Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 77, Dragon Hand


__ADS_3

Bengkel Forts


Segera David meminum special hp potion kelas satunya dengan banyak dan mulai memulihkan lukanya.


Tulang David mulai bersatu dengan tulang Naga dan Daging David juga mulai tumbuh kedalam lengan palsu tersebut dan merekat pada tulang naga yang ada didalamnya walaupun prosesnya tersasa sakit tapi itu hanya memerlukan waktu 30 detik hingga proses pemulihanya selesai dan tanganya pun siap untuk digunakan.


"Huh huh huh... ini benar benar mimpi buruk bahkan lebih buruk dari pada saat aku menerima Calss Necromancer" David terbaring lemas karena kekurangan tenaga serta keringat keluar dari semua badanya.


"David bagaimana keadaanmu?" Bertanya Astein saat masuk bersama Virinda walaupun Virinda dapat menahanya untuk beberapa waktu tapi pada akhirnya Virinda tetap khawatir dan dia oun ikut masuk.


"Sudah tidak apa apa lihatlah" David duduk dan memutar mutar lenganya.


"Syukurlah kalau kamu tidak apa apa tapi tanganmu sudah jadi dan kamu juga harus segera kembali untuk menguru kotamu serta i-itu" Astein seketika wajahnya memerah karena mengingat dimana David menjanjikan untuk melamarnya saat kembali kekota Green.


Kota milik David adalah salah satu dari wilayah yang dulu berada dibawah kekuasaan keluarga Lugard jadi David hanya bisa lewat pelabuhan kota green untuk bersandar serta harus menguru kapal agar mampu berbolak balik dari ibu kota kerajaan menuju kota green karena harus mengangkut 5.000 prajurit dalam delapan kali berangkat.


Jika hanya untuk sebagai kapal penumpang Ocean Dragon dapat menampung hingga 500 orang, jadi 4.000 prajurit mudah yang tidak memiliki keluarga serta baru dilantik oleh raja khusus untuk David akan dibawa kekota milik David yaitu Dragkolli Town yang membatasi Devil Forest atau hutan hantu, sedangkan seribunya lagi adalah prajurit milik Kugard yang rata rata sudah memiliki keluarga disana.


'TL note : 'Town' Kota kecil, lebih kecil dari City tapi lebih besar dari Village.'


David masih ingin tinggal dikota kerajaan karena ingin merasakan bagaimana Dungeon disini yang konon memiliki seratus lantai tapi hanya beberapa petualang elite yang bisa mencapai lantai limah puluh dan hanya raja Artur lah yang pernah benar benar sampai kelantai seratus bersama rekanya dijaman dulu, saat dia masih pangeran.


David mengutus kru kapal berbolak balik kekota pelabuhan untuk mengantar para prajurit muda kekota Dragkolli dari kota kerajaan, waktu tempu perjalanan maksimal adalah tiga hari jadi membutuhkan waktu empat puluh delapan hari untuk mengirim semua prajurit jadi David akan tinggal diibukota bersama Astein untuk sementara sedangkan Merly Tiger dan yang lainya akan kembali termasuk para serigala kecuali wolf karena para serigala itu sudah bisa memimpin pasukanya sendiri oleh satu serigala berlevel 150.


Kapal Astein tetap tinggal karena David akan menggunakan kapal tersebut bersama Astein saat ingin pulang bersama keluarga Lugard.


**********


Mansion ibu kota kerajaan.


Dimansion hanya ada Astein dan David serta dua perajurit yang berjaga didepan gerbang karena itulah terpaksa semua masakan harus disiapkan sendiri oleh Aatein dan terkadang David juga membantu jika memang tidak sibuk dengan berbagai berkas informasi dari kota Dragkolli sebendarnya David lah yang mengganti nama kota tersebut.


Hari ini David ingin pergi keGuild petualangan untuk mengecek informasi Dungeon sebelum memasukinya, tujuanya adalah David ingin agar Astein dapat membuk Class nya sebelum meninggalkan kota kerajaan.

__ADS_1


"Kau sudah siap?" Bertanya Astein saat melihat David.


"Aku sudah siap" David menjwab.


Penampilan Astein tetap mencolok dengan pedang dipinggang kiri dan beberapa Armor perak dan emas digaun warna birunya serta mata biru dan rambut pirang yang disimpul kebelakang sekerang Astein benar benar mirip dengan kesatria bangsawan walaupun dari awal memang Astein adalah kesatria bangsawan sih.


Penampilan David hanya menggunakan baju sebah hita serta beberapa Armor yang melekat pada jubah berlenganya, Armor kecil didada dan punggung jubahnya serta pedang ditaruh dipunggungnya juga lima pisau tetap berbaris dipinggangnya seperti biasa, tidak ada yang mencolok kecuali lengan kirinya yang lebih besar dan lebih mirip armor tangan.


