
Bwooo..!
Sebuah suara yang mirip terompet besar muncul dari laut mengawali berbagai monster laut yang keluar, suara terompet tersebut selalu muncul setiap monster ingin menyerang.
Squad Virinda yang memantau semalam pada akhirnya tidak mendapatkan banyak informasi karena laut dibawah masih seperti biasanya saat belum ada serangan monster, para monster yang menyerang saat siang hari tiba tiba menghilang saat malam hari.
Monster yang muncul kali ini adalah Shark Fang yang rata rata berlevel seratus lima puluh, jika hanya mengandalkan kekuatan mereka tidak akan bisa menyentuh perajurit David hanya saja jumlah mereka melebihi puluhan ribu.
"Biasanya ini harusnya menjadi latihan yang baik untuk perajurit laut tapi kali ini aku harus menahannya sampai perajurit lainnya tiba." Gumam David.
"Huhh aku pun tidak bisa terlalu banyak membantu disini, seandainya ada Sul." Ucap Aron dimana saat ini mereka tidak dapat menggunakan skill skala besar atau itu akan membuat laut rusak atau mengalami tsunami yang akan menghancurkan perumahan kota.
"Hmm si bodoh itu paling bisa diandalkan saat melawan jumlah." Ucap Rina.
"Untuk kali ini kalian lebih baik diam saja, ini adalah wilayahku." Ucap David yang sangat geram akan serangan monster kali ini.
Sekelompok hiu yang memiliki kaki dan tangan bahkan dilengkapi dengan tombak yang terbuat dari tulang langsung menyerbu kearah pelabuhan seperti biasanya.
Kecepatan mereka berenang tentu membuat kapal menajdi sangat kesulitan dalam membidik, tapi Lily datang dengan Ice Skeleton Dragon dan menyemburkan es keseluruh pantai membuatnya me jadi laut beku.
Setidaknya itu dapat menahan Shark Fang untuk tidak langsung berenang kearah darat.
Beberapa Shark Fang mulai memanjati es yang licin namun disambut dengan berbagai tembakan sihir dan panah membuat mereka tambaah kesulitan dalam memanjat, namun dengan jumh mereka yang sangat banyak dan terus bertambah membuat para Damage Dealer kewalahan.
Disaat itulah Ocean Dragon lewat dan menabrak seluruh Shark Fang yang tertahan disana sementara kapal tempur lainnya menembaki dari jauh baik itu menggunakan rudal ataupun meriam sihir.
Itu semua membuat para Shark Fang bagian depan lumpuh namun penambahan jumlah mereka belum juga mencapai batas saat laut yang membeku mulai meleleh karena serangan Ocean Dragon.
Pada akhirnya pertempuran kembali seperti kemarin dimana para kapal tank menahan beberapa Shark Fang dan membantai beberapa menggunakan perajurit yang ada diatas kapal.
Sementara Shark Fang yang berhasil lolos langsung mendapatkan serangan oleh kapal meriam yang berbaris dibelakang para kapal tanker.
Ini memang strategi yang sama namun dengan arahan David berbagai skill dan buft yang dibutuhkan tepat pada waktunya membuat kekuatan perajurit bisa memaksimalkan pertempuran, dalam hal ini strategi penggunaan skill dan coldown harus benar benar diperhitungkan.
Tapi saat pertempuran berjalan dengan lancar dan para perajurit mulai menguasai pertempuran berbagai monster Red Crab tiba tiba muncul memukul mundur para kapal tanker.
"Sesuai laporan perajurit Red Crab akan muncul disaat seperti ini." Gumam David. "Merly singkirkan para kepiting itu." Ucap David karena saat ini dia masih ingin bertahan dan melihat alasan dibalik serangan ini.
"Baik suami!." Jawab Merly yang sudah dalam wujud transformasi Draconic dan terbang keatas langit. "Oke! Yang pertama!" Satu tembakan CrossBow Merly langsung membunuh satu kepiting.
"Shoutdown!."
__ADS_1
"Double Kill!."
"Threeple Kill!."
"Maniac.!"
"Savage!." Merly benar benar menikmati setiap tembakannya yang dapat langsung membunuh satu Red Crab.
"Aku baru kali ini melihat ras Draconic." Ucap Rina.
"Rumornya beberapa hunter pernah bertemu dengan mereka." Ucap Aron.
"Sesuai legenda mereka benar benar sangat kuat." Puji Rina yang mengakui kekuatan Merly karena sudah pasti ia tidak dapat mengalahkan Merly sebelum menjadi pahlawan.
