Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 93, Rekan atau Teman


__ADS_3

Hutan berburu


Mereka akhirnya beristirahat makan siang setelah mengumpulkan core dan beberapa bahan yang berguna seperti gigi monster atau yang lainnya. Dom membuat sup untuk semuanya karena sepertinya di tim ini walaupun dia yang paling besar tapi dia juga lah yang paling pandai memasak.


"Sup sudah jadi." Dom mulai menuang sup kemasing masing mangkuk termasuk mangkuk Alfa dan Ririn.


Saat semua orang mulai memakan supnya Ririn tidak memakanya karena Alfa juga tidak memakannya sedangkan alasan Alfa tidak memakanya adlah tidak ingin membuka helmnya.


"Tuan Alfa ternyata anda adalah orang yang hebat." Eden mulai berbicara ditengah tengah makan.


"..." Alfa diam saja bersama Ririn.


"Yah mungkin tuan Alfa pernah menjadi seorang petualang dikekaisaran lain dan memiliki banyak teman yang hebat." Louis berkata memuji Alfa.


"Ya dimana teman tuan Alfa?" Bertanya Zerav yang asal ceplas ceplos saja.


"Zerav!" Semuanya menegur kecuali Alfa dan Ririn.


"Teman kah ... aku memilikinya tapi mereka terlalu jauh." Ucap Alfa tenang memandang langit.


'Teman.. aku tidak akan bisa bertahan hidup dibumi jika tidak memiliki teman.' Batin Alfa mengingat teman sekelasnya yang semuanya baik padanya dimana mereka sering membantu Alfa mencari pekerjaan atau membantunya untuk sekedar membeli LKS.


"Saya permisi sebentar." Alfa berdiri dan pergi memegang supnya bersama Ririn.


"Tuan Alfa!" Panggil Eden tapi tidak digubris.


"Apa salahku?" Bertanya Zerav saat semua orang melihatnya aneh.


"Kamu itu terlalu banya bicara Zerav." Eden menggeleng.


"Teman tuan Alfa pasti gugur saat berpetualang bersama." Dom membuat kesimpulan.


"Yah begitulah biasanya akhir dari para petualang setelah berjuang bersama selama bertahun tahun dan mendapatkan kekuatan yang besar tapi tetap guvur saat menjalankan misi sungguh sebuah kehormatan." Eden memyetujui pendapat Dom.


"Tapi tetap saja yang hidup paling terakhir adalah yang paling menderita." Louis pun ikut mengiyakan.


**********


Ditempat Alfa


"Ada apa tuan?" Bertanya Ririn.

__ADS_1


"Habiskan supmu." Alfa membuka helmnya dan segera memakan sup tersebut.


"..." Diam Ririn dan hanya menuruti apa kata Alfa.


**********


Setelah istirahat makan siang mereka memutuskan untuk masuk lebih dalam kehutan karena ada Alfa yang melindungi mereka sehingga perburuan hari ini mendapatkan jumlah banyak.


Mereka kembali dan sampai diguild untuk menjual hasilnya begitu hari hampir malam tapi Alfa dan Ririn berpisah dengan mereka digerbang dengan alasan ingin beristirahat dan cukup laporkan saja konstribusi mereka hingga akhirnya hanya tim Eden lah yang pergi menjual semua hasil hari ini tapi mereka tetap berniat untuk membaginya dengan Alfa.


Begitu tengah malam tiba seseorang nenek tua datang ketempat Alfa dan menanyakannya keberadaan louis.


"Mereka pergi keguild tadi." Alfa menjawab tenang.


"Tapi Guild berkata bahwa mereka telah pergi dari sana." Nenek itu masih bertanya dengan khawatir.


"Lalu apa? Aku juga tidak melihatnya." Alfa masih tenang walaupun dia agak berpikir kemana mereka pergi.


"Kau adalah orang terakhir yang bersama mereka jadi setidaknya temukan lah mereka." Nenek itu berusaha untuk membujuk Alfa mencari Louis.


"Apa hubungan anda dengan Louis?" Bertanya Alfa karena sepertinya nenek ini terlalu khawatir.


"Louis adalah cucuku kakaknya sudah menghilang sekarang aku hasur kehilangan Louis lagi." Ucao nenek ini.


"Kamu tunggu saja disini." Alfa keluar dari penginapan menuju kejalan yang dilalui mereka bereempat jika ingin menuju keguild.


'Tuan saya menemukan mereka.' Ririn melapor.


'Aku akan segera kesana.' Cepat Alfa berlari melewati setiap gang menuju tempat Ririn.


