Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 170, Waktu Ini Milikku


__ADS_3

"Dengan kecepatan kita mungkin bisa tiba dikota kerajaan dalam waktu dua hari." Ucap David pada puteri Arfenit yang duduk tepat dibelakangnya.


"Terserah saja yang penting sampai." Ucap puteri Arfenit yang sedikit tsundere.


Sebenarnya jika dibandingkan dengan mobil puteri Arfenit lebih memilih untuk menggunakan kereta dengan kusir yang membawanya.


Meskipun menggunakan mobil lebih nyaman dari pada kereta tapi dengan menggunakan mobil itu akan mempercepat waktu tiba dan membuat waktu puteri Arfenit bersama David semakin sedikit.


"Apa puteri berniat menyewa kusir?" Tapi David mengetahui apa yang dipikirkan puteri Arfenit apalagi David sudah mengetahui salah satu kebiasaan puteri Arfenit dikamar mandi.


"Bukankah melelahkan jika kau harus membawanya sendiri? Padahal kau memiliki banyak bawahan." Ucap puteri Arfenit yang masih mempertahankan kesombongannya dari ekspresinya.


"Apakah puteri Arfenit ingin aku temani? Jika menggunakan supir tambahan itu akan mengganggu." Ucap David sedikit menggoda.


"Tidak." Cepat puteri Arfenit menolak. "Aku tidak bermaksud begitu, hanya saja seperti yang kukatakan tadi itu pasti sangat melelahkan." Sambungnya mencoba mencari alasan lain.


"Aih.. kau bisa duduk didepan." Ucap David yang sedikit kesulitan menghadapi puteri tsundere ini.


Puteri Arfenit dengan cepat berpindah kedepan tepat duduk disamping kiri David.


Meskipun David yakin puteri Arfenit tidak akan menolaknya hanya saja David cukup terkejut saat puteri Arfenit langsung berpindah saja tanpa mengatakan iya dan tersenyum puas seakan mendapatkan hadiah yang sudah lama ia inginkan.


Menyadari David terus memandangnya dengan aneh, puteri Arfenit segera tersadar dari senyumnya yang seakan dunia adalah miliknya. "Bukannya aku ingin duduk disampingmu yah, aku hanya ingin melihat jalan saja dan bosan duduk dibelakang, aku juga tidak berniat untuk berdampingan denganmu!" Ucap puteri Arfenit dengan cepat.


Puteri yang biasanya selalu bersikap dingin dan penuh kesombongan ini memiliki ternyata sifat yang jelas tidak biasa yang pastinya akan membuat semua orang terkejut saat mengetahuinya namun David cukup menyukai untuk menggoda puteri Arfenit yang terus berusaha mengelak dari kata iya.


David terus menggoda puteri Arfenit selama diperjalanan bahkan saat mereka berhenti untuk istirahat dan makan siang David masih menggoda puteri Arfenit.


Saat malam David tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan melanjutkan perjalanan tapi entah kenapa bahkan saat larut malam puteri Arfenit yang biasanya tertidur dikursi belakang sekarang malah tetap terjaga dikursi depan.


David melihat puteri Arfenit menguap. "Kau tidak tidur?" David bertanya dan menghilangkan formalitasnya.


"Aku tidak mengantuk." Ucap puteri Arfenit segera memperbaiki wajahnya.


'Jelas kau mengantuk\=_\=' Batin David. "Haihh sudahlah." David meranguk kepala puteri Arfenit dan membuatnya bersandar pada bahunya.


Karena desain mobil ini kebetulan juga kursi bagian depannya tetaplah tersambung hingga mempermudah hal tersebut.


"Eh- apa yang kau lakukan!" Meskipun puteri Arfenit berteriak tapi dia tidak menolak.


"Sudahlah sebaiknya kau diam dan tidur saja." Ucap David menutup mata puteri Arfenit dan masih fokus pada jalan.


"Baiklah terima kasih." Ucap puteri Arfenit yang sangat kecil bahkan sangking kecilnya David pun tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Hm? Kau mengatakan sesuatu?" David melihat puteri Arfenit dengan ekspresi bertanya.


"I-ini bukannya aku yah hanya saja.. ka-karena kau .. memaksa? Yah! karena kau yang memaksa maka aku akan menurutimu." Ucap puteri Arfenit yang semakin membenamkan kepalanya dibahu David.


"Baiklah baiklah terserah saja." David mengalah.


Sedikit lengkungan bibir merah muda indah terlihat diwajah puteri Arfenit saat dia tersenyum sebelum benar benar terbawa arus hingga tertidur.


"Puteri yang sangat merepotkan namun lucu." Ucap David yang mencium pucuk rambut puteri Arfenit yang bau samponya pun ikut tercium dengan bau yang mirip seperti bunga Violet.


