
Angse City
"Tuan jenderal kami telah membersihkan area yang anda maksud." Ucap seorang perajurit menunjuk kearah sebuah tanah lapang yang benar benar sudah diratakan dengan baik.
"Baiklah selanjutnya kalian pergilah menebang pohon untuk dijadikan rumah sementara dan alat pembangunan diluar kota, mungkin api tadi memancing monster jadi sekalian bersihkan monster diluar tembok saja." Ucap David.
"Baik tuan!"
"Gal Gel, kapan kalian bisa memulainnya?" Bertanya David.
"Kami bisa sekarang." Ucap Gal.
Gel tiba tiba melihat sekitar. ".mm mungkin besok saja." Ucap Gel meralat perkataan Gal.
"Ini memang sudah malam kalian beristirahat lah." Ucap David berjalan menjauh untuk membangun tendanya sendiri.
"Baiklah kalau begitu kami juga akan beristirahat tuan." Ucap Gal sedikit menggaruk punggung kepalanya.
Malam dilewati dengan baik dengan tenda mereka masing masing bahkan Ana dan pembuat roti lainnya juga telah disiapkan tenda mereka masing masing tapi entah kenapa Ana lebih suka tidur didalam mobil karena merasa empuk dan hangat.
Para perajurit terus bekerja untuk membangun rumah kayu sederhana, bukannya mereka tidak membawa tenda hanya saja ini adalah perintah dan lagi jika hanya tidak beristirahat semalaman atau bahkan satu minggu bukan apa apa bagi mereka karena Tiger bahkan pernah tidak membiarkan mereka tidur selama sebulan.
Pagi hari saat semuanya terbangun beberapa ruma kayu sederhana tapi lumayan besar sudah berbaris rapi didalam kota dan yang masih dalam pekerjaan masih banyak termasuk rumah yang paling besar tepat ditempat Mansion bangsawan dulu.
"Apa Tiger juga mengajari mereka cara membuat rumah?" Ucap David bertanya kebingungan saat melihat rumah yang dibuat para perajurit lumayan baik bahkan beberapa warga kalangan bawah memang menggunakan ini sebagai rumah mewah.
"Semua perajurit yang kami bawa telah dipilih khusus oleh Tiger untuk keadaan seperti ini tuan David." Ucap Gal menjawab pertanyaan David.
"Begitu kah.., sudahlah itu tidak penting bagaimana dengan kalian?" Tanya David pada Gal dan Gel atas pekerjaan mereka.
"Beberapa perajurit masih menyiapkan alatnya ditempat yang tuan tunjuk." Ucap Gal menjawab.
"Kami akan melakukannya segera." Sambung Gel pula.
Tanah yang akan ditempati untuk membangun pabrik sudah dibersihkan dan diratakan, luasnya sendiri kurang lebih luas lapangan sepak bola dibumi.
Setelah semua alat siap mereka berdua segera memasang beberapa bagiannya dan bekerja selama seharian, tidak lupa mereka juga membawa alat untuk membangun beton untuk dinding pabrik.
David hanya terus memantau pekerjaan mereka bersama dengan kelima pembuat roti agar mereka dapat memahami lebih lanjut tentang alat ini karena mereka lah yang akan menjalankannya nanti.
Berhari hari pembangunan dimana Gal dan Gel terus bekerja dibantu oleh beberapa perajurit akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan bagi David saat pabrik sudah benar benar jadi.
"Sesuai rancangan." Gumam David tersenyum mengangguk.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan kami lakukan dengan bangunan ini?" Bertanya Ana.
"Kalian juga sudah melihat seisinya tapi belum tahu kegunaannya, untuk sekarang mari kita masuk dan aku akan menjelaskannya." Ucap David yang langsung masuk kedalam pabrik.
Sedangkan Gal dan Gel masih melanjutkan pekerjaan mereka untuk membangun pabrik gandum yang seharusnya dibangun dikota sebelumnya tapi malah dibangun di ibu kota karena kemauan Stella.
David terus menjelaskan banyak kepada mereka berlima tentang mekanisme dari pabrik yang kelihatannya sangat membingungkan tapi nyatanya sangat simpel saat mereka memahaminya.
"Jika begini bukannya latihan kita selama beberapa hari lalu akan sia sia tuan, semuanya sudah dilakukan oleh besi ini." Ucap Ana berkomentar diikuti dengan anggukan semuanya.
"Jika kalian tidak tahu cara pembuatan rotinya mana mungkin kalian bisa memahami cara mesin ini bekerja." Ucap David memberitahu.
"Benar juga." Ana kembali mengangguk.
"Sudahlah, aku akan memperlihatkan pada kalian bagaimana mengoperasikannya dalam membuat roti." Ucap David yang mengeluarkan banyak gandum dari cincin penyimpanannya dan bahan bahan lainnya.
