiku." Ucap Stella.


"Ya pasti." Ucap David yang meraih tangan kanan Stella dan menggenggam erat sebelum menciumnya.


Dibalas dengan senyum manis Stella.


...


Mansion lord kota


Malamnya ibu Stella mengadakan perjamuan kecil kecilan dimeja makan dengan anggur seadanya sebelum David dan puteri Arfenit pulang besok.


"Ini adalah jamuan untukmu David kenapa kamu tidak menikmati anggurnya?" Tanya ibu Stella.


"Saya terbiasa meminum jus." David menjawab sambil tersenyum dengan mengangkat gelas jusnya.


Memang seperti itulah meskipun David dapat meminum anggur sebanyak apapun tapi David memang merasa lebih baik saat meminum jus dari pada anggur.


"Aku baru saja mendapatkan roti yang sangat enak tadi katanya itu dibuat dipabrik baru ibu kota." Ucap ibu Stella membahas hal lain.


"Ah itu memang pabrik yang baru saja dibangun dan roti itu merupakan percobaan pertama, bagaimana menurut tante?" Ucap David bertanya.


"Itu sangat enak dan lagi beberapa roti yang kusimpan belum juga basi, apa kau menggunakan sihir?" Jawab ibu Stella bertanya.


"Itu bukan sihir, hanya saja dengan cara pengolahannya yang sedikit diubah maka akan dapat menghasilkan roti lebih baik." Jawab David menjelaskan sesingkat mungkin.


"Begitu rupanya, sepertinya ini akan menjadi bisnis yang lebih menarik." Ucap ibu Stella tersenyum.


"Ya."

__ADS_1


Perjamuan ringan terus berlangsung dengan beberapa candaan dan pembahasan ringan karena semuanya berusaha untuk melupakan penyerangan monster kemarin terutama ibu Stella yang terus membuat topik pembicaraan berjalan tanpa membahas masalah monster tersebut.


Semuanya kembali kekamar masing masing untuk beristirahat termasuk David sendiri.


...


Pagi hari


Terlihat jelas bahwa dipagi hari telah berbaris banyak perajurit baik itu perajurit David maupun perajurit milik Stella.


Dengan seratus truk dan mobil lumayan mewah didepan mereka yang siap untuk berangkat menuju kekota pelabuhan, para perajurit Stella dan warga sendiri hanya datang untuk melihat kepergian mereka karena mereka sangat berterima kasih pada David maupun perajurit.


Walaupun mungkin bukan seratus perajurit ini yang menyelamatkan mereka dulu tapi mereka tetap menghargai perajurit ini karena dipimpin oleh jenderal yang sama.


"Sering seringlah datang kemari David." Ucap ibu Stella yang juga hadir untuk melihat keberangkatan David.


"Pasti tante." Mengangguk David tersenyum.


"Ya.. jika kau tidak kembali kupastikan aku akan merebusmu." Ucap Stella yang sudah mengeluarkan api kepalan tangannya dengan suhu tinggi bahkan David dapat melihat bahwa ai itu dapat melelehkan pedang tingkat Epick dalam waktu dua detik.


"Juga puteri Arfenit sekali lagi terima kasih karena telah jauh jauh berkunjung kesini." Ucap ibu Stella yang sedikit menunduk.


"Ini hanya misi." Singkat saja puteri Arfenit membalas.


"Kami akan berangkat." Ucap David yang telah melihat semua perajurit siap.


"Baiklah.." ucap Stella yang nada suaranya semakin kecil.


David berjalan kearah Stella yang kebingungan saat melihat David mendekat dan tiba tiba mengangkat tangan kirinya.


...----------------...


jangan lupa di Vote guys!


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Gerald


-Lucas Ray


-Silver


-Muhammad Isyam


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2