Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 252, Kepala desa Elf


__ADS_3

Desa Elf


"Ayah ada di dalam, masuk lah." Ucap Bfeen membuka pintu dan masuk.


"Apa kami boleh masuk begitu saja?" Oliver terlebih dahulu bertanya.


"Nona Bfeen sudah berkata seperti itu jadi silahkan." Jawab Elf yang tadi memandu mereka.


"Ba-baik lah.. permisi." Ucap Oliver berjalan masuk mengikuti Bfeen bersama perajurit lain nya kecuali dua dari unit tiga tetap berjaga di depan pintu dan tidak masuk.


"Ini lebih luas dari perkiraan ku." Ucap Fve melihat interior rumah pohon ini atau lebih tepat nya isi dari batang pohon ini.


"Duduk lah, aku akan memanggil ayahku dulu." Ucap Bfeen mempersilahkan semua nya untuk duduk di lantai.


"Baik." Jawab Oliver kemudian duduk bersama yang lain nya di lantai.


"Gadi suku Elf yang terbaik Leader." Ucap Cloe mengangkat jempol nya di mana tanpa Oliver sadari Cloe sudah mimisan.


"Kau terkena damage cukup para oleh boing boing, Cloe." Ucap Oliver.


"Oh.. selamat datang di desa kami!" Seorang remaja laki laki tiba tiba datang bersama Bfeen dan menyambut semua nya dengan meriah serta langsung duduk bersama mereka.


"Siapa? Saudara Bfeen?" Lagi lagi Oliver langsung bertanya secara terus terang.


"Ahaha saya adalah Bgin ayah Bfeen dan kepala desa di sini." Remaja tersebut memperkenalkan diri.


Semua nya sempat terdiam mencerna makna ucapan Bgin sebelum terkejut.


"Kalian terlihat seperti saudara." Ucap Oliver.


"Kami ras Elf memang seperti itu, meskipun sudah tua kami tetap tidak akan menua karena roh Ingrid selalu bersama kami, mungkin kalian akan terkejut tapi usia saya sudah sembilan ratus tiga puluh tahun." Ucap Bgin kepala desa Elf.


"Sembilan ratus tiga puluh!?" Serentak semua nya terkejut.

__ADS_1


"Ukhhum saya yakin tidak akan ada manusia yang bertahan sampai di usia itu." Ucap Oliver memperbaiki duduk nya.


"Menurut sepengetahuan saya usia manusia hanya sekitar kuran lebih tujuh puluh tahun sedangkan kami para Elf memiliki usia kurang lebih seribu tahun sebelum ditakdirkan meninggal dan kembali pada sisi roh Ingrid." Ucap Bgin.


'Seperti nya roh Ingrid yang selau sebutkan adalah semacam tuhan atau kepercayaan mereka di sini.' Batin Oliver.


"Silahkan di minum." Ucap Bfeen membawa minuman.


"Maaf hanya ini yang bisa di sediakan untuk menyambut kalian karena kami tidak tau makanan apa yang di sukai manusia." Ucap Bgin.


"Apa ini?" Bertanya Fve saat melihat cairan hitam di gelas yang di berikan pada nya.


"Itu kopi, aku pernah melihat nya di Fertiland Empire." Ucap Oliver.


"Apa ini bisa di minum?" Bertanya Fve.


"Entah lah aku belum pernah mencoba nya." Jawab Oliver.


"Itu dapat menghilangkan depresi dan meringankan pikiran." Ucap Bgin mulai meminum kopi nya.


"Tadi tuan Bgin berkata tidak tau makanan manusia, apakah jenis makanan manusia dan elf berbeda?" Bertanya Oliver.


"Kami sebenar nya juga tidak tahu tapi kami tidak di perbolehkan memakan daging, susu, ikan atau semacam nya." Jawab Bgin.


"Ini akan menjadi laporan yang bagus." Fve dengan cepat menulis nya.


"Maaf tapi saya akan langsung saja bertanya, kenapa anda mengundang kami ke desa anda?" Bertanya Oliver.


"Saya mengundang anda- atau lebih tepat nya puteri saya mengundang anda sekalian sebenar nya karena menganggap anda sekalian adalah pasukan yang melenyapkan pasukan iblis minggu lalu, apa kah benar?" Jawab Bgin kemudian bertanya balik.


