Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 245, Perisapan di kota Dwarf


__ADS_3

Malam hari


Mansion Dark Dragon


Kamar David


"David." Astein berjalan mendekat ke arah David dengan hanya menggunakan gaun tipis saja.


"Hm.. di mana Dastein?" Bertanya David yang terbaring bersiap untuk tidur.


"Dia mulai belajar tidur di ruangan nya sendiri, Lousi menemani nya." Jawab Astein kemudian duduk di samping David.


"Bukan kah Dastein tumbuh terlalu cepat? Aku khawatir tidak dapat menikmati masa kecil Dastein lebih banyak." Ucap David bercanda.


"Itu karena kamu sangat jarang bersama Dastein David." Ucap Astein membaringkan kepala nya di dada David.


"Astein." David merasa sedikit bergairah saat melihat leher Astein mulus tanoa cacat bagaikan berlian yang di poles.


"Hmm? Mau melakukan nya." Astein memang bermaksud menggoda David.


Tiga jam kemudian


"Malam ini kau bersemangat sekali yah Astein." Ucap David membiarkan Astein beristirahat di atas tubuh nya setelah ia gasak habis habisan meskipun sebenar nya terbalik karena Astein lah yang menyerang David.


"Seharus nya kau tau alasan nya." Ucap Astein berbaring di atas tubuh David.


"..." David memilih diam.


"Apa kau harus pergi?" Bertanya Astein dengan suara kecil dan entah sudah berapa kali Astein menanyakan hal ini setelah David berhasil meyakin kan nya.


"Ya." Jawab David singkat karena tidak ingin mengeluarkan kata kata yang dapat memicu debat antara ia dan Astein sebelum berangkat menjalan kan misi.


"Kau bisa meminta pahlawan saja yang kesana kan?" Ucap Astein.


"Lalu siapa yang akan melindungi warga?" Bertanya David.


"Itu..." Astein tidak dapat membantah.


"Tenang saja Astein, aku ini kuat loh, aku tidak akan mati semudah itu." Ucap David yang berusaha menenangkan Astein dari rasa khawatir nya meskipun dia sendiri belum yakin akan keselamatan diri nya.


"..." Astein tidak dapat berkata banyak karena sudah pernah setuju untuk membiarkan David pergi meskipun butuh waktu dua minggu bagi David untuk meyakinkan nya.


"Tenang saja, aku membawa banyak pasukan kuat bersama ku." Ucap David mengelus lembut rambut emas Astein di mana situasi saat ini hanya bisa di dapatkan oleh pasangan suami istri, berbagi kekhawatiran dan kecemasan dalam keadaan telanj*ng adalah hak khusus bagi suami istri.

__ADS_1


"Hmmp." Astein tiba tiba terbangun dan duduk tepat di atas ***** David.


"Astein?" David hanya tersenyum masam meskipun ia cukup menikmati saat senjata nya menyentuh tempat yang sedikit lembab namun lembut dan kenyal di mana ada perasaan hangat yang membuat nya mencapai titik ke indahan dalam perasaan hidup.


"Akan ku pastikan kau puas malam ini." Ucap Astein mulai memasukkan seluruh milik David pada lubang jya sendiri.


"Aku ragu apa kah ada laki laki lain yang dapat bertahan melawan mu Astein." Canda David.


Buk!


-1.000


Satu pukulan mendarat di perut Kevin.


"Bangga lah karena aku tidak akan melayani pria lim selain diri mu David." Ucap Astein yang mulai memompa dengan cepat.


Memang sangat berbeda dibanding saat mereka melakukan nya pertama kali di mana rasa nya sangat sempit dan menyakitkan, saar ini pompa sangat pas, tidak dapat di sisi lagi atau pun di kurangi namun itu lah yang membuat nya semakin terasa nikmat hingga mereka berdua melakukan nya sampai matahari hampir terbit.


...


Pagi hari atau tepat nya pagi buta.


David selesai membasuh tubuh nya yang berkeringat, menggunakan pakaian nya meskipun melihat Astein yang sedang tertidur dalam keadaan telanj*ng di atas kasur.


