Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 110, Duel dengan Bonbon


__ADS_3

Kediaman Jendral Dark


"Bosaaan..." Singkat Merly menjawab dan wajahnya sudah hampir meleleh.


"Apa yang membuatmu bosan Merly?" Bertanya David mengambil kursi dan duduk didepan Merly.


"Kakak tahu!? dikota ini bahkan tidak menjual racun dan mereka membanggakan potion mereka yang bahkan tidak sebanding dengan potion kak David..." Merly menceritakan pengalamannya dikota selama seharian dengan muka yang tambah dicerita tambah ditekuk.


"Haih sudahlah yang penting kamu tidak mencari masalah." David tidak terlalu memikirkannya karena dari semua yang David dengar dari cerita Merly. Dia sama sekali tidak membuat masalah.


"Masalah! Oh iyah Merly tadi memecahkan satu botol potion dikepala pedagang dan pedagang bilang itu adalah masalah." Merly dengan polosnya menjawab.


"... Lily bagaimana keadaan pedagang itu?" David malah menanyakan keadaan pedagang itu karena akan menjadi masalah kalau ini diperpanjang.


"Saya sudah memberikan uang konpensasi juga beberapa potion kelas tinggi tuan. Tapi tuan tenang saja potion yang saya berikan masih berada distandar yang dapat dibeli oleh warga biasa." Jawab Lily.


"Oke kamu bekerja dengan baik kali ini." David sedikit memuji Lily karena mengambil tinfakan yang tepat.


"..." Lily diam dan memilih langsung berjalan kearah dapur sambil menutupi wajahnya.


Setelah makan malam yang dibuat oleh Lily dan Virinda habis mereka semua kembali beristirahat untuk memulai hari esok.


...


Akademi


Hari ini David kembali mengawal putri Arfenit untuk ke akademi tapi baru saja David melewati gerbang segerombolan orang langsung menghalanginnya.


"Ada apa?" Santai David bertanya setelah melihat muka arogan bonbon orang yang dia jadikan alat penghilang kebosanan kemarin.


"Aku ... kau ... duel sekarang juga!" Bonbon menunjuk dirinya sebelum David dan menunjuk kearah lapangan latih


tanding.


"Kenapa aku harus berduel denganmu?" Bertanya David.


"Hehe kalau kau tidak mau maka terpaksa aku akan mematahkan kakimu disini. " Ucap Bonbon menunjuk kearah kaki David.


"Haih terserah kau saja." David berjalan kearah lapangan latih tanding sebagai tanda bahwa dia setuju untuk berduel. 'Toh ini juga dihitung menghilangkan kebosanan." Batin David.


"Hmph! Ternyata kamu punya keberanian juga." Bonbon memdengus sebelum berjalan mengikuti David.

__ADS_1


Singkat cerita David akhirmya sampai disebuah lapamgan yang mirip seperti lapangan sepak bola bahkan besarnya pun sama hanya kurang garis dan tiang gawang serta bola kaki.


"..." David berhenti dan berbalik.


"Kau bisa menggunakan pedang asli karena aku pun juga akan menggunakan pedang asli." Berkata Bonbon dengan senyum sombong yang jelasnya niatnya untuk membunuh David sangat terlihat jelas.


"Duel ini akan kurang menarik tanpa pertaruhan." David mengibas ngibaskan tangannya.


"Hehe kalau begitu kau boleh berlutut dan merangkak dibawah kakiku jika kau kalah." Berkata Bonbon memperagakan bentuk terowomgan dibawah kakinya.


"Bagaiman kalau kau yang kalah?" David bertanya.


"Hehe aku kalah tunggu kau dikehidupan selanjutnya bocah." Bonbon masih sombong.


"Kalau begitu kau cukup berlutut saja." Santai David menunjuk kebawah.


Sementara itu dikursi penonton sudah mulai ramai orang termasuk putri Arfenit yang memperhatikan dari jauh.


"Dasar orang orang bodoh." Mendengus putri Arfenit karena dia pun sudah yakin David lah yang akan menang.


Puteri Arfenit bukan orang bodoh yang langsung mengakui Bonbon sebagai pemenang hanya karena dia selalu menang


diakademi karena dia pun tahu bagaimana pengalaman perang Jendral nya itu karena tantu dia akan meminta seluruh data David sebelum dia menjadi pengawalnya.


"Itu kalau kau menang!" Bonbon langsung meluncur dengan pedang yang sudah dia cabut.


Ting...


David menangkisnya dengan 0edang biasa tingkat Epic yang langsung dia keluarkan dari penyimpanannya. David cukup mengakui bahwa Bonbon ini memiliki kecepatany yang cukup bagus serta pengalaman dan tekhnik berpedang yang cukup hebat saat dia mulai memaingkan prisainya.