Setelah semua bahan ditaruh ditempat mereka masing masing David kemudian mulai mengalirkan manannya yang seharusnya diisi oleh banyak orang tapi David dapat menjalankannya sendirian.
Semua per apian dan panggangan roti langsung menyala bersamaan dengan alat yang terus mengaduk adonan secara otomatis sebelum mengawetkannya dan membentuk roti sebelum dipanggang dan membentuk berbagai bentuk roti dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan mesin yang mereka jalani setelah peroses pengandonan maupun sebelum karena beberapa jenis roti memang membutuhkan cara lain untuk adonannya sendiri.
Semua peroses membutuhkan waktu satu jam dari saat pertama mesin dijalankan sampai roti benar benar siap dikomsumsi dan sudah terbungkus rapi dalam kemasan.
"Simpel dan lama." Ucap David yang masih merasa kurang dengan kecepatan pembuatan roti mesin barunya ini.
"Kalian bisa mencobanya tapi untuk sekarang mungkin level kalian masih terlalu rendah untuk menjalankan mesin ini jadi kalian mungkin harus meningkatkan level kalian untuk meningkatkan kapasitas mana, ingat jika dalam penibgkatan level nanti kalian bisa fokus ke peningkatan regenerasi mana saja." Ucap David mengingatkan.
"Kami mengerti tuan!" Ucap mereka bersamaan.
"Juga mesin ini tidak bisa berjalan sendiri dan hanya dengan dialiri mana saja karena beberapa strukturnya harus diarahkan secara manual, aku juga melakukannya tadi tapi kalian tidak melihatnya karena terlalu fokus pada rotinya, yang jelasnya mesin ini mungkin tidak akan bisa bekerja jika hanya kalian berlima saja jadi kalian bisa merekrut orang yang mungkin kalian percayai atau handal untuk membantu kalian." Ucap David kembali menjelaskan.
"Baik! Kami mengerti."
"Yah kurasa kalian kurang lebihnya sudah paham, aku akan kembali kekota untuk mengantar roti ini besok, kalian bisa ikut untuk mencari orang." Ucap David.
"..." tidak ada jawaban karena mereka berlima masih terlalu fokus pada mesin.
'Ek- apa mereka tadi mendengarkan penjelasanku yang sudah panjang lebar.' Batin David merasa sedikit terpukul.
Keesokan harinya akhirnya David kembali ketempat Stella dan puteri Arfenit setelah hampir satu bulan David tinggal diibu kota.
Gal dan Gel juga ikut karena harus membangun satu pabrik penggiling gandum ditempat Stella juga, David merasa itu harus untuk mempermudah warga dalam mengolah hasil panen mereka dari pada harus ke ibu kota untuk memperhalusnya.
Setelah seharian perjalanan akhirnya David tiba saat hari menjelang sore tapi terlihat jelas ada beberapa kekacauan dimansion.
__ADS_1
"Dasar iblis! Apa yang kau lakukan disini!" Teriakan puteri Arfenit dari dalam mansion.
David masih terus berjalan santai kedalam mansion karena tidak merasakan aura berbahaya selain aura yang lumayan familiar dan aura serigala yang pernah David rasakan.
"Kami diutus kesini oleh tuan kami tentu saja kami datang tapi entah kenapa kami malah bertemu dengan pengguna elemen suci yang menyebalkan." Ucap seorang perempuan berambut pink dengan gaun mino yang hanya menutupi bagian depan serta aset bawah dan belakang juga besi disetiap jarinya yang mirip dengan cakar yang berkilauan.
"Aku mencium bau tuan kakak." Ucap seorang perempuan disebelahnya yang benar benar memiliki wajah yang mirip.
"Oh Celina, Cecilia, kalian sudah datang, cukup lama aku menunggu loh." Ucap David menyapa dengan santai untuk mencairkan suasana.
Benar yang datang adalah dua demon yaitu kedua keturunan terakhir dari keluarga serigala Sirius yang melarikan diri kedunia manusia dan menjadi jenderal di Beaster Empire.
Mereka berdua segera berlutut. "Maafkan kami tuan tapi kami harus berurusan dengan kerajaan saat ingin meninggalkan kerajaan." Ucap Celina langsung menjelaskan.
"Jika kalian sudah ada disini berarti kalian sudah diizinkan." Ucap David menebak.
"Tidak tuan." Ucap Celicia menolak tebakan David.
"Ha?" David langsung memiliki perasaan buruk.
...----------------...
Pembaca terus menurun kalau seperti ini kita balik lagi yuk up 1 chp per 2 hari :(
bagikan dan ajak teman kalian membaca novel ini yah
Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.
-Silver
-helmi nst
-Gerald Bismantara
-~Leo~
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
__ADS_1
-[M.S.R]