Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 128, Sejarah perang


__ADS_3

Manison Dark Dragon


Sore hari


"Apa kau menikmati liburmu Merly?" Bertanya Astein pada Merly saat David tiba dimansion.


"Ya! kak David juga memesankanku baju baru ditempat Sina dan membelikanku makanan yang banyak." Merly membanggakan semuanya mirip seperti anak kecil.


"Aku duluan yah." David berjalan masuk.


"Tumben kau tidak bersama Virinda. Kemana dia?" Astein menanyakan keberadaan Virinda yang biasanya selalu menempel pada David.


Tentu Astein pun tahu bahwa Virinda juga memiliki perasaan pada David meskipun itu merupakan hubungan yang sangat tabu antara tuan dan pelayan.


Astein pun juga bukan ingin mengekang David seutuhnya apa lagi sebenarnya dia lah yang menyalip Merly yah bisa dibilang jika ingin orang ketiga maka dialah orangnya. Maka dari itu Astein akan membiarkan David untuk tetap bersama dengan wanita lain selama dia adil dalam cintanya.


"Ahh.. tadi aku memberinya tugas." Jawab David tidak bermaksud menjelaskan misi yang ia berikan pada Virinda.


"Oh begitu, kau seharusnya sedikit lebih memperhatikan Virinda, David." Tegur Astein walaipun sebenarnya dia tidak tahu sama sekali bagaimana perkembangan hubungan David dan Virinda, Astein hanya menyimpulkan berdasarkan apa yang ia lihat.


"Merly duluan yah kak! Merly cape..k." Merly sudah menghilang dan hanya tinggal suaranya saja didalam mansion.


Niatnya tadi David ingin membiarkan Merly untuk berbicara lebih banyak dengan Astein, sekarang malah dia yang diberikan kesempatan.


"Memperhatikan apa Astein? Apa kau berniat mencomblangkan suamimu." David bukanlah pira yang tidak peka dan minta dipukul dulu baru paham akan maksud Astein.


"Yah aku juga tidak berniat mengurungmu David, selama kau mencintaiku dan Dastein." Hanya itu saja yang dibutuhkan Astein.


"Oh tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi walaupun kau membiarkanku memiliki banyak wanita loh Astein." Ucap David yang agak tersinggung karena sedikit salah paham dengan maksud Astein.


"Yah aku juga tidak berniat pergi." Ucap Astein santai.


Tapi kalimat singkat yang diucapkan oleh Astein sangatlah bermakna dan David tersenyum akan hal itu.


"Dastein dimana?" David menanyakan Dastein sambil berjalan memasuki Mansion.


"Sedang bermain bersama Lousi." Jawab Astein.

__ADS_1


"Oh begitu apa kau tidak memiliki kegiatan lain?" Tanya David ingin menanyakan beberapa hal pada Asrein karena melihat level Astein mengalami peningkatan padahal terakhir kali levelin adalah saat mendapatkan class Saber.


"Aku ingin ketempat Dastein." Tunjuk Astein kearah tempat dimana biasanya Dastein bermain.


"Baiklah.. ... apa kau pernah levelin akhir akhir ini." David bertanya setelah berdiam cukup lama.


"Iya juga! Aku ingin menanyakan ini padamu. Aku belum pernah levelin atau melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan levelku tapi tiba tiba saja levelku naik perlahan lahan kadang cepat dan kadang berhenti." Jelas Astein. "Apa kau mengetahui sesuatu.


'Sistem! Apa yeng terjadi?' David tidak memiliki jawaban akan Astein dan memilih untuk menanyakannya pada Sistem.


'Jawab, peningkatan level Astein disebabkan oleh hubungan anda dengan roh excaliber yang ada pada Astein, level Astein akan terus meningkat bersamaan dengan peningkatan roh excaliber, sedangkan excaliber akan terus meningkat bersamaan dengan peningkatan level anda.' Sistem menjawab.


"Astein coba keluarkan excaliber." Pinta David.


"Baiklah." Astein seakan menarik pedang dari pinggangnya tapi tidak terlihat.


Swosh...


Satu pedang terbentuk saat Astein menariknya dari pinggang, sebuah pedang dengan bilah perak dan hiasan Biru dan emas ditengahnya hingga kegagangnya.


"Yah aku juga sempat memikirkannya." Astein kembali menyimpan pedangnya kepinggangnya sebelum pedang tersebut menghilang.


