Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 126, Teh Mahal


__ADS_3

Penginapan Matahari


Ruang tamu Herly Von Harley


"Paman apa kau tidak memiliki teh?" Bertanya David dengan nada canggung karena dari tadi duduk tanpa bersuara dengan Merly dan paman Herly.


"Teh mahal." Singkat saja paman Herly berucap.


"Kalau begitu aku akan mengajak Merly untuk keluar membeli teh." David malah menjadikannya alasan untuk membawa Merly jalan jalan.


"... biar aku suruh pelayan saja yang membelinya." Paman Herly tidak ingin kehabisan kata kata.


"Kalau begitu boleh saya mengajak Merly untuk keluar?" Kembali David meminta izin.


"..." Tapi paman Herly nampak tidak mengizinkan dengan cara diam.


David pun diam sampai akhirnya Merly angkat suara.


"Ayah aku ingin keluar bersama kak David dulu yah."


Sebenarnya Merly bukan lagi meminta izin tapi sudah termasuk pamit karena sudah lebih dulu menarik David keluar dari pintu, alasannya adalah dia cukup lama menunggu David meminta izin tapi tidak ada kemajuan hingga akhirnya malah dia yang harus turun tangan.


Paman Herly hanya menghembuskan nafas ringan saja karena melihat tingkah Merly siapapun bakalan luluh.


"Kakak bahkan tidak bisa menangani ayah." Ucap Merly saat mereka berada diluar penginapan.


"Aku harus mengakui itu Merly." David tidak membantah.


"Kemana kita hari ini kak?" Merly bertanya.


"Terserah kamu saja." David menyerahkan semuanya pada Merly.


"Bagaimana kalau kita mampir ditoko Sina?" Merly mengusulkan.


"Aku memang ada perlu kesana yasudahlah sekalian saja."


Singkat cerita mereka sampai kesebuah toko pakaian yang memang selalu menjadi tempat David memesan bahkan saat tinggal dikota Dragkolli dia selalu memesan disini karena Sina kah yang paling tau selera pakaian David diantar toko yang lain.

__ADS_1


Kring! kring! kring!


"Permisi!" Ucap Merly masuk dan membunyikan lonceng pintu.


"Waa David lama tidak bertemu ada apa kau kesini apa kau ingin membuat gaun pernikahan?" Bertanya Sina yang langsung menghampiri tapi dari caranya berbicara berarti Merly sudah sering kesini akhir akhir ini.


"Bukan." David menghindari terlalu banyak menjawab pertanyaan Sina karena bisa saja dia mendapat jebakan.


"Begitu yah kalau begitu apa tujuanmu?" Sina kembali bertanya.


"Aku ingin kau membuat pakaian dalam jumlah banyak sesuai dengan yang ada disketsa ini tapi jangan sampai orang luar mengetahuinya." Yang David berikan adalah sketsa pakaian untuk ras Dwarf meskipun dia tahu para Dwarf hebat membuat pakaian tapi mereka hanya bisa membuatnya dari kulit dan bukan benang.


"Ini semua bahannya harus benang baja!? Kau serius kah aku hampir kehabisan bahan dan kau memerlukan secepatnya." Sina sekpat menggerutu.


"Didalam cincin ini ada semua bahan yang kau perlukan jadi kerjakanlah dengan tenang jangan membuat keributan lagi." David memberikan cincin penyimpanan kelas bawah tapi segera ditarik oleh Merly dan dia memindahkan isinya kesebuah cincin lain sebelum memberikannya kepada Sina dan dia mengambil cincin yang tadi.


"Cincin ini aku sita hmph!." Ucap Merly menggembungkan pipinya.


Tentu David mengerti maksud Merly karena waktu itu David juga bertunangan dengan Merly karena David memasangkannya cincin penyimpanan kelas bawah tapi tentu sekarang David tidak berniat memasangkan Sina cincin dijarinya.


"Oh iyah Sina sebenarnya aku mengantar Merly kesini apa kau tidak memiliki sesuatu yang dapat ditunjukkan pada Merly?" Bertanya David.


"Merly hampir setiap hari kesini jadi kurasa semua pakaian ditoko ini sudah dia lihat." Ucap Sina menggeleng.


"Baiklah kalau begitu tolong kamu buatkan ini juga." David kembali mengeluarkan kertas sketsa sebuah pakaian.


Merly biasanya selalu menggunakan pakaian yang mirip dengan pakaian tradisional jepang tapi memiliki berbagai lumbai lumbai dibagianjya yang memiliki ciri khas desain eropa sehingga membuatnya lebih mirip bangsawan.


