
"Baiklah pahlawan Aron silahkan memilih." Ucap raja Artur meskipun sudah tahu siapa karena tadi Aron sempat meminta izin pada raja Artur.
"Terima kasih yang mulia." Berjalan Aron kearah depan tepat ditengah semua orang. "Tuan General Dragon Hand, David Von Dark maukah anda berduel dengan saya?" Bertanya Aron dengan sangat sopan.
"Oh sebuah kehormatan dapat merasakan kekuatan sang pahlawan." David langsung menerima dan maju membiarkan jubahnya berkibar.
"Tolong agar semua tamu mundur lebih jauh." Ucap raja Artur sebelum semua bangsawan lainnya mundur dan sebuah penghalang tiba tiba menutup Aron dan David. "Tolong agar jendral Dark dan pahlawan Aron menahan kekuatannya.
"Eh serius kah?"
"Meskipun jendral Dark kuat tapi jika dihadapkan dengan pahlawan yang menerima berkat dari dewa yah pasti kalah."
"Tapi jendral Dark menerima tantangannya, memang jendral Dark sangat hebat."
"Ribut apa ini bukan arena hidup dan mati."
Semua orang penasaran dengan hasil pertandingan namun mereka lebih penasaran dengan cara bertarung kedua sosok tersebut dimana mereka belum pernah menyaksikannya.
Dua slot pedang tipis tiba tiba muncul dipundak Aron dengan dua pedang tipis bermata satu dipundaknya serta dua slot tambahan dipinggannya lengkap dengan dua senjata tipis bermata satu juga dengan ini pahlawan Aron menggunakan empat pedang tipis bermata satu.
David pula hanya mengeluarkan pedang berbentuk Cross ditangan kanannya, menurut sistem level pahlawan Aron dua kali lipat lebih tinggi dari pada David namun status kekuatannya David masih memiliki tiga per empat kekuatan sang pahlawan, itu sudah sebuah pencapaian besar untuk manusia biasa yang mendekati kekuatan berkah dewa.
Entah kenapa keduanya tidak menggunakan armor mereka dan hanya menggunakan senjata pedang saja.
Aron mencabut dua pedang pinggangnya dan memegangnya masing masing ditangannya.
"Sepertinya kedua petarung telah siap." Ucap raja Artur David dan Aron mengangguk, keduanya terlihat berdiri dengan santai namun kewaspadaan mereka berada pada puncak deteksi. "Mulai!" Begitu raja Artur memulainya keduanya langsung meluncur kearah depan.
Bom!
Sempat bentrok senjata sebentar sebelum ayunan pedang mereka kembali tidak terlihat dan hanya ada beberapa suara gesekan benda tajam yang terdengar.
Dengan pertarungan yang sengit David dapat merasakan kembali bagaimana melawan sesuatu yang lebih kuat darinya.
Setelah beberapa pertukaran serangan yang sama sekali tidak ada yang dapat melukai satu sama lain mereka berdua memutuskan untuk mundur.
Tersenyum Davod dan Aron saat merasakan keseruan tersendiri dalam beradu pedang.
Aron mulai mengubah pola serangannya saat pedang kristal ditangannya ia lemparkan menuju kearah David.
Cepat David menangkis pedang tersebut karah atas namun secara tiba tiba Aron juga sudah berada dihadapannya mengayungkan pedang secara Vertikal.
__ADS_1
Ting!
David langsung menangkisnya menggunakan Dargon Handnya dimana sudah menheluarkan pedang dilengan, satu jarum langsung meluncur dari telapak tangan David tapi lagi lagi dihindari oleh Aron dengan berteleportasi ketempat pedang yang ditangkis oleh David tadi.
"Jadi General Dragon Hand bukan hanya sekedar julukan yah." Ucap Aron menyimpan pedangnya karena terpaksa mengeluarkan dua skill pamungkasnya dan sekarang ketahuan salah satunya adalah dapat bertelportasi ketempat senjatanya maka dari itulah dia memiliki banyak senjata.
"Kurasa mata kanan sang pahlawan juga bukan sekedar gaya." Ucap David saat menyadari tadi jarumnya seharusnya tidak dapat dihindari oleh siapapun namun dengan menggunakan akselerasi penglihatan Aron dengan cepat menggunakan skill teleport untuk menghindar.
"Jendral Dark memiliki keterampilan bertarung yang unik." Puji Aron.
Seketika penghalang lenyap saat semua orang bertepuk tangan.
"Sungguh duel pedang yang mengagumkan, pahlawan Aron dan jendral Dark." Ucap raja Artur bertepuk tangan sambil memuji.
