
Plak!
Tiba tiba semua pandangan tertuju pada pipi Stella yang memerah akibat tamparan Astein.
"Bukan kamu yang salah David, dia lah yang salah." Astein secara terang terang menampar Stella dan menunjuk kearah wajah Stella.
Astein dapat menyadari pikiran David setelah tiga tahun mereka bersama dan Astein mengerti betul apa yang David pikirkan saat ini begitu pun Virinda.
"Astein bukan kah itu terlalu.." puteri Arfenit berusaha menenangkan Astein yang terlihat sedang marah.
"Astein benar, aku lah yang salah karena merahasiakan nya, aku benar benar minta maaf." Ucap Stella menunduk meminta maaf setelah menyerahkan Eris pada seorang pelayan.
"Setelah merahasiakan hal besar seperti ini dari David! kau ingin menyelesaikan semua nya hanya dengan permintaan maaf!? Apa kau waras Stella?" Bertanya Astein secara terang terangan mencaci Stella.
"Aku tahu itu salah ku tapi-" Stella masih belum mengangkat kepala nya.
"Tinggalkan kami." Ucap David mengangkat kepala Stella agar tidak menunduk dan mengambil Eris dari pelayan tadi.
"Tapi David." Astein masih sangat kesal pada Stella.
"Astein." David memberi peringatan.
"..." Astein langsung pergi tanpa mengatakan apapun.
"Tuanku." Virinda sedikit khawatir pada David yang emosi nya sedang tidak stabil.
"Kamu juga Virinda." Ucap David.
"... baik." Cukup lama Virinda berdiam sebelum ia juga melangkah pergi bersama yang lain nya hingga hanya menyisahkan Stella dan David serta Eris.
Saat semua nya sudah pergi, ibu Stella pun mendatangi mereka. "David." Ucap nya.
"Ada apa ibu?" David bertanya dengan sebutan ibu.
__ADS_1
".. tidak, hanya saja aku lah yang menyuruh Stella untuk merahasiakan nya dari mu, jadi jangan salahkan Stella, aku tahu ini cukup kejam bagi mu tapi kuharap kamu bisa berbaikan dengan Stella." Ucap ibu Stella.
Sebenar nya tadi ibu Stella ingin menyampaikan hal lain namun setelah mendengar David memanggil nya dengan se utan ibu entah kenapa itu membuat nya berubah pikiran.
Awal nya memang ibu Stella sangat menentang hubungan David dan Stella dengan alasan nya sendiri namun setelah melihat cucu nya lahir yaitu Eris ia tiba tiba menjadi luluh dan berubah pikiran, sekarang mulai menyetujui hubungan David dan Stella.
"Ibu tenang saja." Ucap David masih dengan nada datar karena meski pun semua orang saling menyalahkan tapi tetap saja di pandangan David ia lah yang memiliki bersalah paling besar di sini adalah diri nya yang seharus nya bertanggung jawab untuk semua orang yang ia lindungi.
"Kalau begitu ibu pergi dulu, kalian berdua bicara lah baik baik." Ibu Stella pamit dan tidak lagi ingin mengganggu mereka berdua.
Akhir nya Stella dan David berjalan menuju ke salah satu ruangan kosong setelah ibu Stella meninggalkan mereka.
"Bukan kah Eris terlihat sangat cantik David?" Ucap Stella memecah keheningan setelah sekian lama ber diam sembari mengelus lembut rambut merah Eris yang baru tumbuh.
"Nn.. sangat cantik." Mengangguk David sebelum memeluk erat Stella.
"Maaf kan aku David, aku tidak bermaksud merahasiakan Eris, hanya saja.." Stella tidak lagi melanjutkan ucapan nya saat David mengelus lembut rambut merah nya.
"Menikah lah dengan ku Stella." Ucap David dan tidak ingin lagi membahas masalah yang sudah berlalu.
