
"Semua nya masuk ke dalam mobil!" Teriak seorang perajurit laki laki bernama Cloe yang memiliki aura kepemimpinan.
"Baik!" Seluruh perajurit langsung menjawab dan memasuki mobil.
Terdapat tiga mobil di setiap tim dengan tiga unit berbeda di setiap tim nya, unit pertama hanya akan menampung perajurit tanpa perlengkapan perang kecuali ketahanan nya yang luar biasa dan itu berada di tengah.
Unit kedua adalah kendaraan Peleton Fighter namun tipe mobil yang dapat mengeluarkan pedang saja, pertahanan nya lebih rendah dari tank Peleton Fighter yang sebenar nya namun ini memiliki kecepatan lebih dan dapat memuat lebih banyak perjurit, berada di paling depan tepat di depan kendaraan unit pertama.
Unit ketiga adalah kendaraan Peleton Archer namun tipe mobil yang hanya dapat menembakkan anak panah tanpa henti dan tidak di lengkapi oleh meriam sihir, pertahanan nya lebih rendah dari tank Peleton Archer namun kecepatan nya lebih tinggi, hanya dapat menampung dua perajurit karena mesin panah mengambil banyak tempat, berada di barisan paling belakang tepat di belakang unit pertama.
Saat ini Oliver berada di unit kedua untuk memimpin perjalanan meskipun begitu, yang menyetir bukan lah dia melaingkan Cloe.
"Leader kita akan memasuki hutan." Ucap Cloe.
"Tunggu sebentar, kita muter muter dulu aja." Ucap Oliver dengan santai nya.
"Ba-baik lah." Cloe menuruti arahan.
Di sini Oliver lah yang memimpin maka dari itu Cloe hanya dapat menurut.
Setelah lima menit kemudian menyusuri wilayah luar hutan
"Oi apa yang kita lakukan dari tadi! Cepat lah masuk ke dalam hutan!" Teriak Fve lewat alat komunikasi karena ia berada di unit satu.
"Seperti nya tidak ada tanda tanda makhluk hidup yang memasuki hutan ini." Gumam Oliver namun yang lain tidak dapat mendengar nya drngan baik.
"Ha!? Kau mengatakan sesuatu?" Bertanya Fve yang seakan memiliki dendam dengan Oliver.
"Tidak, bukan apa apa, segera masuk ke dalam hutan tapi tetap perhatikan sekitar." Ucap Oliver sedikit serius saat memberi perintah.
"Oke!" Jawab Cloe kemudian mulai memasuki hutan.
Namun setelah masuk ke kedalaman sekitar dua ratus meter mereka tidak dapat lagi melanjut kan perjalanan karena pepohonan mulai lebat dan mobil tidak dapat lagi masuk.
"Leader kita sudah tidak bisa maju lagi." Lapor Cloe meskipun Oliver dapat melihat nya secara langsung.
"Seperti nya begitu, tapi semua pohon di sini aku belum pernah melihat nya yah.. entah kenapa hutan ini memberikan aura yang menekan." Ucap Oliver membuka pintu mobil dan keluar.
"Leader, apa yang akan kita lakukan?" Bertanya Cloe.
__ADS_1
"Kalau seperti ini ekspedisi tidak akan bisa di lanjutkan, Fve aku takut masuk sendirian bisa kamu temani aku?" Bertanya Oliver dengan nada sedikit menggoda Fve.
"Tidak akan, jika leader Oliver ingin bunuh diri maka silah kan, jangan mengajak saya." Ucap Fve yang menyadari kekuatan iblis dapat memusnah kan mereka jika bukan perlengkapan yang di siapkan olah jendral mereka.
"Huh.. gerakkan Beta Drone." Perintah Oliver.
"Oke." Jawab unit tiga yang mulai mengeluarkan Drone dengan bentuk golem besi tepat nya robot berjalan yang mulai menyusuri hutan, jumlah nya sendiri ada empat.
"Mulai memetakkan map." Ucap unit tiga yang bertugas mengendalikan Beta Drone.
"Tampilkan pada layar." Ucap Cloe.
"Baik." Jawab unit tiga mengirimkan proyeksi yang di kirim langsung dari masing masing beta drone serta map yang di buat secara otomatis ke masing masing kendaraan.
