
Penginapan
'Aku sudh menahan untuk tidak mencari masalah dengan kalian tapi kalian sepertinya memang cari mati.' Alfa menginjak kaki petualang tersebut.
Krak!..kr
Suara tulang hancur mengisi seluruh ruangan.
"Akh! Ka-kau menginjak kakiku!" Sibotak itu berteriak.
"Aku pikir tikus." Santai Alfa berjalan melanjutkan langkahnya tapi dihadang oleh dua orang yang satunya sudah mengeluarkan pedang.
"Cepat ganti rugi kalau tidak aku akan membunuhmu!" Orang yang mengeluarkan pedang mulai mengancam dan seluruh ruangan menjadi hening.
'Jika aku tidak membereskanmu sudah pasti kepalamu melayang sebaiknya kamu berterima kasih padaku.' Batin Alfa mulai maju karena kali ini Ririn benar benar bebal bahkan hampir tidak mematuhi perintah Alfa.
Krak..prang...
"Minggir!"
Bruuk tring ting...
Alfa maju dengan satu genggaman saja pedang orang tersebut hancur dan segera mengangkat lehernya dan melemparkan satu orang tersebut kesudut ruangan.
Alfa ingin melanjutkan langkahnya tapi masalah lain kembali datang.
"Ah..! Potion yang kubeli dengan hasil kelaparanku selama satu minggu hancur begitu saja siapa yang melempar bajingan ini!!" Seorang wanita tomboi berambut merah kriting berteriak saat potionya pecah akibat lemparan Alfa.
"Kau! Kau ganti potionku!" Segera dia berlari kearah Alfa yang sudah menginjak anak tangga untuk naik kelantai dua.
'Siapa yang menulis skenario ini semuanya klise' pikir Alfa.
"Hey armor mu itu kelihatanya cukup mahal ganti dengan armormu saja!" Berteriak dia menunjuk Alfa.
"Satu pertanyaan." Alfa menaikkan satu jatinya.
"Apa?" Perempuan rambut merah kriting itu berhenti berteriak.
"Apa kau berasal dari keluarga Red?" Alfa bertanya.
"Siapa itu keluarga Red ha?! Cepat ganti potionku! Jangan mengulur waktu lagi!" Dia benar benar tidak kenal.
"..." Alfa melemparkan potion class paling rendah karena tidak ingin klise ini berlanjut.
__ADS_1
"Oh coba kamu berikan dari tadi." Perempuan itu menangkapnya dan segera pergi.
**********
Kamar Alfa
"Sebaiknya kamu menahan diri Ririn." Alfa membuka helmnya.
"Maaf tuan." Ririn berlutut.
"Dendamu jangan dibawa kemisi ini juga ibah sikapmu." Alfa melemparkan dirinya keatas kasur.
"..." Ririn berdiri dan diam saja.
"Sudah dua hari kita tidak makan Ririn pergilah cari makan." Perintah Alfa.
Ririn langsung menghilang.
"Dia ini terlalu dendam bahkan aku sendiri tidak mempermasalahkan tanganku dan bahkan sudah membunuh orang yang memotongnya tapi dia masih tetap ingin balas dendam." Alfa mengeluh.
**********
Pagi hari didepan Guild petualang.
"Tuan Alfa dan Ririn silahkan naik kekreta" Eden mempersilahkan Alfa dan Ririn naik terlebih dahulu.
"Baik." Alfa langsung naik saja tanpa bertanya lagi.
Kereta mereka memiliki dua kuda untuk menarik kereta sedangkan yang lainnya naik kekereta karena tidak memiliki kuda tambahan sedangkan Dom lah yang menjadi kusir kereta bersama Zerav yang duduk didepan.
"Tuan Alfa apa tuan tidak merasa keberatan membentuk tim bersama petualang?" Eden toba tiba bertanya pada Alfa.
"Kenapa?" Singkat Alfa menanyakan alasan dari Eden menanyakannya.
"Yah mungkin memang tuan Alfa tidak keberatan karena hanya memang tuan Alfa dan nona Ririn hanya membentuk tim berdua tapi kami membentuk tim dengan empat orang laki laki semua jika kami merekrut perempuan bisa bisa kami berebutan dan jadi saling bertengkar hingga akhrinya tim kami pecah." Itulah alasan Eden tidak merekrut perempuan tapi louis tampak agak kecewa dengan alasan milik Eden.
