Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 199, Menuju Istana kerajaan


__ADS_3

"Oi pak tua, dimana pengawalmu?" Bertanya David saat melihat Erik Lugard hanya bersama istrinya Aslein saja.


"Hmm?" Erik menunjuk David dengan wajah bertanya.


"Ha?" David bingung saat bertanya masalah pengawal malah dirinya yang ditunjuk.


"Kenapa aku harus membawa pengawal saat salah satu jendral berprestasi Romulus Empire bersamaku." Ucap Lugard menyombongkan dirinya.


"Aku bukan pengawalmu pak tua." David sedikit geram.


"Sudahlah sudahlah mari kita jalan hahaha." Erik tanpa malunya langsung masuk kedalam mobil yang tadi ditumpangi David.


"Huh terserahlah selama kau tidak memberiku masalah." David masuk kemobil yang satunya dimana telah ada Astein didalamnya dan mobil tersebut baru saja diambil dari mansion Dark Dragon.


"Aihh ayah memang selalu seperti itu, kuharap kau terbiasa." Ucap Astein saat David mulai duduk didekatnya.


"Mana mungkin aku terbiasa." David menggerutu. "Virinda jalan." Ucap David memindahkan Dastein kepangkuannya.


Mobil yang ditumpangi David memimpin jalan dengan Virinda yang membawanya menuju kota pelabuhan sedangkan mobil yang ditunggangi oleh Erik dibawa oleh Tiger.


Dengan kecepatan normal saat jalan telah diperbaiki mereka membutuhkan waktu dua hari sebelum tiba dikota pelabuhan dimana sudah terdapat kapal yang cukup megah lebih besar dari pada kapal milik Astein namun tidak sebesar Ocean Dragon.


Dengan gayanya sendiri yang memang khusus untuk ditunggangi oleh bangsawan dengan tampilan yang sangat mewah serta pelayanannya yang sangat lengkap.


Mereka kemudian menaiki kapal tersebut dan berlayar meninggalkan kota pelabuhan. David awalnya berencana untuk singga dipelabuhan keluarga Vermilion untuk menjemput Stella namun Stella berkata dia tidak akan ikut jadi akhirnya David memutuskan untuk langsung menuju kepelabuhan kerajaan saja.


...


Satu minggu kemudian akhirnya mereka tiba dipelabuhan kerajaan dimana terdapat banyak kapal yang bersandar namun mereka tidak memperdulikannya dan langsung mengeluarkan kereta keluarga Lugard dan keluarga Dark dari kapal untuk digunakan menuju kota kerajaan saat terlihat beberapa rombongan perajurit sengaja menyambut mereka.


"Pak tua seperti biasa keretamu sangat alay." Ucap David yang menyempatkan diri untuk berkomentar saat melihat lambang keluarga Lugard dikereta mertuanya semakin besar setiap kali ia melihatnya.


"Setiap kereta menunjukkan jati diri seorang bangsawan." Erik malah bangga.


"Yah seharusnya aku yang mengatakan itu, sudahlah.. Tiger kau ikutlah bersama mereka sebagai pengawal." David meminta Tiger untuk menjadi kusir dikereta mertuanya.


"Baik jendral." Jawab Tiger tegas.


"Padahal aku berharap kau yang menjadi kusirku." Ucap Erik menggelengkan kepalanya berkali kali.


"Aku punya kereta sendiri pak tua." David tidak ingin berdebat lebih meskipun dia yang memulainya dan langsung masuk kedalam kereta bersama Astein sementara Dastein entah kenapa ingin bersama kakek dan neneknya itulah mengapa David lebih mempercayakan Tiger sebagai kusir mertuanya dari pada perajurit kerajaan yang sudah menyambut mereka.

__ADS_1


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka meskipun telah melalui perjalanan laut tapi mereka sama sekali tidak merasakan kelelahan karena fasilitas kapal yang sangat nyaman.


Dengan sepuluh perajurit berkuda yang mengawal setiap kereta sementara Tiger dan Virinda yang menjadi kusir perjalanan memang membutuhkan waktu yang sangat lama dimana mereka membutuhkan waktu tiga hari penuh dengan kecepatan penuh untuk tiba dikota kerajaan.


Saat seluruh bangsawan yang ingin menyaksikan ritual pemanggilan pahlawan telah berkumpul sejak satu minggu lalu sekarang keluarga Dark dan keluarga Lugar baru tiba tepat sehari sebelum hari pemanggilan.


Ibu kota kerajaan mulai ramai membuat kereta mereka kesulitan memotong jalan menuju kediaman para bangsawan namun dengan usaha keras para perajurit untuk mengamankan jalan akhirnya mereka tiba dikediaman mereka masing masing.


...


Mansion jendral Dark


"Emm... ah~" Astein meregangkan seluruh tubuhnya begitu tiba dimansion mereka yang pernah dihadiahkan oleh raja Artur sebagai hadiah pernikahan.


