
Medan perang Allia
'Kumpulkan mayat serigala yang mati aku tidak ingin ada pasukanku yang gugur dimedan perang dan terbengkalai disana! Juga cari tangan kiriku dan berikan pada Dark Wolf aku lebih memilih memberikanya pada Wolf untuk dimakan dari pada dimakan ulat dan lalat dimedan perang setidaknya itu dapat meningkatkan kekuatanya karena memakan tubuh abadi ciptaan dewa Hermes' David menegaskan.
'Dimengerti tuan- eh tu-' Virinda tersentak kaget tapi David segera menutup Voice chatnya dan Virinda pun hanya melaksanakan perintah David tanpa membantah.
"Kak David! Apa yang terjadi kak?!" Merly menghampiri David yang masih berbaring dengan Pedang, Armor dan jubahnya yang penuh darah serta tangan kirinya yang hilang membuat Merly khawatir.
"Merly! Bisa kamu membantuku"
**********
Tenda jendral Dark
"Kamu ini terlalu bersemangat David! Lihat lah kondisimu bagaimana kamu bisa menerima hadiah dari raja arthur dengan satu tangan itu tidak sopan" Jendral salamo terus mengoceh ditenda David saat pergi menjenguknya.
"Haha ini medan perang Jendral tidak perlu terlalu dipusingkan" David menjawab.
"Tapi tangan kirimu tidak dapat kami temukan jadi kami tidak bisa menyambungnya menggunakan potion" Jendral Salamo tetap peduli pada David.
'Ya iyalah tanagan gue udah di makan wolf' pengen David bilang begitu tapi sekarang dia hanya bisa cengar cengir.
"Beristirahatlah aku sudah menerima pesan dari para assassin mu bahwa lima puluh ribu pasukan musuh mundur saat mengetahui seratus ribu pasukan mereka dibantai.. jadi kita akan kembali keibu kota kerajaan dan menyisahkan lima pulub ribu prajurit disini untuk berjaga bersama para jendral aku sendiri yang akan mengantarmu" ucap Jendral Salamo meninggalkan tenda.
"Akhirnya kembali! Aku juga haru memikirkan cara untuk membuat tangan palsu setidaknay mirip dengan bajak laut yang dapat membantuku tapi tanganku putus sampai lengan!" Berteriak David prustasi untuk membuat tangan palsu.
"Ada apa kak?" Merly masih khawatir pada David dan langsung bertanya saat David berteriak.
"Tidak apa apa Merly tidak usah khawatir segeralah bersiap kita akan kembali keibu kota" David menjawab.
"Baiklah kak" Merky tetap saja khawatir walau David sudah sembuh total tapi tangan kirinya putus yang bisa saja membuat David prustasi.
David juga tidak menyangka bahwa perang pertamanya akan seperti ini, David segera memanggil Virinda.
"Tuan" Virinda berjalan masuk ketenda mungkin tidak ingin menegjutkan David dengan muncul secara tiba tiba, tapi itu malah membuat David terkejut karena dia sudah mempersiapkan diri jika Virinda muncul tiba tiba.
"Bagaimana?" Bertanya David.
"Sudah tuan" jawab Virinda.
"Baiklah suruh yang lain bersiap kita akan kembali kekota kerajaan membawa 500 prajurit kita" David memberi perintah baru.
"Segera tuan" Virinda kembali berjalan keluar Tenda.
**********
Besoknya David bersama Jendral Salamo memimpin 500 prajurit David untuk kembali kekota kerajaan melewati jalur laut jadi mereka harus berjalan selama 3 hari untjk sampai dikota pelabuhan.
Dua jendral lainya juga memimpin sisa prajurit untuk kembali keibukota dan 50.000 prajurit lagi tetap berjaga disini selama sebulan sebelum ditarik kembali.
Diperjalanan kekota pelabuhan David menunggangi Wolff yang sudah berubah ukuran setinggi kuda dan jendral Salamo menunggangi kuda putihnya.
Dalam waktu tiga hari akhinya mereka sampai dipelabuhan tapi kapal Ocean Dragon serta kapal Astein tidak terlihat dipelabuhan dan hanya ada tiga kapal disana.
"Kemana kapal kalian?" Bertanya salamo saat sampai dan hanya ada tiga kapal perang kayu kerajaan.
"Aku menyuruh mereka untuk tetap dilaut lepas untuk mengintai keadaan laut tapi" David mengerutkan keningnya karena dia tidak dapat mengirim Voice chat pada Forts yang artinya mereka lebih jauh dari 100 kilo meter.
"Ada apa jendral Dark?" Bertanya salamo.
__ADS_1
"Ah tidak apa apa mereka pasti melihat kita jadi mereka pasti akan datang menjemput, untuk smentara kita beristirahat saja dulu" David memberi solusi agar beristirahat sebentar.
"Baiklah ... semuanya! Persiapkan kapal sambil menunggu kapal milik Jendral Dark!" beteriak salamo.
"Baik!!" Semua prajurit segera bersiap.