Merly memang selalu menggunakan pakaian yang seperti itu saat menghadiri acar penting seperti pesta tapi model kali ini lebih berbeda karena David menerapkannya dengan bentuk Fasion saja yaitu bentuknya benar benar mirip dengan pakaian tradisional jepang mini.


Panjangnya hanya sampai diatas lutut juga tidak mekiliki lengan, ini akan sangat cocok untuk diapakai Merly untuk berpetualang atau dalam pertempuran karena mudah dipasangi Armor archer walaupun sebenarnya sekarang Merly sudah tidak memerlukan armor lagi saat menggunakan transformasi Dragonic.


Biar Author jelaskan sedikit mengenai transformasi Merly yang sekarang.


Merly dapat bertransformasi sesukanya menjadi Dragonic tanpa coldown tidak seperti David yang masih memiliki Coldown, Merly juga sudah dapat menumbuhkan sepenuhnya sayapnya, tapi jika dibilang sisik itu lebih mirip seperti Armor berukiran naga yang menutupi sekujur tubuhnya kecuali kepala karena hanya ada dua tandu didahinya.


Bentuknya sendiri tidak terlalu mirip seperti seorang kesatria full armor karena Armor Merly benar benar melekat pada kulit dan lebih tipis kecuali dibagian pundak lengan dan lutut serta siku, Merly juga memiliki cakar, dan semua sisiknya memiliki warnah ungu gelap dengan ukiran hitam dan ungu.

__ADS_1


Kembali kecerita saat David memberikan sketsa pada Sina.


"Sesuai dugaan semua sketsa yang kau berikan selalu tidak pernah ada sebelumnya dan aku belum pernah melihatnya, nee David, kenapa kau tidak memilih membuka butik saja dari pada menjadi petualang dulu." Ucap Sina.


'Yah seandainya dulu aku tahu itu maka aku akan lebih memilih untuk membuka toko dari pada menjadi petualang tapi sekarang aku merasa lebih baik.' Batin David. "Aku merasa lebih baik saat menjadi petualang." Singkat saja David menjawab.


"Baiklah kalau begitu aku harus kembali bekerja kalian juga mungkin ingin menikmati waktu kalian kenapa tidak menuju kerestoran monetti yang baru saja dibuka dikota." Ucap Sina menyarankan.


"Restoran Monetti? Bukankah itu restoran yang ada dikota pelabuhan? Kenapa bisa ada disini?" Tentu David menanyakan itu.


"Mereka membuka cabangnya disini, meskipun ikannya mungkin tidak sesegar yang ada dikota pelabuhan tapi hanya itu satu satunya restoran yang menyediakan ikan segar dikota ini juga berbagai makanan laut." Sina menjawab.


"Baiklah aku juga sudah lama tidak makan kepiting." Ucap David menyetujui saran Sina. "Bagaimana menurutmu Merly?" Tentu David juga harus mwnanyakan pendapat Merly.


"Aku ikut kakak saja." Merly semakin memeluk erat lengan kiri David.


"Baiklah kita berangkat!"


Mereka berdua mulai berjalan kearah restoran Monetti dengan mengikuti arahan Sina tapi sebelum sampai disana Merly sudha lebih dulu memburu berbagai makanan dipinggir jalan maupun ditoko toko yang menarik perhatiannya.


Meskipun David tidak terlalu ingin memakannya tapi dia lebih memilih untuk memakan beberap cemilan yang dibeli oleh Merly untuk sekedar menghiburnya.


"Apa ini kelelawar?" David terkejut saat melihat sebuah kelelawar panggang.


"Iya ini adalah bahan terbaik toko kami." Ucap pedagang tersebut.


"Kami duluan paman."


Meskipun David bisa saja memakan semua yang ada tapi kali ini dia tidka ingin mengganggu mod nya yang sedang bagus dengan makanan yang tidak terlalu ia sukai dulu jadi lebih memilih menghindar meskipun Merly sudah membayarnya dan bersiap untuk mengambil beberapa tusuk tapi dihentikan oleh David.


"Kenapa kakak menghentikanku?" Merly bertanya.


"Haha kita cari makanan ditemoat lain saja yah." David segera bergegas tapi sekelompok anak kecil yang terlihat tidak terurus dan meinta beberapa uang menarik 0erhatiannya bersama Merly.


Merly mendekat dan memberikan hampir semua yang ia beli tadi diajalanan tapi David menghentikannya saat ingin memberikan uang.


"Kenapa kak?" Merly bertanya tapi David lebih dulu menariknya.

__ADS_1


__ADS_2