Keesokan hari nya saat pagi hari, David dan Stella resmi menikah yang hanya di saksikan oleh beberapa orang saja yaitu ibu Stella, Astein, Merly, Virinda dan puteri Arfenit.
David dan Stella tidak meresmikan pernikahan nya secara umum dan mengundang banyak orang di karenakan David masih ingin tetap menjaga nama baik Stella yang merupakan puteri bangsawan Marquess dan malah hamil di luar suatu hubungan pernikahan.
Memang David merasa bersalah karena tidak dapat menyediakan sebuah pesta pernikahan yang megah untuk Stella yang merupakan sebuah kehormatan bagi mempelai wanita karena sejak awal adalah salah nya.
Namun Stella tidak terlalu memikirkan acara pernikahan selama ia resmi menikah dengan David dan dapat hidup sebagai istri dari jendral yang ia kagumi beserta Eris anak mereka berdua, sudah menjadi kehormatan tersendiri bagi Stella.
"Selamat untuk pernikahan kalian berdua, aku ingin mengatakan itu tapi aneh rasa nya jika istri pertama yang memberi selamat pada suami nya atas pernikahan nya." Ucap Astein yang seakan melupakan kejadian kemarin.
"Hm! Hm!.. Merly adalah istri kedua dan kamu istri ketiga, mulai sekarang kamu harus memanggil Merly dengan panggilan kakak senior." Ucap Merly yang menyombongkan diri.
"Selamat nona Stella." Ucap Virinda singkat yang meskipun sedang berada dalam pesta pernikahan sederhana namun pakaian maid nya masih tetap ia gunakan.
__ADS_1
"Selamat atas pernikahan kalian nona Stella, David." Puteri Arfenit tidak lupa memberi selamat meskipun jauh di dalam hati nya ia merasa iri pada Stella yang mendahului nya.
Cup
"Selamat Stella, kamu harus bahagia." Ucap ibu Stella memberi kecupan pada wajah Stella cukup lama.
"Ibu tenang saja, saya akan merasa sangat bersalah jika membiarkan satu tetes air mata membasahi pipi Stella." Ucap David.
Dan begitu lah acara pernikahan David yang berlangsung singkat dan sederhana bahkan sampai tidak mengundang adik nya yaitu Rina yang sedang berada di Romulus Empire untuk hadir keacara pernikahan nya.
Meskipun David merasa bersalah pada Rina namun saat ini situasi benar benar tidak sangat tidak mendukung.
Setelah acara pernikahan yang berlangsung singkat, Astein dan yang lain nya kembali ke Castile Disaster untuk bersantai meskipun tujuan utama nya adalah ingin memberikan waktu untuk David dan Stella.
...
Kamar Stella
"Stella, bukan kah ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Bertanya David sembari memandangi puteri pertama nya sedang menyusu pada Stella.
"A- tidak ada." Baru saja Stella ingin menjawab namun sekestika ia menggeleng seakan tidak ingin memberi tahukan nya pada David.
"Begitu kah." David mengabaikan nya meskipun sudah tahu apa yang akan Stella katakan.
Kembali David menatap Eris dengan lembut dan David pun merasakan sebuah kebahagiaan sendiri saat melihat puteri pertama nya dengan wajah polos nya yang menggemaskan itu.
"Apakah harus mengikuti keluarga mu David?" Stella menanyakan perihal nama marga anak nya.
"Bukan kah itu sangat bagus, Eris Von Dark." Ucap David mengiyakan.
"Baiklah tapi untuk sementara maaf David, aku masih tidak bisa mengubah nama keluarga ku karena saat ini aku lah satu satu nya penerus keluarga Vermilion." Ucap Stella meminta maaf.
"Tidak masalah, aku tidak akan memaksa seseorang untuk masuk kedalam marga ku, selama kita tetap terhubung dengan hubungan keluarga maka tanpa marga pun juga tidak akan ada masalah." Ucap David.
__ADS_1
"Terima kasih David." Ucap Stella.