
Balkon Mansion
"Itu berbahaya David! Sebaiknya pikirkan cara lain." Astein beridiri dan melarang keras.
"Aku tidak akan bertindak gegabah lagi pula aku memiliki kecepatan tinggi dan sebuah gerbang teleportasi jadi aku bisa kabur jika berada dalam bahaya." David mengungkapkan skill nya yang belum pernah dia katakan pada siapapun sebelumnya.
"Tapi itu wilayah musuh aku tetap saja khawatir terlebih pastinya mereka memiliki mata mata diromulus empire sedangkan namamu cukup terkenal disini." Astein masih khawatir.
"Aku akan melakukan sesuatu dengan identitasku Aatein kamu tenang saja." David terus menenagnkan Astein dan mulai memeluknya dari belakang.
"Lalu kapan kamu akan kembali? Tidak mungkin kan anak kita lahir tanpa ada kamu." Astein akhrinya mengalah tapi dengan jelas Astein memberikan batas waktu pada David.
"Aku pasti akan kembali sebelum hari itu tiba." Ucap David lembut ditelinga Astein.
"Baiklah" Astein akhirnya pasrah saja.
"Kota akan dipimpin oleh Tiger dengan penjagaan ketat oleh lima Death Knight ... dua akan bersembunyi dimansion dan terus mengawasimu sedangkan tiganya lagi akan menjaga kota jadi aku bisa berangkat tanpa khawatir ... juga jika kamu memerlukan pengawal untuk memukul orang panggil death kenight saja yah dan @$!&@,##£/!*@£×...." David terus mengoceh atas kekhawatiran dan kepedulianya pada Astein.
"Iya iya aku mengerti David sebaiknay kamu khawatirkan dirimu sendiri." Ucap Astein memotong ocehan David.
"Baiklah besok aku akan berangkat bersama Virinda apa kau tidak memiliki hadiah sebelum kita berpisah untuk beberapa bulan?" Bertanya David bermaksud menggoda Astein.
"Ini masih pagi." Singkat Astein menjawab dengan mengalihkan pandangannya.
"Bererti kalau malam.. bisa kan?" David masih menggoda Astein.
"... mm." Menganggus Astein dengan wajahnya yang sudah memerah dan tertunduk malu.
"Baiklah kalau begitu kamu persiapkan dirimu irtriku aku akan menemani Merly pagi ini." David baj*ngan langsung melompat daei balkon menuju tempat Merly.
"Dasar!!" Astein berteriak.
**********
Suatu tempat di Livius Empire
"Lapor Lider!" Seseorang berpakaian serbah hitam datang menghadap pada seseorang yang sedang duduk dikursi bersama beberapa wanita yang sepertinya sudah memiliki banyak luka ditubuhnya.
"Ada apa?" Tenang dia bertanya tapi penuh dengan penekanan aura.
"Kelinci yang kita kirim untuk mengawasi Jendral Dark menghilang." Ucap orang yang sedang berlutut tersebut.
"Kirim orang lagi juga dia hanya jendral baron mungkin anak buah mu yang sedang bermalas malasan saja." Orang dikursi tersebut tidak terlalu memperdulikanya.
"Saya mengerti Leader." Orang tersebut langsung menghilan lebih tepatnya bergerak dengan cepat.
__ADS_1
"Dasar pengganggu ... baiklah mari kita lanjutkan ini kucing manis." Orang tdikursi singgasana itu kembali memaningkan gadis gadis yang ada dipangkuanya.
**********
Malam hari mansion kita Dragkolli.
"Astein." David keluar dari kamar mandi menuju kamarnya bwrsama Astein dengan hanya menggunkan handuk yang menutupi 'itu' nya berniat menggoda Astein.
"David malam ini dingin loh kenapa kamu tidak menggunakan bajumu?" Bertanya Astein yang tadinya sedang membaca buku langsung segera mempersiapkan baju untuk David.
"Astein apa kamu lupa atau pura pura lupa kalau kamu akan melakukannya malam ini." David menangkap Astein yang hanya menggunakan gaun tipis seperti biasanya dan mendoronnya kekasur.
"Kyaa!" Walau tidak terlalu kuat David mendorong tapi tetap saja Astein berteriak karena terkejut.
"Apa kau melupakanya Astein?" Bertanya David yang mulai menggelitik Astein dengan ciuman dileher dan pundaknya.
"..mm David.. bayi kita ada diperutku nanti kamu menekannya.." Astein memberikan alasan untuk menghindar.
"Aku tidak suka kalau kamu berlindung pada bayi kita loh Astein." David makin menggila dimana dia mulai melepaskan pengikat baju Astein dan membukanya.
"David! Aku masih capek." Astein memberikan alasan lain.
"Itu salahmu Astein.. aku sudah memberikanmu waktu istirahat seharian kebapa kemu tidak menggunakanya?" David muali memainkan dua gunung Astein.
"..itu mmm..." Astein semakin merasa geli.
"Ada apa Astein." David mulai memasukkan dua jari telunjuk dan tengahnya ke aset pribadi bagian bawah milik Astein dan terus menocoknya.
"..ah mm eh hahhuh." Seluruh urat Astein keluar dimana dia berusaha menahan saat tangan David semakin cepat dan cepat hingga akhirnya Astein mencapai klimaksnya dan mengeluarkan air.