"Aku jalan Astein." Ucap David mencium lembut kening istri nya itu sebelum meninggalkan ruangan.


Kluck!


Pintu tertutup dan David sudah yidak berada di ruangan.


"Selamat jalan David." Ucap Astein kecil dengan air mata menetes di mata kanan nya.


Meskipun mengatakan iya namun astein tetap lah menjadi wanita yang mengkhawatirkan David setiap kali David pergi ketempat berbahaya.


...


Di perjalanan menuju kota Dwarf


"Tuan yakin?" Virinda tiba tiba bertanya saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Apa nya?" David bertanya balik.


"Tuan belum memberi tahu nona Stella Vexana dan Rina kan, juga pasti tuan belum memberi tahu nona Merly." Ucap Virinda.

__ADS_1


"Oh itu yah.. meng ini sedikit sulit tapi aku rasa tidak memberi tahu mereka adalah hal baik." David memilih untuk membiarkan mereka tahu setelah David berangkat karena Astein saja butuh dua minggu untuk David mendapat izin.


"Begitu." Virinda kali ini tidak terlalu paham dengan maksud David.


"Misi kita ini tidak lah di ketahui oleh kerajaan, ini hanya semata mata bertindak sendiri tapi aku yakin cepat atau lambat mereka juga akan mengetahui nya." Ucap David.


"Apa tidak masalah mempercayakan wilayah tuan pada nona Selartain? Meskipun dia kuat dia masih anak kecil loh tuan." Ucap Virinda yang tidak terlalu yakin dengan keputusan David.


"Tenang saja, di sisi nya masih ada beberapa perajurit terlatih yang level nya hampir menyamai Tiger dan lain nya meskipun aku yakin Selartain tidak membutuhkan mereka untuk menjaga wilayah ini." Ucap David.


"Apa kah nona Selartain memang sekuat itu?" Bertanya Virinda.


"Meskipun dia Undead tapi dia tetap lah ras iblis tertinggi dan ras terhormat dari para ras vampir lain nya." Jawab David.


Singkat cerita di mana tidak butuh waktu satu hari, kedua mobil mereka yang di tumpangi oleh David dan Virinda serta di belakang ada Tiger Lily Moar Bord dan Ahrul akhir nya tiba di kota Dwarf.


...


Kota Dwarf


"Selamat datang tuan." Yang lebih dulu datang menyambut adalah Celina dan Celicia


"Seperti nya kalian semua sudah siap." Ucap David melihat seluruh perajurit berbaris dengan rapi lengkap dengan alat tempur mereka.


"Sepuluh ribu perajurit berada siap menerima perintah dari jendral." Ucap Celina tegas penuh hormat.


David kemudian berjalan hingga sampai di depan seluruh perajurit.


"Wahai kesatria kesatria terpilih! Beberapa bulan lalu kita telah menerima serangan dari bangsa iblis dan mereka terus menginvasi tanah leluhur kita! Namun dengan kekuatan kita semua kita berhasil mengusir mereka tapi! Satu bulan lalu gerbang yang besar muncul dan mengeluarkan banyak bangsa iblis kuat yang menyerang perbatasan! Sebagai kesatri yang melindungi kerajaan tentu kita tidak bisa tinggal diam! Maka dari itu mari kita hentikan perang ini! Kita harus melawan iblis iblis hina itu sampai ke akar akar nya!" Ucap David pada seluruh perajurit.


"Benar apa kata jendral."


"Balaskan dendam saudara kami jendral!"


"Iblis iblis itu seharus nya tidak berada di benua manusia!"


"Kalian adalah kesatri kesatri terpilih yang akan menyelamatkan dunia ini! Bersiap lah! Perangan sudah berada di depan mata kalian! Perlihatkan bahwa kekuatan kalian bukan hanya sekedar nama saja." Ucap David.


"Siap jendral!" Jawab seluruh perajurit.


...----------------...


Baca juga novel "Raja Pembunuh melawan takdir."

__ADS_1


__ADS_2