Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 151, Menuju Ibu Kota


__ADS_3

Swosh..


"Tuan memanggil kalian." Ucap Virinda yang tiba tiba datang dari sekumpulan kabut yang berubah menjadi seorang Maid.


"Aku terkejut." Lily berbicara tapi dengan nada datar karena dia sudah terbiasa dengan sifat Virinda yang muncul menghilang tanpa pamit dan permisi.


"Semuanya, kita sedang dipanggil kemungkinan kita telah memenanngkan perang ini." Ucap Tiger tersenyum cerah.


"Nn." Semuanya mengangguk lalu berjalan kembali kearah tempat David melalui banyak perajurit yang sedang berusaha membereskan monster maupun drop item.


Perlahan mereka berjalan dituntun oleh Virinda hingga tiba disebuah tenda yang cukup besar dan unik dimana didepan tenda dijaga oleh dua perajurit bersenjata lengkap dengan level tinggi.


Mereka berjalan masuk ketenda saat pintu tenda dibuka oleh kedua perajurit. Didalam sana mereka dapat melihat meja bundar tanpa kursi dan David yang berdiri disalah satu sisi luar meja.


"Kalian sudah selesai?" Bertanya David menyambut Tiger dan rekannya.


"Sudah tuan." Jawab Tiger yang kemudian berdiri dimasing masing sisi meja.


"Sesuai yang kalian lihat, ini adalah peta ibu kota milik keluarga Vermilion, jumlah dan kekuatan monster telah dipastikan oleh pasukan bayangan, kalian dapat mel8hatnya disini." Ucal David melampirkan semua informasi ibu kota bangsawan Vermilion.


"Apa maksudnnya 'mundur jika bahaya' tuan?" Bertanya Ahrul melihat sebuah keterangan pada peta yang tepatnya ditengah kota.


"Kemungkinan mereka dipimpin oleh iblis, jadi akan berbahaya jika kalian menyerang secara brutal nantinya." Jawab David sedikit memberikan Ahrul sindiran.


"Ek-" dan Ahrul langsung diam karena kata kata David tepat mengenai dirinnya.


"Kami tidak dapat terus bergantung pada perlindungan tuan." Tiger angkat bicara.


"Meskipun aku merasa iblis kali ini hanyalah iblis level rendah tapi kalian juga tidak boleh meremehkannya, jadi sebaiknnya dengarkan aku saja." Ucap David yang tetap tidak ingin membiarkan bawahannya mengambil banyak bahaya dimisi kali ini.


"... baik tuan." Tiger akhirnya menurut.


"Apa ada hal lain?" David bertanya.


"Perajurit assassin menemukan beberapa harta berharga dimansion lord kota ini tuan, apa harus kami ambil tuan?" Moar bertanya karena dikota sebelumnnya David meminta untuk mengembalikan harta kota.


"Apa ada sesuatu yang berhubungan dengan iblis diharta itu?" Balas David balas beertanya.


"Tidak ada tuan."


"Kalau begitu biarkan saja, harta itu bisa digunakan untuk membangun kembali kota ini nanti." Ucap David membiarkan harta begitu saja.

__ADS_1


Harta kota ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengannya, meskipun begitu harta milik keluarga Vermilion juga bukanlah hal kecil jika dilihat dari segi nilai.


David membiarkannya karena harta tersebut mungkin dapat mengembalikan kejayaan keluarga Vermilion yang sudah terpuruk dan dapat kembali mendukung kerajaan karena keluarga Vermilion adalah salah satu keluarga berpengaruh dikerajaan jika tidak ada keluarga Vermilion maka pangan diRomulus empire pasti sudah kacau dari dulu seperti sekarang ini.


"Apa masih ada hal lain?" David kembali bertanya.


"..." Semuannya saling melirik lalu menggeleng.


"Baiklah dari sini kuanggap kalian telah mengerti, kita akan memulai penyerangan besok, Moar segera atur orang untuk mengawasi ibukota, jarak dari sini keibu kota hanyalah kurang lebih lima belas kilo meter kita bisa menempuhnya dalam waktu singkat." Jelas David memberi perintah pada Moar.


"Baik tuan." Moar menjawab sebelum menghilang.


"Eee... padahal aku masih ingin menyampaikan kata perpisahan." Ucap David lemas saat ditinggalkan begitu saja oleh bawahannya setelah diberi perintah.


"Apa perlu kami memanggilnnya tuan?" Bertanya Tiger merasa bersalah akan kelakuan rekannya tapi lebih mirip saudara.


"Tidak perlu." David tidak terlalu memperdulikannya. "Sudahlah kalian bisa bubar." Ucap David yang ingin segera megakhiri rapat sementara.


"Kalau begitu kami permisi tuan." Ucap Tiger sebelum mereka semua meninggalkan tenda.


David hanya mempersilahkan dengan melambai lambaikan tangannya agak malas.


"Haih.. tidak apa apa, aku sempat berpikir betapa enaknnya bersantai dirumah dengan menikmati kehidupan bersama keluarga." Ucap David yang berangan angan.


