
"Ahaha maaf kan kami karena menyerang kalian tadi, kami hanya berusaha unyuk menjaga hutan ini dari dunia luar." Bawahan Bfeen langsung meminta maaf dan menjelaskan.
"Hem tidak masalah, aku maafkan." Hidung Oliver langsung memanjang, mengangkat dagu penuh kesombongan bagaikan penguasa saat seseorang berusaha meminta maaf pada nya.
"Kami mengundang kalian ke desa kami untuk berterima kasih karena telah mengalahkan pasukan iblis minggu lalu." Ucap Elf tersebut.
"Hem hem yah apa boleh buat, karena kalian memaksa maka kami terpaksa mengikut kalian." Ucap Oliver yang akan ikut secara suka rela setelah di berikan sedikit pujian dan sanjungan.
'Gampangan.' Batin perajurit lain nya setelah melihat sifat Leader nya.
"Silahkan ikuti kami tuan tuan." Ucap Elf tersebut yang tiba tiba saja pepohonan di depan kendaraan menghilang menunjukkan jalan lurus.
"Ba-baiklah." Balas Oliver memasuki mobil. 'Ternyata itu adalah ilusi, kenaoa aku tidak menyadari nya?' Batin Oliver.
Mereka kemudian perlahan maju mengikuti para Elf tersebut dan berjalan cukup pelan untuk menyesuaikan kecepatan dari langkah berjalan para Elf.
"Leader apa tidak masalah mengikuti mereka?" Bertanya Cloe pada Oliver.
"Mereka juga sudah meminta maaf jadi kurasa tidak masalah." Ucap Oliver.
"Kurasa? Oi nyawa kami taruhan nya loh!" Teriakan Fve terdengar di saluran komunikasi.
"Fve cantik, tenang saja aku akan melindungi mu." Ucap Oliver seakan bercanda.
"Entah lah, siapa tau Leader Oliver melarikan diri sendiri." Ucap Fve seakan menyinggung.
"Tolong jangan jahat begitu pada ku dong Fve." Ucap Oliver.
Bip! Bip! Bip!
"Leader, panggilan dari markas." Ucap Cloe saat saluran komunikasi terhubung dengan markas Merkulov.
"Di sini Oliver dari tim sepuluh, ganti." Oliver segera menjawab panggilan.
"Tim sepuluh, kalian belum memberi laporan sejak keberangkatan kalian, apa terjadi sesuatu? Ganti." Ucap komandan saluran komunikasi yang mengatur segala informasi dari sepuluh tim ekspedisi yang di kirim.
"Kami baik baik saja.. hanya saja kami bertemu dengan ras Elf, saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju desa Elf, ganti." Jawab Oliver.
"Ha!? Kau harus nya memberitahu markas pusat lebih dulu!" Teriak komandan saluran komunikasi.
__ADS_1
"Maaf komandan, kami berusaha menghindari konflik jadi kami menerima undangan Elf untuk datang ke desa nya, ganti." Ucap Oliver menjelaskan.
"Baik lah, aku akan mengirim pasukan tambahan untuk menjemput kalian, ganti." Meskipun berkata begitu namun pasukan yang akan di kirim pasti jya akan memiliki perlengkapan perang penuh untuk memastikan keselamatan tim sepuluh karena bisa saja ini jebakan.
"Oh untuk itu sebaik nya tahan dulu, saat ini kita tidak boleh memberikan tanda perlawanan yang bisa membuat para Elf memusuhi kita, ganti." Ucap Oliver.
"Kalau kau berkata begitu baik lah, apa ada hal lain yang kau perlukan? Ganti." Bertanya komandan komunikasi yang entah kenaoa langsung setuju dengan saran Oliver padahal sewajarnya tidak.
"Jika kami tidak memberi kabar dalam sepuluh jam tolong jemput kami itu saja, ganti." Ucap Oliver.
"Oke, transmisi selesai." Tepat setelah itu saluran komunikasi dengan markas Merkulov kembali tertutup.
Bip!
'Kenapa komandan saluran komunikasi menyetujui saran Leader Oliver begitu saja? Di sini yang nyawa nya terancam ada sepuluh orang loh.' Batin Fve kebingungan setelah mendengar transmisi antara Oliver dan markas pusat.
"Huh.. seperti nya nanti aku akan di marahi lagi." Ucap Oliver lesu.
