Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 182, Fire Gun


__ADS_3

Pelabuhan Dark Dragon


Saat David membuka koper tersebut terdapat dua buah senapan didalamnya, meskipun bentuknya hampir mirip dengan senapan yang pernah David perlihatkan pada Kihai tapi David jelas tahu bahwa ini bukan senapan pada umumnya.


"Apa ini?" David mengambil kedua senapan tersebut.


"Bukankah itu senjata yang pernah kau perlihatkan dimarkas Dwarf? Kihai memang hebat dia bisa membuatnya juga." Ucap Forts terkagum kagum.


"Ini bukan senjata yang seperti itu." Ucap David setelah melihat deskripsi senjatanya.


[Fire Gun


Senapan sihir yang terbuat dari baja, dapat menembakkan enam peluru api sebelum kembali mengisi ulang menggunakan mana selama 0,5 - 1 Detik.


Skill :


Fire Shoot


Menembakkan seluruh peluru dalam satu tarikan pelatuk.


Coldown : 1 Detik.


Fire Bom


Meledakkan peluru api yang ditembakkan.


Coldown : 6 Detik.]


[Heal Gun


Senapan sihir yang terbuat dari baja, dapat memulihkan 10% kesehatan target dan dapat terus digunakan hingga mana pengguna habis.]


'Ek! Ini sih terlalu gila, dengan suport yang memegang Heal Gun dibelakang kita maka kita tidak akan bisa mati dalam pertempuran kecuali lawan memiliki skill instan death.' Batin David yang merasa senjata terbaru ini terlalu Over Power.


"Ada apa David?" Bertanya Forts melihat raut wajah David yanh entah kenapa malah ditekuk.


Dor!


Satu tembakan Fire Gun David arahkan kedepanya dengan tiba tiba.


"Jangan mengejutkan ku oi!!" Teriak Forts kesal.


"Jaraknya mencapai bisa mencapai seratus meter." Ucap David mengabaikan Forts.


"Uwaa!! Hebat! Boleh Merly mencobanya?" Tanya Merly antusias.


"Tidak." Singkat saja David menjawab sebelum kembali mengarahkan kedepannya.


"Yaa..h.." Merly menghembuskan napas panjang.


"Fire Shoot." Ucap David mengaktifkan skill dan menarik pelatuknya.


Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Lima deretan peluru api langsung berhamburan keluar dalam satu garis lurus menuju laut.


Mana David tiba tiba kembali terisap sama seperti saat David pertama kali memegangnya tadi.


Dor!


David kembali menembak sebelum sebuah nama skil keluar dari mulutnya.


"Fire Bom." Ucap David.


Bom!!!


Tiba tiba ledakan yang sama sekali tidak terduga terjadi dimana ledakan tersebut malah menghancurkan sedikit bagian pelabuhan.

__ADS_1


Forts hanya menganga saja melihat


Hasil ledakan tersebut.


Fungsinya sama dengan tongkat sihir hanya saja Fire Gun memfokuskan semua energi dalam satu tembakan hingga tidak membutuhkan banyak energi untuk menghasilkan damage yang tinggi.


"Kau membuat barang yang berbahaya Kihai." Gumam David mengernyit.


"Bukan kah ini hebat David?" Tanya Forts menanggapi karena sempat mendengar gumaman David.


"Dengan persenjataan yang kita buat sekarang saja sudah hampir menganggu tatanan dunia ini apa lagi jika kita memproduksi senjata seperti ini." Jawab David.


Maksud David adalah semuanya seharusnya didapatkan dengan tangan penghuni asli dunia ini bukan pengetahuan dari dunia lain karena bisa saja dunia ini tidak sanggup menyeimbangkan aturan, kekuatan dan teknologi.


Memang Fire Gun tidak terlalu berguna untuk orang berlevel tinggi tapi jika ada orang lain yang mengetahui cara membuatnya dan merevolusinya menjadi meriam maka kekuatannya bisa menjadi sepuluh kali lipat dari meriam sihir pada umumnya dan itu sangat berbahaya.


Terlebih lagi seluruh persenjataan yang David buat belum tentu dapat dibuat oleh manusia asli disini selama seratus tahun kedepan tanpa informasi dari David.


"Aku mengerti." Forts mengangguk paham dan tiba tiba juga menjadi lebih serius karena sudah sering mendapatkan peringatan dari David.


"Suruh Kihai untuk menghentikan produksi ini, untuk Heal Gun biar kupikirkan lagi." Ucap David memasukkan semuanya kedalam koper sebelum mengembalikannya pada Forts.


"Baiklah, akan segera kuberi tahu." Mengangguk Forts.


"Oh iya Forts, bukan kah kau berasal dari Magiccary Empire?" Tanya David merubah topik.