"Maafkan kami tuan." Virinda langsung berlutut.


"Hm? Kenapa kamu minta maaf?" Tanya David lebingungan.


"Jika kami lebih kuat pasti tuan tidak perlu melakukan ini, tuan bisa beristirahat dengan tenang seandainnya kami lebih kuat." Ucap Virinda yang semakin menundukkan kepalannya.


"Mana mungkin aku bisa bersantai jika kalian harus mempertaruhkan nyawa kalian untuk kebebasanku, kamu adalah pisauku selamannya milikku setiap milikku harus merasakan apa yang kurasakan." Ucap David seakan tegas tapi nada bicarannya terdengar sangat berat.


"..." Virinda terdiam.


"Sudahlah, kukira itu hanya angan angan belaka, aku juga sudah mempertimbangkan semuannya sebelum membangun pasukan seperti ini, jika aku membangun kekuatan maka kebebasanku sudah tidak ada." Ucap David yang berusaha menghibur baik dirinya maupun Virinda.


'Anda seharusnya lebih mengandalkan kami tuan.' Batin Virinda merasa sangat bersalah akan ketidak mampuannya dan rendahnnya kekuatannya, padahal itu sudah sangat besar untuk pelayan bayangan pada umumnya.


"Aku belum mendapatkan kabar dari Selarrain, apa dia pernah menghubungimu?" Bertanya David mengubah pembicaraan.


"Beluk tuan." Ucap Virinda menjawab.

__ADS_1


"Dia masih seperti biasannya, tidak pernah melaporkan situasi sebelum menyelesaikan misinnya." David agak pusing dengan cara pikir Vampir Selartain yang tidak pernah melaporkan situasinya saat melakukan misi hingga misinnya selesai.


"Mungkin nona Selartain ingin anda lebih mengandalkannya tuan." Ucap Virinda memberikan masukan atas jawaban yang David inginkan.


"Mengandalkan? ... Ya benar juga, aku terlalu mengandalkan kalian hingga akhir akhir ini aku sering bermalas malasan." Tapi David menanggapinya dengan hal lain.


"Bukan itu maksudnnya tuan-" Virinda mencoba untuk menjelaskan.


"Baiklah baiklah, dipenyerangan berikutnnya aku akan turun tangan sendiri." Ucap David yang membulatkan tekad tanpa berpikiran lagi.


David tidak ingin disebut sebagai orang yang mengandalkan bawahan sehingga saat kata kata Virinda keluar, David langsung agak pangling dan lupa diri karena David adalah orang yang memiliki harga diri tinggi sehingga tidak ingin disebut sebagai penguasa tidak berguna.


Virinda sedikit menepuk kepalannya. 'Aku tidak tahu jika tuan juga memiliki sisi bodoh seperti ini. Sepertinnya akulah yang memicunnya.' Batin Virinda membuang napas panjang.


...


Keesokan harinnya semua perajurit berangkat menuju ibu kota saat matahari masih belum muncul tapi sudah menerangi langit.


Mereka berangkat tidak menggunakan kecepatan penuh karena perintah Tiger untuk menghemat stamina sebisa mungkin agar mereka dapat meningkatkan keberhasilan mereka saat bertempur.


Adapun David yang ikut ikutan berjalan paling depang dengan kecepatan sama, David hanya menganggap ini sebagai tapak tilas untuk menempuh perjalanan lima belas kilo meter meskipun didunia ini tidak ada pahlawan sejarah yang dapat David kenang kecuali pahlawan bersejarah yang ada diindonesia.


Perjalanan mereka tidak terlalu lama karena meskipun tidak menggunakan kecepatan penuh tapi kecepatan biasa dari level mereka sudah cukup untuk mengungguli orang normal.


Mereka tiba tepat didepan gerbang kota dimana tidak memiliki monster apapun diatas tembok maupun diluar tembok. Para perajurit juga tidak merasakan adannya pergerakan monster didalamnnya.


Tiger juga sedikit kebingunngan saat David meminta mereka untuk langsung maju kegerbang saja tanpa harus mengirim assassin terlebih dahulu untuk menyelidiki keadaan.


Gorarrr...!!!


Begitu perajurit yang berusaha membuka gerbang berhasil membukanya, ratusan monster tiba tiba muncul diatas tembok bersamaan dengan monster yang tiba tiba keluar dari gerbang.


Grarr..!!


...----------------...


semangat gue pulih guys!!! ayo kita up setiap hari! thank you banget buat kalian yang setia like novel ini!! gue harap kalian tetap setia membaca novel gue dan bukan berarti gak boleh baca yang lain, gue juga berharap kalian bisa memVote novel ini terus agar gue bisa terus bersemangat dalam menulis guys!!


yah tapi kalau jumlah Vote setiap minggunya menurun kita up satu per dua hari lagi yah guys.


dimulai dengan Cover baru mari kita up perhari!

__ADS_1


__ADS_2