"Sepertinya Tiger harus menjadi pengawal ayah dan ibumu." Ucap David turun dari kereta sementara mengendong Dastein yang masih tertidur.


Dastein telah berpindah kereta saat mereka beristirahat untuk pertama kalinya dalam perjalanan.


"Ah aku merasa kasihan pada Tiger." Astein membuang napas saat memikirkan bagaimana merepotkannya kedua orang tuanya.


"Tenang saja Tiger bermental baja kok." David mengangkat jempolnya.


"Aku ingin jalan jalan sebentar dikota apa kau mau ikut?" Ucap David bertanya.


"Apa bagusnya jalan jalan ditengah kota yang padat begitu." Astein sudah kecapean dan memilih untuk menolak serta segera mengambil Dastein dari gendongan David.


"Ada beberapa kesan khusus saat kau berjalan jalan ditengah kota yang ramai." David benar benar ingin menikmati hari ini dimana David melihat banyak sekali barang aneh selama ia melewati kota, David ingin berbelanja untuk meringankan pikirannya namun David sangat menyayangkan saat Astein tidak ikut.


"Baiklah baiklah terserah kamu saja, aku akan kedalam." Ucap Astein langsung membuka pintu.


"Virinda kamu temani Astein saja yah." Ucap David tidak ingin meninggalkan Astein tanpa penjagaan.


"Baik tuan." Menunduk Virinda menjawab.


Setelahnya David langsung berjalan kearah kota dengan penyamarannya yang sudah ia pasang.


...


Malam hari


Mansion jendral Dark

__ADS_1


"Aku bingung apa aku harus memanggilmu suami yang unik atau suami yang bodoh, kau hanya membeli barang aneh." Astein pusing saat melihat suaminya ini membeli banyak benda aneh dan hanya cemilan saja yang dapat Astein pilih.


"Barang normal tidak ada yang menarik perhatianku." Ucap David karena David sama sekali tidak tertarik pada sebuah item yang lebih rendah dari pada miliknya.


Saat David berpikir untuk berbelanja, David membeli apapun yang membuatnya penasaran.


"Tahu gitu bukankah lebih baik kau memberikannya kepada yang membutuhkan saja." Astein memberikan usulan.


"Diwilayahku maupun wilayah ayahmu hanya orang malas yang membutuhkan sumbangan." Ucap David membalas.


"Mm-." Astein kehabisan kata.


"Ah aku mau tidur, Virinda tolong siapkan pakaian untuk aku Astein dan Dastein besok." Ucap David menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.


"Saya mengerti tuan." Jawab Virinda.


"Hmmp.." Astein mengembungkan pipi saat tugasnya dilemparkan ke Virinda seenaknya.


...


Pagi hari diibu kota kerajaan sangat jelas terdengar ramai saat suara para warga terdengar ramai sampai dimansion para bangsawan yang jaraknya sangat jauh.


David yang siap dengan setelan jubah jendral serta berbagai emblem didadanya juga tangan kirinya ia tetapkan dalam bentuk aslinya yaitu menggunakan Dragon Hand dalam wujud tangan Dragon karena kali David hadir dengan nama General Dragon Hand, itu adalah salah satu title yang ia dapatkan langsung dari raja Artur dan merupakan kehormatan tertinggi bagi seorang jendral.


Astein tak lupa dengan gaun biru emasnya dan membiarkan Virinda menata rambut emasnya sejak pagi buta sedangkan Dastein menggunakan pakaian putra bangsawan pada umumnya.


Namun sejak Dastein bertemu dengan David dalam wujud tangan Dragonnya dari tadi Dastein selalu menatap David seakan memiliki banyak pertanyaan.


Menunduk David dengan posisi lutut kanannya yang berlutut pada Dastein sebelum mengangkat tangan kirinya kearah Dastein.


"Mau menyentuhnya?" David menawarkan saat Dastein dari tadi terlihat sangat tertarik.


"Waahh.. hahh." Dastein mulai menyentuh tangan kasar bersisik milik David dimana wajah Dastein langsung menunjukkan kekaguman akan sebuah kekuatan yang tersimpan didalam tangan David.


"Ingat saat ayah dan ibumu membuatmu, ayah menggunakan tangan ini loh." Ucap David mengangkat telunjuknya yang memiliki cakar.


"Jangan mempengaruhi putraku sampai dia menjadi bedebah sepertimu David." Astein tiba tiba memelototi David.


"Ahhaha haha ayo kita jalan." David segera mengangkat Dastein kedalam kereta sebelum mempersilahkan Astein untuk masuk secara formal saat Virinda didepan sedikit tertawa memperhatikan tingkah David.


Kereta mereka kemudian berjalan keluar dari mansion menuju istana kerajaan dimana telah banyak kereta bangsawan yang David lihat juga berada dalam perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2