Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 90, Dewa Demiyus marah


__ADS_3

Medan Allia


"Monster kotor ini berani memandang tuanku." Virinda sudah mengeluarkan pisaunya bersiap membantai semua Undead yang ada disana.


"Jangan pedulikan mereka." David berjalan kearah Livius Empire yaitu arah barat dari medan Allia.


"Baik tuanku." Virinda menyimpan senjatanya meredahkan emosinya dan berjalan dengan anggun ala maid mengikuti David.


'48.095 jiwa berhasil ditangkap.' Sistem memberi tahu.


'Lalu kenapa para Undead masih bisa berjalan?' Bertanya David.


'Monster Undead adalah wujud monster yang sudah membangkitkan jiwa baru dengan Core didada mereka jadi jiwa mereka tidak dapat ditarik.' Jawab Sistem.


'Kalau begitu kenapa jiwa disini terlalu sedikit padahal sering terjadi perang sejak seribu tahun lalu.' Kembali David bertanya.


'Jiwa yang anda tangkap adalah niwa yang berkeliaran dan menolak untuk ditarik oleh Dewa Demis.' Sistem menjawab.


'Kalau begitu itu salah mereka karena tidak ingin pergi kelangit tapi malah ditarik olehku.' David sedikit terkekeh.


'Anda mendapatkan pesan dari dewa Demiyus 'jangan selalu menarik jiwa sembarangan!' Apa ingin dibalas?' Tiba tiba sistem mendapatkan pesan dari dewa Demiyus.


'Balas katakan kau harus bertugas dengan baik sebelum dipecat oleh kaisar langit dewa Demiyus.' Ucap David santai masih melanjutkan perjalanannya.


'Pesan berhasil terkirim.'


**********


Disebuah tempat dijagat raya yang luas


"Lihatlah apa yang dilakukan anak yang kau panggil Hermes." Dewa Demiyus sekarang sedang sangat marah pada David dan memaki maki sendiri setelah dikirimi pesan seperti itu.


"Biarkan saja Demiyus jangan dipedulikan." Santai saja Hermes berkata sambil masih terus membolak balik buku yang sedang dia tulis.


"Apa bagusnya memanggil anak ini untuk mengurus dunia yang kita buat bersama." Demiyus masih kesal sendiri.


"Ntahlah aku pun menantikan pertunjukan menarik." Hermes berhenti menulis dan menggeleng tak lazim.


**********


Kembali kemedan Allia dimana David dan Virinda sedang berjalan.


"Tuanku kenapa para Undead ini hanya melihat kita dan tidak menyerang kita." Setelah menahan terlalu lama akhirnya rasa penasaran Virinda memuncak dan memilih bertanya.

__ADS_1


"Mereka hanya akan menyerang apapun yang memiliki aura kehidupan sedangkan aku mematikan aura kehidupanku menggunakan Class nekromancer sedangkan kamu sepertinya tidak dapat dideteksi oleh mereka karena disini tetap gelap walaupun siang hari." David menjelaskan dan masih terus berjalan santai.


"Gluttony" David menyempatkan diri untuk memakan satu Undead siapa tahu skill mereka akan berguna nantinya.


Sebenarnya David membawa Wolf tapi David tidak ingin menungganginya sekarang dan memilih untuk tidak menungganginya sampai keluar dari daratan Allia.


"Saya mengerti tuan." Setelah itu Virinda diam.


"Selama kita berada diLivius Empire kamu akan menjadi petualang berpedang ringan bernama Ririn gunakan pedang ringan yang dibuat Forts untukmu." David pun tidak ingin ada yang mengenali nama Virinda walaupun sebenarnya Virinda jarang muncul tapi walau begitu David tidak ingin menggunakan nama anggota Guild nya sembarangan apa lagi jika ada mata mata di guild petualang dan mengambil seluruh data nama anggota milik Guildnya.


"Baik tuanku." Virinda menjawab.


"Juga berhenti memanggilku tuan mulai sekarang namaku Alfa selama menggunakan Zirah ini." David pun menggunakan nama samaranya dan dia tidak yakin jika tidak banyak orang yang mengetahuinya.


"Baik tuanku." Asal saja Virinda menjawab tanpa memperhatikan kata David.


"Virinda" David mengulangi agar Virinda fokus.


"Maaf tuan- Maaf A-alfa." Virinda dengan segera berlutut meminta maaf dan tidak terbiasa dan memang tidak bisa menyebut nama David tanpa kata tuan.


"Ini perintah ingat secepatnya nama panggilan itu juga jangan sedikit sedikit berlutut." David menggeleng tak lazim.


"Baik A-alfa... tuan." Benar benar susah diubah.


Mereka terus berjalan dan akhirnya keluar dari medan Allia setelah satu hari berjalan.


**********


Hutan perbatasan Allia dan Livius Empire.


