
"Rina itu adalah Assassin yang cukup menyeramkan ditim kami dan sekarang Rina mendapat berkah dewa pasti sekarang Rina tambah menyeramkan." Ucap Aron seakan membayangkan keseraman dari Rina.
"Hmm.. begitukah.. dia berasal dari kota mana?" David bertanya dan mengangguk angguk seakan paham.
"Jakarta- eh sebentar, kakak Rina juga meninggal sebelum tragedi Dungeon Break." Aron terkejut saat menyadari kecocokan cerita David dan Rina.
"Rina punya kakak? Siapa namanya?" David semakin semangat bertanya.
"Sayang sekali Rina tidak menyebutkan nama kakaknya." Jawab Aron mengeleng sebelum mengangkat telunjuknya. "Tapi Rina berkata kakaknya meninggal saat kebakaran ditempat bekerjanya." Sambung Aron.
"Apa!"
"Kalau tidak salah itu adalah tempat penelitian teknologi internasional cabang indonesia, hanya saja banyak data yang hilang saat kebakaran dan penelitian mereka berhenti disitu bahkan sampai sekarang semua orang belum tahu apa sebenarnya yang mereka teliti." Aron kembali menggeleng setelah mengakhiri penjelasannya.
"Game Virtual empat dimensi." Ucap David menebak.
"Ada juga rumor seperti itu- eh! Bagaimana kau bisa tau?." Aron bertanya sebelum terdiam saat otaknya tidak dapat mencerna fakta yang ada. "Oi David?" Wajah Aron jadi aneh saat melihat sebuah fakta.
"Ini belum pasti juga." Ucap David.
Dari lubuk hati David sangat senang karena memastikan keamanan adiknya serta sekarang adiknya sudah dapat menjaga dirinya sendiri namun sebuah tanggung jawab yang harus ditanggung oleh Rina yaitu adalah gelar pahlawan membuat David pusing.
"Ada yah kebetulan seperti ini." Ucap Aron menyandarkan tubuhnya sepenuhnya ketempat duduk.
"Aku akan memastikannya segera." David berencana untuk keMagiccary Empire secepatnya untuk memastikan sendiri.
Setelah itu mereka mulai membahas pencapaian mereka yaitu Aron didunia hunter sementara David sebagai jendral tapi kebanyakan adalah Aron yang menceritakan bagaimana bumi sekarang dan perubahan yang sangat besarnya.
Satu hari kemudian dan mereka bertemu dengan rombongan Lily dan Forts yang akan kembali kekota Dragkolli untuk memperkenalkan item baru penemuan mereka pada David, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali bersama sama karena jalan mereka pun juga searah.
...
Green Luck City
Saat David tiba dikota Green tepat pagi hari, Forts memilih untuk langsung menuju kekota Dragkolli sedangkan Lily untuk sementara tetap diGreen Luck City karena ingin menjelaskan rincian item baru yang mereka temukan.
Tujuan David singgah yah hanya ingin mengatur beberapa penjaga untuk kota Green serta memberikan pesan Erik pada bawahanya.
Selain itu David juga ingin menjemput adik angkatnya yaitu Selartain menuju Dragkolli City.
...
Mansion Dark Dragon
"Apa ini?" Aron terkejut saat mereka membuka pintu dan disambut oleh banyak Maid yang kekuatan mereka jelas lebih kuat dari pada maid dikerajaan.
__ADS_1
"Entahlah." David mengabaikan dan langsung masuk.
"Uwaaa.. markas Guildmu bersar sekali." Ucap Aron yang takjub melihat mansion David yang ditata dan diurus dengan sangat elegan.
"Semua orang berkata begitu." David mengabaikan.
"Mansionku dulu setiap dindingnya hanya diisi oleh senjata dan armor, tidak ada lukisan seperti ini." Ucap Aron memperhatikan sebuah lukisan dinding yang sangat besar.
"Mansionmu pasti sangat menyeramkan." David sangat terkejut dengan selera mansion Aron.
"Banyak orang yang bilang begitu." Ucap Aron.
"Teador, dimana Selartain?" Bertanya David.
"Mohon maaf tuan tapi saya juga belum pernah melihat nona Selartain setelah sarapan tadi pagi." Jawab Teador merasa bersalah karena tidak dapat menjaga Selartain dejgan baik.
"Anak itu, keluyuran kemana lagi dia?" David mulai pusing dengan adik angkatnya ini.
"Dia Vampir kan?" Berbisik Aron memastikan saat melihat ras Teador melalui sistem hunternya.
"Tepatnya Demon Undead Vampir." Jelas David.
"Sungguh dunian fantasy." Ini pertama kalinya Aron melihat ras lain sebelum menyadari sesuatu. "Lah dia ras Demon kan? Apa tidak masalah memiliki pelayan seperti dia, bisa dihukum kerajaan loh." Aron tersadar betapa nekatnya David.
"Selama tidak ketahuan yah bukan masalah kan?"