Perlahan David memindahkan kepala puteri Arfenit hingga kepahanya agar puteri Arfenit sedikit lebih nyaman dan David dapat menyetir dengan baik.


"Seandainya diindonesia mungkin kita sudah kena tilang puteri apa lagi aku masih belum memiliki sim." Gumam David tersenyum sambil terus mengelus rambut lembut puteri Arfenit.


Perjalanan malam mereka tidak menemukan halangan karena biar bagaimanapun ini adalah jalur ibu kota yang merupakan jalur aman, tiada bandit maupun monster yang menghalang karena semuanya pasti akan segera dibereskan oleh perajurit kerajaan.


Keesokan harinya mereka kembali beristirahat sebentar untuk sarapan tepatnya makan pagi sebelum melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Puteri Arfenit terus tersenyum saat pagi karena membayangkan betapa bahagianya dia saat tertidur dipaha pria yang ia idamkan semalaman.


Perjalanan kembali berlanjut hingga akhirnya keesokan harinya mereka tiba dikota kerajaan tepat dini hari atau pagi buta.


Kota kerajaan yang biasanya terlihat ramai sekarang sedikit sepi dan hanya ada beberapa perajurit yang menjaga kota serta petualang yang mabuk dipinggir jalan dengan beberapa warga yang melakukan aktifitas pagi.


Meskipun hanya sedikit tapi kedatangan kendaraan yang begitu mewah tentu menarik perhatian hingga akhirnya David tiba ditembok bagian dalam tepatnya dikawasan bangsawan.


"Tidak perlu, aku akan ikut dengan kalian." Jawab puteri Arfenit.


"Baiklah."


Akhirnya mereka tiba dimansion David yang merupakan hadiah pertunangan David dan Astein dari raja waktu itu.


Dimeja makan hanya ada David dan puteri Arfenit saja serta Virinda yang baru terlihat membuatkan mereka makanan.


Sarapan berlalu dengan cepat sebelum semuanya beristirahat sebentar karena masih harus menemui raja nanti.


Meskipun David sebenarnya tidak memiliki urusan dengan raja Artur karena dia sudah melaporkan misinya melalui surat dulu tapi akan sangat tidak sopan jika David tidak menyapa raja Artur saat David berkunjung kekerajaan mengantar puteri Arfenit.


Matahari akhirnya sepenuhnya terbit dan menunjukkan pukul sembilan siang, David dan puteri Arfenit segera bersiap untuk menuju keistana.


"Bagaimana?" Bertanya David saat diluar Mansion melihat puteri Arfenit sudah siap.


"Oke." Puteri Arfenit hanya mengangkat ibu jarinya menandakan dia sudah siap.

__ADS_1


"Kita berangkat sekarang." Ucap David membukakan pintu kereta kuda.


"Kenapa kita menggunakan kereta kuda?" Meskipun bertanya dan bingung tapi puteri Arfenit tetap naik.


"Ini hanya untuk Formalitas puteri." Jawab David.


"Baiklah terserah saja." Ucap puteri Arfenit sebelum David ikut duduk disampingnya.


Menggunakan kereta kuda jauh lebih Formal dari pada menggunakan mobil yang tidak jelas dan tidak dikenali dengan baik oleh kalangan atas.


Meskipun mobil David dapat terlihat lebih mewah tapi para bangsawana lain lebih banyak menggunakan kereta kuda jadi David juga harus menggunakannya dalam keadaan formal seperti ini.


Seorang perajurit yang bertugas sebagai kusir segera menjalankan kereta menuju keistana kerajaan dengan melewati beberapa mansion mewah milik bangsawan lainnya, tidak perli waktu lama hingga akhirnya mereka tiba diistana dan langsung disambut oleh beberapa perajurit seperti biasa sebelum David dan puteri Arfenit dibawa menuju keruang singgasana.


Pintu terbuka memperlihatkan raja Artur yang duduk disinggasananya seperti biasanya dengan mahkota Romulus ddengan jubah emasnya.


David segera berlutut sedangkan puteri Arfenit hanya memberi hormat layaknya puteri bangsawan.


"Hamba datang mengantarkan yang mulia puteri Arfenit pulang yang mulia." Ucap David masih berlutut.


"Salam yang mulia." Ucap puteri Arfenit sedikit menundukkan kepalanya.


"Terima kasih karena telah mengantarkan puteriku jenderal Dark, bagaimana dengan misinya?" Ucap raja Artur berterima kasih pada David dan lanjut bertanya, tapi bukannya bertanya pada puteri Arfenit, raja Artur malah bertanya pada David.


Itu jelas menyinggung perasaan puteri Arfenit karena seakan tidak dapat bertanggung jawab dalam misi.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Gerald


-Lucas Ray


-Silver


-Muhammad Isyam


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2