Merly hanya membunuh Red Crab saja sementara sisanya ditangani oleh para perajurit namun hari sudah mulai sore dan boss monster belum juga terlihat.
Saat hari sudah gelap seluruh Shark Fang langsung berhenti menyerang dan kembali kedalam laut namun saat Virinda menyelam untuk mwmeriksanya tidak ada satupun monster dibawah sana.
...
Malam hari
Kota pelabuhan
"Untungnya hari ini kerusakan kapal tidak terlalu parah." David menanggapi sebelum menggigit daging panggangnya.
"Tapi jika terus seperti ini serangan monster itu tidak akan berhenti dan perajuritmu akan tumbang lebih dulu." Ucap Aron.
"Tidak selama kita masih menguasai pertempuran." Ucap David mengarahkan pandangannya kearah gerbang dimana rombongan perajurit bantuan telah tiba bersama bantuan dari guild Bomvlest.
Tidak hanya itu beberapa perajurit Erik juga telah tiba dan dipimpin oleh Erik sendiri.
"Perajurit bantuan telah tiba!" Teriak seorang perajurit dimana yang lainnya ikut bersorak.
Berjalan Mark dan Erik kearah David yang sedang menikmati makan malam seadanya bersama Aron.
"Yo pak tua kau terlambat loh." David lebih dulu menyapa.
"Ini sudah kecepatan penuhku tidak kusangka perajuritmu tiba disini secara bersamaan dengan perajuritku." Ucap Erik seakan membuat alasan namun itu sangat benar.
"Haha anggota guildku juga baru sampai untuk sementara ku biarkan mereka beristirahat." Ucap Mark ikut duduk didekat David. "Siapa ini?" Bertanya Mark menunjuk Aron karena belum pernah melihatnya bersama David.
__ADS_1
"Pahlawan pedang Aron." Erik menjawab.
"Pa- tuan pahlawan maaf atas kelancangan saya!" Mark langsung berdiri dan membungkuk sembilan puluh derajat.
"Tidak masalah aku juga benci hal yang formal." Aron yang tidak suka keadaan seperti ini.
"Duduklah Leader Mark." Ucap David.
"Ah.. baiklah." Mark ikut duduk bersama.
"Jadi bagaimana keadaan sekarang David?" Erik bertanya.
"Pertempuran bisa dianggap seri dan untuk korban tidak ada korban jiwa tapi kau bisa melihat diruang medis dan untuk kerugian yang paling banyak rugi tetap aku." David merubah ekspresinya saat membahas kerugian.
"Seri? Apa maksudnya?" Erik memastikan karena ia mengira pertempuran telah selesai begitupun Mark.
"Monster ini sedikit gila, menyerang saat siang hari dan mundur saat malam hari." Jelas David yang menganggap serangan monster ini cukup gila.
"Nn kurasa monster ini memang gila." Mengangguk Erik menyetujui perumpamaan David seakan mereka satu pemikiran.
'Wa.. bagaimana cara orang ini selalu bertengkar saat satu pendapat dibidang aneh seperti ini.' Batin Mark tidak lagi mengerti jalan pikiran David dan Erik.
"Jadi maksudnya seri apa?" Erik kembali bertanya.
"Meskipun kita membunuh sebanyak apapun mereka akan terus bermunculan entah dari mana jadi kuputuskan untuk tetap bertahan sampai boss monsternya muncul." Jawab David menjelaskan dimana biasanya setiap serangan monster pasti memiliki boss.
"Tapi kalau keadaannya seperti itu meskipun ada pasukan bantuan tetap saja kita tidak tahu siapa yang lebih dulu lelah monster atau perajurit." Ucap Erik mengeluarkan isi pikirannya.
"Tenang saja boss monsternya akan segera muncul." David seakan yakin hal tersebut.
"Kapan?" Erik bertanya lagi.
"Besok."
"Berdasarkan apa?"
"Insting." Meskipun jawaban David terdengar tidak meyakinkan tapi David menjawabnya dengan percaya diri.
"Baiklah aku akan mengistirahatkan perajuritku untuk bersiap pada pertempuran besok." Namun Erik sangat mempercayai David.
'Eh? Percaya begitu saja? Memang hebat Leader David bisa meyakinkan Erik dengan jawaban yang meragukan.' Batin Mark yang tidak mendapatkan kesempatan mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Baiklah saatnya mrmbahas rencana besok." Ucap David memulai rapat strategi.