"Sudah kubilang berapa kali Selartain, disaat seperti ini panggil aku kakak." David kembali menegaskan hal yang sering ia katakan.
"Oh inikah pahlawan pedang hmm.." Selartain tiba tiba menciumi bau Aron. "Boleh kucicipi tuan?" Selartain telah siap dengan gigi taringnya.
Pak!
Satu ketukan tangan David mendarat dikepala Selartain.
"Itu tidak sopan terhadap tamu loh, untuk sementara tolong temani Aron dulu aku masih harus mengurus beberapa kerjaan yang dilemparkan pak tua Erik." Ucap David.
"Baik kakak." Selartain menjawab sambil memegangi kepalanya yang diketuk oleh David.
"Tidak masalah kan Aron?" Bertanya David.
"Bukan masalah." Ucap Aron mengibas ibaskan tangannya didepan wajah.
"Baiklah, Teador ikut aku kemansion Lugard dulu." Ucap David.
"Baik tuan."
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi meninggalkan mansion menuju kediaman keluarga Lugard untuk mengurus beberapa hal yang ditugaskan oleh Erik serta menyampaikan pesannya pada bawahanya.
David meskipun membenci beberapa sifat Erik namun dia juga menghormati Erik sebagai bangsawan yang bijak.
"Nah gadis kecil kamu ingin bermain apa?" Bertanya Aron tersenyum pada Selartain.
"Aku bukan anak kecil!" Berteriak Selartain. kesal saat ia selalu dipanggil gadis kecil bahkan David sendiri memanggilnya seperti itu.
"Kalau begitu adek Selartain?" Aron memberi sebutan.
"Terserahmu, asal kamu tahu saja aku hanya menjalani perintah kak David, aku ini wanita dewasa yang sibuk jadi tidak ada waktu untuk menemanimu." Ucap Selartain yang entah kenapa merasa enggan untuk menemani Aron.
Title pahlawan memiliki aura yang ditakuti oleh ras demon terlebih lagi setiap pahlawan mendapatkan kekuatan lebih saat melawan ras Demon.
"Puft! Hahahaha! Wanita dewasa hahaha!" Aron tertawa terbahak bahak saat melihat gadis berusia due belas tahun didepannya mengaku sebagai wanita dewasa.
"Ngngng!" Selartain sangat emosi dan ingin rasanya mengungkapkan usianya yang sebenarnya namun itu sangat memalukan untuk seorang wanita.
"Mau bermain dengan ini?" Bertanya Aron saat seekor kucing hitam tiba tiba keluar dari telapak tangannya.
"Kucing? Aku tidak tertarik." Selartain sudah keburu ngambek.
Meong!!!
"Omeng!" Berteriak Aron saat tidak sempat menangkap kucingnya yang sudah terlanjur mengigit kepala Selartain.
"Aaa!! Apa yang mau lakukan kucing sialan!!" Berteriak Selartain dan berlari kesana kemari tapi Omen tidak ingin melepaskan gigitannya.
"Mungkin dia menyukaimu."
"Menyukai apanya! Singkirkan dia dari kepalaku sebelum aku meminta Lousi untuk memasaknya!" Selartain benar benar berteriak sambil terus berusaha menyingkirkan Omeng dari kepalanya dimana tingkahnya terlihat sangat imut.
...
Disebuah ruangan gelap dengan kristal yang sangat besar di tengahnya, jika dilihat maka kristal tersebut telihat sangat indah dengan kilauannya yang menyilaukan namun berbagai darah dan rantai yang mengikat kristal tersebut membuatnya menjadi sangat menyeramkan. Didalamnya terdapat sosok yang sabgat kuat sedang menunggu pecahnya kristal yang menjeratnya sebelum sosok iblis memasuki ruangan tersebut.
"Wahai tuanku, tujuh pahlawan telah terpanggil." Ucap sosok iblis tadi yang beru masuk keruangan tersebut.
"Aku tahu itu.. ng.. hanya perlu beberapa sentuhan saja maka aku akan terlepas dari segel ini, sayang sekali ada yang menyelamatkan wanita Nekromancer itu." Ucap sosok yang berada didalam kristal mengelegar namun terlihat jelas tidak bergerak sama sekali.
"Apa perlu kami mencari Nekromancer baru tuanku?"
"Tidak perlu, aku tidak ingin membuang bidakku sia sia lagi saat pahlawan sudah terpanggil, segel ini akan segera lepas disaat itulah aku akan membinasakan seluruh manusia benua Gardarik!."
...----------------...
__ADS_1
[TL note: menurut legenda setiap Vampir biasanya memiliki aroma ikan asin, mungkin itulah yang membuat Omen menyukainya namun author sengaja tidak menjelaskan secara langsung didialog karena itu akan merusak imaj karakter Selartain yang merupakan Loli Cantik nan Imut. (Mana ada loli cantik bau ikan asin).]
Akhir nya guys Rina datang juga, tinggal nunggu pertemuan antara si kakak dan si adik.