Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 210, Rina sang adik


__ADS_3

Pagi hari


Dragkolli City


Mansion Lord kota


Dipagi hari Aron sudah sibuk dimana ia menyempatkan diri untuk membeli banyak pakaian pengganti serta segala peralatan yang dibutuhkan dalam perjalanan jauh.


Aron sempat melihat peta dimana letak Magiccary Empire ternyata sangat jauh dari Romulus Empire.


Saat Aron sedang sibuk tiba tiba David datang dimana David telah siap untuk berangkat bersama Virinda.


"Apa yang kau lakukan Aron?" Bertanya David saat melihat Aron akan memasukkan banyak barang kedalam cincin penyimpanannya.


"Bersiap." Singkat Aron menjawab sebelum semua barangnya masuk kedalam cincinnya.


"Baiklah." Jauh didalam hati David sedang tertawa keras karena akan segera mengecewakan Aron.


"Oke siap." Aron mengangkat jempolnya.


"Gate." David langsung membuka gerbang teleportasi dimana skillnya tersebut hanya dapat digunakan satu minggu sekali.


"Ha?" Aron melongo.


"Jangan hanya ha... aja ayo masuk." David yang sudah setengah langka kembali dan mengajak Aron.


"Tunggu tunggu, itu gerbang teleportasi kan?" Aron memastikan.


"Iya ada apa?." David menjawab dengan wajah polos.


"Lalu kenapa kemarin kita harus susah payah menggunakan kapal kemudian naik mobil selama beberapa hari, kau bisa menggunakan gerbang teleportasi dari kota kerajaan kan?." Aron mulai bingung dengan cara pikir David.


"Memang bisa tapi bukankah lebih baik jika kau melihat langsung bagaimana laut kerajaan ini?" David memberikan alasan yang logis.


"Yah benar juga." Aron menyetujui pendapat David sebelum sadar. "Lalu untuk apa aku membeli banyak peralatan untuk perjalanan jauh." Sambung Aron frustrasi.


"Itu pasti bisa berguna suatu saat." David langsung masuk kedalam gerbang teleportasi bersama Virinda.


"Entah kenapa aku merasa sial." Gumam Aron lesu sebelum mengikuti David.


Tapi sebelum gerbang tersebut tertutup Selartain juga ikut masuk dan akhirnya gerbang teleportasi tertutup.


Jika biasanya David pasti selalu mengantar Astein menuju mansion Dark Dragon untuk lebih aman karena disana ada Teador serta banyak undead knight namun sekarang Astein David tinggalkan di Dragkolli City karena penjagaannya yang sudah meningkat.


Kembali ke cerita dimana saat gerbang tertutup Selartain sudah berada dibelakang David.


"Apa yang kau lakukan Selartain? Gerbang teleportasiku hanya akan terbuka satu minggu sekali." Ucap David menggaruk kepalanya.


"Ah aku tidak sengaja terpeleset kesini." Selartain mencari alasan.

__ADS_1


"Aku yakin kau pasti sengaja." Ucap Aron.


"Alfa kenapa kau tidak memberitahuku sebelum datang." Kebetulan mereka berteportasi keruangan yang biasanya digunakan Vexana dimana Vexana langsung mengapa David.


"Leader?" Sementara didekat ratu Vexana sosok wanita canti berambut hitam juga sedang menikmati tehnya sebelum melihat mereka.


Lima menit sebelumnya


Magiccary Empire


Istana kerajaan.


Ditempat biasanya ratu Vexana melihat pemandangan kota, ratu Vexana sedang ditemani oleh gadis cantik berambut hitam dengan mata yang tajam namun seakan merindukan sesuatu.


"Sudah satu bulan aku berada didunia ini tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan kabar dari rekan rekanku." Ucap Rina menopang dagunya dengan tangan.


"Aku sangat minta maaf untuk itu namun saat ini entah kenapa para pemimpin kerajaan belum juga membahas masalah pertemuan meja bundar untuk pahlawan berikutnya." Ratu Vexana meminta maaf.


"Huh.." Rina hanya membuang napas saja sebelum merasakan sebuah sihir misterius yang tertuju pada ruangan tersebut.


"Gate, skill teleportasi sepertinya raja sudah kembali." Ucap Vexana menjelaskan saat Rina tiba tiba menjadi waspada.


Rina kembali tenang sebelum sebuah gerbang teleportasi terbentuk dan keluarlah empat orang dari sana.


"Alfa kenapa kau tidak memberitahuku sebelum datang." Vexana langsung menyambut David dengan namanya sebagai raja.


"Leader?" Rina langsung mengenali Aron.


