Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 166, Penkhianat kerajaan


__ADS_3

Manison Lord kota


"Kami berhenti menjadi jenderal Beaster Empire demi memenuhi panggilan tuan, tolong terima kesetiaan kami tuan." Ucap Celina menjawab.


"Ehh.. sebentar sebentar sepertinya ini menjadi semakin rumit, seorang jenderal berhenti tanpa penjelasan dan mereka hanya tahu bahwa kalian ingin bepergian keluar dari kerajaan dan menghentikan kalian, apa benar begitu?" David sedikit kesulitan untuk menebak alur cerita mereka berdua.


"Tidak tuan." Lagi lagi tebakan David ditolak oleh Cecilia.


"Kami mengatakan tidak akan kembali kekerajaan tuan." Sambung Celina.


"... jadi status kalian sekarang?" Bertanya David yang perasaannya semakin aneh.


"Tidak memiliki tuan." Jawab Celicia yang artinya tidak memiliki tujuan.


Tapi bukan itu yang David tanyakan. "Status yang lain?" David kembali bertanya.


"Pengkhianat kerajaan." Jawab Celina agak enggan.


"Kalian menghianati kerajaan besar demi sebuah surat, hehh.. aku bingung dengan cara pikir kalian tapi itu bisa diapresiasi hanya saja mungkin akan sedikit merepotkan." Ucap David yang berpikir akan mendapatkan masalah yang lebih merepotkan dimasa depan.


"Jadi apa tuan menerima kami?" Bertanya Celina.


"Kalian sudah melakukan sejauh itu jadi aku hanya bisa menerima kalian tapi untuk saat ini aku hanya bisa melihat apa kalian berguna atau tidak." Ucap David yang kembali tenang.


"Kami adalah budakmu sekarang tuan, tolong perlakukan kami dengan baik." Ucap mereka bersamaan.


"Dibilang budak terlalu aneh." Ralat David.


"David kau sudah pulang dan malah tidak menyapaku." Ucap Stella setelah didiamin begitu lama.


"Maaf maaf, aku pulang." Ucap David segera meminta maaf pada Stella.


"Hmph baiklah selamat datang." Balas Stella.


"Puteri?" David mengarahkan pandangannya kearah puteri.


"Oh aku ingat sekarang dia dua jenderal Beaster Empire." Ucap puteri Arfenit.


"Benar kenapa?" Tanya balik David.


"Bukan apa apa." Ucap puteri Arfenit tidak berniat untuk menjelaskan tapi terlihat senyum aneh diwajahnya.


"Mm.. Stella dimana ibumu?" David bertanya.


"Ibu baru saja tidur." Jawab Stella.


"Ah ini memang sudah malam, ... kalian berdua bisa beristirahat." Ucap David pada Celina dan Cecilia sebelum David menuju kekamarnya.


"Baik tuan." Ucap mereka berdua sebelum menghilang.


...


Kamar David.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri begitu lama dikamar mandi David langsung melemparkan tubuhnya keatas tempat tidur yang begitu empuk untuk menikmati istirahatnya hanya saja sebuah keberadaan dan aura yang begitu familiar datang dan naik ketempat tidurnya.


"Celina, Cecilia apa yang kalian lakukan?" Bertanya David melihat kedua wanita cantik sirius ini naik keatas ranjangnya dalam keadaan telan*ng.


"Kami adalah budak tuan sudah pasti harus melayani tuan." Ucap Celina.


"Ini kewajiban kami tuan." Ucap Cecilia menambahkan.


'Ahh apa didunia iblis menggunakan hukum ini, tapi aku belum bisa menyentuh mereka berdua, tidak untuk sekarang.' Batin David.


Perlahan kedua serigala sirius itu membelai David dan membangkitkan hasratnya.


"Maaf lain kali saja." David segera mendorong mereka berdua tapi tidak terlalu keras dan hanya untuk menghentikan mereka saja.


"Baik kami pamit tuan." Mereka berdua menurut dan langsung menghilang.


"Sial, Virinda!" Panggil David yang tidak tahu dimana harus melepaskan nafsunya ini.


"Tuan." Virinda langsung datang dan berdiri disamping tempat tidur David masih dalam keadaan menggunakan pakaian maidnya seperti biasa.


Bruk


David langsung menarik Virinda keatas ranjang sebelum menindihnya.


"Tuan!?" Virinda terkejut.


"Aku belum menghukummu sejak terakhir kali membuat kesalahan, malam ini biar kulakukan." Ucap David yang perlahan melepaskan pengikat gaun Virinda yang akhirnya memperlihatkan dua jeli yang diikat rapat menggunakan kain yang mirip perban serta sebuah belahan diantara paha Virinda yang masih berwarna merah muda.


