Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 54, Mereka bodoh


__ADS_3

Kapal dilaut lepas


"Hm.. bagaimana yah.. seperti ini, 'mereka itu aneh jadi jangan mendekati mereka' begitu" jawab Nyonya Aslein setelah membuka sebuah gulungan.


"Puft.." Astein juga ingin ketawa saat melihat wajah terkejut David saat yang tadi selalu tersenyum sekaran tiba tiba jadi senyum jelek.


"La-lalu apa lagi nyonya?" Bertanya David dengan perasaan tidak enak.


"Mereka bodoh" jawab nyonya Aslein.


"Eh?" David sudah hampir lepas kendali tapi tetap sabar.


"'Karena mereka tidak tau cara menggunakan uang dengan baik mereka bodoh, terlalu ceroboh dan sembrono, dan yang paling penting adalah guild leader mereka seorang yang selaku pintar menarik hati perempuan, jaga Astein agar tidak terpengaruh padanya' begitu" sebuah serangan telak yang sudah tidak hisa David tahan.


"Erik sialan!!!" David berbalik dan berteriak.


"Tuan David" panggim nyonya Astein.


"Ah maafkan ketidaksopanan ku tante, ah maaf nyonya Astein" David segera mengubah kembali ekpresinya menjadi tenang walau dalam keadaan terpaksa.


"Haha tidak masalah, maaf jika suamiku terlalu merepotkan, dia memang selalu merepotkan orang laintapi dia adalah lelaki yang dapat diandalkan, jadi jika kalian membutuhkan apa apa datanglah kekediamanku" ucap nyonya Aslein membukakan pintu untuk David bergerak.


"Termasuk ekhm.. melamar?" David membisikkanya karena tidak ingin Merly mendengarnya.


"Tentu" Aslein pun memberikan jempol pada David.


"Jadi apa kami dapat menumpang dikapal mewah tuan David?" Tanya nyonya Aslein.


"Tentu nyonya Aslein tapi kami akan berlibur disini selama beberapa hari jadi mohon nyonya untuk bersabar sebelum kami kembali kekota Green" ucap David yang tidak ingin membuat Merly kecewa karena membatalkan liburan.

__ADS_1


"Baiklah saya mengerti, tapi tuan David jangan selalu memanggilku nyonya itu membuat saya risih" ucap Nyonya Aslein.


"Kalau begitu berhenti memanggil saya tuan, nona Aslein" ucap David.


"Baiklah David, kami akan merepotkanmu sampai keibukota".


"Tidak masalah kalian beristirahatalah dulu, setelah itu kalian bisa ikut dengan kami untuk berlibur" jelas David.


"Terima kasih David".


"Satu lagi nona, mungkin kita harus berbagi kamar karena kami sudah tidak memiliki kamar lebih" ucap David.


"Tidak masalah" jelas Aslein.


Sebenarnaya David bukanya tidak memiliki kamar lagi tapi kamar yang ini adalah sebuah ruangan yang penuh dengan ranjang berlantai dua berukuran 1 kali 2 meter dan berbaris rapi disatu ruangan lantai dua yang dapat menampung orang hingga 12 orang.


Virinda segera mengantar mereka, Astein dan ibunya diantar kekamar Redben, mereka berlima akan sekamar


David tentu sadar bahwa lelaki tua yang ikut dengan mereka adalah seorang warior berlevel 80 sedangkang dua wanita pelayan disana adalah seorang Warior berlevel 50 sedangakan duanya lagi adalah assasint berlevel 50.


Mereka semua segera beristirahat kembali termasuk tim David, walaupun hari sudah hampir pagi tapi setidaknya mereka dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat.


David sendiri kecanduan memancing dan terus memancing dia bahkan memanggil sepuluh skeleton untuk mmbantu nya tapi mereka menangkap ikan dengan sangat lambat hingga akhirnya David mengirim mereka kebawah laut dengan tendangan.


"Skeleton tidak beguna, hanya mainan anak anak, mending kalian menjelajah dibawah sana!" Teriak David begitu melihat para skeletonya mulai menghilang setelah terus memancing dan sangat banyak sekali yang David tangkap.