Biasanya memang pedang roh atau senjata roh yang telah mengakui penggunanya daoat disembunyikan dalam tubuh pengguna, sedangkan Astein dapat menyembunyikannya melalui pinggangnya atau mungkin Astein lah yang memilih tempat tersebut.


"Aku akan memanggil Virinda dulu, kamu tolong jaga Dastein yah." Ucap David seakan meminta maaf karena tidak dapat meluangkan waktu untuk Dastein.


"Ya meskipun aku mengatakan kau harus memperhatikan Virinda tapi kau juga harus meluangkan waktu untuk anak kita David, tapi yah sudahlah kurasa kau memiliki urusan penting aku akan mengurus Dastein." Astein berjalan meninggalkan David menuju ketempat Dastein.


"Maaf." David berjalan menuju keruang kerjanya.


'Kau dimana?.' David langsung menghubungkan telepatinya dengan Virinda untuk memghubunginya.


David telah mendapatkan skill telepati dari memakan core monster yang memiliki skill tersebut.


'Saya sedang menuju kemansion tuan.' Virinda menjawab.


'Percepat.'

__ADS_1


...


Mansion Dark Dragon


Ruang kerja David


"Apa yang kau dapatkan?" Bertanya David pada Virinda yang sedang berlutut didepannya sementara David sendiri hanya menopang dagunya dimeja kerjanya.


"Anak anak yang tuan temui itu adalah anak anak dari kota lain yang diculik oleh beberapa bandit tuan, mereka menggunakan identitas petualang untuk bisa bebas memasuki kota lalu mempekerjakan anak anak sebagai pengemis dan lain lain tuan." Ucap Virinda melaporkan.


"Lagi lagi bandit, ck! Apa mereka ini tidak tahu jika markas utama Guild Dark Dragon ada dikota ini sampai berani membuat madalah disini? Apa nama guildku tidak begitu terkenal." Ucap David yang agak geram dan bergumama dikalimat terakhir.


"Maaf tuan tapi kebanyakan orang mengetahui bahwa guild kita bermarkas diDragkolli Town." Virinda melarat perkataan David.


"Begitukah? Hmm.. eh bukan itu masalahnya pokoknya segera bersihkan banditnya menggunakan prajurit yang ada saja kalian tidak boleh bergerak, aku ingin memanfaatkan ini untuk sedikit mendapatkan reputasi lebih." David tentu tahu bahwa reputasi dari warga atau penduduk sangat diperlukan untuk kemajuan kekuatannya maupun lainnya.


Dari yang David ketahui dunia ini masihlah sangat awal untuk merasakan apa itu yang namanya pengalaman perang.


Dibumi sejarah perang sudah terjadi semenjak jutaan tahun lamanya dan berbagai jenis pemimpin dan strategi tentu sudah tercatat pada sejarah yang membuat para generasi berikutnya merasakan pengalaman perang itu sendiri.


Dari yang Kevin tahu tentang para pemimpin perang dibumi, kesetiaan prajurit bukanlah pada kekangan pemimpin tapi kesetiaan dan rela berkorban mereka muncul saat para warga yang ingin mereka lindungi mempercayai pemimpin mereka.


"Saya mengerti tuan." Meskipun berkata seperti itu tapi Virinda juga belum menghilang seperti biasanya dan masih berlutut disana karena merasa David masih ada hal yang ingin disampaikan.


"Untuk anak anak serahkan pada pak tua Lugard saja." Sambung David.


"Baik." Virinda langsung menghilang.


"Hahh..." David menghembuskan nafas panjang. "Maaf yah duniaku dulu tidak sebaik dunia kalian ini, meskipun disini masih sering terjadi pertempuran tapi, kalau soal perang dan membunuh, duniaku lebih ahli dari pada kalian." Ucap David tenang tapi setiap kata katanya penuh penekanan.


"Menindas, berkuasa dengan mengancam, diktator... Aneh sekali yah, sejak dahulu kala entah mengapa nyawa para penguasa yang bersikap seperti itu selalu berakhir sama." Ucap David sendirian karena sudah tidak ada siapapun yang ada didalam ruangan.


Benar yang diucapkan David, berbagai sejarah perang dibumi sangatlah menakutkan, lebih menakutkan dari dunia manapun meskipun bumi tidak bisa menggunakan sihir tapi segala jenis sifat manusia jelas ada disana.


Tentu semua orang dibumi tepatnya pecinta sejarah tahu sejarah akan sebuah kaum yang hampir menguasai seluruh benua.


"Hmph! Kalian terlalu meremehkan umat manusia."

__ADS_1


__ADS_2