Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 167, Kesembuhan Nyonya Vermilion


__ADS_3

Pagi hari


Kamar David


Saat David keluar dari kamar mandinya dia sudah melihat tempat tidurnya sudah diganti dari yang tadi penuh keringat dan darah sekarang sudah menjadi tempat tidur yang baru.


"Mungkin teman Virinda yang menggantinya." Gumam David yang tidak terlalu memikirkannya.


David langsung menuju kemeja makan saat selesai berpakaian dan melihat semuanya sudah ada diruang makan kecuali Virinda.


Tapi David memakluminya karena dia memang terlalu gila dan menyiksa Virinda semalam.


...


"Sepertinya simaid sialan itu sedang bermalas malasan." Ucap Stella menggerutu saat tidak melihat Virinda.


"Sudahlah sudahlah kita sedang makan jangan berbicara begitu Stella, mungkin dia sedang sibuk atau melakukan pekerjaan lain." Ucap ibu Stella yang keberadaannya baru disadari oleh David.


"Ah tante sudah sehat." Ucap David yang segera menyapa dan duduk dikursi kosong didekat Stella tepat didepan puteri Arfenit.


"Berkat bantuan puteri Arfenit saya sudah bisa bangun dari tempat tidur." Ucap ibu Stella melihat kearah puteri Arfenit yang seperti enggan untuk makan. "Kenapa puteri?" Sambungnya.


"..." puteri Arfenit tidak menjawab.


Meskipun begitu David sudah dapat menebak bahwa puteri Arfenit enggan untuk makan karena dua bangsa demon yang duduk bersama dimeja makan.


"Mm mungkin puteri Arfenit kecapean karena harus mengurus saya setiap hari." Ucap ibu Stella yang merasa sangat canggung karena pertanyaannya tidak dijawab sama sekali.


"Bukan seperti itu." Cepat puteri Arfenit menolak. "Hanya saja.." tapi dia tidak berencana untuk menjelaskannya.


"Mungkin puteri Arfenit sedang banyak pikiran." David menambahkan agar ibu Stella tidak terlalu merasa bersalah.


Ibu Stella segera menengok kearah puteri Arfenit dengan ekspresi bertanya untuk menanyakan kebenaran ucapan David.


"Ya.. aku memang memiliki banyak pikiran akhir akhir ini." Ucap puteri Arfenit membenarkan meskipun tidak begitu.


Sarapan pagi kembali berlanjut hingga akhirnya meja makan menjadi kosong karena telah dibersihkan tapi belum ada yang meninggalkan meja makan.


"Kenapa kalian tidak berdiri?" David mencoba untuk bertanya saat semua orang melihatnya penasaran.


"Dari tadi sepertinya kau ingin menyampaikan sesuatu." Jawab Stella.


"Apa ada hal yang ingin disampaikan David?" Ibu Stella juga bertanya.


"Aku hanya malas saja untuk bergerak." Ucap puteri Arfenit pula yang sejujurnya juga penasaran dengan apa yang ingin David sampaikan.


"Apa segampang itu kalian membaca ekspresiku?" David bertanya sambil menunjuk wajahnya.


"Sangat." Mengangguk mereka semua bersamaan.


"Baiklah memang ada sesuatu yang ingin kusampaikan." Ucap David menghembuskan napas pelan sebelum kembali menarik napas untuk berbicara.


"Mungkin ada yang masih belum kenal dengan mereka berdua." Tunjuk David pada Celina dan Cecilia. "Mereka berdua adalah dua jenderal Beaster Empire yan-" ucapan David dipotong oleh Celina.


"Itu dulu tuan." Ucap Celina memotong dan meralat perkataan David.


"Sekarang kami adalah budak tuan." Sambung Celicia yang membuat semuanya salah paham.


"Kalian sepertinya sedikit salah paham, ditempat asal mereka dulu bawahan disebut dengan budak jadi budak maksud mereka adalah bawahan saja." Ucap David segera menjelaskan.

__ADS_1


"Kami tida-" baru saja Celina ingin meralat tapi David segera memotong.


"Kalian diam saja." Ucap David segera.


"Baik tuan." Ucap mereka bersamaan.


"Singkatnya mereka berdua aku panggil kesini untuk membantu peroses penyembuhan penyakit nyonya Vermilion." Ucap David langsung keintinya saja.


"Jenderal David sudah sangat banyak membantu kami, saya tidak tahu apa yang harus kami berikan sebagai imbalan untuk membalas kebaikan jenderal David." Ucap ibu Stella agak menunduk.


"Saya sudah pernah mengatakan sebelumnya tante, kita sesama bangsawan Romulus harus saling membantu." Ucap David mengingatkan.


"Tapi tetap saja kami harus berterima kasih kepada jenderal David." Ucap ibu Stella yang masih saja formal.


"Mungkin kita perlu mengganti tempat." Ucap David.


Mereka segera menuju kekamar ibu Stella untuk melihat kutukan ibu Stella, meskipun sudah dapat keluar dari kamar tapi ibu Stella nyatanya masih sangat kesulitan untuk berjalan dan harus dibantu oleh Stella.


...


Kamar ibu Stella.


