Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 58, Perjalanan pembantaian


__ADS_3

Pagi hari Mansion Dark Dragon


"Dlarang menggunakan kereta guild! Dilarang menggunakan emblem guild semuanya bersiap untuk berangkat berjalan kaki! Kita akan dijemput oleh pasukan Wolf dihutan! Apa kalian mengerti?!" David berteriak menegaskan kepada semuanya bahwa misi ini sangat penting.


"Mengerti tuan!!"


"Baik semuanya berangkat"


"Tunggu!!" Itu adalah Astein yang datang begitu David keluar dari gerbang mansion.


"Ada apa astein?" Tanya David segera karena sedang terburu buru.


"Aku ikut kalian" Astein ingin ikut.


"Siapa yang menyuruhmu datang?" David bertanya karena jika Astein datang sendiri jelas David tidak akan mengizinkanya ikut, tapi jika ayah atau ibunya yang menyuruhnya datang maka itu artinya mereka percaya pada keselamatan Astein dan kemampuanya.


"Itu aku sendiri yang memaksa pergi" Astein terlihat agak menghindar.


"Kalau begitu pulang saja" David kembali melanjutkan perjalanan.


"Tapi ayahku sudah setuju setelah aku membujuknya" Astein segera memherhentikan David dengan mwnghadannya.


"Hm?" David berhenti.


"Aku serius"


"Baiklah ayo" David melanjutkan perjalanan.


"Eh- e tunggu!" Astein segera menyusul.


Astein adalah kesatria pedang dengan zirah emas dan perak yang menutupi beberapa gaun biru kuningnya.


Pedang nya selalu berada dipinggang kirinya, level Astein sendiri adalah 50.


Mereka berjalan dan masuk kedalam hutan untu bertemu dengan beberapa serigala yang akan mereka tunggangi.


David mengunakan skill telepati milik Wolf untuk meminta Wolf untuk menyebar pasukanya dihutan secara berkelompok saat menunggu David.


Segera mereka berangkat dengan kecepatan tinggi, yang ikut kali ini adalah semua anggota Guild Dark Dragon yang bisa bertempur, sedangkan Forts sedsng mempelajari sketsa kapal baru yang David berikan.


Kali ini David ingin membuat kapal perang yang besar yaitu sepanjang 200 meter dengan lebar 75 meter serta memiliki tiga mesin super besar, yang satunya memiliki tenaga paling besar.


**********

__ADS_1


Kembali kejalur awal cerita yaitu dimana David mulai berlari kembali kejalur pedagan antar dua kota dan mulai terus menambah kecepatan hingga sampai tepat siang hari di satu kilometer dari desa.


"Barhenti!" Teriak David mulai memperlambat diikuti yang lain dan pasukan serigala.


"Mereka memiliki menara pantau didesa dan hutan, level mereka lumayan tinggi" David segera mengambar peta sekita diatas tanah dan tata letak penara penjagaan serta berapa banyak orangnya.


"Menara pantau yang ada disetiap sisi adalah dua satu didesa dan satunya lagi dihutan, masing masing menara pantau dijaga oleh dua orang kemungkinan archer"


"Moar kalian tidak perlu membunuh segera pimpin tim untuk menyelidiki dan segera kembali setelah selsai atau jika ada masalah yang tidak bisa kalian tangani segera kirim sinyal"


"Baik tuan" moar segera memimpin tim Virinda untuk bergerak.


David terus memantau pergerakan tim Moar dari map sistem yang mulai menyusup dan tersebar kedesa untuk memastikan level para prajurit.


'Sistem aktifkan voice chat dengan moar' David meminta sistem untuk mengaktifkan voice chat.


'Voice chat diaktifkan.. aktif'


'Moar' David mencoba melakukan sambungan.


'Ada apa tuan?' Tanya Moar menjawab.


'Begaimana keadaanya?' Tanya David.


'Baiklah jika sudah semua segera mundur kita akan bersembunyi dan menyerang tepat tengah malam' David mematikan Voice chat.


"Astein apa kamu sudah mendaftarkan dirimu keguild Dark Dragon melalui guild betualangan?" Tanya David karena Astein juga sempat berkata akan masuk keguild Dark Dragon.


Astein adalah kesatria bangsawan yang mana jobnya tidak ditentukan oleh guild petualang tapi academy kerajaan atau academy kesatri, jadi bisa dikatakan Astein sudah mendapatkan job kenight atau knighted.


"Sudah hanya perlu persetujuanmu saja sampai namaku terdaftar diguild petualang sebagai anggota Guild Dark Dragon" jawab Astein.


