Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 213, Kebersamaan kakak beradik


__ADS_3

"Makanan disini cukup enak kak." Rina tidak terlalu memuji namun ini adalah restoran saran dari kakaknya.


"Jika kamu kekota yang kakak kuasai di Romulus Empire kakak yakin kamu bisa menemukan banyak makanan enak." Ucap David.


"Memangnya kakak disana sebagai apa?" Bertanya Rina karena biasanya kakaknya ini selalu bisa beradaptasi dengan pekerjaan apapun.


"Empat tahun lalu saat baru saja di reinkarnasi kesini kakak memilih untuk menjadi petualang pemburu karena hanya itu pekerjaan yang bisa kakak lihat sebagai peluang." Jawab David.


David terus menceritakan kisah petualangannya hingga akhirnya mendapatkan banyak teman, membangun sebuah keluarga dan memperkuat kekuatan demi melindungi keluarga.


Namun David tidak menceritakan bagaimana ia terus mencari informasi sihir penghubung dengan bumi dimana sampai saat ini berbagai reruntuhan sudah di jelajahi oleh para prajuritnya.


"Eh kakak sudah punya anak? Rina kira kakak baru menikah dengan ratu Vexana." Terkejut Rina mendengarnya.


"Seharusnya kamu memanggil Vexana dengan sebutan kakak." David meralat.


"Uwwa' kakak membangun Harem." Rina menatap David dengan pandangan kosong.


"Yah.. haha semuanya terjadi begitu saja." Namun David menganggap Rina sedang memujinya bahkan sampai terlihat malu malu membalas ucapan adiknya.


"Ibu ayah, kakak membangun harem tolong maafkan Rina yang tidak dapat menjaganya." Gumam Rina seakan meminta maaf pada orang tuanya namun David mendengar.


"Kenapa sekarang adikku memandang ku sebagai sampah?." -~-


"Tapi kakak sangat hebat yah bisa menjadi orang berpengaruh di dua kerajaan besar." Rina memuji.


"Itu semuanya juga terjadi begitu saja." David tidak bisa mengatakan bahwa itu semua demi memperluas relasi untuk bisa menemukan sihir penghubung bumi dan dunia ini.


"Baiklah Rina sudah memutuskan, Rina akan menemui ponakan." Maksud Rina adalah Dastein.


"Bisa saja hanya kamu harus meminta izin dulu kepada Vexana." Ucap David.


"Kakak rajanya kan." Rina mengembungkan pipinya.


"Meskipun aku raja tapi itu hanya sebagai pahlawan yang menyelamatkan kerajaan ini saja, itu hanya status dan semuanya dikendalikan oleh kakak iparmu itu."


"Baiklah." Rina menurut.


"Aku yakin Vexana pasti mengizinkanmu, dia punya skill gerbang teleportasi yang dapat digunakan setiap saat." Maksud David adalah jika ada hal mendesak maka Vexana dapat langsung menjemput Rina.


"Apa punya kakak tidak bisa selalu digunakan? Apa menggunakan pengorbanan khusus seperti usia atau tumbal lainnya?" Rina bertanya khawatir.


Tak!


"Aw!."


"Yah kamu pikir skillku ini kontrak dengan iblis bukan lah, skill gate ku memiliki coldown satu minggu jadi setelah dipakai harus menunggu satu minggu lagi baru bisa dibuka." Jelas David setelah menjitak kepala Rina.

__ADS_1


"Rina mengerti." Ucap Rina memegang kepalanya.


David ingin memberitahu Rina untuk tidak bersikap seperti anak kecil namun itu sangat imut membuat David tetap menahan diri untuk memberitahu nya.


"Nah semuanya sudah kakak ceritakan ayo kembali." David berdiri dan bersiap untuk kembali setelah meletakkan satu koin emas dimeja.


"Baiklah." Rina berjalan mengikuti David.


"Oh iya kenapa kamu selalu menggunakan pakaian dari bumi?" David bertanya karena nampaknya Rina selalu menggunakan pakaian dari bumi meskipun setiap hari ganti.


"Rina punya banyak di cincin penyimpanan." Ucap Rina menunjukkan cincin penyimpanan nya yang didesain dengan sangat baik.


"Yah bukan itu yang aku tanyakan." Maksud David adalah apakah Rina tidak menyukai pakaian didunia ini karena tidak memakainya.


David hanya tiba tiba kepikiran saja untuk bertanya karena Rina menjadi pusat perhatian orang saat dia hanya menggunakan kaos putih biasa dengan rok diatas lutut.


"Rina tidak membencinya hanya saja Rina merasa lebih nyaman dengan pakaian ini." Rina mengerti akan maksud David.


