
Devil Forest
Area kekuasaan Wolf
"Wolf." Panggil David sebelum Wolf keluar dari tangan David.
"Tuan." Wolf langsung menyapa.
"Kumpulkan pasukan Koboldmu." Perintah David.
"Baik." Wolf langsung menggunakan telepatinya untuk menghubungi semua pasukan yang tersebar didalam kawasan luar Devil Forest.
Kobold adalah sejenis monster yang berkepala serigala namu dapat berjalan layaknya manusia karena bentuk tubuhnya pun sama.
Hanya saja tubuh Kobold penuh dengan bulu, tangan dan kakinya juga memiliki cakar, itu sangat cocok untuk pekerjaan yang akan David berikan.
Ratusan Kobold datang dengan tingkat chief yang memimpin. Level para Kobold memang berada dibawah dari level pasukan serigala David.
"Tuan." Kobold tingkat Chief yang memiliki sedikit kecerdasan untuk berbicara datang berlutu pada David diikuti oleh yang lainnya, jumlah mereka hampir mencapai seribu.
"Aku memiliki tugas untuk kalian kerjakan ikuti aku." David berbalik dang mengangkat tangannya. "Gate." Tanpa perlu menunggu lagi David langsung masuk kegerbang dimensi yang ia buat bersama seluruh Kobold dan seratus serigala yang akan membangun kekuatan.
Tujuan mereka adalah desa semula para Dwarf yang ada diDevil Forest bagian hutan kabut, walaupun disana level monsternya kebanyakan setara bahkan lebih tinggi, tapi semakin tinggi tingkat bahayanya semakin cepat pula mereka membangun kekuatan.
Setelah semuanya tiba dan portal tertutup David berbalik dan menjelaskan tujuannya.
"Pasukan serigala akan membangun dan meningkatkan kekuatannya disini dengan berburu monster, ingat! Jika kalian beetemu dengan monster yang tidak dapat kalian tangani segera melarikan diri! Keselamatan lebih utama!" Ucap David.
Awouuu!!!.....
Seakan paham para serigala melolong.
"Untuk Kobold kalian akan menambang biji besi disini dan selama seminggu ini aku akan mengajari kalian cara mengolah pasir besi menjadi ingot." Jelas David yang memang sudah tidak memiliki pilihan lain selain menetap selama seminggu atau lebih untuk menunggu coldown skill gatenya.
"Saya mengerti tuan." Pemimpin Kobold berbicara.
"Baiklah! pasukan serigala segera berpencar dan buat tim berburu! Kobold!" David menyempatkan diri untuk melihat para serigala yang mulai mengatur tim sesuai dengan kekuatan mereka. "Ikuti aku." Lanjut David.
__ADS_1
David mulai menjalani hari harinya dihutan berkabut dengan mengajari banyak hal pada para Kobold seperti jenis tambangan yang dapat diambil atau yang harus mereka buang, peralatan menggali tentu sudah dipersiapkan oleh David dan semua keperluan dalam menambang.
David juga membuat banyak tungku pembakaran jelasnya dia mengajari banyak hal pada Kobold tentang segala teknik penambangan.
Semuanya berjalan lancar tapi sedikit melenceng dari perkiraan David karena perlu waktu sepuluh hari untuk membuat beberapa Kobold benar benar paham akan teknik menambang.
David harus jelas memastikan bahwa Kobold yang mengetahui teknik penambangan bisa mengajarkan yang lainnya dengan benar baru bisa dikatakan sukses.
Setelah semuanya beres dan David juga sudah tenang untuk menyerahkan tugas penambangan pada Kobold yang sudah mukai mengatur keseharian mereka dimana para Wolf terus berburu untuk mendapatkan makanan sedangkan Kobold adalah para pekerja tambang.
"Gate."
David segera kembali dengan membuka gerbang dimensi langsung menuju kedalam mansion Dark Dragon tepatnya diruangan kerjanya.
"Selamat datang kembali tuan." Virinda berlutut didepan David begitu dia tiba dan sepertinya Virinda sudah memperkirakan bahwa jika David kembali maka dia akan langsung menuju keruang kerja sehingga dia menunggu disana setiap hari.
"Ya." Singkat David menjawab sebelum melemparkan tubuhnya kesova ruangan.
