Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 188, Akhirnya Merly..


__ADS_3

Livius empire saja berani melangkah untuk berperang dengan Romulus Empire dengan persentasi kemenangan yaitu lima puluh persen, lalu kenapa tidak ada yang berani menyerang Magiccary Empire yang jelas jelas memiliki celah.


Dari sini David mengerti bahwa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh seluruh kerajaan tentang fakta Magiccary Empire.


Setelah satu minggu David berada dikota tersebut akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kekota Beldr yang tidak jauh dari kota tempat David saat ini.


Menurut informasi yang mereka dapatkan kota Beldr memiliki sebuah dungeon tepat ditengah kotanya dan akan ada event boss dungeon satu bulan lagi sehingga banyak petualang yang berdatangan kekota tersebut.


David berencana untuk membuat identitas palsu serta berbaur dengan para petualang yang ada disana.


Sesampainya dikota Beldr terlihat jelas bahwa tembok yang mengelilingi kota tersebut tidaklah terlalu tinggi berbeda dengan kerajaan lain dimana setiap kotanya memiliki tembok tinggi, Magiccary Empire lebih memprioritaskan kepertahanan sihir terlebih lagi udah ada tembok besar dan tinggi yang melindungi seluruh kerajaan.


Satu hal lagi yang David tahu bahwa sistem keuangan dikerajaan ini sangatlah rendah sehingga perbedaan antara Magiccary empire sekitar delapan puluh banding seratus dengan kerajaan lainnya, jika dikerajaan lain kita hanya perlu membayar seratus koin emas maka disini kita hanya perlu membayar delapan puluh koin emas.


Berjalan David memasuki kota Beldr dimana terlihat ditengah kota sebuah bangunan berbentuk gedung yang tingginya kurang lebih seratus meter menjadi pusat kota ini, banyak petualan dan pedagang yang berlalu lalang untuk mempersiapkan event boss dungeon, jika diRomulus Empire maka kota ini hampir mirip dengan Green Luck City saat event boss disana.


"Saya sudah menemukan penginapan tuan." Ucap Virinda tiba tiba dimana Lily dan Merly tidak sadar kapan Virinda pergi mencari penginapan dan kapan dia datang.


"Bagus dengan begini tempat beristirahat sudah didapatkan selanjutnya adalah membuat identitas baru." Ucap David bersemangat.


Mereka kemudian berjalan kearah penginapan yang Virinda rekomendasikan, karena event boss masih sebulan lagi sehingga penginapan juga tidak terlalu ramai meskipun begitu banyak terlihat beberapa petualang yang sudah memiliki tim masing masing.


"Ah aku jadi teringat pembasmian dungeon bersama guild Mark." Ucap David melemparkan tubuhnya diatas ranjang.


"Maaf tuan disetiap penginapan sama sekali tidak memiliki ruang Vip." Ucap Virinda meminta maaf sambil menaruh sebuah teh dimeja disamping tempat tidur David.


"Tidak masalah lagian kita juga sudah mendapatkan kamar masing masing." Ucap David meskipun begitu Lily dan Virinda memang memiliki kamar masing masing tapi berbeda dengan Merly yang tetap tidur bersama David.


"Mm.." Virinda diam karena tidak ingin membantah lagi.


"Sudahlah, Virinda tolong cari seseorang yang bisa membantu kita dikota ini." Ucap David memberikan perintah.


"Baik tuan." Virinda langsung menghilang.


Maksud David adalah seseorang yang memiliki jabatan lumayan tinggi dan dapat disuap, disetiap tempat pasti ada saja orang seperti itu jadi David meminta Virinda untuk mencarinya dan menyuruhnya untuk membuat identitas palsu.


"Suami, Virinda kemana?" Bertanya Merly saat memasuki kamar tapi Virinda sudah tidak ada.


"Virinda sedang jalan jalan." Jawab David masih berbaring.


"Seharusnya dia mengajakku hmph." Merly menggembungkan pipinya sebelum melemparkan tubuhnya dan berbaring diatas tempat tidur dimana kepalanya tepat diperut David.


"Apa kau menyukai yang seperti ini?" Bertanya David mengelus pucuk rambut Merly yang sangat lah lembut karena ini merupakan kebiasaan Merly.

__ADS_1


"Hm Merly sangat menyukainya." Merly mengosokgosokkan wajahnya diperut David.


"Kalau begitu hmmm ah." David langsung berbalik dan menyerang Merly dengan cara yang sama yaitu mengosokkan wajahnya diperut Merly.


"Wahhhaha itu geli khikhi haha." Merly tidak mampu menahan tawanya saat David semakin parah menggelitikinya.


"Bagaimana?" Bertanya David dimana posisi tangannya melingkar kebelakang perut Merly sedangkan kaki Merly melingkar kearah punggung David, berkat gunung yang lumayan besar membuat David hanya dapat melihat jidat Merly karena terhalang.


"Ampun haha hahhh.." Merly kesulitan mengatur napasnya ditambah kehangatan yang David berikan membuatnya sedikit merasa nyaman.