"Kalau begitu tidak masalah." David tidak mempermasalahkan selama Rina suka terlebih pakaiannya masih dalam batas wajar.


"Ah! Rina teringat sesuatu." Rina berhenti sebelum mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.


"Ponsel? Kakak sudah lama tidak melihatnya." Ucap David saat melihat Rina mengeluarkan ponselnya.


"Sayangnya ini tidak berfungsi banyak didunia ini." Ucap Rina sedikit cemberut sebelum mengarahkan layar saat dia memeluk David. "Katakan Ches." Rina bermaksud untuk menyimpan foto pertamanya bersama kakaknya didunia ini.


"Mm ini bagus tapi.. mungkin disana ada tempat yang bagus." Ucap Rina antusias dan mulai menarik tangan David.


"Haihh baiklah baiklah." Pada akhirnya David menemani Rina seharian dan menjadi pusat perhatian dikota namun mereka berdua tidak memperhatikannya.


...


Setelah menyelesaikan urusan David diMagiccary Empire David segera berpamitan dengan Vexana karena harus segera kembali jangan sampai ada panggilan mendadak pada Aron tanpa David ketahui.


Vexana juga sudah mengizinkan Rina untuk ikut bersama David meskipun sebenarnya jika Rina tidak diizinkan Rina akan tetap ikut dengan David.


"Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap David setelah berpamitan.


"Ya pastikan kau kembali." Ucap Vexana.


"Pasti." Balas David sebelum mereka masuk kedalam gerbang teleportasi dan menghilang.


...


Dragkolli City


Mansion Lord kota

__ADS_1


Sebuah gerbang terbuka sebelum David dan yang lainnya berjalan keluar dari sana namun pemandangan yang tidak David sangka langsung mengejutkannya.


Sebuah tumpukan kertas berserakan dimeja yang seharunya biasanya digunakan untuk menyambut tamu namun saat ini bagaikan tempat pembuangan sampah kertas.


Disana terlihat jelas Tiger Lily dan Bord yang sudah bermata panda sambil membalik satu persatu kertas tersebut.


"Tuan David selamat datang." Sambut Tiger yang suaranya mirip Zombie.


"Apa yang terjadi?." David bertanya kebingungan.


"Karena pahlawan diketahui berada di kota ini banyak orang yang berkunjung juga banyak bangsawan dan orang penting innya yang mengajukan undangan." Jawab Tiger lemas.


"Bagaimana ini Aron?." David menanyakan pendapat Aron terlebih dahulu.


"Aku tidak akan menghadiri undangan siapapun." Aron tidak ingin terlalu terlibat dengan urusan bangsawan.


"Baiklah untuk undangan langsung pisahkan saja sisanya bawa keruanganku, aku sendiri yang akan memutuskannya." Ucap David memberi perintah.


"Baik tuan." Jawab mereka bertiga namun terdengar lemas dimana biasanya selalu tegas dalam menjawab.


"Ahh.. sepertinya sekarang aku mulai paham kenapa raja Artur menitipkan mu padaku tenyata pahlawan adalah pembawa masalah." David memijat kepalanya.


"Haha jangan dipikirkan haha." Aron tertawa garing dan segera menyemangati David dengan memijat bahunya.


"Bagaimana keadaan diluar?" David bertanya saat merasakan keributan dari kota.


"Tuan dapat melihatnya sendiri silahkan." Tiger memberi jalan pada David karena tidak dapat menjelaskan.


Berjalan David keluar dari mansion dan meninggalkan gerbang sebelum melihat kerumunan orang dikota yang terlihat sangat ramai.


"Ini sudah mirip Festival." Keluh David memberikan perumpamaan.


"Sepertinya begitu." Aron menanggapi.


"Sudahlah biarkan yang lain mengurusnya saja." David berpura pura tidak melihatnya dan berbalik masuk kemansion.


"Dia melemparkan tugas pada bawahannya lagi." Aron memukul kepalanya meluhat tingkah David.


Namun baru saja David ingin melangkah masuk seorang perajurit berlari mendatangi David.


"Jendral!." Panggil perajurit tersebut dari jauh yang terlihat sangat darurat.


Berhenti David dan berbalik. "Ada apa kebelet kah? Kau bisa menggunakan toilet umum di barak militer." Canda David meskipun tau perajurit tersebut ingin menyampaikan hal penting.


"Sekelompok monster menyerang didaerah pelabuhan jendral." Ucapnya melapor.


"Kapan?" David bertanya karena jika menggunakan pesan burung maka memerlukan waktu satu hari satu malam.

__ADS_1


"Kemarin jendral." Jawabnya.


__ADS_2