Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 206, Hero Aron tiba di Dragkolli City


__ADS_3

Dragkolli City


Begitu rombongan David masuk kekota Dragkolli Aron langsung merasakan ada suatu sihir yang mengawasinya sebentar sebelum menghilang saat melewati gerbang.


"Apa itu tadi?" Bertanya Aron.


"Ah itu adalah formasi sihir yang memeriksa setiap title orang yang memasuki kota ini, misalnya jika mereka memiliki title pembunuh atau perampok maka beberapa perajurit Assassin akan langsung mengawasi mereka diam diam." Jawab Astein yang lumayan tau.


Jika perampok atau bandit tersebut tidak membuat masalah maka mereka akan dilepaskan tapi jika mereka membuat masalah maka perajurit assassin akan dengan cepat meringkus mereka dan memberikan hukuman sesuai dengan peraturan yang ada.


"Hmm.. ini lebih canggih dari pada diduniaku." Ucap Aron yang tidak terlalu terkesan karena itu bisa saja membongkar seluruh hal pribadi seseorang.


Saat ini Aron dan Astein sedang berada dimobil yang sama karena David sedang membicarakan masalah item baru dengan Lily selama diperjalanan dan tentunya item penemuan mereka haruslah dirahasiakan sebelum dipublikasikan.


Didalam mobil yang David tunggangi hanya ada dirinya Lily dan Virinda dimana Virinda lah yang membawa mobil.


"Eh! Apa itu?" Terkejut Aron saat mereka memutari danau tengah kota Dragkolli dimana terdapat sebuah patung David dengan Wolf yang sangat besar disana.


"Itu patung David dan pet nya, yah itu juga dikenal sebagai monumen jendral Dark." Ucap Astein menjelaskan.


"Puft! Hahaha!" Aron tertawa terbahak bahak saat meluhat patung tersebut bagaikan sebuah agama baru dimana setia warga yang lewat selalu menundukkan kepalanya pada patung itu.


"Itu tidak sopan loh." Tegur Astein.


"Ah maaf maaf pfpfut hahahaha!" Aron tidak dapat menahan tawanya. "Monumen hahaha! Aku tidak tau dia punya selera seperti ini." Maksudnya adalah David.


"Itu dibuat oleh warga tanpa diketahui oleh David, tapi karena warga yang berusaha untuk membuatnya akhirnya David tidak tega untuk menghilangkannya, meskipun itu memalukan." Jelas kembali Astein.


"Oh maaf kalau begitu." Aron berhenti tertawa.


Mobil mereka pun mulai memasuki mansion Lord kota dimana satu mobil telah terparkir disana dan itu adalah mobil yang ditunggangi oleh Forts kemarin.


Berjalan David memasuki mansion bersama yang lain saat mara pelayang menyambut mereka, David dapat melihat Forts yang sedang bersantai di sofa ruang tamu ditemani oleh cemilan dan teh.


"Yo David." Ucap Forts menyapa.


"Ya." David menjawab sebentar sebelum ikut duduk dikursi.


Astein yang sadar akan sebuah hal penting yang ingin mereka bicarakan memilih untuk langsung menuju kekamar untuk beristirahat, sedangkan Aron yang tidak peduli malah langsung ikut duduk disofa dan menikmati cemilan.


"Siapa dia?" Forts bertanya karena melihat orang baru.

__ADS_1


"Dia Aron anggap saja sebagai pahlawan pedang kerajaan Romulus." David tidak berniat untuk memperkenalkan Aron.


"Apanya yang 'anggap saja sebagai pahlawan pedang'? Aku memang pahlwan pedang." Aron merasa sedikit tersinggung.


"Baiklah baiklah pahlawan pedang." David langsung menyerah saja karena saking ingin cepat masuk ketopiknya dengan Forts.


"Selamat siang tuan pahlawan! Saya Forts penempa diguild Dark Dragon." Forts langsung memperkenalkan diri dengan sangat formal dan gugup.


"Tidak usah formal begitu anggap saja teman sebaya." Ucap Aron.


"Tapi apa yang membuat tuan pahlawan datang kesini?" Forts bertanya.


"Karena bosan... mungkin." Aron menjawab dengan ragu


"Eh apa raja tidak melarang?" Terkejut Forts akan sebuah alasan konyol yang ia dengarkan.


"Saat ini raja Artur masih belum membutuhkan pahlawan, yang membutuhkan itu adalah rakyat." Kali ini David yang menjawab.


"Apa maksudnya David?" Forts kebingungan.


"Setiap kerajaan tau bahwa saat ini meskipun raja iblis bangkit kekuatannya juga belum sepenuhnya pulih namun bangsa iblis dapat menerobos kebenua ini sedangkan manusia tidak dapat menerobos kebenua iblis hingga akhirnya rakyat menjadi resah." Jelas David.


