Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 221, Pertemuan tiga pahlawan


__ADS_3

Di tenda tepatnya ditempat tiga pahlawan berada.


"Ya.. lama tidak berjumpa haha! apa kalian baik baik saja?- yah aku ingin berkata begitu tapi sepertinya kalian baik baik saja." Ucap Sul pahlawan Tank yang pertama kali menyapa.


"Aku rasa kalian mengerti setiap situasi kita saat ini, memang aku bersyukur karena selamat dari makhluk itu tapi saat ini kita harus menghadapi fenomena aneh lain selain tragedi Dungeon Break." Ucap Naviza pahlawan Mage yang bermaksud menyinggung sosok yang membuat mereka hampir mati dan akhirnya di kirim kedunia ini.


Pahlawan Naviza merupakan orang yang paling lama bersama Aron, mereka berdua berasal dari kota yang sama yaitu kota palu atau kota yang menjadi pusat bencana dan tragedi Dungeon Break.


"Jadi saat ini kita hanya bisa mengikuti arus?" Bertanya Naviza yang belum bisa menentukan pilihannya.


"Saat ini aku hanya ingin bertemu dengan Dinda dan Candra." Ucap Sul sedikit mengeluh.


Sul adalah sepupu dari dua pahlawan bersaudara yaitu Dinda pahlawan Archer dan adiknya Candra pahlawan penempa, saat masih di bumi Sul lah yang paling banyak mensuport Candra dalam menjadi hunter yang berbakat.


"Aku sudah bertemu dengan Leader." Ucap Rina mengejutkan Naviza dan Sul dimana yang Rina maksud adalah Leader Aron.


"Ha!? Serius kah? Kau ketemu di mana?" Sul langsung bertanya dengan antusiasnya karena dia cukup menghormati Aron dimana mereka selalu melalui banyak pertarungan bersama.


"Sebaiknya kau tidak terlalu membesarkan suaramu." Rina memberi peringatan bahwa ini sangat rahasia.


"Baiklah..." Sul kembali tenang.


"Jadi bagaimana ceritanya? Aron berada di Romulus Empire kan? Setahuku jarak antara Magiccary Empire dan Romulus Empire itu sangat jauh." Naviza bertanya dengan tenang uuntuk memastikan.


"Ini masalahnya sedikit rumit tapi untuk saat ini kami mendapatkan dukungan dari seorang yang tinggal di dunia ini, anggap saja dia mengetahui dunia asal kita." Rina bukannya tidak bermaksud untuk menjelaskan David namun saat ini bukanlah waktu yang bagus.


"Maksudmu orang itu mengetahui bumi? Meskipun aku membaca banyak buku yang menjelaskan tentang pahlawan terdahulu tapi semuanya tidak ada yang menjelaskan tentang bumi secara spesifik, apa dia juga seorang pahlawan?" Jelas Naviza sebelum kembali bertanya.


"Dia memiliki skill gate yang dapat membuka gerbang teleportasi makanya aku bisa bertemu dengan Leader." Ucap Rina tidak menjawab pertanyaan Naviza membuat Naviza tidak lagi bertanya.


"Jika kau dan Aron begitu mempercayainya maka tidak ada masalah jika menerima bantuannya." Ucap Naviza tidak berniat untuk memperpanjang hal yang masih ingin di rahasiakan oleh Rina.


Naviza juga sudah terbiasa dengan sifat Rina yang hanya sesekali tertarik dengan sesuatu, jika itu tidak membuatnya tertarik maka Rina tidak akan bergerak namun saat ini Naviza melihat Rina yang jauh lebih terbuka dari pada biasanya dimana biasanya Rina selalu menutup diri bahkan dari anggota guild nya.


"Jangan terlalu di pikirkan, saat ini kita adalah orang terkuat di antara umat manusia." Ucap Sul yang ingin mencairkan suasana.

__ADS_1


"Jangan terlalu bangga." Rina memperingatkan.


"Hehe lagian untuk apa mereka memanggil pahlawan jika mereka memiliki kekuatan." Ucap Sul dengan kebenaran yang mereka pahami namun Naviza mulai memikirkan peringatan Rina.


"Apa maksudmu Rina?" Bertanya Naviza dimana setiap peringatan Rina adalah hal yang penting.


"Orang yang membantuku berkata 'sebaiknya kalian jangan terlalu terlibat dengan raja dan ratu, mereka memiliki skill yang merepotkan' jadi menurutmu apa maksud peringatannya?." Ucap Rina mengingat kata kata David.