"Lalu Louis bukankah dia perempuan?" Bertanya Alfa menunjuk satu orang yang memiliki rambut paling pendek diantara mereka dan memiliki postur tubuh pendek dan kecil mirip perempuan hanya kurang benjolan didadanya.
"Haha tuan Alfa salah Louis adalah laki laki.. jangan jangan tuan Alfa tertarik dengan laki laki-" Zerav tertawa keras tapi langsung berhenti begitu diplototi oleh Ririn.
Mereka terus berbicara dan bercanda tapi Alfa dan Ririn hanya menjawab seadanya saja. Begitu mereka memasuki semakin dalam wilayah perburuan mereka akhirnya dihadang oleh sekelompok goblin.
"Kita dihadang." Dom memberhentikan keretanya.
__ADS_1
"Mereka terlalu banyak!" Zerav segera melompat dari kereta dan mempersiapkan panahnya.
"Kita gunakan cara lama saja!" Eden pun ikut melompat dengan pedang dan perisai kecil ditangan kirinya.
"Dom bersiaplah Luise gunakan suport shield pada Dom dan padaku begitu mereka menyerang! Alfa dan Ririn tetap dibelakang untuk menjaga kereta!" Eden mulai memimpin.
"Bagaimana tuan?" Bertanya Ririn atas apa yang harus dia lakukan.
"Biarkan mereka yang mengurusnya walaupun begitu mereka ini tetaplah tim yang kuat karena mempercayai temannya." Alfa hanya mengikuti apa yang dikatakan Eden.
Dom maju bersama Eden dan segera disuport oleh Louis sedangkan Zerav terus memanah goblin yang berusaha menyerang mereka berdua walaupun tidak dapat langsung membunuh goblin tapi setidaknya dia masih dapat memperhambat goblin sampai akhirnya dibantai oleh Dom dan Eden.
Mereka berempat bekerja sama dan terus memburu goblin hingga akhirnya Alfa dan Riron merasakan sesuatu yang lebih besar mendekat.
"Tuan." Ririn kembali memastikan.
"Haih mereka ini terlalu gegabah mungkin mereka tidak akan mati tapi seratus persen mereka pasti akan kehilangan bagian tubuhnya.. bantu dia." Alfa berjalan maju dengan mengeluarkan dua pedang besar dari belakangnya.
"Gawat Dom! Eden! Ada Orge! Dan jumlahnya sepuluh cepat mundur!" Zerav yang pertama kali melihatnya segera memberi peringatan.
"Sial jika hanya ada dua atau tiga mungkin kita bisa mengurusnya tapi mereka terlalu banyak!" Eden tetap menebas para goblin karena tidak dapat mundur.
"Jadi bagaimana?" Bertanya Dom.
"Kita berusaha saja untuk menghindar eh!" Eden tiba tiba melihat Alfa berjalan dengan santainya menebas goblin yang melompat padanya dengan satu kali tebasan saja.
"Ternyata mereka sekuat itu." Dom cukup kagum.
Alfa terus maju hingga akhirnya sato Orge berdiri tepat dihadapannya.
Sret...
Cukup satu tebasan satu Orge langsung terbelah menjadi dua.
"Itu terlalu hebat kakuatan itu bahkan lebih dari rank steel atau mungkin setara dengan adamantine!" Zerav berkomentar saat Alfa mulai menebas satu persatu Orge dengan santainya hingga tersisa tiga saja yang berusaha untuk melarikan diri.
"Ririn." Ucap Alfa tenang karena tidak ingin bergerak terlalu banyak dan memilih kalem kalem saja juga tujuannya adalah memperlihatkan kekuatan timnya.
"Baik." Ririn segera mengerti dan segera melemparkan satu jarum dilapisi oleh skillnya yang membuat jarum tersebut melaju dan melubangi tiga perut Orge sekaligus.
"Mereka ini setara dengan adamantine kenapa mereka hanya menggunakan plat copper?" Bertanya Zerav.
"Sepertinya mereka baru saja mendaftar diguild kemarin pasti tuan Alfa adalah mantan petualang yang pernah memiliki rekan setim yang hebat tapi aku belum pernah mendengar namanya." Eden berpikir keras.
__ADS_1
"Selesaikan para goblin ini dulu baru kita beristirahat makan siang." Dom masih terus menebas dengan pedang besarnya.