Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 142, Benar benar hari yang indah.


__ADS_3

City Center


Pusat Kota Pelabuhan


David dan Astein tiba ditengah kota dengan berbagai miniatur kapal disana bahkan David dapat melihat miniatur Ocean Dragon ditengahnya yang sebesar kapal Astein dengan berbagai miniatur kapal kayu didekatnya yang terlihat seperti rusak atau lebih mirip menjadi korban perang.


"Apa ini?" David bertanya karena baru kali ini juga ia melihatnya.


Seorang warga yang mendengar David bertanya langsung menjawabnya. "Ini adalah kapal Ocean Dragon dari guild Dark Dragon yang menunpas habis kapal pasukan Livius empire dan kapal pasukan Archipelago empire." Jelas warga tersebut menerangkan maksud dari kapal Ocean Dragon ditengah dengan berbagai miniatur kapal rusak disekelilingnya.


"Bukankah Ocean Dragon kalah saat perang melawan kapal pasukan Archipelago empire?" David bertanya kebingungan karena saat itu ia memerintahkan Ocean Dragon untuk bersembunyi karena tujuan kedua dari penyerangan Archipelago saat itu adalah untuk mendapatkan Ocean Dragon agar mereka dapat mempelajarinya.


"Ya memang Ocean Dragon mundur tapi dia masih sempat mengulur waktu hingga kami semua mengungsi keibu kota (maksudnya adalah Green Luck City)." Ucap warga tersebut dengan penuh rasa kagum. "Tapi Archipelago ini benar benar pengecut." Sambungnya lagi.


"Pengecut?" Tanya David heran.


"Ya mereka pengecut, mereka langsung menyerang kesini saat mendengar jendral Dark atau Guild Leader Dark sedang menjemput tuan puteri dikerajaan suci, tapi mereka langsung mundur saat mendengar jendral Dark sudah kembali, dasar penakut benar benar pengecut." Ucapnya lagi tersenyum seraya menggeleng.


'Ek- siapa yang menyebarkan rumor palsu ini? Ini namanya menipu rakyat-_-" Batin David walaupun kurang lebih ia sudah tahu siapa yang menyebarkan rumor palsu ini yaitu si Erik tua.


"Kau bisa melihat lihat kebagian dalam Ocean Dragon saat kau membayar satu koin emas, memang sangat mahal tapi kau bisa merasakan langsung bagaimana kamu menghancurkan kapal musuh hahaha!" Ucap warga tersebut yang nampak sangat menikmati, mungkin dia telah memasuki miniaturnya.


"Mau masuk?" Bertanya David pada Astein.


"Tentu." Mengangguk Astein.


Pada akhirnya mereka harus membayar dua koin emas untuk masuk sedangkan Dastein sendiri dianggap masih kecil jadi tidak membayar.


Setelah masuk kedalamnya David dapat melihat bahwa didalam kapal tersebut sangat berbeda dengan Ocean Dragon, meskipun bentuknya kecil seharusnya masih memiliki sedikit kemiripan tapi ini berbeda, tidak ada kemiripan tapi benar benar dinikmati oleh warga.


"Ini adalah langkah awal untuk Dastein." Gumam Astein.


"Langkah awal?" David mendengar.


"Aku kepikiran bagaimana kalau kita menuju kekapal kita untuk makan siang." Usul Astein.


"Baiklah!" Ucap David seakan bersemangat.


"Ooo!!" Dastein pun ikut berteriak dengan mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Hahaha!" David dan Astein tertawa saat melihat tingkah Dastein.


Singkat saja saat mereka tiba dikapal Astein, David sengaja memilih kapal Astein karena kapal ini memang ia buat untuk bersantai bukan untuk berperang seperti Ocean Dragon, selain itu kapal ini adalah hadiah pertunangan untuk Astein waktu itu jadi sangat cocok untuk dinikmati oleh mereka.


"Baik tuan." Ucap seorang peranurit tepatnya seorang maskapai kapal yang biasanya selalu mengurus kapal Astein.


David memintanya untuk memanggil beberapa pelayan dari restoran Monetti untuk mengantarkan mereka makanan terbaik mereka dengan atas nama guild leader Dark karena jika hanya menggunakan nama biasa tentu mereka tidak akan mau karena mereka tidak memiliki layanan untuk keluar dari lingkungan restoran mereka bahkan ruangan VIP pun tidak ada.


"Mau memancing?" Tanya Astein yang sudah siap dengan pancingannya.


"Aku lupa jika kau jago dalam hal ini, jika begini seharusnya tadi aku saja yang memasak hasil pancinganmu." David menepuk jidatnya.


"Ya seharusnya begitu." Astein pun menyayangkan karena dia sendiri sudah pernah mencicipi masakan David yang walaupun tidak seenak makanan direstoran tapi masih bisa dikatakan enak saat dimakan. "Tapi karena kita sudah memesan yah sebaiknya kita biarkan saja." Sambung Astein yang tiba tiba menarik pancingannya keluar dari air.


