Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 164, Membakar Ibu Kota


__ADS_3

Halaman mansion Lord kota


"Yah sudah lama, aku memang mendengar Forts mengirim dua Blacksmith kesini tapi tidak kusangka kalian berdua yang dikirim." Ucap David yang membalas sapaan Gal dan Gel.


"Sebenarnya kami yang memaksa datang karena semua alat ini adalah kami yang membuatnya jadi harus kami juga yang memasangnya." Ucap Gal.


"Untuk sekarang kalian bisa beristirahat didalam." Ucap David mempersilahkan mereka berdua memasuki mansion.


"Aku memang sangat kecapean sudah lama aku tidak melakukan perjalanan yang jauh seperti ini." Ucap Gel yang meregangkan tubuhnya.


Setelah mereka berdua beristirahat bersamaan dengan para perajurit yabg mengantar, David segera menuju keruang kerja dimana Stella berada.


"Stella apa kau sudah memutuskannya?" Bertanya David pada Stella.


"Ya." Jawab Stella mangangguk sambil menunjuk kearah sebuah lokasi dipeta diatas meja.


"Jadi kamu tidak ingin mengganti ibu kotamu?" Tanya David memastikan karena Stella terus memikirkan ibu kota untuk keluarga Vermilion kedepannya setelah kehancuran ibu kota lama.


"Yah ini adalah ibu kota pilihan ayahanda aku juga akan membuat makam untuk ayahanda disana." Ucap Stella menjelaskan tentang kenapa ia memilih ibu kota lama sebagai ibu kota Vermilion kedepannya.


"Baiklah kita akan membangun pabrik roti disana, oh aku juga membawa alat yang dapat menggiling gandum lebih cepat dan lebih halus." Ucap David.


"Cara kami bisanya adalah yang paling cepat dan yang terbaik dalam mengolah gandum aku tidak tahu jika kamu memiliki cara yang lebih baik." Ucap Stella yang sangat kagum dengan alat yang dimaksud oleh David.


"Kamu akan segera melihatnya."


"Masalah pabrik roti aku serahkan saja padamu karena ibu kota saat ini masih kacau jadi mungkin memerlukan jasa perbaikan kota untuk memperbaikinya karena para warga masih fokus dalam kota mereka masing masing saat ini." Ucap Stella menjelaskan.


"Mungkin kamu sudah harus membangun pengurusan kota secepatnya agar dapat mengisi penduduk ibu kota nantinya." Ucap David.


"Aku pun berpikir begitu." Ucap Stella memijit keningnnya.


"Aku akan mengunjungi perajuritku dulu untuk membahas pembangunan pabrik, mungkin memerlukan waktu seharian untuk tiba diibu kota jika menggunakan kendaraan perajuritku jadi aku akan memberangkatkan mereka besok." Ucap David.


"Aku akan ikut." Ucap puteri Arfenit yang tiba tiba masuk keruangan.


"Kalau begitu aku juga." Stella juga langsung berminat saat melihat puteri Arfenit ingin ikut.


"Tidak. Puteri Arfenit akan tetap disini untuk membantu nyonya Vermilion sedangkan Stella harus mengurus para warga, aku akan berangkat bersama lima pembuat roti yang telah dipilih Stella besok." Ucap David yang menolak mereka berdua.


"Baiklah." Puteri Arfenit menurut.


"Kalau begitu hati hati." Ucap Stella.

__ADS_1


"Aku berangkat besok loh Stella." David meralat perkataan Stella.


"Memangnya kenapa kalau aku mengingatkanmu sekarang!?" Teriak Stella.


"Bukan apa apa, aku pamit daa.." ucap David yang langsung melarikan diri.


Keesokan harinya David berangkat ke ibu kota Vermilion atau Angse City bersama dengan seratus perajurit yang membawa truk dan lima pembuat roti yang ia latih serta Gal dan Gel.


"Tuan." Virinda tiba tiba datang nersama timnya saat David sudah berada didalam mobil khususnya yang dibawakan oleh para perajurit.


"Kau baru datang, apa mengurus dua kota begitu menyenangkan?" Ucap David bertanya karena Virinda beberapa kali membuat alasan saat David memanggilnya untuk membuat teh sedangkan tim Virinda berada didua kota lain untuk menghindari Stella.


"Sangat melelahkan tuan dan juga maaf karena mengabaikan tuan beberapa waktu ini." Ucap Virinda meminta maaf karena tidak biasanya mengabaikan tuannya.


"Sudahlah apa kau memiliki teh?" David bertanya sementara menyetir.