"Jangan terlibat kah.. tapi kita saat ini sedang dalam keadaan berhutang budi, sebenarnya siapa yang memberitahu mu?" Naviza tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Biar kuberikan petunjuk, raja Magiccarry Empire." Rina sedikit mempermainkan Naviza yang suka terlalu banyak berpikir.


"Raja Magiccary Empire?" Naviza ingin memastikan.


"Bukankah dia sudah lama mati? Raja Field berkata takhtanya telah diwariskan keputri tertuanya yaitu puteri Vexana Van Vircherry atau sekarang lebih dikenal sebagai ratu Necromancer Vexana." Jelas Sul yang menganggap Rina sedikit membual meskipun sebenarnya iya.


"Setahuku juga begitu." Naviza membenarkan.


"Nama rajanya Alfa Van Vircherry." Rina menambahkan.


"Alfa Van Vircherry? Bukankah nama rajanya bukan it- tunggu, apa ada raja lain setelah raja terdahulu meninggal?" Naviza memastikan.


"Kenapa Magiccary Empire merahasiakannya pada kerajaan lain?" Naviza mulai berpikir.


"Magiccary empire baru saja bangkit dari kekacauan jadi saat ini masalah internal kerajaan masih sangat rumit." Jelas Rina yang setiap hari harus berurusan dengan bangsawan yang merepotkan.


"A~ aku paham.. setiap hari aku juga harus ber doa pada dewa yang aku tidak ketahui." Naviza pun ikut mengeluh.


"Kau gadis suci sih ya.." Sul sedikit meledek.


"Oh iya Sul bagaiman keadaan mu di Fertiland Empire kau sama sekali belum menceritakannya?" Bertanya Naviza di ikuti oleh anggukan Rina karena Sul sama sekali belum menceritakannya.


"Selain makan dan tidur aku hanya bermain dengan Widi." Jawab Sul mengeluarkan sebuah boneka kayu yang ia panggil Widi.


"Entah kenapa aku merasa hidupmu sangat suram." Rina berkomentar.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja raja Field terlalu banyak memanjakanku sampai aku merasa bosan." Jelas Sul.


Tiba tiba dari balik tenda dimana dua perajurit yang diletakkan untuk berjaga pun berduara. "Tuan dan nona pahlawan, pengawal ratu Vexana ingin bertemu." Pengawal tersebut meminta izin untuk membuka tenda.


Naviza dan Sul langsung melirik kearah Rina sebelum Rina mengangguk.


"Baiklah suruh dia masuk." Ucap Naviza mengizinkan.


"Baik nona." Tidak lama setelah perajurit tersebut menjawab, sosok David pun terlihat dan berjalan kearah mereka.


David langsung duduk disebuah kursi kosong di pinggir meja mereka bertiga dan tidak mengatakan apapun selain menilai Naviza dan Sul.


"Saya Alfa Van Vircherry, senang bertemu dengan kalian." Ucap David dengan senyumnya.


"Naviza pahlawan Mage." Naviza memperkenalkan diri singkat.


"Sul pahlwan tank, kau juga bisa memanggilku sebagai raja api." Sul memperkenalkan diri dengan gaya.


"Sesuai yang di katakan pahlawan Aron, kalian memang sangat kuat." Ucap David menyinggung nama Aron.


"Anda pernah bertemu dengannya?" Naviza bertanya meskipun sudah mendengarnya dari Rina.


"Panggil saya Alfa saja." Ucap David.


"Baiklah, jadi bagaimana anda bisa bertemu dengan Aron?" Bertanya Naviza kembali dimana ia tidak memperdulikan nama panggilang David.


"Hanya kebetulan saja, ekhhem! saya datang kesini hanya untuk menyapa sekaligus memberi tahu kalian bahwa kita akan memulai serangan besok pagi." Ucap David sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Jadi apa tugas kami?" Bertanya Sul.


"Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan bantuan kalian namun jumlah monster yang menjaga lebih banyak dari perkiraan jadi tolong alihkan perhatian monster selagi perajurit malawan titan." Ucap David seakan meminta tolong.


"Haha baiklah ini saatnya untuk mencoba kekuatan terbaru dsri Widi." Sul langsung bersemangat namun dihentikan oleh Naviza.


"Dengan kekuatanmu kurasa tidak memerlukan bantuan kami." Ucap Naviza sedikit memancing David.

__ADS_1


"Untuk kali ini King And Queen hanya sebatas mengawasi." Jawab David agar Naviza tidak memojokkannya.


"King And Queen kah.. kau cukup pandai berbicara yah." Naviza sedikit memuji namun belum juga mengetahui apa sebenarnya yang di pikirkan oleh lawan bicaranya ini.


__ADS_2