Syut


"Wahaha!" Dastein tertawa keras saat melihat ibunya berhasil menangkap satu ikan yang cukup besar.


"Sepertinya Dastein senang melihatmu memancing." Ucap David masih memangku Dastein.


"Sayanganya Dastein tidak dapat melihat skill yang sesungguhnya dari mamahnya ini karena kapal kita hanya bersandar dipelabuhan saja, coba jika kita berlayar pauspun bisa kutangkap." Ucap Astein percaya diri.


"Hentikan pemikiranmu itu Astein sebelum kapal tenggelam karena paus." Ucap David mengangkat telapak tangannya.


Setelah beberapa lama Astein memancing dan mendapatkan banyak ikan, lima pelayan yang berseragam restoran monetti datang membawa banyak nampan dan troli makanan yang berisikan berbagai makanan laut naik kekapal.


"Astein makanannya sudah datang." Ucap David memperingati Astein yang sangat menikmati kegiatannya.


"Baiklah." Astein segera membereskan pancingannya dan menuju kemeja yang ada diatas kapal.


David Dastein dan Astein siap ditempat duduk mereka masing masing dimana Dastein berada ditengah mereka dengan tempat duduk khusus. Semua makanan segera disiapkan dimeja begitu mereka duduk.


"Semoga anda menikatinya tuan." Ucap para pelayan sebelum melangkah mundur dan berbaris siap menunggu perintah selanjutnya.


"Ok thank you." Ucap David sebelum mengambil satu lobster kepiringnya dan mengupasnya.


"Aku kepiting ini." Cepat Astein mengambil satu capit kepiting jumbo kedalam piringnya dengan satu cangkir bir yang dituangkan oleh pelayan.


"Singkirkan bir itu." Ucap David kepada pelayan.

__ADS_1


"Kenapa?" Astein balik bertanya.


"Kau masih menyusui Astein." Tegur David.


"Levelku sudah mencapai seratus lima puluhan jika hanya bir rendah seperti ini tentu bukan masalah bagiku David." Tapi Astein tetap kekeh.


"Jangan membiasakannya, singkirkan saja." Ucap David kepada Astein sebelum melanjutkannya kepada pelayan.


"Baik tuan." Pelayan tersebut segera menyingkirkannya setelah Astein tidak lagi membantah.


"Apa Dastein sudah bisa memakan makanan seperti ini? Umurnya baru empat bulan loh." Bertanya Astein sebelum ditegur lagi oleh David nantinya.


"Kami membawakan bubur yang terbuat dari gandum terbaik kami tuan." Ucap pelayan memberikan satu nampan lagi.


"Oh terima kasih." Ucap David kemudia mengambil satu mangkuk bubur kemudian mencicipinya terlebih dahulu sebelum memberikannya pada Dastein.


"Padahal Dastein sudah bisa memakan kepiting." Ucap Astein kecil saat melihat anaknya itu bahkan seperti mau tidak mau memekan bubur saat ada banyak makanan enak didepannya. "Biarkan aku saja yang menyuapinya.


"Baiklah." David kemudian memberikan Astein buburnya.


David kemudian menambahkan kepiting kepiringnya sebelum mengupasnya. "Buka mulutmu." Ucap David memberikan satu sendok daging kepiting yang sudah David kupas dan potong kecil kepada Astein.


"Hm.. aa." Tersenyum Astein sebelum membuka mulutnya.


"Sepertinya ini pertama kali aku menyuapimu." David mengingat ingat sebelum mengunyah lobsternya.


"Padahal istrimu ini sangat menginginkannya tapi kau selalu saja keluar dan jarang pulang." Lanjut Astein mengeluh.


'Kenapa rasanya aku jadi mengingat lagu dibumi' batin David "baiklah kali ini biarkan aku menyupimu sampai kenyang." Ucap David menyuapi Astein lagi.


"Thank you." Ucap Astein membuka mulutnya.


"Ek' dari mana kau mempelajari kata itu?" Tanya David memasukkan satu sendok daging kepiting yang besar kedalam mulut Astein yang kecil.


"Kamwu barwu sajwa mengtwakannywa pwada pwelayan." Ucap Astein yang mulutnya penuh dengan daging kepiting saat menyuapi Dastein.


"Terserah saja." David terus menyuapi Astein sambil ia memakan lobsternya.


Bukan hanya kepiting dan Lobster saja yang David dan Astein makan tapi mereka juga memakan beberapa makanan laut lainnya seperti rumput laut yang telah diolah dengan baik atau ikan dengan olahan berbeda.

__ADS_1


...----------------...


Alfa_RZ: pengen up perhari lagi? silahkan like dan komen perhari chapter juga guys. jangan lupa divote yah.


__ADS_2