Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 108, Putri Arfenit Von Leoned


__ADS_3

Ruangan singgasana.


David tetap mempertahankan sikap kesatrianya dan berjalan perlahan masuk diikuti yang lain. Didalam ruangan


tersebut sudah terdapat beberapa orang penting kerajaan yang menggunakan baju jubah serba putih serta kesatria yang mengguanakan armor full berwarnah putih.


David langsung berlutut diikuti yang lain.


"Jendral Dark datang menghadap pada yang mulia ratu Azela." David langsung berlutut didepan Ratu kerajaan Holytrit.


Terlihat jelas jika ratu Azela yang sedang menggunakan gaun putih dengan beberapa ukiran menggunakan benang emas yang sangat menandakan kesucian serta memancarkan hawa wibawa kesucian wanita cantik berusia tiga puluhan yang memiliki kecantikan tiada tara saat dia masih muda, itu dapat David pastikan dari penampilan ratu Azela yang sekarang.


"Saya ratu Azela dan rakyat Holytrit menyambutmu bangunlah." Ratu Azela mempersilahkan David untuk berdiri.


David berdiri. "Kedatangan saya kesini adalah untuk menjemput tuan putri Arfenit serta kami juga membawakan hadiah serta salam dari raja Artur untuk ratu Azela." Ucap David mempersilahkan empat prajuritnya untuk maju dengan sebuah peti besar yang mereka angkat.


"Saya telah mengetahui maksud kedatangan jendral Dark kekerajaan kami yaitu untuk menjemput putri Arfenit kembali ke Romulus Empire tapi..." terdiam sejenak ratu Azela sambil memijat kening.


"Ada apa ratu?" David memberanikan diri untuk bertanya.


"Pelulusan mereka ditunda hingga satu bulan lagi karena ada beberapa masalah diakademi kesatria kami." Jawab ratu Azela.


"..." David terdiam menunggu kelanjutan dari ratu Azela.


"Jadi kemungkinan putri Arfenit pun juga akan kembali bulan depan dan untuk jendral Dark mungkin dapat menunggu dan memaklumi kesalahan pemberitahuan akademi." Begitulah lanjutan dari ratu Azela tanpa membahas masalah di akademi.


"Saya mengerti ratu, saya akan tetap di ibu kota Holytrit untuk menunggu tuan putri karena memang tujuan saya dari awal datang adalah menjemput tuan putri." Balas David tunduk patuh.


"Kalau begitu pelayan tolong antarkan jendral Dark kekediaman putri Arfenit dan siapkan tempat untuk beristirahat didekat kediaman putri Arfenit." Perintah ratu Azela dan dua pelayan segera mengarahkan David untuk keluar.


"Kalau begitu saya mohon permisi ratu." David kembali membungku sebelum ratu mengangguk dan dia berbalik keluar.

__ADS_1


David berjalan keluar bersama rombongannya mengikuti pelayan yang menunjukkan jalan menuju kekediaman putri Arfenit untuk melapor.


"Ratu jendral Dark sangatlah tidak sopan." Seorang petinggi kerajaan langsung berkomentar saat David meninggalkan ruangan bersama rombongannya.


"Kenapa kamu berpikir begitu? Aku merasa dia sangat menjunjung tinggi sikap kesatria." Berkata dan bertanya ratu Azela meskipun dia tahu apa alasan bawahannya itu berkata seperti itu.


"Beraninya dia memamerkan tangan busuknya didepan ratu sebaiknya dia memotongnya sebelum memasuki istana ratu." Petinggi istana tersebut seperti benar benar emosi dan diikuti anggukan oleh petinggi lain.


"Haih.. berdasarkan surat dari raja Artur tangannya terpotong saat dipertempuran Allia dan menggantinya dengan tulang naga jadi itu adalah tindakan yang tepat untuk diri sendiri juga biar bagaimanapun dia tetaplah salah satu Knight Romulus bahkan jika kita mengadilinya sama saja menyatakan perang dan lagi dia tidak membahayakan kerajaan.. kalian bertindaklah sesuai aturan hanya orang bersalah yang pantas dihukum dan jangan mencari masalah dengan Jendral Dark selama dia tidak mengancam praturan kerajaan."


Tegas ratu Azela memperingati Biar bagaimanapun ratu Azela tahu seberapa besar kekuatan David karena dari ketujuh pemimpin kerajaan semuanya memiliki mata yang dapat melihat title setiap manusia dan kebetulan ratu Azela dikarunia mata yang bahkan dapat melihat semua stat milik orang jadi dia tahu segala jenis kekuatan David kecuali skill dan kenyataan bahwa dia monster karena Merly sendiri sudah tahu dari awal jadi David sengaja membuat penghalang untuk orang lain mengetahuinya.


