Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 194, Menyatukan perajurit


__ADS_3

Ratu Vexana mulai menceritakan semuanya pada David dimana semuanya bermula saat ratu Vexana diangkat menjadi ratu tapi karena merasa tidak belum pantas, Vexana pun lebih memperdalam ilmu sihir Necromancer nya dan kemudian terlibat dalam pembangkitan ras demon undead, raja iblis menyadarinya dan langsung mengirim salah satu bawahanya menuju kekerajaan ini untuk menggunakan class Necromancer Vexana dalam mempercepat kebangkitan raja iblis.


Ratu Vexana yang saat itu sedang gila gilaan meningkatkan ilmu sihirnya kemudian setuju untuk membangkitkan salah satu ras demon namun ia tidak tahu bahwa itu adalah sang Demon Emperor, jiwa ratu Vexana tidak dapat bertahan pada tubuhnya dan meninggalkan tubuhnya namun skillnya tetap berjalan dan terhubung kedunia iblis.


"Itu tidak beda jauh dengan ingatan jiwa iblis tadi." Mengangguk David.


"Lalu untuk apa aku menjelaskan panjang lebar?" Ratu Vexana memandang David dengan aneh.


"Itulah mengapa dia sangat menghormati Necromancer, hm aku mengerti sekarang." David mengabaikan ratu Vexana.


"Ek-" ratu Vexana agak kesal saat diabaikan.


"Baiklah saatnya menghentikan perang, aku yakin para peranurit juga sudah mulai terbangun." Ucap David berdiri.


"Ah iya aku juga masih ada hal yang harus aku lakukan." Ratu Vexana ikut berdiri dimana pakaiannya telah kembali terpakai.


Sementara itu diluar istana para perajurit dan kelompok pembelot sudah mulai tersadar dari kabut tidur Merly.


"Apa yabg terjadi?"


"Jangan tanya padaku bodoh!"


"Sial kepalaku masih pusing."


Bom!


Tiba tiba sebuah ledakan diudara menyadarkan semua orang.


"Semuanya!" Ratu Vexana tiba tiba muncul ditempat pengumuman diatas istana. "Saya sungguh minta maaf atas kekacauan ini namun semua perajurit dan penduduk sekalian sekarang ini ada sekelompok monster yang sedang menyerang kota, bisakah kalian memberikan kekuatan kalian untuk membantu mengusir monster tersebut!" Ucap ratu Vexana.


"Itu ratu Vexana, kenapa baru muncul sekarang?"


"Bukan itu masalahnya, ada monster dikota?"


"Apa maksudnya ini?"

__ADS_1


"Pantas saja dari tadi terdengar suara aneh dari kota."


"Saya yakin kalian semua kebingungan tapi saat ini musuh kita adalah monster yang sedang menyerang kota, para monster tersebut adalah monster dari kerajaan iblis yang dipanggil oleh salah satu menteri yang telah mengendalikan kerajaan dan memperdaya masyarakat selama ini." Teriak kembali ratu Vexana.


"Jadi rumor itu betul kah."


"Sepertinya pedagang itu mengatakan yang sebenarnya bahwa ratu Vexana sedang dikurung." Beberapa pembelot mulai mempercayai ratu Vexana.


"Bukan itu masalahnya! Sekarang kita harus melenyapkan para monster itu!" Salah satu pemimpin pembelot berteriak mengangkat pedangnya.


"Baik!" Semuanya langsung menyerbu kearah kota.


"Apa tidak masalah seperti ini?" Bertanya ratu Vexana karena semua monster panggilan Lily akan langsung dilenyapkan.


"Tidak masalah, seharusnya aku yang bertanya seperti itu, para monster sudah mengamuk dan menghancurkan kota selama lebih dari tiga jam, meskipun aku menjamin tidak ada korban jiwa namun kerusakan kota cukup parah loh." Ucap David.


"Aku akan memperbaikinya nanti untuk membangun kembali nama baik keluarga kerajaan." Ucap ratu Vexana.


"Baiklah disini kuserahkan padamu, untuk kecoa yang tertinggal aku akan mengurusnya." Ucap David bermaksud mencari iblis lainnya.


"Tenang saja akan kupastikan para iblis itu mendapatkan hukuman." Ucap David mengangkat jempolnya sebelum menghilang.


Keesokan harinya berbagai berita yang diedarkan kepada pendudu akan kejelasan tentang keberadaan ratu Vexana dan konflik balik layar keluarga kerajaan, tentu beberapa informasi sengaja dipalsukan dan ada pula yang disembunyikan untuk mengambil kembali kepercayaan penduduk kerajaan.


Tentu saja hari penghukuman telah ditentukan dan seluruh penduduk diminta untuk datang menyaksikan hukuman untuk menteri yang jahat.


