Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 46, Kontrak Potion


__ADS_3

Mansion Dark Dragon


David tidak tau harus apa dibengkel Forts, malah mulai mengambar sketsa tenda, bila berada diluar itu akan sangat berguna, ia mengambar banyak macam tenda tapi pada akhirnya dia hanya memilih satu yang paling simpel dan mudah untuk dibuat.


Dia berencana untuk memberikan sketsa itu kepada sina agar dia dapat membuatkan David, disana juga sudah menjadi langganan david semenjak Merly memperkenalkan mereka berdua walau agak ngeselin setiap kali bertemu.


Virinda juga selalu mengikuti David kemanapun dia pergi dihalaman Mansion dengan menggunakan baju Maid dan david tidak mempermasalahkan hal itu.


Setelah David bersantai ditempat Forts selama satu jam akhirnya Merly menunjukkan diri dimap sistem yang memang sengaja David tandai.


David segera menggunakan pakaian petualangnya secara otomatis dan keluar untuk menyambut Merly untuk pergi keguild sekalian menyerahkan sketsanya kepada Sina.


"Merly datang.. aku akan pergi keguild petualang" ucap David memberi tahu Virinda.


David berjalan keluar diikuti Virinda untuk menemui Merly.


"Kak David!" Sapa Merly dari kejauhan.


"Ya!" Davidpun juga mengankat tanganya melambai.


"Kamu siap?" tanya David walau dilhatnya Merly sudah siap dengan baju petualangnya dab Armor ringan dilengan Kiri.


"Merly siap" Merly pun juga sudah siap untuk berangkat apalagi dia mungkin merasa lebih baik karena telah mengalami peningkatan yang drastis.


David tidak melihat Tiger Bord Lily dan moar mulai dari pagi, dimansion hanya ada para bawahan Virinda yang berpakaian maid mengurus beberapa keperluan mansion, walau semuanya sudah dikejrakan oleh para pelayan sewaan David sebelumnya.


David mulai meninggalkan gerbang tapi Virinda masih ikut dibelakang dengan pakaian Maid yang membuat David merasa tidak nyaman karena dia pikir hanya akan mengantarnya sampai gerbang.


"Virinda.. kenapa kamu ikut?" Berbalik David dan bertanya.


"Saya adalah pelayan tuan" singkat Virindi menjawab dengan Bungkuk 30° tapi bukan ala maid yang mengankat roknya.


"Kalau begitu jangan ganti pakaianmu itu sangat menarik perhatian" Merly yang cantik saja sudah menarik perhatian karena selalu nempem dilengan David ditambah dengan seorang Maid dari belakang, bisa dikirain bangsawan nyara pula nantinya.

__ADS_1


"Baik tuan" kembali Virinda berderi dengan tegak dan satu tangan kanan menarik pakaian maidnya yang seketika lepas, juga langsung masuk kecincin penyimpanan, benar benar sebuah penampilan yang keren saat melepas baju.


"Kurasa yang sekarang lebih mencolok-_- dan lagi dari mana kau meniru gaya itu?" sebuah oppai yang besar dittupi oleh pakaian ketat berwarna hitam yang hanya menutui bagian dada hingga estengah lengan juga memperlihatkan pedunya.


Celana yang pendek ketat menutupi bagian 'itu' memperlihatkan paha mulus dan mengkilat.


Rambut diikat kebelakang yang memperlihatkan lehernuya yang lumayan tinggi dan eroik.


Sepatu hitam yang dapat meregamkan suara langkah jika diperhatikan dengan jelas makan akan kelihatan pisau kecil dibawah betisnya yang lembut.


Satu pisau menempel dibelakangnya siap untuk dicabut dan beberapa jarum berukuruan 10 cm yang berbaris di pinggan sebelah kiri.


"Apa masih ada yang lain?" Tanya David karena masih sangat mencolok.


"Ini tuan" Virinda pada akhirnya tidak memiliki penampilan lain dan hanya mengguanakan Hidden Cloak untuk menutupi dirinya.


Mereka berjala menuju guild seperti petualng normal pada umunya dan kebetula merly tidak terlalu berisik.


Pada saat mereka sampai sesuatu yang sangat kebetulan terjadi karena banyak petualang rank rendah sedang mencari misi untuk mengumpulkan uang.


"Kak Ben" sapa David.


"Ada apa David?" Redben pun bertaanya.


