Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 2, Green Luck City


__ADS_3

Hutan.


"Ini cukup berat untuk mati di usia muda dan bereinkarnasi meninggalkan bumi seperti ini apalagi adikku masih 14 tahun, tapi semoga beasiswa adikku cukup untuk dia sekolah hingga lulus SMA dan aku tau adikku itu kuat" David hanya pasrah dengan keadaan yang terjadi dan mulai menyesuaikan diri agar ia bisa bertahan hidup.


"Untuk sekarang aku harus mencari pemukiman manusia" ucap David berjalan mengikuti jalan setapak yang ada didepannya.


"Gawat banyak sekali slime nya!!!" Ucap David setelah melihat ada lebih dari 10 slime.


"Sepertinya aku harus membersihkan mereka dulu" David mengeluarkan pedangnya dan mula menebas dan membunuh slime tersebut.


Level up^


Level up^


Level up^


David terus berjalan menyusuri jalan tersebut dan kadang kadang menemukan sekelompok slime hingga akhirnya slime yang ia bantai mencapai seratus slime, meskipun banyak tapi David tidak terlalu kesulitan karena sudah terbiasa melawan slime tersebut hingga akhirnya David kehabisan Mp potion dan Hp potion sehingga david memilih istirahat.


"Biar aku periksa apa saja yang aku dapat tadi 'Status' eh sepertinya memang mirip game yah" David memeriksa statusnya sambil besandar disebuah pohon yang rindang nan sejuk.


[Satatus


Nama:David


Exp:170/180


Level:17


Hp:300/1.170


Mp:110/1.170


Job:Warior


Class:___


Title:(Slime slayer)


Skill poin:51


Str : 2


Agi : 2


Int : 2


Dex : 2


Perlawanan Elemen


Api :-


Air :-


Udara :-


Tanah :-


Petir :-

__ADS_1


Es :-


-Slime slayer:


Meningkatkan 30% serangan terhadap monster bertipe slime.]


"Levelku naik banyak tapi apa ini? Slime slayer? Title yang memalukan... baiklah cek dulu apa saja yang aku dapatkan, tapi semuanya otomatis masuk keinvertori, apa semua orang didunia ini seperti aku juga yah, ah nanti aku pikirkan untuk sekarang cek 'Invertori'.." David merasa ada yang janggal karena seluruh item yang ada otomatis masuk ke invertorinya.


On/Off


>Invertori<


-Core slime (105)


-pure liquid (105)


-Emas (5)


-Perak (10)


-Perunggu (10)


"Oh sepertinya ada cara untuk tidak langsung memasukkannya ke infertori tinggal tekan off aja mungkin" sekarang David sedikit mengerti mengenai cara kerja infertoriniya yang mana bisa otomatis masuk bisa juga tidak tapi David memilih untuk tidak karena akan mudah dicuriga nantinya.


David kembali berjalan sampai dia tidak sengaja menemukan sekelompok serigala yang berjumlah enam.


[Silver Fang Wolf (Normal)


Level 15


Hp 1.500]


David berlari dengan cepat stelah melihat sekelompok serigala itu berjalan menjauh posisinnya, ia langsung melompat dan menebas leher serigala paling belakang menggunakan skill berpedangnya sehingga satu ekor serigala paling belakang langsung tumbang.


Coldown:6 detik.


"Eh sepertinya waktu coldownnya semakin sedikit seiring meningkatnya levelku, kalau begitu" David terus menghindar dai cakaran serigala maupun gigitannya juga ia berhasil melukai kaki serigala bila Daving mendapatkan kesempatan.


+Exp25


+Exp25


+Exp25


Setelah beberama menit pertarungan, David akhirnya memenangkan pertarungan walupun dia juga memiliki beberapa luka ditubuhnya dan pedanngnya pun sudah patah dan masih menancap di kepala serigala tersebut.


