Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 211, Di bunuh pahlawan


__ADS_3

"Kalau begitu kita harus segera memberi tahu Rina." Vexana ingin bergegas kembali namun dihentikan oleh Aron.


"Itulah masalahnya." Ucap David.


"Kenapa?" Vexana bertanya.


"Aku takut.. Rina membenciku." Jawab David akan alasannya.


'Sepertinya tidak tapi aku tidak bisa mengatakannya pada David.' Batin Vexana yang berpikiran sama dengan Aron setelah lumayan mengenal Rina.


"Rina mungkin kesulitan saat aku meninggalkannya sendiri ditambah dia harus berjuang dibumi saat tragedi terjadi." Jelas David seakan merasa bersalah.


"Cih." Aron mulai kesal melihat David yang seperti ini.


"Yah aku hanya takut dibenci olehnya." Sambung David menyingkat penjelasannya.


"Itu artinya kau tidak mempercayai Rina." Ucap Aron.


"Ha? Kenapa kau berpikir begitu?" David marah saat dikatakan tidak mempercayai adiknya sendiri.


"Yah seharusnya kau lebih mempercayai akan kekuatan Rina, lihat saja sekarang Rina masih baik baik saja, kau terlalu percaya diri untuk selalu melindungi Rina David." Ucap Aron.


"..." David terdiam.


"Ini tidak seperti kau yang biasanya David, padahal aku berharap setelah banyak mendengar banyak pujian dari Rina tentang kau tidak kusangka ternyata kau hanya seperti ini." Aron benar benar merendahkan David.


"Tapi-"


"Yah mau bagaimana lagi kan, kau mati bukan ke inginanmu." Aron memotong David yang berusaha membuat alasan. "Yah tapi keputusan tetap padamu, dah aku akan menemui Rina dulu." Aron meninggalkan ruangan.


"Kurasa pahlawan Aron juga ada benarnya, sebaiknya kau mencoba untuk menghadapi Rina, berbicara sebagai raja juga bukan masalah yang penting saat ini kau harus mengajaknya berbicara." Vexana menambahkan.


"Yah aku rasa juga begitu, maaf." David sadar tentang hal apa yang harus ia lakukan disaat seperti ini.


"Kau tidak perlu meminta maaf ini bukan salahmu." Vexana memeluk David.


...


Malam hari


Istana kerajaan Magiccary Empire

__ADS_1


Pada akhirnya David terus menghindari Rina selama seharian sebelum bertemu kembali saat makan malam, kali ini David ingin memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan Rina.


Tepat setelah makan malam diruang makan selesai David langsung membuka suara.


"Rina bisa bicara sebentar?" David bertanya.


"Bisa tapi ada apa yang mulia?" Entah kenapa Rina lebih menganggap David sebagai penguasa dari pada Vexana yang dia anggap sebagai teman pertama didunia ini saja.


"Mungkin kita harus pindah dulu." David menyarankan karena merasa tidak enak berbicara disini.


"Baiklah." Berdiri Rina menyetujui David.


David juga ikut berdiri sementara disisi lain Aron memberikan jempol seakan menyemangati nya dan dibalas senyuman kecil oleh David, berjalan David mendahului sementara Rina mengikutinya.


Mereka sampai ditempat biasanya ratu Vexana bersantai dan disana pula lah pertama kali David kembali melihat Rina, dengan pemandangan kota malam dimana lampu sihir bersinar dimana mana membuat pemandangan kota menjadi sangat indah dengan angin sejuk.


"Sepi sekali yah." Ucap David.


"Hm disaat seperti ini tidak ada bedanya dengan bumi, waktu dimana semua orang beristirahat dan setiap lampu menandakan keberadaan sebuah keluarga." Ucap Rina yang merindukan sebuah keluarga.


Rasa bersalah yang terus David rasakan kembali muncul saat itu juga. "Aku sebenarnya dulu juga memiliki sebuah keluarga kecil." David entah kenapa membahas kearah sana.


"Saya dengar dari ratu Vexana, anda dulu adalah rakyat biasa yang menyelamatkan ratu Vexana kemudian menikahinya." Ucap Rina.


"Saya rasa adik anda juga merasakan hal yang sama, dia pasti merasa bersalah karena selalu merepotkan anda dan belum sempat membalas kebaikan anda." Rina mengutarakan pendapatnya saat merasakan kemiripannya dengan adik raja yang ada dalam cerita David.


