
Dragkolli Town
"Apa yang terjadi?" Bertanya David menghampiri keramaian tersebut.
Satu prajurit langsung menghadap kearah David. "Lapor jendral! Orang ini menyamar menjadi prajurit dan meminta pajak pada warga dengan nilai tinggi saat kami menangkapnya beberapa warga yang menjadi korbannya langsung mengkebirinya tuan jendral." Ucap prajurit tersebut melapor.
'Aku tidak menyangka bukan hanya diindonesia saja ada tentara gadungan bahkan disinipun juga ada yang namanya prajurit gadungan.' David menggeleng pusing memikirkan kelakuan wargannya. "Lihat apakah dia adalah warga terdahulu kota ini jika iya maka hukum dia sesuai peraturan yaitu penjarakan tapi jika dia masih belum mencapai lima bulan dikota ini maka segera usir dan jangan membiarkannya masuk kekota lagi." Ucap David langsung melangkah pergi.
"Baik tuan!"
David terus berjalan hingga tiba didalam ruangan kerjanya dimana disana terlihat Tiger yang sedang menangani beberapa berkas.
"Tuan!" Meskipun sempat terkejut karena ada orang yang tiba tiba menerobos rapi segera Tiger berdiri dan membungkuk menyambut David.
"Ya." David tidak terlalu memperdulikannya dan langsung mengambil beberapa kertas tinta dan pena untuk menulis.
Cukup lama Tiger melihat David menulis dimeja karena Tiger langsung menyingkir saat David ingin duduk.
"Dimana Lily?" David menanyakan adik Tiger.
"Lily sedang melatih para prajurit yang memiliki job penyihir tuan." Tiger menjawab.
"Yang lain?"
"Ahrul Bord dan Moar juga sedang melatih prajurit tuan." Lanjut Tiger menjawab.
Tentu menjadi prajurit tidak hanya membutuhkan level tinggi tapi juga masih membutuhkan sebuah teknik tempur yang baik terutama mereka berlima lumayan pengalaman dalam pertempuran jadi bisa melatih prajurit.
__ADS_1
Tentu mereka hanya akan melatih sesuai job mereka dan Moar adalah pelatih dengan prajurit tersedikit yang ia dapatkan karena dia hanya melatih seratus prajurit Assassin saja tapi dia tetap mendapatkan julukan dari prajurit sebagai Black Knife.
Ahrul walaupun seorang Archer yang tidak dapat memanah target dengan benar dijarak seratus meter tapi dia tetap lah memiliki pengalaman dalam memimpin arher yang berkelompok baik itu archer jarak dekat seperti dirinya maupun jarak jauh.
Jika sebuah prajurit berhadapan dengan pasukan archer Ahrul maka tidak ada kesempatan untuk membuka prisai mereka karena serangannya dilakukan secara bergantian dan bergiliran meskipun itu memerlukan keahlian lebih dan Ahrul juka sering dijuluki sebagai Crazy Archer karena tipe serangannya yang gila.
Bord sendiri memiliki pertahanan yang keras dan tidak ada satupun prajurit yang dapat menembusnya, prajurit yang dilatih sangat fokus pada penaikan stat pertahanan sehingga serangan dan mana mereka sangat lemah jadi bisa dikatakan mereka adalah tank berjalan yang selalu membutuhkan buft mage dan damage dealer untuk menghancurkan musuh didepan mereka, berkat itu Bord sering dijuluki Absolut Tank.
Lily yang melatih lebih seribu prajurit tentu juga memiliki sesuatu yang dapat ditakuti oleh orang lain yaitu kekuatan damage dealer dan kekuatannya yang dapat membekukan medan perang seketika, Lily juga sering dijuluki sebagai Ice Princess.
Tiger tentu tidak ketinggalan dan memiliki prajurit sendiri yang dia latih kebanyakan adalah warior yang dapat melemahkan dua puluh persen tank lawan dalam sekali tebasan pedang sehingga Tiger sering dijuluki sebagai Tank Destroyer.
Diantara semua fakta tersebut masih ada satu fakta lagi bahwa semua prajurit David level mereka setara dengan para jendral kerajaan walaupun mereka tidak memiliki pengalaman yang setara dengan jendral kerajaan tapi jika mereka meninggalkan David mungkin mereka akan mendapatkan gelar yang lebih tinggi dari pada prajurit walaupun sebenarnya gaji mereka lebih tinggi dari pada prahurit biasa sekarang.