"Ada hal yang aneh di sini." Gumam Oliver melihat ke arah belakang mobil yang sudah tertutupi oleh pepohonan lebat yang Oliver yakini mobil tidak akan dapat melewati nya.
"Ada apa leader?" Bertanya Cloe saat melihat Oliver bertingkah aneh.
"Siaga semua nya!" Perintah Oliver saat merasakan sesuatu mendekat.
"Ada apa leader?" Cloe masih bertanya.
Ting!
Untung nya Oliver dengan cepat menangkis nya menggunkan pedang karena masih sempat melihat anak panah tersebut.
Perajurit lain nya langsung siaga setelah melihat satu anak panah menancap di samping komandan mereka.
"Serangan nya dari depan, Leader masuk ke dalam mobil." Ucap Cloe.
"Apa yang manusia lakukan di sini?" Tiba tiba sekelompok pasukan berambut pirang muncul dan mengarahkan panah ke pasukan Oliver.
"Elf." Gumam Cloe tersenyum namun keringat terjun di dahi nya. "Jangan menunjukkan tanda perlawanan." Ucap Cloe memberi perintah.
"Ba-baik." Meskipun menjawab seperti itu namun perajurit lain masih tetap bersiaga dengan senjata mereka.
Shut!
"Oi! Apa kau tuli aku bertanya apa yabg manusia lakukan di sini!?" Seorang Elf bertanya setelah menembakkan satu anak panah lagi di samping Cloe.
__ADS_1
"Kami hanya tersesat si hutan ini dan kami tidak mengetahui cara untuk keluar." Jawab Oliver menyimpan pedang nya.
"Lalu apa maksud kalian dengan mengirim golem berbahaya ini?" Elf perempuan dan satu satu nya perempuan di anyara mereka yang terlihat seperti pemimpin mereka kembali bertanya menunjukkan Beta Drone yang mereka rusak.
"Ya.. itu hanya lah pet kami, kami menyuruh nya untuk mencari jalan keluar dari hutan ini." Jawab Oliver.
"Nona Bfeen, mereka adalah pasukan yang mengalahkan pasukan raja iblis Greed tempo hari." Bisik seorang Elf pada Elf yang dari tadi bertanya pada Oliver.
"Mereka tidak terlihat kuat untuk bisa mengalah kan iblis." Balas Bfeen berbisik.
"Saya juga tidak terlalu paham nona tapi kereta yang mereka gunakan itu seperti nya dapat mengeluarkan serangan besar." Jawab Elf tersebut.
"Dari mana asal kalian!?" Bfeen pemimpin para Elf bertanya.
"Bukit Merkulov." Jawab Oliver karena memang penduduk benua iblis menyebut tempat camp mereka saat ini sebagai bukit Merkulov.
"Ternyata benar mereka adalah perajurit yang mengalahkan pasukan raja iblis Greed." Gumam Bfeen.
"Apa yang harus kita lakukan nona?" Bertanya bawahan Elf tersebut.
"Baiklah, aku menyambut kalian! Datang lah ke desa ku." Ucap Bfeen menentukan niat dan menyambut pasukan Oliver.
"..." Oliver dan pasukan lain nya tidak menjawab.
"Apa yang kalian tunggu, ayo ikut aku." Ucap Bfeen.
"Kau bodoh kah!? Mana mungkin kami akan mengikuti mu setelah kau menyerang kami!" Ucap Oliver.
"Leader!" Semua pasukan terkejut saat Leader mereka tiba tiba memanggil pemimpin Elf tersebut dengan sebutan bodoh.
"Nona." Bawahan Elf langsung menenangkan Bfeen saat ia tampak marah.
"Tadi kau bilang apa?" Bertanya Bfeen dengan nada yang suara yang mengancam.
"Ya.. aku bertanya apa kah kau bodoh?" Ucap Oliver secara terus terang.
"Dasar manusia-" Baru saja Bfeen ingin menyerang namun di hentikan olah Elf lain nya.
"Ahaha maaf kan kami karena menyerang kalian tadi, kami hanya berusaha unyuk menjaga hutan ini dari dunia luar." Bawahan Bfeen langsung meminta maaf dan menjelaskan.
__ADS_1