"Oh perang minggu lalu, itu benar pasukan kami." Ucap Oliver membenarkan namun ia juga diam diam bersiap untuk hal lain.


Bisa saja para Elf adalah kelompok iblis kemarin dan dendam dengan pasukan mereka meskipun itu kemungkinan yang kecil setelah melihat bagaimana tertutup nya mereka.

__ADS_1


"Oh ternyata benar, saya sebagai kepala desa Elf Bgin mewakili seluruh penduduk desa berterima kasih pada kalian semua." Ucap Bgin menundukkan kepala nya.


"Eh berterima kasih untuk apa?" Tentu Oliver bingung.


"Sebenar nya pasukan iblis tersebut berusaha menduduki desa kami dan terus mengirim pasukan untuk menyerang kami, hasil nya. Banyak pejuang dari desa kami yang meninggal, kami sangat berterima kasih pada kalian karena telah melenyapkan pasukan iblis tersebut." Ucap Bgin sekali lagi menundukkan kepala nya.


"Tidak perlu berterima kasih pada kami, kami hanya menjalankan tugas dan kebetulan juga kami memang memiliki masalah dengan mereka." Ucap Oliver berusaha untuk tetap rendah hati.


"Leader seharus nya leader bilang saja iya, kenapa harus pura pura begitu?" Bisik Fve.


"Diem." Balas Oliver berbisik.


"Mungkin ini terlalu tidak wajar dan tidak sopan tapi, kami ingin meminjam kekuatan kalian yang dapat mengalahkan lima puluh ribu pasukan iblis tersebut untuk melawan naga yang terus terusan meneror desa kami." Ucap Bgin yang sudah hampir bersujud.


'Itu bukan tidak sopan lagi tapi tidak tahu diri, untuk sekarang gali informasi dulu.' Batin Oliver. "Naga? Dari yang saya lihat di hutan ini tidak ada tanda tanda peperangan sama sekali." Ucap Oliver.


"Itu berkat roh Ingrid yang selalu menjaga hutan ini dan memperbaiki nya setelah naga api datang menyerang." Ucap Bgin.


"Kalau boleh tau kapan naga api itu mulai menyerang desa ini?" Bertanya Oliver.


"Naga api terus datang untuk meminta tumbal dari desa kami sejak satu tahun lalu, kami berusaha melawan tapi hasil nya para pejuang di desa ini di bakar habis habisan terlebih kami harus menghadapi pasukan iblis yang terus datang, ini benar benar bencana bagi suku kami." Jelas Bgin.


"Ngomong ngomong seperti apa naga api itu?" Bertanya Oliver untuk lebih mengetahui target yang bisa saja menjadi lawan nya di masa depan.


"Seperti naga pada umum nya, dia memiliki sisik yang keras bahkan panah panah kami terpental begitu saja, dalam satu semburan api di mulut nya itu dapat membakar kami dalam waktu sekejap mata." Jawab Bgin.


"Monster kelas S." Gumam Oliver menyimpulkan karena panah para Elf saja yang ia tahu sebagai pemanah terhandal yang pernah ia temui masih terpental.


Saat Oliver berhasil menangkis anak panah milik puteri kepala desa Elf sebelum nya yaitu Bfeen, Oliver sudah mengaktifkan skill persepsi penuh untuk merasakan arah serangan dan itu pun ia berhasil menangkis anak panah hanya kebetulan, hasil nya tangan nya menjadi kebas dan lumayan sakit.


"Apa yang harus kita lakukan Leader?" Bertanya Cloe.


"Leader tidak bermaksud membawa kita untuk melawan naga itu kan?" Bisik Fve.

__ADS_1


"Sebelum nya saya minta maaf tuan Bgin, kami bukan nya tidak ingin membantu tapi kami tidak dapat bertindak sendiri tanpa persetujuan dari jendral kami terlebih saya tidak ingin anak buah saya membahayakan nyawa nya tanpa jaminan apapun." Ucap Oliver menolak secara langsung dengan memilih kata kata terbaik.


"Tentu kami akan memberikan hadiah, jika kalian bisa mengalahkan naga api kalian bisa memiliki pusaka desa kami ini." Ucap Bgin memperlihatkan sebuah sarung pedang yang terbuat dari kayu dan memiliki aura yang sangat tinggi seakan memberi tekanan.


__ADS_2