David menyudahi memancingnya tapi David terpikir sesuatu yaitu kenapa para skeletonya belum mati? Apa dibawah sana tidak ada monster berlevel lebih dari 40? Karena jelas skeleton David tidak akan mati walau berada dibawah air jika hanya berhadapan dengan monster berlevel 40, dengan kata lain laut tempat mereka menurunkan jangkar adalah tempat aman dan bisa ditempati untuk menyelam.


"Yosh setelah sarapan aku akan menjelajahi bawah laut ini" David segera membawa selutruh ikanya yang sudah lima ember besar kedalam untuk dimasak oleh yang lain.

__ADS_1


David tidak bisa memasukkan keinvertorinya karena ikanya masih hidup.


Segera mereka mulai membakar ikan mengunakan panggangan yang dibuat Forts saat semuanya sudah bangun, mereka mulai makan ikan bakar dan ada pula yang memilih memancing untuk mendapatkan ikan tapi David memilih untuk terjun kebawah dan ingin menjelajahi lautan didunia ini.


David berada dibawah air selama batu oksigen masih befungsi yaitu 30 menit, tidak ada yang dapat David ambil dibawah sana kecuali beberapa cumi yang berhasil dia buru menggunakan pisau lempar.


Segera David kembali kepermukaan untuk membakar Cumynya sedangkan Merly dari tadi beetanding memancing dengan Astein tapi malah satu pun ikan tidak pernah didapatkan oleh Merly dan Astein sudah hampir penuh satu ember.


"Mereka ini terlaku bersemangat" gumam David sambil terus membakar cuminya diatas panggangan saat melihat Merly dan Astein bertanding dan Merly terus menggerutu dan mengomeli pancinganya.


"Suasana yang bagus yah David" ucap nona Aslein tiba tiba datang mendekat tapi yang membuat David tidak nyaman adalah pelayan mereka yaitu lelaki tua yang terus mengawasi teman teman David walau David mencoba untuk memahami dan mengabaikanya.


"Benar! Ini adalah liburan kami setelah bekarja keras selama sebulan untuk membangun kapal ini, jadi semuanay terlalu bersemangat" David menanggapi.


"Hm kapal yah.. tapi aku kira tadinya ini hanya lah kayu dengan warna logam tapi ini benar benar logam, bagaimana kalian membuatnya? Juga kenapa aku tidak melihat layarnya? Apa kalian mengunakan cara lain saat mengerakkanya?" Dia menebak dengan baik cocok untuk mengikuti lomba tebak gambar sedunia.


"Masalah cara pembuatan kapal itu adalah rancangan rahasia milik Guild kami sedangkan untuk masalah cara mengerakkanya anda bisa melihatnya nanti karena kita akan segera berangkat kepulau beracun dalam waktu satu jam, saya memiliki urusan pribadi disana" David tidak repot menjelaskan dan memang dari tadi malam kapal memang belum meninggalkan lokasi pertempuran.


Untuk masalah lokasi David membawa peta dan kompas tentunya, walau dia masih bisa menentukan arah menggunakan map sistem tapi tetap saja David membutuhkan Map dan kompas untuk menjelaskan situasi atau apalah itu kepada yang lain jika memiliki masalah dipeta.


David menemukan sebuah pulau beracun yang berjarak 100 km dari tempat kapalnya sekarang, pulau itu tertandai jelas dimap sistem dan peta laut, walau map sistem bisa mencapai hingga seluruh dunia jika memindai peta atau mengunjugi tempat tersebut, tapi map sistem David hanya bisa memindai makhluk dari jangkauan 1 km.


Setelah cuminya matang David memakanya tanpa menggunakan bumbu karena akan ada rasa tersendiri jika kita langsung memakan daging saja.


"Jadi sebenarnya apa tujuanmu kepulau beracun itu?" Tanya nona Aslein.


"Saya rasa nona Aslein dapat memyadarinya tadi malam saat bertempur dengan para bajak laut, kami menggunakan racun penurun kekuatan dan yang lain yang tidak bisa langsung membunuh mereka nona Aslein juga pasti merasakan efek racunya kan?" Jelas David bertanya.


"Hm memang tadi malam tiba tiba saja aku merasakan tubuhku mengalami penurunan kekuatan dan tidak bisa bergerak bebas" ucap Aslein.

__ADS_1


"Yah begitulah cara kerjanya" ucap David santai melanjutkan makananya.


"Oi Tiger naikkan jangkarnya!" Teriak David saat melihat Tiger.


__ADS_2