"Aku tidak tahu jika ibu hamil daoat mencapai klimaks?" Bertanya David pada diri sendiri saat mengeluarkan tanganya yang sudah basah dimana Astein sekarang berbaring lemah.
"David aku huh huh aku tidak bisa." Nafas Astein memburuk saat berbaring lemah.
"Maaf Astein tapi kali ini aku tidak bisa berhenti" David membuka handuknya dan memperlihatkan sesuatu yang besar pada Astein.
"Dav...mm itu berhenti ah." Astein mulai merasakan bagian bawahnya kemasukan sesuatu yang membuat nafasnay semakin memburuk saat merasakan benda tersebut bergerak keluar masuk.
***********
Pagi hari Mansion kota Dragkolli
"Istirahatlah dengan baik Astein" David mencium kening Astein dan perutnya sebelum meninggalkan surat dan pergi keluar.
Surat tersebut David tujukan agar Tiger menyampaikan kepada semuanya bahwa dia sedang berlatih dan tidak ingin diganggu sedangkan pengurusan kota akan diserahkan pada Tiger dan timnya.
__ADS_1
Tim Virinda juga tetap tinggal karena David tidak ingin membawa terlalu banyak orang dan hanya akan membawa Virinda saja.
Tujuan David adalah membangun nama diLivius empire agar dapat bertemu dengan beberapa petingi disana termasuk petingi yang mengirim assassin pada David karena pastinya yang mengirim assassin tersebut bukanlah orang biasa.
**********
"Jangan menggunakan pakaian Maid Virinda" David melarang Virinda menggunakan pakaian Maid nya karena tujuan berkunjung ke Livius empire bukan lah untuk liburan lagi pula sebenarnya David memberitahukan ini pada Aatein secara mendadak.
"Maaf tuan" Virinda hanya menutup pakaian Maidnya dengan jubah coklat karena Virinda sudah mulai terbiasa bergerak cepat dengan pakaian Madi jadi dia tidak ingin membukanya lagi sebagai pelayan 'Dark Dragon'.
Maksud pandangan orang lain pada nama 'Dark Dragon' mungkin adalah sebuah kelompok atau Guild yang memiliki kekuatan tinggi dan persenjataan tempur yang lengkap tapi dimata Virinda nama 'Dark Dragon' adalah David sendiri yang sangat dia hormati sebagai tuanya bahkan telah menyerahkan hidupnya pada tuanya sepenuhnya.
"Baiklah kita akan berangkat sekarang GATE!" David membuka gerbang teleportasi didalam kawasan Devil Forest agar tidak ketahuan.
David sekarang menggunakan Armor berwana Silver dan beberapa garis emas yang menutupi seluruh tubuhnya serta dua pedang besar dan berat dibelakangnya yang hanya memiliki satu mata tajam.
David sengaja menggunakan armor mewah karena memang tujuanya untum menarik perhatian orang yang berkuasa dan ingin terkenal sebagai petualang dengan double pedang besar.
Gerbang yang David buka menuju ke wilayah Allia tempat biasanya Romulus Empire dan Livius Empire mengadakan perang kecil setiap tahun, David hanya dapat membuka gerbang ketempat ini karena hanya tempat ini yang paling dekat dari Livius empire yang pernah dia kunjungi.
"Wilayah Allia memang sangat menyeramkan walaupun tidak ada perang" David keluar dari dalam gerbang teleportasi bersama dengan Virinda dan melihat berbagai macam tengkorak disana bahkan sudah ada beberapa yang berubah menjadi monster Undead.
'Sistem mendeteksi banyak jiwa yang berkeliaran ... apa anda ingin menyimpan jiwa mereka?' Sistem tiba tiba bertanya.
'Simpan saja itu akan berguna nantinya' jawab David.
'Memulai mengumpulkan jiwa' Sistem mulai menarik semua jiwa.
"Monster kotor ini berani memandang tuanku' Virinda sudah mengeluarkan pisaunya bersiap membantai semua Undead yang ada disana.
"Jangan pedulikan mereka" David berjalan kearah Livius Empire yaitu arah barat dari medan Allia.
"Baik tuanku" Virinda menyimpan senjatanya meredahkan emosinya dan berjalan dengan anggun ala maid mengikuti David.
'48.095 jiwa berhasil ditangkap' sistem memberi tahu.
'Lalu kenapa para Undead masih bisa berjalan?' Bertanya David.
'Monster Undead adalah wujud monster yang sudah membangkitkan jiwa baru dengan Core didada mereka jadi jiwa mereka tidak dapat ditarik' jawab Sistem.
'Kalau begitu kenapa jiwa disini terlalu sedikit padahal sering terjadi perang sejak seribu tahun lalu' kembali David bertanya.
'Jiwa yang anda tangkap adalah niwa yang berkeliaran dan menolak untuk ditarik oleh Dewa Demis' sistem menjawab.
'Kalau begitu itu salah mereka karena tidak ingin pergi kelangit tapi malah ditarik olehku' David sedikit terkekeh.
__ADS_1
'Anda mendapatkan pesan dari dewa Demiyus 'jangan selalu menarik jiwa sembarangan!' Apa ingin dibalas?' Tiba tiba sistem mendapatkan pesan dari dewa Demiyus.
'Balas katakan kau harus bertugas dengan baik sebelum dipecat oleh kaisar langit dewa Demiyus' ucap David santai masih melanjutkan perjalanannya.