Sementara Rina dan Aron mengobrol, Vexana mulai bingung saat melihat David terpaku ditempatnya dan tidak menjawab pertanyaannya.


"Rina." Secara tidak sengaja David menyebut nama Rina sang adik yang selalu ia rindukan dimana selama ini berusaha mencari sihir teleportasi penghubung kebumi.


"Anda mengenal saya?" Bertanya Rina menunjuk kearah wajahnya dan tidak mengenali penampilan David yang sudah berubah drastis.


"Oi jangan jangan-" Aron ingin menebak namun saat David tersadar dia langsung menggunakan telepati untuk menghentikan Aron.


'Aron Stop.' Ucap David melalui telepati.


"Hmm.. asal kamu tahu saja Rina memiliki skill yang dapat mendengarkan sambungan telepati orang lain." Ucap Aron memberi tahu saat wajah Rina mulai tambah kebingungan.


"Ada apa Aron kenapa orang ini menyuruhmu untuk berhenti? Apa yang ingin kau katakan?." Rina menghujani Aron dengan pertanyaan.


"Eh.. Bukan apa apa." Aron menyadari bahwa saat ini David belum siap untuk memberitahukannya pada Rina.


"Begitukah." Rina seakan menerima jawaban Aron namun dia masih terus memperhatikan David yang terasa familiar baginya.


"Kurasa sebaiknya kita pindah tempat dulu." Vexana menyarankan.


"Yah saya rasa juga begitu terlebih yang mulia raja baru saja datang mungkin ingin memperkenalkan diri pada pahlawan." Rina menyinggung David.

__ADS_1


"Ah iya." David langsung mengulurkan tangannya. "Saya Alfa Van Vircherry raja Magiccary Empire atau suami dari ratu Vexana Van Vircherry." David mencoba untuk berjabat tangan namun terlihat dia sedikit gugup.


Rina langsung menanggapi David dan menjabat tangannya. "Saya Rina pahlawan Assassin Magiccary Empire, senang berkenalan dengan anda." Ucap Rina.


'Eh aku tidak tahu dia adalah raja terlebih sekarang istrinya malah nambah, berapa banyak rahasia David?' Batin Aron kebingungan.


David dengan cepat melepaskan tangannya karena saat ini perasaannya sedang campur aduk. "Aku ada urusan lain." David langsung melarikan diri setelah berpamitan dengan Vexana.


"Eh?" Vexana sedikit kebingungan.


"Aku juga byby." Aron langsung mengikuti David.


"Kenapa raja bisa bersama Aron?" Rina bertanya.


"Aku akan menyusulnya sebentar." Vexana juga langsung mengikuti David.


"Baiklah." Rina tidak dapat mencerna apa yang terjadi.


"Selamat pagi nona Rina." Virinda mencoba membuka topik untuk menahan Rina dan memberikan ruang bagi David.


"Ah selamat pagi e.. siapa yah?" Rina bertanya.


"Saya Virinda pelayan tetap raja Alfa Van Vircherry." Virinda memperkenalkan diri ala maid.


"Nona kecil ini?." Tunjuk Rina pada Selartain yang jelas ia tahu rasnya.


Selartain langsung memperkenalkan diri layaknya puteri bangsawan yang mengangkat gaunnya dan menunduk. "Saya Selartain Von Dark adik dari jendral Da-"


"Nona ini adalah salah satu adik dari jendral Dark kerajaan Romulus, Selartain ditugaskan untuk memandu pahlawan Aron." Virinda memotong perkenalan Selartain yang membuat Selartain sedikit kesal.


"Hng asal kau tahu saja kakanda jauh lebih hebat dari pada pahlawan Aron." Selartain langsung kembali kemode biasanya dan menjunjung tinggi David.


"Hmm ternyata kamu sangat menghormati jendral Dark yah." Ucap Rina mengelus kepala Selartain.


"Tentu saja karena kakandaku lah yang terhebat." Selartain sampai mengabaikan elusan kepala yang biasanya membuatnya kesal karena pujian Rina.


Sementara diruangan lain tempat David.


"Ada apa David? Hari ini kau bertingkah aneh." Bertanya Vexana.


"Ahh.. entahlah." David tidak tahu mau menjelaskan dari mana.


"Ada apa sebenarnya?" Vexana bertanya pada Aron.


Aron sempat melirik kearah David sebelum menjelaskan semuanya pada Vexana karena sepertinya David juga tidak keberatan.


"Eh nona Rina adik David!? Benarkah itu David?" Terkejut Vexana sebelum memastikan.


"Ya." David menjawab kecil.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus segera memberi tahu Rina." Vexana ingin bergegas kembali namun dihentikan oleh Aron.


__ADS_2