"Iya?" Forts sedikit kebingungan karena tiba tiba ditanyai seperti itu.


"Aku berencana kesana." Ucap David.


"Ha! Untuk apa?" Tanya Forts refleks.


"Ada beberapa hal yang membuatku penasaran dengan kerajaan sihir ini." Jawab David.


"Aku tidak melarangmu tapi masuk keMagiccary Empire tidaklah mudah, kau harus memiliki batu tanda penduduk khusus jika tidak akan sangat merepotkan untuk masuk kesana." Ucap Forts yang mencoba untuk tenang karena sempat syok sebentar.


"Aku bisa memberimu batu penduduk Magiccary Empire, sekarang aku memiliki tiga yaitu milikku dan milik Gal Gel, jika kau beruntung kau bisa meminta pada Ben." Ucap Forts menawarkan batu penduduknya.


"Kau memilikinya?" Tanya David memastikan dengan wajah penuh cerah, awalnya berniat menyusup tapi karena ada jalan aman maka lebih baik pilih jalan aman saja.


"Kau tidak berniat untuk menyusup tadi kan?" Tanya Forts menyipitkan matanya.


"Yaa haha haha hahaha..." David memalinkan wajahnya menggaruk belakang kepala sambil tertawa garing.


"Itu mustahil, setiap perbatasan dan tembok mereka memiliki sihir pendeteksi yang hampir sama dengan sihir pendeteksi yang ada dikota Dragkolli." Jelas Forts menggeleng.


"Sehebat itu?" David baru mengetahuinya karena sangat minim informasi tentang Magiccary Empire yang David dapatkan dari RedBen.


"Kau akan tahu setelah melihatnya." Forts tidak berniat menjelaskan lebih lanjut.


"Baiklah kalau begitu tolong, aku akan meminjam batu pendudukmu." Ucap David.


"Oke."


...


Selama satu minggu David terus memantau pasukannya agar dapat lebih mengerti dengan pasukannya sendiri, selain itu David juga terus mencoba kapal perangnya untuk melihat kekurangan desainnya.


Satu minggu kemudian


Rumah David dikota pelabuhan.


"Suami!" Teriak Merly dari arah pintu.


"Ada apa Merly!?" Balas David berteriak saat dia berada diruang tamu dengan berbagai berkas yang berhubungan dengan Magiccary Empire.


"Seorang perajurit membawa ini." Ucap Merly meletakkan sebuah kota berbentuk koper diatas meja yang berserakan dengan kertas.

__ADS_1


"Oh akhirnya datang juga." Ucap David antusias dan tanpa menunggu lagi langsung ingin membukannya tapi ketukan pintu menghentikannya.


"Ada tamu." Ucap Merly.


"Sepertinya begitu." Ucap David juga. "Masuklah." Teriak Davis karena dari auranya David sudah dapat menebak siapa yang ada didepan rumahnya.


Seorang perempuan berambut biru yang sedikit mirip warna laut es berjalan kearah David dari pintu bersama dengan sebuah roh spirit yang melayang dibelakangnya dengan tatapan dingin dan tajam.


"Lily." Sambut David.


"Lama tidak bertemu tuan." Sapa Lily juga.


"Duduklah." David segera mempersilahkan.


Lily hanya mengikut sa dan segera duduk sebelum mengeluarkan setumpuk kertas dari cincinnya.


"Ini semua adalah kontrak tanah para bangsawan yang akan dijadikan jalur kereta energi tuan." Ucap Lily.


"Apa semuanya berjalan lancar?"


"Tentu tuan."


"Baiklah kerja bagus Lily, sisanya serahkan pada Tiger saja." Ucap David santai.


"Baiklah tuan." Memgangguk Lily.


"Dan ini sebagai hadiah untukmu." Ucap David memberikan koper yang baru saja dikirim oleh perajurit.


"..mm boleh saya membukanya tuan?" Bertanya Lily dengan hati hati.


"Bukalah."


Lily segera membuka koper tersebut dan menemukan dua buah pistol didalamnya.


"Apa ini tuan?" Bertanya Lily saat mengeluarkannya meskipun dia sudah dapat melihat deskripsinya.


"Lihat saja sendiri." David terlalu mals untuk menjelaskan setelah membaca begitu banyak dokumen.


[Heal Gun


Pistol sihir yang terbuat dari baja, dapat memulihkan 20% kesehatan target dan dapat terus digunakan hingga mana pengguna habis.


Pasif : dapat melemahkan 10% kekuatan pengguna elemen Dark dan iblis.]


...----------------...


Guys! karena kita up 2 Chapter maka vote lah biar besok bisa up dua chapter lagi, oke!?


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Ristan Unariga


-Gerald


-Lucifer


-Lutfan


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]

__ADS_1


__ADS_2