"Garis besarnya begitulah." Aron mengiyakan.


"Sekarang aku mulai kasihan pada para pahlawan." Forts menatap Aron dengan iba.


"Oi aku tidak suka dilihat seperti itu." Tegur Aron yang merasa direndahkan.


"Oh maaf maaf tuan pahlawan."


"Panggil aku Aron."


"Baik tuan Aron."


"Terserah."


Sebenarnya alasannya bukan hanya itu saja namun alasan lain adalah jika raja iblis tiba tiba menemukan sebuah cara untuk memulihkan kekuatannya maka pahlawan akanlah dikerahkan langsung.


"Ekhhem! Fort aku sudah mendengar semuanya dari Lily, itu item yang cukup menarik untuk penemuan pertama divisi kalian." Ucap David yang seakan setuju.


"Yaa.. itu juga memakan biaya sampai puluhan ribu koin emas." Gumam Forts mengalihkan padangannya.

__ADS_1


"Menurutku item itu bisa kita coba dulu selama satu bulan, jika dapat berfungsi dengan baik maka kita akan mengembangkannya hingga lebih baik namun jika bermasalah maka aku berharap kalian mencari ide lain." David menyetujui.


Saat Forts pertama kali meminta persetujuan David untuk membuat item dengan biaya proyek yang sangat besar sempat membuat David terkejut sebelum akhirnya menyetujuinya.


"Divisi penempa kami bisa segera memasangnya dikota bersama dengan ahli formasi dari Divisi penelitian sihir." Ucap Forts karena seluruh item telah selesai dibuat oleh Kihai yang bahkan Kihai mengakui item tersebut sebagai item terbaik yang belum pernah ia lihat.


"Sepertinya kau benar benar hebat dalam memimpin kota." Gumam Aron cukup kagum saat melihat warga kota sangat menghormati David.


"Ya.. padahal dulu kami hanyalah sebuah guild kecil sampai akhirnya terkenal diseluruh kerajaan." Forts menanggapi.


"Baiklah segera selesaikan pemasangan." Ucap David memberi perintah sebagai guild leader.


Meskipun Forts termasuk bawahan David namun itu hanya berlaku saat David sebagai guild Leader Dark Dragon saja karena Forts hanya anggota guild Dark Dragon bukan bawahanya sebagai jendral, termasuk seluruh senjata yang dibuat oleh Forts akan dibayar sendiri oleh David namun tentu beberapa pembagian dilakukan saat Forts menggunakan fasilitas guild dan beberapa dana masuk kedana guild Dark Dragon.


Dana guild Dark Dragon tidaklah terlalu besar meskipun sudah termasuk guild ternama dikerajaan Romulus namun akhir akhir ini terus bertambah berkat lima ribu perajurit yang tergabung sebagai pasukan guild Dark Dragon dan mereka selalu mengerjakan misi yang menguntungkan mereka dan guild.


Tentu pemasukan sendiri juga banyak dilakukan oleh Forts dan anggota inti lainnya yang sering menerima permintaan misi penting sebagai anggota Dark Dragon.


"Mungkin ini sedikit tidak sopan tapi sebenarnya apa yang kalian bicarakan dari tadi?" Aron sedikit tertarik saat mendengar biaya pembuatannya yang sangat besar.


"Rahasia." David menjawab seakan cuek.


"Cih." Aron mendecah.


"Lagian kau juga akan mengetahuinya satu minggu lagi." David berdiri dan meninggalkan ruang tamu bersama Virinda.


Lily yang sedari tadi diam mulai membahas berbagai hal yang tidak Aron mengerti.


"Entah kenapa aku merasa bosan." Ucap Aron menyandarkan seluruh tubuhnya disofa sebelum melihat Selartain lewat. "Oh Sela!" Panggil Aron dengan singkatan karena terlalu ribet menyebut nama Selartain.


"Bisa kau berhenti memanggilku dengan nama aneh." Berhenti Selartain dan berbalik memelototi Aron.


"Bisa kau menemaniku berkeliling kota?" Aron mengabaikan Selartain.


"Jangan mengabaikanku!" Teriak Selartain sebelum kembali tenang. "Tapi yah mungkin aku bisa menemanimu sebentar." Sambungnya.


"Oke kita cari tempat makan yang enak, kali ini aku yang traktir." Bangkit Aron dan segera berjalan mendahului Selartain.


"Memangnya kau punya uang?" Bertanya Selartain mengikuti Aron.


"Hehehe jangan remehkan pahlawan."

__ADS_1


__ADS_2