'Virinda bisa kamu jemput mereka sepertinya mereka terlalu jauh berlabu' David segera mengirim Voice Chat pada Virinda agar menggunakan peluncur kapal selamnya untuk menjemput Ocean Dragon.
'Segera tuan' hanya dalam 20 detik saja setelah Virinda menjawab David sudah dapat melihat sesuatu meluncur dibawah laut dengan cepat.
Perlu waktu 2 jam hingga akhirnya Ocean Dragon mendarat dipelabuhan bersama kapal Astein dan peluncur selam sudah berada didalam Ocean Dragon.
Setidaknya David daoat melihat bahwa Ocean Dragon tidak mengalami masalah dan hanya terlalu jauh dari pantai saja.
Segera semuanya naik kekapal untuk berangkat kembali kekota pelabuhan kerajaan.
Dalam kapal David mengatur stat nya setelah mendapatkan berbagai kemampuan dan skill baru.
[Satatus
Nama : David
Exp : 1.700/1.760
Level : 175
Hp : 175.000/175.000
Mp : 175.000/175.000
Job : Warior
Title : (Slime slayer)(Goblin Slayer)(Black spider slayer)(Orc Selayer)(Leader)(General)(God Slaughtered).
Skill poin : 65
Str : 150 +14
Agi : 79 +11
Int : 35 +10
Dex : 70 +30
Perlawanan Elemen
Api : 40
Air : 90
Udara : 40
Tanah : 60
Petir : 10
Es : 80
Cahaya : 50
__ADS_1
Kegelapan : 100
Posion : 30 ]
**********
Satu minggu berada diatas kapal dan akhirnya mereka sampai dikota pelabuhan, sudah banyak keluarga prajurit yang datang menyambut serta beberapa bangsawan terdekat yang datang termasuk keluarga Lugard yang mana Astein sudah dapat dilihat dengan wajah khawatir karena dia pastinya sudah mendapat kabar dari burung pengantar pesan bahwa David mengalami kecelakaan di gurun Allia.
Begitu kapal Ocean Dragon bersandar Astein sudah lebih dulu menerobos masuk penghalang walau sempat ditahan oleh beberapa prajurit.
Satu pelukan hangat dan air mata seorang wanita membasahi pipi David saat wajah mereka saling bertemu, pelukan erat penuh kerinduan serta melepas kekhawatiran dan hangat terasa sampai dapat menenangkan jiwa David.
David yang menggunakan pakaian jedral serta jubah hitamnya turun dari kapal dengan gagah dan disambut pelukan yang membuatnya merasa nyaman.
"David apa kau tidak bisa menjaga dirimu baik baik" ucap Astein tepat ditelinga David.
"Aku ini seorang prajurit Astein.. ini tugasku" David juga masih memeluk Aatein.
"Termasuk tangan kirimu?" Astein melonggarkan pelukanya dan memegang bahu kiri David yang hanya tinggal sepotong lengan.
"Itu tanggung jawabku" singkat saja David menjawab sambil mengelus rambut Astein walau agak disayangkan karena harus kehilangan tangan.
"Tenang saja aku yang akan menjadi tangan kirimu berikutnya" Astein memegang wajah David.
"Ukhhun.. hey nak bisa segera kamu lamar putriku sebelum bermesraan dipelabuhan seperti ini" Erik Lugard datang bersama istrinya Aslein.
"Maaf pak tua.. inj semua karenamu.. seharusnya aku sudah kembali keGreen lalu melamar Astein disana kamu malah mengirimku kemedan perang" David melemparkan semua kesalahannya pada Erik.
"Itu salahmu bocah karena kau terlalu mencolok jika aku tidak mengirim kapalmu kemedan perang mungkin kapalmu akan diminta oleh raja dan diambil alih kepemimpinannya" Erik membalas.
"Uh' baiklah" David terdiam karena itu memang betul jika dia tidak mengirim kapalnya kemedan perang bisa saja ada bangsawan yang memintanya dari raja untuk digunakan dimedan perang dan David tidak mau ada orang lain yang memimpin kapal yang susah payah dia bangun bersama rekanya.
"Sudahlah kita kembali kekota kerajaan untuk beristirahat dulu" Erik segera mengajak semuanya untuk kembali.
Para prajurit juga telah kembali kekeluarga mereka setelah Virinda membagikan 10 koin emas per orang sedangkan David bersama orang penting lainya segera kembali keistana untuk menghadap raja.
...****************...
Peringkat kasta :
-Raja/King.
-Duke.
-Jendral Marquess.
-Marquess.
-Jendral Earl.
-Earl.
-Jendral Viscount.
-Viscount.
-Jendral Baron.
-Baron.
__ADS_1
TL note : para jendral bangsawan adalah orang orang yang diangkat menjadi bangsawan setelah memberikan konstribusi besar pada kerajaan sedangkan para bangsawan tapi bukan jendral bukan berarti mereka tidak dapat memimpin pasukan dimedan perang tapi mereka adalah keturunan asli bangsawan yang mana memang sudah menjadi bangsawan secara turun temurun dari raja pertama.