"Ini sangat memalukan tuan." Ucap Virinda menutupi wajahnya tapi tidak dapat menolak keinginan tuannya.


"Ahh... tuan hah.. tuanhh.." Virinda memeluk erat kepala David yang tenggelam didua belahannya sedangakan jarinya masih memainkan bagian bawahnya dengan beberapa sengatan listrik.


David semakin cepat mengocoknya hingga Virinda semakin menikmatinya.


...----------------...


Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.


-Silver


-helmi nst


-Gerald Bismantara


-~Leo~


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_

__ADS_1


-[M.S.R]


"Mm mm ahh!!" Berteriak Virinda saat bagian bawahnya menyemburkan cairan karena sudah mencapai *******. "Tuan apa sudah selesai?" Bertanya Virinda yang keadaannya sudah sangat parah dan berantakan.


"Hukumannya belum dilakukan." Ucap David sebelum mengarahkan bagian bawahnya kearah lubang Virinda dan milik David telah dia tambahkan energi sehingga menjadi sedikit lebih besar.


"Tu-tunggu tuan, bukankah itu terlalu bes-akh!!" Berteriak Virinda seakan nyawa sudah diujung tenggorokan saat belalai David langsung menancap secara paksa dibagian bawah Virinda.


Kuat Virinda menahan sakitnya dan semua tubuhnya yang menegang seketika sebelum perlahan tenang saat bagian bawah David berdiam didalam miliknya cukup lama saat darah Virinda merasakan darah memenuhi bagian bawahnya hanya saja tidak dapat mengalir keluar.


"Mm." David perlahan menarik kembali miliknya yang terlihat jelas beberapa bercak darah disisinya.


"Ahh..." Virinda merasakan sedikit kenikmatan saat David perlahan menarik miliknya.


Hanya saja sebelum semua bagian keluar David kembali mengucapkannya secara paksa dan darah Virinda langsung mencret keluar tanpa permisi.


"Uwaaa!! Tuan hah.." Virinda menangis keras saat bagian bawahnya terus ditumubuk oleh David hanya saja tidak akan ada yang mendengarkan teriakan Virinda karena seluruh ruangan sudah terpasang sihir kedap suara.


David benar benar menikmati setiap teriakan Virinda sebelum David akhirnya mencapai ******* dan segera menarik miliknya.


Crssst..


Cairan lengket putih tepat tersemprot kearah tubuh Virinda.


"Hwaa wa tuwan ehh." Virinda sudah mencapai puncak kenikmatan dan tidak bisa melanjutkannya lagi.


"Sepertinya bagian depannmu sudah harus beristirahat, kalau begitu." Ucap David sebelum membalik tubuh Virinda dan memperlihatkan bokong yang sangat montok dan kenyal itu dengan lubang yang lebih kecil dari sebelumnya.


"Tuan! Tolong henti-mm." Mulut Vitinda segera disumbat menggunakan tangan David.


"Ek." David mulai kesulitan untuk memasukkan miliknya yang beara kearah lubang bagian belakang Virinda.


"Mmm!! .mm..." Virinda ingin berteriak keras hanya saja mulutnya dalam keadaan tersumbat saat bagian bokongnya hampir robek.


"Ah memang yang sempit adalah tempat paling nikmat." Ucap David sebelum kembali menggasak Virinda.


Tiga jam kemudian setelah Virinda digasak bolak balik dan tiada lubang yang tersisa karena David memasukkan miliknya ketiga lubang utama yang ada ditubuh Virinda hingga semuanya penuh dengan cairan putih.


Bahkan sekarang terlihat jelas perut Virinda sedikit membesar akibat terlallu penuh oleh cairan David.


"Aku tidak tahu jika aku bisa menghasilkan cairan sebanyak itu." Ucap David kembali menutupi tubuhnya dengan selimut saat Virinda sudah terbaring lemas dilantai dengan berbagai bercak darah dan cairan.


Virinda bisa turun karena sempat ingin melarikan diri hanya saja David tidak melepaskannya.


David melepaskan sihir kedap suara dan memanggil bawahan Virinda. "Kemarilah." Ucap David.


Dua kelebat bayangan langsung muncul dan membentuk dua maid yaitu pasukan bayangan.


Mereka berdua langsung terkejut saat melihat Virinda yang sudah dalam keadaan tidak dapat bergerak dan berantakan serta tubuhnya yang penuh dengan cairan aneh yang lengket.


"Bersihkan aku ingin tidur." Ucap David sebelum menutup matanya.


"Ba- ekhemm.. baik tuan." Ucap maid bawahan Virinda sebelum membawa Virinda menghilang dan membersihkan lantai.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus mengurangi komsumi Core, jika terus seperti ini aku bisa menjadi seperti hewan nantinya." Ucap David menyadari perubahannya dalam kebutuhan seperti ini.


__ADS_2