Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 149, Pemimpin Yang Bodoh.


__ADS_3

Ruang kerja mansion kota pengungsian


"Stella." Ucap David yang tiba tiba serius.


"Apa?" Bertanya Stella saat melihat raut wajah David dan auranya yang agak berbeda dari sebelumnya.


"Aku mengenal sebuah sejarah perang yang lebih dahsyat dari pada ini, dibandingkan dengannya perang kali ini hanyalah mainan bagi perang besar itu, banyak sifat pemimpin yang terlihat dari sejarah itu termasuk sifat yang sama sepertimu Stella." Ucap David menunjuk kearah Stella.


"Apa maksudmua?" Stella semakin bingung apa lagi dari mana sejarah perang yang David maksud tapi dia tetap mendengarkan.


"Dari sejarah itu aku melihat banyak perang yang terlalu mengandalkan tekad dan akhirnya malah habis dimedan perang tapi bodohnya mereka mengatakan jika mereka mati dengan terhormat tapi rakyat mereka juga ikut dijajah bahkan diperbudak, itu bukan terhormat tapi pembodohan Stella." Jelas David menegaskan.


"Kau pikir aku bodoh seperti mereka?" Kembali Stella bertanya dan merasa sangat tersinggung.


"Benar." Tapi David berterus terang.


"A-alasan?" Bertanya Stella menunduk dimana tangannya benar benar mengepal.


"Walaupun aku memberikan banyak potion untuk menyembuhkan perajuritmu tapi dengan level mereka dan bertarung selama berminggu minggu kau pikir stamina dan mental mereka sekuat dirimu?" Ucap David yang terus menggunakan kata kata pedas.


"Mereka adalah perajurit David! Mereka bisa bertarung selama diberi perintah!" Berteriak Stella yang langsung meledakkan amarahnya.


'Anak ini sudah rusak.' Batin David yang tidak bisa mempercayakan jika Stella harus menjadi pemimpin keluarga Vermilion suatu hari nanti.


"Mereka sudah sangat kelelahan mengurusi warga apa lagi banyak rekan seperjuangan mereka yang mati, mereka mungkin dapat mengatakan ini perang tapi batin seorang perajurit terhadap rekan tidak pernah bisa mengabaikan rekannya yang meninggal Stella," Ucap David yang merasa cukup untuk terus menyudutkan Stella karena api yang tadi mengelilingi Stella langsung padam bersamaan dengan amarahnya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Stella tersungkur prustasi. "Aku sudah hampir kehilangan seluruh keluarga Vermilion, sekarang bahkan wilayah dan wargaku juga sudah berada diujung tanduk." Menangis Stella yang sudah tidak dapat menahannya.


'Hm? Aku salah menilainya.' Batin David yang tersadar akan penilaiannya yang salah, ia mengira jika Stella adalah orang yang tidak perduli dengan bawahan.


David berdiri dan berjalan kearah Stella. "Kau cukup disini saja dan tenangkan wargamu, mereka membutuhkan pemimpin." Ucap David yang memeluk Stella berusaha menenangkannya yang sudah dalam keadaan terduduk dilantai.


"Aku tidak lemah David." Stella sangat menentang jika dikatakan lemah tapi dia juga tidak dapat menolak bahwa sekarang ini dia sama sekali tidak dapat membantu.


"Kau sebenarnya sudah berjuang keras Stella, jika bukan karena kamu para warga tidak mungkin ada disini." David menenangkan Stella perlahan mengelus rambut merahnya dari pucuk kepalanya.


"..." Stella perlahan tenang karena menikmati elusan tangan David dan merasakan perasaan hangat dan tenang, ntah kenapa David semakin mahir dalam melakukan ini.


"Stella." Panggil David saat Stella tidak bergerak lagi setelah sekian lama bersandar didadanya. "Kau tidur?" Ucap David sedikit bertanya saat David tidak mendapatkan balasan.


"em." Sedikit suara Stella keluar.


"Yah wajar saja dia kelelahan, dia sudah berjuang keras selama beberapa hari ini." Ucap David yang kemudian mengangkat tubuh Stella menuju kekamarnya dan menidurkannya.

__ADS_1


Itu wajar karena setelah mendapatkan tekanan yang banyak serta lelah setelah beberapa minggu dengan sedikit istirahat dan tadi menangis membuatnya pasti tertidur dengan nyenyak.


...


Disisi lain dikota yang diserang oleh Tiger.


"Kita menyelesaikan kota ini setelah tiga jam dengan hanya beberapa perajurit yang terluka, ini lebih mirip leveling dari pada menyelamatkan kota." Ucap Tiger yang tengah membersihkan pedangnya dari darah monster yang menempel.


"Jangan terlalu banyak bersantai Tiger, tuan David meminta kita untuk tetap waspada pasti ada sesuatu." Ucap Bord menimpali perkataan Tiger.


"Ya aku tau." Tigerpun selalu mengingat apa yang dikatakan David. "Kota selanjutnya adalah kota yang lumayan jauh, mungkin kita hanya bisa menyelesaikan dua kota untuk hari ini." Lanjut Tiger setelah membuka peta.