Ada orang jahat maka akan ada pahlawan dimana satu informasi yang diedarkan mengejutkan David, pasalnya David tidak diberi tahu sama sekali bahwa dia akan dijadikan suami oleh ratu Vexana dan otomatis menerima gelar raja.


Diedarkan bahwa sang pahlawan menyelamatkan sang ratu dari sanderaan si menteri jahat yang telah menderita selama bertahun tahun dan telah menyelamatkan penduduk dari kemalangan, ialah sang pahlawan yang telah melepaskan kerajaan dari gengaman menteri jahat.


Berita yang menyebar juga menjelaskan bahwa serangan monster pada ibu kota kerajaan karena adanya kontrak antara menteri dan ras demon membuat banyak monster mengamuk diibu kota sebelum ratu Vexana muncul dan memerintahkan semua perajurit untuk memusnahkannya.


Hari penghukuman akan dilakukan satu minggu lagi yaitu hari dikana para menteri dan antek antek nya akan dipenggal didepan penduduk kerajaan.


...

__ADS_1


Disebuah ruangan terdapat berbagai hiasan mewah serta seorang wanita cantik berambut hijau sedang memandang keluar melalui jendela dan memperhatikan se isi kota, dari tempatnya terlihat jelas bahwa saat ini ia berada diketinggian yang sangat tinggi dengan angin yang terus menerpa wajahnya melalui jendela.


"Aku tidak tahu kalau kamu ingin dinikahi secepat itu." Ucap seorang pria yang tiba tiba muncul.


"Pastinya kau tidak ingin meninggalkan tanggung jawab setelah melakukannya bukan? David." Tersenyum ratu Vexana dan berbalik melihat sosok laki laki yang cukup ia kagumi karena berani menyentuhnya.


"Huhh.." David membuang napas sebelum duduk dikursi tepat dihadapan ratu Vexana. "Itu sebenarnya bukan masalah besar ini juga mempermudah kita dalam mengambil kembali kepercayaan warga namun statusku saat ini masih jendral kerajaan Romulus, aku tentu tidak akan meninggalkan statusku itu karena akan sangat merepotkan." Jelas David menyeruput teh yang baru saja ia tuang.


"Kau bisa menggunakan nama palsumu yang biasa kau pakai." Santai saja ratu Vexana membalas seakan tidak memperdulikannya.


"Bolehkah? Aku memang sempat berpikir begitu tapi apa kamu tidak keberatan?" David terkejut dengan jawaban Vexana.


"Alasan kita sama aku juga tidak ingin kerepotan dimana dianggap menikah dengan jendral dari kerajaan lain, jadi lebih baik aku menikah dengan pendudukku sendiri." Meskipun berkata begitu sebenarnya ratu Vexana tidak terlalu memikirknnya.


"Hm.. baiklah dengan begini aku deal deal saja tapi aku tidak bisa tetap dikerajaan ini, aku masih memiliki banyak hal yang harus aku lakukan." Ucap David mengangguk.


"Lagian ini hanya status nikah saja jangan terlalu dipikirkan aku bisa mengurus kerajaan ini sendiri." Ucap ratu Vexana dalam keadaan tenang namun masih sangat ragu untuk hal itu dimana sebuah kekacauan besar baru saja terjadi dan masih banyak konflik didalam kerajaan ditambah sistem keuangan penduduk yang semakin menurun serta penyakit dimana mana.


"Tenang saja aku tidak akan pernah membiarkan istriku kesulitan, aku juga akan membantumu membangun kembali kerajaan ini." Ucap David tersenyum seakan membaca pikiran Vexana.


Tertegun sejenak saat mendengar kata kata David sebelum kembali tersadar. "Terserahmu saja hmph!" Ratu Vexana dengan cepat meminum tehnya hingga habis.


"Ah seseorang juga ingin menemuimu." Ucap David seakan meminta izin.


"Biarkan masuk saja aku sudah siap." Tapi Vexana sudah menebak siapa yang ingin David pertemukan.


"Masuklah!" Ucap David sebelum pintu terbuka memperlihatkan Charlotte yang dibawa oleh Virinda.


"Kakak." Ucap Charlotte berjalan kearah Vexana.


"Hm kamu sudah besar yah." Ratu Vexana tersenyum melihat adiknya. "Maaf kakak tidak bisa melindungimu dengan baik." Keras Vexana memeluk Charlotte yang sudah lama ia tinggalkan.


"Kakak tidak bersalah, yang salah adalah orang itu (maksudnya menteri)." Ucap Charlotte dengan lugunya.


"Yang membimbing Charlotte sampai ketempatku kamu juga kan?" Bertanya David memastikan.

__ADS_1


"Kurasa itu lebih aman." Jawab ratu Vexana.


__ADS_2