"Baiklah aku akan mengirim surat keguild setelah semua ini selsai" David segera memasukkan Astein kedalam Guildnya melalui sistem agar Exp nya juga dapat meningkat cepat.


"Nanti malam kamu tidur saja aku akan meminta beberapa wolf untuk menjagamu.. sangat berbahaya jika kamu ikut kedalam desa" David melarang Astein untuk ikut karena levelnya masih rendah itu akan membuatnya terluka parah walau semua orang sudah dilumpuhkan dengan racun.


"Tapi aku juga ingin membantu David" Astein kekeh tapi juga memang dia berpikir untuk tidak menjadi penghalang karena perbedaan level.


"Level mereka berkisar di delapan puluh dan memiliki pelindung berlevel seratus jadi tetaplah berdiam ditenda" David melarang keras.


"Baiklah" lemas Astein menjawab karena memang levelnya masih terlalu rendah untuk mendampingi tunanganya dimedan perang.


Moar langsung tiba didekat David tidak lama kemudian dan menjelaskan secara lebih rinci tentang desa didalam.

__ADS_1


"Apa mereka ini bodoh? Mereka ingin menyamar menjadi warga desa tapi malah tidsk membawa perajurit perempuan, siapa yang akan tekecoh? Pantas saja bahkan Erik tua itu mengetagui ini" David mengumpati kebodohan Baralak dalam menempatkan orang.


"Tapi mereka bahkan mengirim dua ratus perajurit berlevel delapan puluh dan lima orang berlevel seratus sepertinya mereka benar benar sangat menjaga harta karun desa ini" David terus bergumam.


"Kita akan berangkat pas tengah malam jadi semuanya istirahat lah kita tidak boleh lelah nanti malam!" David segera pergi beristirahat bersama king dark wolf untuk dijadikan bantal.


**********


Tengah malam.


"Semua yang tidak memiliki kemampuan untuk melihat tengah malam persiapkan helem kalian.. kita akan langsung menyergap"


"Aku Wolf dan para assassin akan membunuh sebanyak banyaknya begitu kalian mendengar keributan sebaiknya tahan dulu aku akan mengirim pesan kepada tiger untuk memimpin kalian menyebarkan serangan area nanti terutama Lily, kami sangat membutuhkan mu kali ini"


"Semuanya akan menyerbu bersama pasukan serigala nanti jadi aku akan mengurangi jumlah musuh sebelum kami ketahuan" David menegaskan rencananya tapi mereka yang menyerang terlebih dahulu tidak menggunakan helem penembus gelap karena memiliki kemampuan melihat dalam gelap sedangkan yang berada dibelakang harus mneggunakanya termasuk merly.


"Baik tuan" jawab semuanya.


"Baik bergerak dan juga jangan sampai membangunkan Astein" David segera masuk kedalam desa dengan semua perlengkapan senjatanya.


Kali ini David ingin menggunakan kekuatan penuh karena ingin menyelsaikan semuanya dengan cepat sebelum pagi.


Semua persenjataan dilengkapi dengan racun tingkat tinggi dari pulau beracun serta berbagai racun dari hewan buas beracun yang dimakan scochi.


Racun kali ini juga dapat langsung menghilangkan suara seseorang begitu mengenai target dalam waktu 0.1 detik. jadi cukup menyayat mereka saja maka semua racun akan beraksi dan membunuh mereka tanpa bersuara.


David terus masuk dan membunub semua penjaga dengan cepat menggunakan pisau terbang dan pedangnya.


David bagaikan pedng tajam yang menebas satu persatu musuhnya tanpa ada suara dentingan senjata.


Begitu pula dengan Moar dan Virinda yang mulai menggorok leher kepala dan jantung musuh.


Level mereka meningkat beberapa level bahkan Tiger dan lain juga masib mendapatkan Exp dan mengalami peningkatan satu level sedangkan Astein yang sedang tidur mengalami peningkatan tiga level.


Selama lima menit jumlah musuh sudah berkurang hingga setengah tapi karena semakin bersemangat bawahan Virinda malah tidak memperhatikan kakinya dan tersandung yang membangunkan seseorang yang sedang tertidur berganti jaga.


Begitu orang tersebut melihat seseorang berlari dengan kecepatan tinggi dia langsung berteriak.


"Penyusup! Ada penyu-" suara berhenti.


...----------------...


Difollow Geng

__ADS_1


IG : Rezaatmaja03


__ADS_2