"Ayo" Astein mendahului.


"Baiklah" David hanya ikut senang saat melihat Astein begitu bersemangat.


**********


Guild petualang kota kerajaan.


Mereka berdua melangkah masuk kesebuah gedung yang bertulis guild petualang dan memang sangat besar, besarnya bahkan menyamai mansion David dikota Green.


"Oi oi apa apaan ini ha?" Orang itu berbalik saat didorong oleh David dan malah hampir jatuh.


"Apa?" Santai David bertanya.


"Apa! Kau bilang ha! Kau mendorongku kapar*t!" Berteriak dia dengan menodorkan pedang keleher David.


"Apa ibumu tidak mengajarimu sopan santun Dark Hand" santai Davod memegang pedang orang tersebut dan menghancurkanya dengan cakar naganya.


"Apa apa kau ini itu adalah pedang Rare baruku! Tunggu akan kuhabis kau" dia malah berlari keluar Guild.


"Sudahlah abaikan saja" David mengabaikanya dan berjalan menuju keresepsionis setidaknya dia ingin membeli peta dungeon.


"Mereka itu adalah bawahan Andrea Count loh bisa gawat kalau orang itu sampai datang" Astein memperingati.


"Andrea?! Tolong jangan menyebut tokoh paling dicintai adikku disinetron sebagai tokoh antagonis dinovel ini Astein" David kembali mengingat adiknya dimana saat dia menonton sinetron dan si andrea muncul dia bakalan klepek klepek sendiri.

__ADS_1


"Sinetron? Antagonis? Apa itu?" Astein bingung dengan dua kata itu bukan pada adik David.


"Ah sudahlah yang jelas begitulah dan biar kutebak si Andrea itu pasti orang yang selalu mengejar kamu bukan?" Bertanya David atas apa yang dia tahu dari informasi Virinda saat berada dipesta siAndrea inilah yang selalu memandang David dengan benci.


"Kenapa kau bjsa tau?" Bertanya Astein dengan nada bersalah.


"Dia itu maniak Astein kudengar dia selalu mendatangi asramamu di Academy kesatria bangsawan untuk melamarmu" jawab David.


"Oh memang dia selalu seperti itu tapi aku tidak pernah menyukainya jadi doa sering kali mengancam keluargaku menggunakan nama keluarganya" jawab Astein.


"Heh memang sebesar apa kekuatan keluarga Duke sampai ingin merebut tunanaganku" David mengambil peta yang dia beli dengan cepat dan berjelan keluar Guild untuk menuju keDungeon.


"Keluarga mereka terkenal karena memiliki banyak pasukan laut termasuk Guild Shark Land bekerja dibawah mereka" Astein menjawab.


"Lima kapal mereka bahkan tidak dapat menglahkan Ocean Dragon" David masih terus meremehkan.


"Tuan andrea itu orangnya!" Petualang tadi mencegat David dan Astein begitu mereka memasuki Dungeon.


"Siapa yang berani menganggu bawahanku dan bahkan berani mengambil tunanganku tak kusangka ternyata adalah jendral Dark" seorang pria kurus kering tinggi bermata panda serta rambut agak acak acakan tapi armor full platenya sungguh luarbiasa karena semuanya tingkat epik berwarna perak.


"Siapa tunagananmu Andrea!" Berteriak Astein.


"Hehe aku sudah melamarmu Astein dan aku tidak pernah mendengar kamu menolakku" Andrea berjalan mendekati Astein.


"Oh ternyata tuan Andrea sebuah kehormatan dapat bertemu dengan anda tuan" David menghalangi tapi tetap menujukkan hormat apada kasta yang lebih tinggi sebelum dia melewati batas.


"Oh ternyata jendral dark sangat tahu diri yah kalau begitu aku ingin membawa tunanganku apa kamu bisa membantuku?" Andrea masih tersenyum walau David tau bahwa dia berlevel 150 dan itu adalah berkat para prajuritnya jang menangkap monster dan membiarkanya mendapatkan exp, informasi itulah yang didapatkan Virinda.


"Maaf tuan Andrea tapi fibelakang saya hanya ada tunangan saya dan satu goblin yang baru saja keluar dari dinding dungeon apa maksud tuan.. apa jangan jangan tuan count yang terhormat membiarkan anaknya bertunangan dengan goblin" David tersenyum puas.


"Apa yang kau kat-" terpotong ucapan Andrea saat dia mulai memaki.


Sret...

__ADS_1


__ADS_2