"Selamat datang tuan hmm." Selartain tiba tiba datang dari sebuah kabut merah dengan senyum. "Maaf karena baru menyapamu tuan." Selartain menunduk dan memberi hormat layaknya putri bangsawan yang mengangkat roknya.
"Ah iya tidak apa apa selama kau bisa menjelaskan alasannya." Ucap David cukup oenasaran karena kemarin selama David di mansion Dark Dragon dia tidak pernah melihat Vampir Selartain.
"Portal penghubung dimensi? Dunia iblis?" David langsung berubah serius menanyakan akan tujuan portal tersebut.
"Benar tuan." Tapi kali ini Selartain tiba tiba merubah ekspresi wajahnya langsung serius pula.
"Dimana tepatnya?"
"Dua puluh kilo meter dari tembok utara kota." Jelas Selartain.
"Mereka membuka portal dijarak yang dekat dengan kota green juga jauh dari jalur garam yang artinya tujuan mereka adalah kota Green." David menyimpulkan karena diarah utara kota tidak ada apa apa selain hutan sebelum sampai dikota Loyi tapi portal lebih dekat kearah kota Green.
"Saya memiliki kesimpulan yang sama tuan." Selartain membenarkan.
"Berapa lama lagi portal akan terbuka?" Bertanya David.
"Belum pasti... tapi, ... tuan harus mempersiapkan diri dalam tiga hari, itu kemungkinannya." Ucap Selartain kembali tersenyum menantikan tindakan seperti apa yang akan dilakukan oleh tuannya.
__ADS_1
Selain itu juga Selartain sangat menanti perintah pembantaian yang akan keluar dari kata kata David karena bisa dibilang Selartain sebelum menjadi undead dia dulunya adalah iblis Vampir yang dikenal sebagai putri gila atau Vampir pembantai.
Tentu dari kenyataan itu David menjadi bingung karena Vampir adalah jenis Demon bangsawan tapi kenapa keluarga Selartain dan Teador bisa dibantai oleh orang suci padahal seharusnya bangsa demon berada didunia iblis.
"Virinda." David melirik kearah Virinda.
"Saya mengerti tuan." Ucap Virinda sebelum menghilang.
Tentu David harus segera memberi perintah untuk mengumpulkan para prajurit dan memberitahu Erik Von Lugard akan masalah genting seperti ini juga pastinya harus didengar oleh raja.
Karena semua informasi aktifitas portal akan dikumpulkan lalu didiskusikan antar kerajaan untuk memperkirakan serangan raja iblis.
Virinda sudah menghapal segala jenis tindakan jika berada dalam keadaan darurat seperti ini sehingga hanya perlu satu perintah saja maka semua persiapan akan beres tanpa ikut campur tangan David.
"Tuan?" Selartain memanggil David dengan nada bertanya karena masih bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya dan menunggu perintah.
"Kau hanya boleh bergerak saat keadaan benar benar darurat saja Selartain." David mengelus rambut perak Selartain.
Tentu Selartain mengerti akan maksud David karena tipe serangan Vampir sangatlah jelas juga pasti akan sangat merepotkan jika seorang bangsawan ketahuan memelihara Vampir.
Tapi bukan itu yang dipikirkan Selartain sekarang tapi rasa nyaman dan hangat saat David mengelus kepalanya, selama ratusan tahun baru kali ini dia mendapatkannya.
'Rasanya.. ada sesuatu yang aneh.' Batin Selartain tersenyum.
"Aku harus bersiap juga menyapa Astein terlebih dahulu." David melepaskan tangannya dari kepala Selartain lalu keluar dari ruangan.
Selartain memberi hormat sebentar walaupun David sudah tidak terlihat sebelum menghilang menjadi kabut merah darah.
...
Kamar Astein.
Tok! Tok! Tok!
"Masuklah!" Ucap Astein dari dalam saat mendengar ketukan yang familiar dikuar pintu.
Klak!
__ADS_1
David masuk melewati pintu. "Apa yang kau lakukan Astein?" Bertanya David walaupun sudah tahu dengan hanya melihatmya saja.
"Kenapa? aku hanya menyusui Dastein." Astein menjawab seakan merasa aneh dengan jawaban David. "Oh apakah kau ingin berebut dengan anak kecil? Disebelah masih ada loh." Astein malah lanjut menggoda David.