"Jendral Dark ternyata sangat kuat dan hasilnya ser-" ucapan Aron dipotong oleh David.
"Yah aku kalah." Ucap David menunjuk kearah pipinya yang mengalirkan darah dengan bekas goresan pedang yang bahkan Aron tidak sadari karena Aron tidak pernah mengenai David sekalipun kecuali tangan Dragonnya.
"Ternyata tuan pahlawan yang menang."
"Dari awal hasil sudah ditentukan."
"Oh tuan pahlawan ternyata memang sangat kuat." Ucap raja Artur memuji meskipun ia melihat David menggores pipinya sendiri saat perhatian semua orang tertuju pada dirinya yang berbicara tadi.
'Apa maksudnya ini?' Bertanya Aron lewat telepati pada David, jelas dia tidak menerima kemenangan yang seperti ini.
'Kau yang tidak serius bertarung, seharusnya kau memberiku beberapa goresan untuk meyakinkan penduduk kerajaan tentang betapa kuatnya pahlawan, jika hasil ini seri bagaimana tanggapan penduduk saat pahlawan seri melawan jendral Baron.' Ucap David yang tidak ingin warga meragukan pahlawan.
Dengan adanya pahlawan warga akan merasa lebih aman saat serangan bangsa iblis terus meraja lela namun jika pahlawan seri melawan jendral baron maka harapan warga bisa saja hilang.
'Baiklah aku hormati rasa pedulimu pada warga tapi lain kali aku akan memastikan mengalahkan mu.' Ucap Aron sebelum menyimpan pedangnya dicincin penyimpanannya kembali.
'Aku tidak peduli dengan warga.' David menolak kata kata itu.
'Baiklah baiklah kau tidak perduli dengan warga.' Aron tambah pusing saat memikirkan betapa banyak orang tsundere didunia ini.
...
Magiccary Empire
Istana kerajaan
__ADS_1
"Maaf nona Rina kami tidak dapat melakukan pesta penyambutan pahlawan seperti yang dilakukan oleh kerajaan lain." Ucap Vexana pada wanita cantik berambut hitam didepannya yang sedang memperhatikan seluruh kota dengan hamster ditangannya yang selalu ia elus.
"Tidak masalah dan lagi aku sudah mengatakan panggil aku Rina saja." Ucap Rina pahlawan Assassin dengan Beast Hamster.
"Kerajaan ini baru saja mengalami nasib buruk dan saat ini raja sedang ada misi lain (maksudnya David) jadi saya tidak bisa mengundang sembarang bangsawan yang belum bisa saya percaya." Ucap Vexana seakan menyesal.
"Kota ini terlihat sangat indah tapi aku tidak menyangka memiliki masalah yang sebesar ini." Ucap Rina yang menikmati hembusan angin malam melalui balkon istana kerajaan.
"Raja juga pernah berkata seperti itu, entah kenapa saya merasa anda memiliki sedikit kemiripan dengan raja." Ucap Vexana.
"Haha banyak orang yang mengatakan saya sangat mirip dengan kakak say- eh?" Rina tiba tiba menghentikan ucapannya saat ratu Vexana membahas raja entah kenapa dia malah membahas kakaknya yang sudah meninggal.
"Kakak nona Rina?" Vexana bertanya akan diskusi mereka yang tidak menyambung.
'Kenapa aku malah teringat kak David, tapi dari seluruh cerita ratu Vexana tentang raja entah kenapa aku terpikir kakak David.' Batin Rina yang mengabaikan Vexana. "Siapa nama raja disini?" Rina bertanya karena belum pernah mendengar nama raja Magiccary Empire.
"Alfa Van Vircherry." Vexana menjawab dengan ekspresi bingung.
"Sudah jelas lah yah, mana mungkin itu kakak." Lagi lagi Rina bergumam sendiri mengabaikan ratu Vexana.
...
Holytrit Empire
Istana kerajaan
"Sungguh nona pahlawan sangat cantik dengan gaun suci ini." Puji seorang bangsawan pada Naviza pahlawan sihir.
"Ahaha anda terlalu memuji.. hanya gaun ini sajalah yang cantik." Balas Naviza yang mulai lelah dengan semua pujian yang diberikan padanya.
...
Fertiland Empire
Istana kerajaan
"Hm hm akwu tidwk menywangka ada nasi seenak ini didunia." Ucap Sul pahlawan pertahanan dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
"Saya senang melihat tuan pahlawan senang." Ucap raja Field.
...
__ADS_1