Setelah ratu Azela menegaskan semuanya hanya mengiyakan dan tidak berani berkomentar lagi biarpun begitu mereka tetap adalah orang suci yang membenci praktik kegelapan seperti David yang dari awal semua kekuatannya berasal dari praktik kegelapan.


Kembali keDavid yang sekarang ini sedang menuju kekediaman putri Arfenit dan tanpa halangan mereka dipersilahkan masuk sedangkan para prajurit disuruh untuk berjaga dikediaman David yang terletak disamping asramah putri Arfenit yang cukup besar.


Sekarang mereka sedang berada diluar kawasan akademi tepatnya dikawasan asramah bangsawan, diakademi


diterima masuk keakademi tapi tetap asramah mereka jauh.


Bentuk asramah milik putri Astein dan disekitarnya termasuk kediaman sementara David sama yaitu lebih mirip sebuah rumah besar yang ditinggali oleh kaum elit.


David Merly Virinda dan Lily berjalan masuk kedalam asramah milik putri Arfenit dan langsung dipersilahkan untuk duduk disebuah sofa oleh beberapa pelayan kecuali Lily dan Virinda yang memang hanya menggunakan pakaian maid dan menurut aturan kebangsawanan dia tidak diperbolehkan duduk dikursi tamu sedangkan Lily merasa tidak nyaman duduk disofa dan David tidak mempermasalahkannya.


Para pelayan mempersilahkan David dan yang lain duduk sambil menunggu putri Arfenit dengan beberapa cangkir teh yang serasa dapat menghangatkan badan serta menstabilkan stamina dan David cukup menyukai bahannya karena dapat memulihkan stamina sedangkan yang selama ini menghambat perkembangan para


prajurit dan bawahannya adalah kehabisan stamina.


Tengah asik nya David mengagumi teh tersebut seorang wanita cantik berkulit putih rambut putih gaun perak dengan berbagai bunga lotus biru sebagai hiasan gaunnya berjalan masuk dengan anggun dan tampang dingin.


David dan yang lain segera berdiri untuk menyambut. "Selamat siang putri." David berkata sambil membungkuk didepan putri dan menyerahkan tangan kanannya untuk menyambut tangan putri Arfenit.

__ADS_1


"Ya." Singkat dia menjawab mengabaikan tangan David dan langsung duduk saja.


"..." David merasa malu benar benar malu ditolak oleh perempuan secara terang terangan dan dia tetap berdiri karena belum diizinkan untuk duduk tapi Merly diam diam sudah mengunyah banyak kue dimulutnya dan terdengar dengan jelas walaupun diberusaha menyembunyikan mulutnya yang sudah fullk makanan.


"Cih kenapa ayah mengirim sampah untuk menjemputku." Menggerutu putri Arfenit sambil memandang kearah lain menyilangkan kaki walaupun suaranya kecil tapi David dapat mendengar dan tahu jika itu ditujukan pada dirinya.


Virinda sudah emosi Lily pun sama tapi David menahannya walaupun sekarang wajahnya sudah masam karena tersenyum canggung.


"Putri_." David mencoba membuka aura kecanggungan.


"Ada apa?!" Bertanya putri Arfenit memutong David.


"Perkenalkan putri, saya adalah Jendral Dark yang diutus oleh raja Artur untuk menjemput tuan putri." Berkata David memperkenalkan diri sebagai formalitas walaupun sudah terlambat.


"Sudah tahu, aku benar benar bingung kenapa ayah mengirim seorang jendral bertangan kotoran kemari huh." Putri Arfenit masih menghina David dengan menepuk jidatnya.


Satu aura langsung meledak dibelakang David dan David pun tahu itu adalah Virinda yang sudah mencapai batas mungkin satu kali lagi putri menghina David 99.99% lidahnya akan terpotong.


"Aku sebenarnya sedang sibuk tapi ayah malah menyuruhku untuk menyambut kalian saat datang, jadi apa kalian masih ada urusan jika tidak ada aku silahkan pulang. " Jelas putri Arfenit mengusir David tapi untungnya tidak menghina.


"Ah tuan putri! Raja Artur juga menitipkan pesan ini." David memberikan gulungan pesan dari raja Artur.


"...hm?" Putri Arfenit mengambilnya dan membacanya sebentar. " APA APAAN INI!" Dia langsung membanting suratnya setelah dia baca.


...----------------...


Follow


IG : Razaatmaja03


Info lengkap novel, silahkan masuk kegrup.

__ADS_1


__ADS_2