"Kuharap semuanya berjalan lancar." Sambung Bord.


...


Disisi Ahrul, Moar dan Lily.


"Ini yang terakhir." Ucap Ahrul membunuh satu monster lagi.


"Jangan terlalu banyak menggila Ahrul." Tegur Moar.


"Perajurit juga memerlukan peningkatan, kenapa malah kau yang hampir menghabisi semua monsternya." Sambung Lily menegur.


"Baiklah." Ucap Moar sebelum menghilang bersama beberapa perajurit assassin.


"Segera pulihkan stamina kalian! Para mage bantu yang terluka! Usahakan untuk mengirit penggunaan health potion!" Teriak Ahrul kepada perajurit.


"Baik komandan!" Dibalas oleh para perajurit yang mendengarkan.


Setelah mereka semua selesai berburu selama seharian, mereka memutuskan untuk beristirahat dikota yang mereka kalahkan saat hari sudah malam karena harus melanjutkan perjalanan besok.


Keesokan harinya sama yaitu mereka kembali mengambil alih beberapa kota dengan menyerang monster yang menduduki kota tersebut, hingga empat hari kemudian semua kota kecil telah ditaklukkan dan hanya tersisa dua kota besar yaitu ibu kota keluarga Vermilion dan sebuah kota yang tidak terlalu besar didekatnya.


Sebelum kembali menyerang mereka bertemu dititik temu untuk mengumpulkan semua perajurit yaitu diluar kota besar didekat ibu kota untuk menunggu instruksi David selanjutnya.


Sementara itu David yang sudah menerima pesan juga mulai bersiap tapi kedatangan Virinda menghentikannya.


"Tuan." Ucap virinda bersama kelima bawahannya.


"Kalian sudah pulang, bagaimana hasilnya?" Bertanya David.


"Hampir semua bangsawan tetangga telah digantikan oleh iblis tuan, tapi kami belum bisa mengambil tindakan karena nona Selartain melarang kami membunuh mereka karena mereka hanya budak dari pemimpin mereka yang belum ditemukan." Jelas Virinda.

__ADS_1


"Apa ada yang lain?" Kembali David bertanya.


"Para iblis hanya mengganti bangsawan saja tapi belum melakukan apa apa yang membahayakan warga atau membangun kekuatan nonster, saya rasa mereka hanya ingin mengumpulkan informasi saja tuan." Lapor Virinda serta spekulasinya.


"Tingkat iblis dan berapa banyak?" David ingin memastikan kekuatan iblis.


"Dua tingkat Chief dan empat tingkat Captain." Jawab Virinda.


"Mereka hanya iblis lemah? Sepertinya mereka memang hanya ingin informasi dunia manusia saja." Gumam David. "Untuk sekarang bersihkan yang ada didepan dulu." Ucap David sebelum menghilan dengan kecepatan tinggi.


"Dimengerti tuan." Virinda dan timnya pun menyusul.


Singkat cerita saat David dan tim banyangan tiba ditempat pertemuan para perajurit.


"Kalian sepertinya bekerja dengan sangat baik." Ucap David saat melihat semua perajurit masih baik baik saja dan kelima pemimpinnya yang sedang mengobrol santai.


"Tuan jendral!" Mereka berlima segera memberi hormat.


"Bagaimana keadaannya?" David bertanya.


"Tiga belas kota telah kami taklukkan,, sekarang hanya tinggal dua kota besar saja yang tersisa tuan." Jawab Tiger melapor.


"Kondisi perajurit?" Bertanya David.


"Beberapa memiliki luka parah tapi tidak ada korban jiwa, srbagian yang terluka mengalami patah tulang tuan, jadi kami tidak dapat menyembuhkan mereka menggunakan potion bisa, kami membutuhkan potion tingjat tinggi tuan." Jawab Tiger meminta izin untuk menggunakan potion tingkat tinggi.


"Bagaimana keadaan kota besar dan ibu kota?" Bertanya David.


"Monster mereka lsedikit lebih teratur dari pada sebelumnya dan level mereka tidak kurang daru dua ratus tuan." Jawab Tiger.


"Baiklah gunakan potion special tingkat dua untuk memulihkan perajurit." Ucap David mengiizinkan penggunaan potion special.


"Akan kami lakukan tuan." Tiger segera memerintahkan seorang perajurit untuk memberikan beberapa kotak special potion kepada perajurit yang mengalami patah tulang.


Selain dapat memulihkan langsung lima puluh persen health point seseorang diberbagai level, special health potion tingkat dua juga dapat memperbaiki tulang yang patah maupun rusak.


David pernah menggunakan special potion tingkat satu untuk menyatukan tulang lengan kirinya dengan tangan naga atau Dragon Hand.


...----------------...


buat yang ingin lihat ilustrasi novel Another VR World Accident silahkan lihat diinstagram saya saja @Rezaatmaja03 atau kalian bisa cari dengan nama @reza_atmaja03 itu akunnya sama aja.


disana penjelasan karakter serta asal usulnya lengkap guys.

__ADS_1


__ADS_2