"Ada apa kenapa kau terus menghindar hahaha!" Karena terlalu senang hingga akhirnya formasi teknik berpedang Bonbon jadi kacau dan otu membuat David agak lecewa karena sudah tidak mampu melawan seorang ahli pedang.


David akhrinya langsung melepaskan serangan balik dimana serangannya langsung membuat Bonbon melompat mundur untuk menjaga jarak.


"Kau cukup bagus untuk menghindar tapi itu tidak akan membantu latihanku jadi sebaiknya kuakhiri saja."


Komentar David memasang kuda kuda siap untuk meluncur denga badannya yang agak moncong kedepan untuk mengatur keseimbangannya.


"Apa yang kau biacarakan... datanglah!!" Bonbon langsung memasang prisainya didepannya.


Tapi satu hentakan kaki David dan satu tebasan vertikal yang langsung membelah dua prisai milik Bonbon dan menghantam perutnya menggunakan gagang pedang hingga armor berut Bonbon hancur dan Bondon terlempar cukup jauh.

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin." Bonbon tidak percaya karena prisainya berasal dari tingkat epic sama dengan pedang milik David tapi dengan mudah David brlah menjadi dua.


Percaya tidak percaya tapi Bonbon harus mengakui kekalahannya yang sekarang sedang berlutut walaupun bukan pada David tapi karena sedang memegangi perutnya yang sakit karena hantaman David.


"Kuanggap kau sudah berlutut dan mengaku kalah." David berbalik dan berjalan meninggalkan lapangan.


Sebagai murid tak terkalahkan, Bonbon tentu tidak akan mengakui kekalahannya semudah itu. Dia langsung mengangkat bedangnya dan berlari menebas David dari belakang. "Mati kau!!" Berteriak Bonbon siap menebaskan pedangnya secara vertikal.


"Bodoh." David cukup berbalik dan mengayungkan pedangnya menuju tepat dileher Bonbon.


Tapi sebagai seorang jenius tentu Bonbon tahu kearah mana pedang David yang tiba tiba berayun itu. Dengan cepat Bonbon menurungkan pedangnya dan menangkis serangan David tapi karrna dia dalam kondisi berlari dan tidak memiliki pertahanan kuda kuda yang baik akhirnya dia malah terlempar dan pinsan karena menangkis serangan David.


"Haih sudahlah sepertinya akan ada yang mengurusnya nanti." David lanjut berjalan.


Tepat saat David keluar dari lapangan putri Arfenit sudah ada didepan matanya.


"Apa bosan mu sudah hilang?" Bertanya putri Arfenit yang jelas tahu jika David sedang bosan karena dia pun memperhatikan gerak gerik David saat mengawalnya.


"Begitulah." Baru kali ini David menjawab putri Arfenit dengan santai.


"Kalau begitu ikuti aku." Putri Arfenit berjalan mendahului David.


"..." David tidak menjawab dan hanya memilih untuk mengikutinya hingga akhirnya tiba diperpustakaan yang tidak ada orang sama sekali didalamnya.


"Duduk." Putri Arfenit menyuruh David duduk didepannya setelah dia duduk.


"..." David duduk.


"Kau harusnya sudah tahu alasan mengapa akademi menunda pelulusan bukan?" Bertanya Arfenit dan menebak.


"Maksud putri?" Dacid berpura pura tidak tahu walaupun sebenarnya dia sudah tahu dari informasi bawahan Virinda.


"Walaupun aku tidak tahu kamu mendapatkan informasinya dari mana tapi aku merasa kamu sudah pasti tahu." Putri Arfenit mengeluarkan satu buku tebal dan David pun pernah membacanya.


"... sebenarnya yang saya ketahui adalah munculnya beberapa tanda tanda akan adanya penyerangan iblis tuan putri sehingga para guru akademi bersama beberapa orang penting lainnya berusaha mempersiapkan perang dengan iblis." Jawab David diamana dia sudah tidak ingin berbohong lagi saat melihat buku tebal ditangan putri Arfenit.


"Buku ini adalah sejarah bangkitnya raja iblis dan salah satu penanda segelnya disimpan distana Holytrit Empire untuk memantau terus bagaimana segel raja iblis. Tapi akhir akhir ini segelnya terus melemah dan akhirnya ratu Azela mengirim surat keberbagai kekerajaan untuk bersiap berperang melawan iblis." Ucap Arfenit serius.


...----------------...


Follow

__ADS_1


IG : Razaatmaja03


Info lengkap novel, silahkan masuk kegrup.


__ADS_2