"Tolong daftarkan misiku untuk para petualang yang nganggur, misi nya adalah datanglah membedah monster Orc Rank C dan B, upahnya satu keping perak untuk satu monster" ucap David sementara Readben menuliskan misinya.


"Tapi kamu harus tetap membayar keguild untuk biyaya pendaftaran misi sebesar lima koin tembaga" Redben juga tetap akan menerbitkan peraturan Guild.


"Sekalian Merly juga ingin membuat misi" David melirik kearah Merly.


"Ada apa Merly?" Tanya Redben.


"Hanya ingin mencari tanaman beracun.. ditoko kota ini tidak ada tanaman beracun jadi aku hanya ingin meminta para petualang untuk mencarikanya dihutan dekat sini dengan upah dua koin tembaga per tanaman" Merly pun juga memberikan misi.

__ADS_1


"Baik kamu juga harus membayar lima koin tembaga untuk membuat misi" Redben sudah siap untuk menempelkan misi pada saat David membayar 1 keping perak.


"Kak Ben ambil ini" David memberi Redben satu cincin ruang kelas bangsawan lengkap dengan 500 koin emas didalamnya.


"Kenapa aku harus menerimanya?" Tanya Reben meminta alasan.


"Walaupun kak Ben tidak terdaftar secara nama diguild tapi setidaknya kak Ban juga harus menikmati pasilitas Guild, cincin itu juga untu menampung tanaman beracun yang dikumplukan, jangan membiarkan guild petualang yang menyimpanya, kak Redben simpan saja dulu dicincin ruang dan pakai lah uang yang ada didalamnya untuk membayar para petualang yang menyelsaikan misi" ucap David atas sebuah alsan.


"Akan kuterima" Redben juga tidak sungkan.


"Oh iya kak Benkota mana yang membutuh kan pemasok potion?" David bertanya.


"Sebentar akan kulihat terlebih dulu" Redben mulai melihat beberapa buku yang ada dibuku serta peta.


"Sekarang terjadi konflik dikota perbatasan Allia dengan Livius Empire jadi ibu kota kerajaan memerlukan pemasok berbagai alat dalam perang termasuk potion kelas rendah, dikota kerajaan juga beberapa guild disana mulai kehabisan stok potion karena semuanya diambil alih oleh kerajaan jadi kurasa ibu kota saat ini adalah tempat paling baik untuk menjual potion" informasi Redben.


"Kota lain?" Tanya David.


"Kamu bisa memasok keguild petualang untuk diantar kekota lain termasuk kekota kerajaan, bagaimana pun kota ini memiliki dungeon jadi gulid petualang disini tetap masih dapat dipandang sebagai pemasok dari pada yang tidak memiliki dungeon jadi guild lain selalu meminta bahan pada guild petualang disini" ucap Redben.


"Berapa yang diperlukan Guild untuk setiap minggunya?" David kembali bertanya.


"Jika melihat berapa banyak kota yang selalu bergantung pada guild ini termasuk kota pelabuhan, kalau dalam jumlah banyak kami akan mengirim kekota kerajaan" ucap Redben membuka kembali buku yang lain.


"Perlu 2.000 Mana potion dan 2.000 Health potion kelas satu juga 1.000 Mana potion dan 1.000 Health potion kelas dua untuk setiap minggunya" Redben menjelaskan kebutuhna yang masih kurang.


"Aku akan menjadi pemasok tetap dan mengirim 1.000 Mana potion dan 1.000 Health potion kelas satu juga 500 Mana potion dan 500 Health potion kelas dua setiap mingu jadi tolong urus prosedurnya aku akan mengirmnya besok" David hanya mengirim setengahnya saja.


"Baiklah atas nama siapa yang akan kamu cantumkan, tidak mungkin kan guild leader kita ini ingin mencantumkan namanya" tebak Redben.


"Alfa"


David Merly dan Virinda berjalan keluar Guild untuk menuju keberbagai tempat dan menyelsaikan segala keperluan hari ini.

__ADS_1


David mampir ketoko tanaman herbal untuk membeli tanaman herbal dan beberapa botol kaca untuknya maupun untuk Merly yang juga membutuhkanya untuk dijadikan tempat racun.


Setelah itu mereka menuju ketoko milik Sina dan memintanya untuk membuat tenda yang David rancang sebanyak sepuluh tenda.


__ADS_2