Setelah berlari sampai ditempat yang Ririn maksud yaitu sebuah gang sempit dan gelap Alfe dapat melihat empat mayat dengan berbagai tusukan ditubuhnya.


"Hm? Mereka mati?" Alfa bertanay pada Ririn.


"Benar tuan." Ririn tiba tiba muncul didekatnya.


"Setidaknya mereka ini pernah menjadi rekan kita jadi kita juga harus menyelesaikan masalahnya." Alfa mulai mendekat dan memeriksa mayat mereka satu persatu.


"Ternyata Louis memang wanita yang menyamar." Alfa menggeledah keempat mayat tersebut yang mana adalah mayat Eden Zerav Dom dan Louis.


"Apa ini? Buku sihir? Tidak sepertinya ini buku harian." Alfa memeriksa bukunya dan membaca beberapa bait kata dimana Louis memiliki seorang kakak bernama Lousi yang ditangkap oleh bangsawan karena kecantikannya.

__ADS_1


"Akan kusimpan buku ini anggap saja sebagai balas budiku jika bertemu dengan kakakmu kelak." Alfa menyimpan buku milik Louis.


"Kalian pernah menjadi rekanku jadi setidaknya akan kuangkat kalian menjadi kesatriaku." Alfa mulai berubah menjadi undead dan memunculkan rune sihir dari tangan kirinya yang terhubung pada tubuh Zerav dan tubuh Dom.


'Berkat Evolusi wujud anda menjadi Lord Undead anda dapat membangkitkan dua manusia ini menjadi Death knight ... apa anda akan membangkitkanya.' Sistem memberitahu.


"Ya rising Death Knight." Alfa menyebutkan skillnya.


'Memulai proses..'


Perlahan tubuh Zerav dan Dom berubah menjadi cairan hitam seperti slime dan perlahan membentuk wujud Death knight yang membawa pedang mirip kris tapi panjang dan prisai serta jubahnya yang robek robek dan tanduk ditengkoraknya.


'Proses berhasil ... death knight telah bangkit.' Sistem meperifikasi.


Dua death knight langsung berlutut pada Alfa.


'Sistem aktifkan sihir pemanggilan jiwa iblis.' Perintah Alfa.


'Proses ... memulai ritual pemanggilan...' sebuah rune bersegi empat muncul didepan Alfa dan perlahan langit malam yang tadinya gelap tanpa bulan langsung menampakkan bulan berwarnah merah.


"Iblis aku memanggilmu bangkitlah dan layani aku." Tenang Alfa berkata.


Satu hembusan angin tiba tiba menghembus dan dua roh langsung keluar dari rune sihir.


'Proses pemanggilan berhasil ... apa ingin dipindahkan ketubuh baru?' Kembali sistem bertanya.


'Ya' begitu Alfa menjawab sebuah lingkaran rune sihir tergambar dibawah mayat Louis dan Eden.


"Kalian berdua aku sudah menyiapkan tubuh untuk kalian sebaiknya kalian gunakanlah dengan baik." Alfa mengalirkan sejumlah mana untuk membuat segel budak pada kedua jiwa iblis tersebut.


Hanya setelah Alfa mengatakan itu dua roh tersebut langsung masuk ketubuh Louis dan Eden yang perlahan diselimuti oleh kabut gelap dan perak.


Perlahan kabutnya menghilang dan menujukkan seorang pria berumur empat puluhan berambut perak disisir kebelakang bermata merah dengan pakaian ala pelayan bangsawan.


Satunya lagi berubah menjadi wanita Loli bergaun merah hitam dengan rambut perak yang dibiarkan berkibar kebelakang serta mata merah dan tading kecil ketika dia tersenyum melihat Alfa.


"Salam tuanku." Mereka berdua hormat ala bangsawan yang pria tua meletakkan tangan kanannya didada kiri sedangkan perempuan itu mengangkat gaunnya dan tunduk sedikit.


"Ya mulai sekarang nama kalian adalah Teodor dan Selartain juga sebagai ras dari vampir bangsawan ketika dipanggil bahkan pelayannya pun ikut apa kamu mati dalam keadaan keluarga dibantai?" Alfa bertanya tapi sedikit mengejek karena kekuatan mereka tinggi tapi bagaimana mereka bisa mati dan berubah menjadi roh panggilan seperti ini.


"Itu benar tuanku para orang dari gereja suci memburu keluarga kami dengan kelemahan kami tuan." Selartain menjawab.

__ADS_1


"Terserah kalian aku hanya ingin kalian setia padaku." Alfa tidak memikirkanya.


__ADS_2