Ibu Stella sudah berbaring dengan baik seperti biasanya diatas tempat tidurnya dengan David Stella Celina dan Cecilia yang berdiri didekatnya sedangkan puteri Arfebit berdiri dipodok ruangan.


"Apa kalian bisa menanganinnya?" Bertanya David pada Celina dan Celicia.


"Hmm.. dari yang kami lihat tuan kutukannya sudah hampir semuanya dibersihkan." Ucap Celina setelah memperhatikan ibu Stella dari tadi bahkan saat makan.


"Hanya saja inti dari kutukannya yang belum dikeluarkan." Ucap Celicia.


"Maksudmu intinya?" David bertanya kebingungan.


"Biasanya jantung kutukan memiliki bentuk yang berbeda tergantung dari iblis yang menggunakannya, hanya saja kutukan didunia iblis tidak terlalu berlaku meskipun hampir semua iblis memiliki skill kutukan karena dapat dengan mudah dihancurkan jantung kutukannya." Lanjut Celina menjelaskan.


"Bagaimana cara menghancurkannya?" David bertanya.


Krak!


Satu genggaman tangan Celina dengan sedikit aura iblis langsung mencengkeram erat.


"Nah sudah." Ucap Celicia melihat jantung dari kutukan ibu Stella sudah hancur.


"Begitu saja?" David sedikit kebingungan sebelum ibu Stella tiba tiba bangun dengan wajah yang pucat.


"Ouweek..." ibu Stella memuntahkan banyak darah hitam sebelum sebuah batu mirip core keluar secara bersamaan tapi terlihat sudah pecah hingga tiga bagian.


"Ibunda!" Stella segera membantu ibunya dan membersihkan mulutnya sebelum kembali membaringkannya.


Melihat keadaan yang sekarang dan tugas Celina dan Celicia telah selesai mereka segera pamit. "Kalau begitu kami pamit duku tuan." Ucap Celina.


"Ya." David mengangguk karena mungkin akan lebih baik untuk mengosongkan ruang sedikit untuk ibu Stella.


"Apa!?" Tanya puteri Arfenit saat dipandangi oleh David.


"Mm.. bisa puteri membantu nyonya Vermilion?" Tanya David.


"Baiklah." Segera puteri Arfenit mendekat dan menggunakan skillnya untuk memperbaiki kesehatan ibu Stella.


Perlahan wajah ibu Stella akhirnya membaik dan seluruh bintik hitam ditubuhnya menghilang, yang tadinya sedikit pucat sekarang sudah kembali seperti sedia kala.

__ADS_1


"Terima kasih tuan puteri." Ucap ibu Stella yang nada suaranya sudah membaik.


"Ini adalah tugas saya." Ucap puteri Arfenit karena ini memang misi yang diberikan oleh ayahnya.


"Akhirnya ibunda sembuh." Ucap Stella memeluk erat ibunya.


"Kau tidak perlu terlalu seperti ini Stella." Ucap ibu Stella sedikit kesulitan.


"Dengan ini nyonya Vermilion telah sembuh jadi misiku juga sudah selesai dan sepertinya aku harus segera kembali kekerajaan, ini sudah empat bulan sejak aku tinggal disini." Ucap puteri Arfenit.


"Sekali lagi terima kasih karena sudah datang jauh jauh kesini untuk membantu kami puteri." Ucap ibu Stella berterima kasih lagi.


"Aku juga akan segera menyiapkan perajurit untuk mengantar puteri Arfenit kembali kekerajaan." ucap Stella yang bersiap untuk pergi menyiapkan perajurit.


"Aku sendiri yang akan mengantarnya." Ucap David mengajukan diri.


"Maksudmu?" Stella sontak bertanya.


"Ya.. aku sudah kelamaan disini dan harus kembali kekotaku, aku juga seorang bangsawan baron Stella, aku memiliki penduduk yang harus aku urus." Ucap David yang memang harus segera kembali tapi bukan itu alasannya


David harus segera kembali karena ingin cepat cepat mengatur persenjataannya karena mendengar sudah ada markas monster yang berdiri seperti kerajaan monster.


"Aku sebenarnya ingin menahanmu tapi sepertinya itu akan seperti aku sangat egois, jadi aku tidak akan menahanmu lagi." Ucap Stella tersenyum pada David meskipun masih ada yang mengganjal hatinya.


"Urusan disini sudah bisa diurus sendiri oleh Stella, aku akan mengirim bantuan sesekali." Tambah David.


"Jenderal David, terima kasih karena sudah banyak membantu kami." Ucap ibu Stella kembali menundukkan kepalanya.


"Aku juga berterima kasih banyak karena sudah membantuku." Sambung Stella.


"Kami akan berangkat dua hari lagi jadi kami mungkin masih berada disini besok, aku juga masih ingin memastikan beberapa hal sebelum pergi." Ucap David.


"Baiklah kami mengerti." Mengangguk Stella mengerti.


"Kalau begitu kami pamit dulu, tante beristirahatlah." Ucap David yang berpamitan.


David dan puteri Arfenit segera pergi meninggalkan Stella dan ibunya.


...----------------...


Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.


-Silver


-helmi nst


-Gerald Bismantara


-~Leo~


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]

__ADS_1


__ADS_2