"Sekarang kita berada di perbatasan hutan Livius ... ada dua jalan dari peta yaitu lewat kota pelabuhan atau kota kecil dan beberapa desa meskipun kita lewat kota pelabuhan tapi sepertinya kita tidak akan menggunakan kapal karena jakurnya hanya akan lewat saja tanpa behenti." David melihat dimap sistem dan ingin menentukan arah mereka berjalan selanjutnya.


"Wilayah Livius Empire hanya memiliki dua Pelabuhan saja ... satu pelabuhan milik pangjalan militer Livius dan satunya lagi milik Guild petualang untuk melakukan perdagangan dengan Romulus Empire aku juga membaca beberapa lapiran di mansion yang mengatakan beberapa produk bir kita dipesan oleh Guild disini." David memikirkan.


"Benar tuan mereka masih berani meminum bir ciptaan tuan setelah memotong tangan tuan." Virinda sepertinya masih memiliki dendam pada Livius empire dimana saat David kehilangan tangan oleh mereka dan David yang harus berjuang keras menahan sakit saat menanam tangan baru begitulah pandangan Virinda atas dendamnya.


"Sebaiknya kamu berhenti memanggilku tuan Virinda atau aku menyuruhmu pulang." -_ Kali ini David benar benar memberikan anccaman.


"Maaf tu-Alfa." Cepat Virinda berlutut tapi cepat juga David menangkapnya agar segera mengubah kebiasaannya itu.


"Sudahlah ayo kita berangkat memotong hutan saja agar bisa sampai di kita kerjaan Livius tanpa terhambat oleh gerbang kota lainmya" David mengeluarkan Wolff.


Awuuu..!

__ADS_1


"Baik A-alfa." Virinda terlihat berusaha mengubah sikapnya.


"Ayo naik." Sembarang saja David melempar tubuh tinggi mont*k milik Virinda keatas Wolf karena dia tidak ingin berdebat lagi dan menghambat perjalanan karena ini sudah malan dan David tidak ingin beristirahat sebelum sampai dikota kerajaan Livius.


Wolf membawa mereka dengan kecepatan tinggi melintas hutan walaupun harus mengurangi kecepatan maksimal milik Wolf karena sedang berada dalam wujud besarnya yang mana harus menghindari beberapa ranting pohon agar tidak melukai tuannya.


"Menurut laporan dari Redben sistem guild di Livius Empire sangat lah berbeda dengan Romulus Empire walaupun mereka satu cabang." David berkata dalam perjalanan.


"Itu benar karena Rank abc hanya berlaku pada petualang solo sedangkan petualang yang memiliki party akan dinilai Rank nya sesuai konstribusi party jadi ini akan merepotkan" Virinda muali melepaskan kata tuan.


"Ya.. yang jelasnya kita datangi dulu baru urus masalah selanjutnya" Ucap David.


Mereka terus melaju dan kadang memutari desa atau kota yang menghalan perjalanan mereka yang akhirnya berhasil samapai pada keesokan harinya tepat tengah hari digerbang kota kerajaan Livius.


**********


"Aku tidak ingin ditahan disini jadi gunakan kartu identitas palsu ini untuk mengecoh penjaga sebelum kita membuat yang asli di guild." David melemparkan satu kartu tanda pengenal palsu pada Virinda dengan nama ririn juga berasal dari desa.


"Baik." Virinda menangkapnya.


David berjalan terlebih dulu dan kebetulan gerbang kota sedang sepi dan tidak ada yang mengantri karena siang hari biasanya gerbang akan penuh saat sore hari dimana para petani gandum akan kembali kekota atau petualang yang bekerja diluar tembok.


"Tanda pengenal." Seorang prajurit menghentikan David yang menggunakan Armor full plate dengan Virinda yang menggunakan mantel warna coklat menutupi seluruh pakaian maidnya kecuali kepalanya yang memiliki rambut hitam diikat kebelakang serta mata yang tajam.


"..." David tidak bersuara bersama Virinda dan hanya mengangkat kartu identitas palsunya.


Penjaga itu segera mengambilnya dan hanya mengeceknya sebentar.


"Dasar anak orang kaya yang sombong." Prajurit itu mengembalikan kartu nama Virinda dan David.


"..." David berjalan masuk.


'Jangan gegabah Ririn' David menegur Virinda menggunakan nama palsunya lewat Voice chat.


'Maaf Alfa' Virinda pun juga meminta maaf karena tadi dia memang hampir membunuh dua prajurit didepan gerbang karena mencaci David.


'Sudahlah dari tadi kita menjadi pusat perhatian sepertinya disini terlalu jarang petualang yang menggunakan armor full plate ayo kita keguild sebelum mencari penginapan.' Alfa mempercepat langkahnya mengikuti map sistem.


'Baik'


...****************...


{TL note : mulai dari sini nama David & Virinda akan diganti menjadi Alfa & Ririn selama mereka berada di Livius Empire yah}

__ADS_1


__ADS_2