Alasan pertama mereka tidak dapat meninggalkan David karena mereka dari awal adalah pemuda prajurit biasa yang direkrut hanya saat darurat untuk dijadikan hadiah kepada David sebagai apresiasi saat menjadi jendral saja sehingga membuat mereka sangat bergantung pada David karena dialah yang membuat mereka menjadi kuat.
Alasan kedua mungkin karena beberapa dari mereka sudah mulai berkeluarga di Dragkolli Town dan memiliki kesetiaan yang tinggi pada David.
Tentu jika ada prajurit yang pergi David juga tidak akan tinggal diam karena dia bukanlah tipe orang baik yang tidak memaksa orang untuk setia padanya hanya saja disaat dia telah memberi sesuatu maka orang tersebit harus mengembalikan sesuatu.
...
Kembali kecerita awal.
"Siapkan semuanya besok dan segera kirim kemarkas lama pasukan Wolf." Perintah David memberikan beberapa kertas yang dari tadi dia tulis kepada Tiger.
"Baik tuan." Tiger mengambilnya dan segera memanggil orang untuk membantunya menyiapkan semua hal yang dibutuhkan David.
__ADS_1
David langsung keluar untuk berjalan jalan sambil menikmati malam dikota yang lumayan damai dengan berbagai penerangan dikotanya.
Fasilitas malam yang David sediakan dikotanya cukup membuat seluruh kota menjadi terang bahkan gang sempitpun telah ramai akan sinar lampu sihir.
Untuk fasilitas hiburan untuk menghibur para prajurit atau pekerja keras yang bekerja seharian dan ingin melepas penat David hanya menyiapkan mereka beberapa bar dengan berbagai bentuk dan sistem kerja diberbagai area kota.
Berbagai fasilitas bar tentu dicocokkan dengan tempatnya seperti bar yang terletak dipinggir danau yang selalu menyediakan musisi yang selalu membawakan lagu tenang untuk melepas penat para pengunjung.
Tentu ditempat lain pun tedapat berbagai fasilitas dengan kecocokan tertentu.
David cukup menimati berkeliling kota bahkan sudah terdapat guild petualang yang beridiri dikotanya yang tujuannya untuk mendapatkan bisnis dari usaha penjualan bir David.
Tentu mereka sudha mendapatkan persetujuan dari David karena sejak awal jalur perdagangan yang David gunakan untuk menjual keluar negeri adalah jalur perdagangan milik Guild petualang.
Memang beberapa petualang sering datang kekota Dragkolli untuk melakukan misi seperti membantu petani anggur untuk memetik atau yang lain.
Beberapa misi juga mengarahkan mereka kewilayah Devil Forest untuk mwngumpulkan bahan dari monster tapi mereka juga sudah mendapatkan wilayah perburuan tertentu yang dilindungi oleh pasukan Wolf dan memang mereka diperbolehkan memburu apapun yang ada disana.
Tiada larangan untuk memburu serigala karena para serigala tidak akan memasuki wilayah perburuan kecuali ada monster tingkat tinggi yang berhasil lolos kesana dan ingin memasuki kota.
Saat hari semakin malam David tidak kembali dan memilih untuk pergi kemenara lonceng dikota untuk menikmati angin malam juga kotanya dari atas.
"Anda lagi lagi tidak beristirahat tuan." Berkata Virinda berjalan mendekat dan duduk didekat David.
"Aku bahkan bisa tetap terjaga selama sepuluh tahun Virinda." Ucap David memejamkan mata saat angin tiba tiba menerpa wajah dan membuat rambutnya yang sudah mulai memanjang sedikit berkibar.
"Haih.. meskipun begitu tuan tetap harus mengistirahatkan pikiran tuan." Virinda membuka pita rambutnya yang hitam dan membiarkannya berkibar tertiup angin serta membiarkan David berbaring dipangkuannya.
__ADS_1
"Ntah kenapa aku selalu merasa aman disaat seperti ini." Ucap David membuka matanya melihat wajah Virinda.
"Baiklah nikmati waktu aman tuan." Tersenyum Virinda.