"Hmmm." David tiba tiba terpikirkan sesuatu.


"Nnya! Su-suami mm itu geli." Ucap Merly saat David tiba tiba membenamkan wajahnya tepat dibelahan mochi super besar tersebut.


Perlahan tangan David memberikan rangsangan pada bagian paha Merly yang terbuka.


"Ah hmm Suami." Merly langsung menghimpitkan pahanya sayangnya ada tubuh David disana membuatnya mencekik tubuh David dengan sangat kuat namun perbandingan kekuatan terlihat jelas saat David masih terus memainkan tangannya hingga tangannya menyentuh sesuatu yang sangatlah lembut.


Napas Merly memburuk saat dia merasakan sebuah rangsangan yang belum pernah ia rasakan dibagian bawahnya.


"Merly." Ucap David melepaskan wajahnya dari Double Mochi Merly.


"Su-syuami?" Merly melihat kearah wajah David.


"Ya-yang diajarkan kak Astein tolong suami mengajarkannya juga." Ucap Merly dengan wajah memerah memohon.


"Hmm." David langsung mencium bibir Merly dan mulai memaingkan lidah Merly.


"Em, hmm ah hah suam-em." Merly kesulitan untuk mengikuti ritme lidah David sebelum David melepaskan mulut Merly meninggalkan Merly yang masih membuka mulut bibirnya yang lembut dengan liur yang bercampur.


"Aku mulai yah." Ucap David perlahan memasukkan bagian bawahnya.


"Ek ahhh...sakit!" Kaki Merly langsung meronta ronta saat milik David memaksa masuk kebagian bawahnya yang sangat sempit.


"Merly, tenang Merly." David berhenti mendorong bokongnya dan menenangkan Merly.


"Mm sakit." Ucap Merly dengan wajah yang hampir menangis.


"Bertahan lah sedikit lagi yah nanti akan sesuai apa yang dikatakan Astein."


"Em." Mengangguk Merly.


David kembali menarik milikinya untuk membuat Merly sedikit rileks sebelum kembali mendoronnya.

__ADS_1


"Mm ek aahh!!" Meski David berusaha untuk tidak terlalu mekasa tapi tetap saja Merly berteriak hingga akhirnya semua bagian milik David masuk membuat Merly tidak dapat bergerak lagi dan hanya mengeluarkan lidahnya saja.


"Apa aku tidak terlalu berlebihan?" David bertanya karena saat dia melakukannya pertama kali bersama Stella dia tidak memasukkan semua bagian miliknya.


David memilih untuk mendiamkan beberapa waktu sebelum Merly merasa nyaman.


"Merly?." Bertanya David.


"Awhwa." Merly ingin mengatakan sesuatu tapi kesulitan dengan lidahnya yang keluar.


"Aku anggap kamu menginginkannya." David menrik miliknya sebelum memainkan bokongnya dengan pelan.


"Ah wah ah hhah." Suara Merly mengikuti gerakan David.


David mulai semakin cepat hingga membuat Merly mecengram kuat kearah punggungnya dan itu cukup kuat sampai memberikan damage kepada David.


Meski begitu David tidak menghiraukannya sampai ia mencapai ******* dan segera menarik keluar miliknya.


"Eh Merly?" David berusaha menyadarkan Merly yang sudah setengah sadar. "Ah sepertinya aku berlebihan untuk sekarang biakan dia beristirahat dulu." David membantu membersihkan bagian bawah Merly yang dibasahi oleh cairan merah dan putih sebelum menyelimutinya.


...


Keesokan harinya.


"Tuan apa anda melakukan sesuatu pada Merly?" Bertanya Virinda saat melihat Merly sedikit canggung saat sarapan.


"Ahh.. sedikit mm bagaimana yah." David kehabisan kata kata untuk menjelaskannya.


Dari sekali melihat cara David berpikir saja Virinda sudah paham apa yang telah terjadi. "Hm saya sedikit mengerti." Mengangguk Virinda.


"Merly." David mencoba untuk menyapa meskipun mereka duduk berseblahan.


"Ah! Iya ada apa suami?" Tersentak Merly dari tempat duduknya.


"Apa kamu baik baik saja?" Bertanya David.


"Berkat regenerasi super Merly sekarang Merly sudah membaik." Cepat Merly menjawab dengan mantap bagaikan siswa yang baru saja mendaftar tentara.


"Yah aku tidak menanyakan itu tapi... baiklah kalau kau tidak apa apa." David sedikit malu saat Lily langsung memandangnya aneh.


"Mm." Merly kembali duduk karena merasa bersalah juga jika terus seperti ini terhadap David.


Akhirnya sarapan selesai dengan sedikit kecanggungan meski begitu David terus berusaha membuka topik untuk menghilangkan pemisahnya dengan Merly, Merly sendiri tentu juga terus berusaha agar dapat menghilangkan kecanggungan dengan bersikap biasa biasa saja.

__ADS_1


"Virinda bagaimana?" David menanyakan misi Virinda sebelum melap mulutnya.


__ADS_2