"Ada tuan, apa tuan ingin dibuatkan?" Jawab Virinda kembali bertanya.


"Tolong." David mengangguk.


Setelah satu hari penuh akhirnya rombongan David tiba di Angse City, meskipun kelima pembuat roti yang David bawa sempat kebingungan karena hanya untuk membuat roti perlu membawa banyak perajurit dengan alat dan kendaraan yang aneh tapi mereka tetap merasa antusias terutama Ana salah satu perempuan pembuat roti yang David kenal diantara kelimannya.


...


Para perajurit segera membersihkan beberapa puing bangunan yang menghalangi jalan didalam kota untuk menuju ketempat yang sudah David tunjuk sebagai tempat untuk membangun pabrik.


"Meskipun kita memindahkan mereka semua tapi itu masih sangat merepotkan tuan." Ucap seorang perajurit kepada David yang maksudnya mereka adalah puing puing bangunan.


"Kalau begitu jangan menyisahkan satupun." Ucap David santai saja sambil terus membawa mobilnya mengikuti jalan yang perlahan dibersihkan oleh perajurit.


Perajurit tersebut sempat tertegun sebelum mengangguk mengerti. "Akan segera kami bakar semuanya tuan." Ucapnya meminta izin.


"Lakukan dengan cepat."


Setelahnya beberapa perajurit terutama biasanya supir mobil adalah para perajurit ber job mage sehingga muda saja mereka mengeluarkan skill dan membakar seluruh kota hingga ludes tanpa sisa.


Dua jam kemudian mobil David masih tidak berpindah dari tempatnya sementara disekitarnya adalah kota api tapi mobil David telah dilengkapi oleh pertahanan magic yang dapat menahan serangan sihir tingkat seperti ini.


"Wow.. kalau ini dipakai untuk memanggang roti kira kira berapa banyak yang bisa kita buat." Ucap Ana tiba tiba yang dari tadi menyaksikan kobaran api dari dalam mobil dan tidak tahu lagi bagaimana cara mengekspresikan keterkejutannya.


"Entahlah." David menjawab.


"Tapi jika bisa menggunakan cara ini bukankah lebih cepat jika kita juga menggunakannya dikota yang dulu tuan." Ucap Ana.

__ADS_1


Maksudnya adalah kota yang mereka tempati untuk membangun kembali kondisi mereka, mereka harus bersusah payah memindahkan puing puing bangunan dengan level mereka yang sangatlah rendah padahal ada cara yang lebih gampang untuk membersihkan kota yaitu membakarnya.


"Perajurit Vermilion yang tersisa tidak dapat melakukannya dengan level mereka yang terlalu rendah apa lagi ada banyak warga itu akan sangat berbahaya." Ucap David membuat alasan.


"Benar juga." Mengangguk Ana mengerti.


Sebenarnya bukan itu alasannya, David hanya tidak ingin memberikan bantuan banyak untuk mereka disaat para warga masih berusaha membangun wilayah mereka kembali dan disaat saat sangat keritis.


Meskipun dengan membantu David akan menerima banyak pujian dan tentunya para warga akan sangat menghormatinya tapi David ingin para warga lebih bergantung pada Stella yang merupakan pemimpin mereka sekarang dan kedepannya karena Stella lah yang menemani mereka saat bangkit bukan David.


Satu jam kemudian semua puing bangunan telah terbakar habis bahkan yang tadinya merupakan ibu kota sekarang hanya tersisa tembok yang mengelilinginya itupun sudah hancur dibeberapa bagian.


Beberapa api yang tersisa segera dipadamkan oleh perajurit.


"Tapi jika hanya perajuritku tidak mungkin bisa menghanguskan satu kota sekaligus seperti ini apa lagi jumlah mereka tidaklah banyak." Ucap David yang sudah menebak siapa yang membuat api lebih panas.


"Yah benar apa yang tuan David katakan, kami adalah keluarga Red sudah pasti bisa membuat api lebih besar dengan skill menempa kami." Ucap Gal percaya diri yang berjalan mendekat bersama Gel.


"Kami bisa mengatur suhu api saat kami menyentuhnya." Ucap Gel menambahkan.


"Itu sangat membantu." Ucap David berterima kasih.


Api yang ada diseluruh kota bisa dibilang hanya satu karena semuanya terhubung, sedangkan mereka berdua dapat merubah suhu api sebesar apapun api, itu adalah skill khusus yang dimiliki oleh keluarga Red.


...----------------...


Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.


-Silver


-helmi nst


-Gerald Bismantara


-~Leo~


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_

__ADS_1


-[M.S.R]


__ADS_2