"Kenapa Leader berpikir begitu?" Bertanya Cloe.
"Yah habis nya kita merusak satu Beta Drone, untuk membuat nya di butuhkan item yang sangat mahal loh." Ucap Oliver.
"Kau pasti tidak akan di marahi karena yang akan di marahi adalah aku sebagai leader kalian, aku bisa membayangkan ekspresi komandan Tiger saat aku melaporkan ini nanti." Ucap Oliver.
"Seperti nya berat juga yah menjadi Leader." Ucap Cloe.
"Aku tadi nya sempat berharap dapat bertemu gadis bertelinga kucing atau gadis serigala seperti komandan Celina dan Celicia tapi malah bertemu Elf huh.." Oliver tiba tiba mengalihkan topik pembicaraan dengan nada yang seakan kecewa.
"Tapi bukan kah gadis Elf juga lumayan Leader?" Cloe memberi saran.
"Ya.. karena tidak ada gadis kucing maka Elf pun tidak masalah." Ucap Oliver.
"Apa apa an coba ini?" Bertanya Fve dengan suara kecil saat mendengar perbincangan aneh antara Cloe dan Oliver.
Tiba tiba saja para Elf berhenti saat sebuah pemukiman berada di depan mereka, dengan pepohonan besar yang tampak subur serta rumah yang seakan menyatu dengan pohon membuat nya terlihat sangat indah bagis pasukan yang pertama kali melihat hal ini.
"Kita sudah sampai tuan tuan." Ucap Elf yang mengantar mereka.
"Selamat datang di desa Elf, aku sebagai puteri kepala desa menyambut kalian." Ucap Bfeen yang sudah tenang.
__ADS_1
"Ternyata dia adalah tuan puteri di desa Elf." Gumam Oliver.
"Leader, apa yang harus kita lakukan?" Bertanya Cloe.
"Tentu saja turunlah, parkir mobil nya baik baik." Ucap Oliver yang sudah turun dari mobil.
"Baik." Cloe segera memarkir mobil sementara yang lain turun dari kendaraan.
"Ini pertama kali nya saya melihat suku Elf, ya.. ternyata semua nya adalah kelompok wanita cantik dan pria tampan." Ucap Oliver berusaha untuk bersikap ramah.
"Terima kasih atas pujian nya, saya akan mengantar anda ke rumah kepala desa." Ucap Elf tersebut saat Bfeen sendiri sudah berjalan lebih dulu.
"Haha baik lah." Ucap Oliver mulai mengikuti bersama yang lain nya.
"Leader, apa ini tidak masalah?" Bertanya Fve dengan suara kecil pada Oliver saat ia berjalan di dekat nya.
"Apa nya?" Oliver tidak paham dengan pertanyaan Fve.
"Mereka mengajak kita saja sudah mencurigakan, apa leader tidak curiga ini jebakan?" Bertanya Fve.
"Bukan kah mereka tadi sudah mengatakan mengundang kita? Itu arti nya semua akan baik baik saja." Ucap Oliver berpura pura polos dan tidak tau tujuan dari pertanyaan Fve padahal ia pun mengerti akan kecemasan Fve.
"Aku tidak tau apa leader bodoh atau bagaimana tapi aku akan mementingkan keselamatan diri ku." Bisik Fve.
"Haha tenang saja aku akan menjaga Fve." Canda Oliver.
"Aku harap sih begitu." Gumam Fve yang terus merasa cemas.
"Lagi pula tujuan kita dalam ekspedisi ini adalah untuk mempelajari segala hal yang ada di benua iblis." Ucap Oliver.
Saat mereka melewati pemukiman atau lebih tepat nya desa Elf ini, mereka menjadi pusat perhatian karena perbedaan ras dan dalam sekali lihat Oliver sudah dapat menyimpulkan bahwa para Elf di sini sangat terisolasi dari dunia luar.
"Kita sampai." Ucap Elf yang mengantar mereka saat tiba di sebuah pohon paling besar.
"Jadi di mana kepala desa nya?" Oliver langsung bertanya.
"Saya hanya mengantar sampai di sini, silahkan mengikuti nona Bfeen." Ucap Elf tersebut mempersilahkan pada nona Elf yang bernama Bfeen.
"Ayah ada di dalam, masuk lah." Ucap Bfeen membuka pintu dan masuk.
__ADS_1