"Begitukah.. ternyata seperti itu yah." David tersenyum dan tertawa dimana ia menertawakan pirkiran bodohnya.


Benar kata Aron seharusnya dia lebih mempercayai adiknya, sampai saat ini David masih merasa bersalah namun dengan menerima kenyataan seperti ini membuatnya senang, David merasa bahwa Rina sudah sangat berjuang dan msama sekali tidak membencinya.


"Ada apa yang mulia?" Rina bertanya.


"Bukan apa apa aku hanya merasa kamu mirip dengan adikku." Sayangnya David masih memilih untuk merahasiakannya untuk sementara.


David ingin membiasakan diri dengan kedewasaan Rina dimana saat ini usia Rina sudah sembilan belas tahun sedangkan David meninggalkannya saat masih berusia empat belas tahun.


"Adik anda pasti bangga memiliki kakak seperti anda yang mulia." Rina menanggapi.


"Bisa kamu ceritakan lebih banyak lagi tentang duniamu dulu?." David bertanya meskipun sebagian besarnya sudah ia dengarkan dari Aron, secara pribadi David ingin mendengarkan langsung dari pandangan adiknya serta berbicara lebih banyak lagi dengan Rina.


"Baiklah." Rina menyetujui dan menceritakan banyak hal pada David.

__ADS_1


Sesekali membandingkan antara dunia ini dan bumi namun jelas Rina sangat merindukan suatu sosok saat menceritakan bagaimana bumi sebelum tragedi Dungeon Break terjadi.


Begitulah David dan Rina menghabiskan malam mereka sebelum mereka berdua kembali kekamar masing masing untuk beristirahat.


...


Dikamar raja


"Bagaimana?" Vexana bertanya begitu David memasuki kamar.


"Aku merasa lebih baik." David menjawab.


"Syukurlah kalau begitu." Vexana tidak memaksa David untuk memberi tahukan Rina mengenai hubungan mereka tapi Vexana hanya ingin agar David melakukan hal yang menurutnya benar.


...


Keesokan harinya saat sarapan selesai lagi lagi David mengajak Rina untuk mengobrol hingga siang hari dimana David harus mengadakan rapat dengan para menteri mengenai pemasokan ingot besi yang akan ia masukkan.


Rapat berjalan dengan baik karena saat ratu Vexana menyetujui kontrak David maka para menteri mau tidak mau juga harus setuju, dengan ini David kembali mendapatkan pemasukan tetap untuk melanjutkan peroyek militernya.


Meskipun harga ingot tidak besar namun jumlah ingot yang akan dipasok pada Magiccary empire sangat besar setiap bulannya, tentu harga yang didapatkan David juga menjadi sangat besar.


Tiga hari kemudian dan setiap hari David terus berusaha untuk memahami Rina yang sudah jauh dari kata adik kecil seperti yang ia kenal dulu namun sampai saat ini David masih belum juga jujur pada Rina.


"Oi David bisa bicara sebentar?" Aron tiba tiba memanggil David.


"Baiklah, Rina aku ikut Aron sebentar yah." David mengikuti Aron dan meninggalkan Rina.


Berjalan mereka berdua hingga cukup jauh sampai benar benar lepas dari deteksi Rina dimana satu pukulan dengan kecepatan yang sangat cepat sampai David pun tidak sempat mengelak dan langsung mendarat diwajahnya.


Bang!


David terlempar hingga menabrak dinding dimana sebelah wajahnya sempat tinggal tengkorak saja sebelum beregenerasi dengan cepat.


"A..pa yang kau lakukan Aron?" Bertanya David saat masih kesulitan untuk berbicara.


"Aku memukulmu." Jawab Aron.


"Yah sudah jelas kau memukulku sialan!" Berteriak David saat seluruh wajahnya sudah pulih kembali.


"Jika aku menahan kekuatanku pasti kau akan menangkisnya kan jadi aku menggunakan seluruh kekuatanku untuk memukulmu kupikir kau akan mati." Ucap Aron.

__ADS_1


"Jadi kau berniat membunuh ku?." Bertanya David saat rasa sakit yang sudah lama ia tidak rasakan kembali ia rasakan hari ini.


__ADS_2