[Satatus


Nama:David


Exp:170/180


Level:17


Hp:300/1.170


Mp:110/1.170


Job:Warior

__ADS_1


Class:___


Title:(Slime slayer)


Skill poin:51


Str : 2


Agi : 2


Int : 2


Dex : 2


Perlawanan Elemen


Api :-


Air :-


Udara :-


Tanah :-


Petir :-


Es :- ]


"Sepertinya semakin tinggi level juga semakin susah mendapatkan exp, levelku aja nggak naik"


"Hah... aku pikir ini akan mudah, ternyata serigala memang adalah makhluk yang mengerikan saat berkelompok, tapi aku beruntung karena level mereka tidak lebih tinggi dari levelku, untuk sekarang masukkan mereka keinfertori dulu termasuk pedang rusak ini siapa tau nanti bisa berguna" David menghela nafas panjang setelah berhasil mengalahkan sekelompok serigala tersebut.


David kembali melanjutkan perjalanannya mengikuti jalan setapak yang ia temui dan setelah satu jam perjalanan akhirnya David sampai disebuah kota yang memiliki tembok besar dan gerbang diujung jalan setapak yang iya pijaki, diatas gerbang tersebut tertulis nama kota yang ada didalamnya "Green Luck City".


"Sesuai dengan namanya gerbangnya pun berwarnah hijau" ucap David melangkah menuju gerbang kota.


David melangkah ingin masuk kekota tapi segera dicegat oleh seorang prajurit berzirah yang sepertinya sedang bertugas.


"Oi bocah.. aku belum pernah melihatmu, apa kau punya tanda pengenal kalau tidak segera bayar satu koin perak" walaupun nada bicaranya agak kasar tapi David hanya memaklumi karena sepertinya mereka sudah berkerja mulai dari pagi hingga sore ini 'mungkin'.


"Maaf pak saya tidak punya tanda pengenal apa anda bisa menunjukkan kesaya dimana saya bisa mendapatkan tanda pengenal?" David mengeluarkan dua keping perak dari kantong celananya yang sebenarnya berasal dari infertorinya untuk perajurit tersebut berharap agar dia bisa mendapatkan sedikit informasi.


"Hmph... pergi saja sendiri cepatlah hari sudah mulai malam gerbang akan segera ditutup, kalau kau ingin tanda pengenal pergilah ke guild tapi kusarankan kau untuk pergi kepenginapan termurah digang itu" perajurit itu mengambil dua keping perak dan menunjuk kearah sebuah gang yang bisa terlihat dari gerbang kota.


"Mungkin prajurit itu kira aku miskin yah tapi emang seperti itulah sekarang aku hanya memiliki 5 keping emas 8 keping perak dan 10 keping tembaga, huh.. tapi setidaknnya ini cukup untuk mencari pekerjaan baru, dan untuk sekarang kepenginapan dulu" David bergumam sendiri setelah agak jauh dari gerbang kota dan ia melihat sebuah penginapan setelah memasuki gang tersebut.


"Penginapan matahari? Eee... namanya mirip penginapan dibumi yah, Ah...! siapa peduli yang penting istirahat dulu" ucap David melangkah masuk kepenginpan tersebut,


"Haih perasaan aku dari gerban tadi sudah menemukan banyak hal klise kenapa sekarang juga agak klise? Ternyata disini banyak orang" David sedikit terkejut karena banyak petualang yang istirahat disana dan lagi semuanya bau arak, mungkin semuannya sedang istirahat setelah mereka menjalankan misi.


[Herly


Lv 45


40 thn]


"Permisi apa masih ada kamar kosong?" David berjalan menghampiri seorang pria yang terlihat berumur 40 an dan sepertinya dia adalah pemilik penginapan ini.


"Haha maaf nak semua kamar disini sudah penuh, selama seminggu ini banyak sekali petualang yang masuk kekota karena akan ada perburuan wildbos tapi sepertinya kamu cukup kelelahan kalau kamu ingin, kamu bisa beristirahat di loteng kamu cukup bayar 8 tembaga untuk satu malamnya lengkap dengan makan malam dan sarapan pagimu" pemilik penginapan memilih untuk merekomendasikan lotengnya karena Seluruh kamar sudah penuh.

__ADS_1


"Baiklah paman terimah kasih, kalau begitu saya akan menginap selama satu bulan dan untuk biyayannya ini" David menyerhakan 2 keping emas dan 4 koin perak.


__ADS_2