
"Virinda bagaimana?" David menanyakan misi Virinda sebelum melap mulutnya.
"Saya berhasil membuat empat identitas baru dengan menyuap seorang petinggi guild yang korup." Jawab Virinda memberikan empat batu identitas dengan nama samaran mereka disana.
"Nmu." Mengangguk David menerima batu identitasnya. "Apa ada yang ingin kau sampaikan? Virinda." David bertanya setelah melihat raut wajah Virinda ingin menyampaikan sesuatu.
"Iya tuan, sebenarnya ada yang sedikit menganggu saya." Virinda mengeluarkan sebuah batu yang dapat menyimpan sebuah gambar bagaikan kamera dan memperlihatkan kepada David hasil yang ditangkap oleh batu tersebut.
"Ini sedikit menarik namun merepotkan." Ucap David menanggapi gambar yang diperlihatkan oleh Virinda.
"Saya merasakan energi yang sangat besar dari tumpukan besi tersebut tuan, apa tuan mengetahui benda apa itu?" Bertanya Virinda setelah melihat tanggapan David.
"Hmm benar juga yah aku tidak begitu tahu nama apa yang ada didunia ini namun aku mengenalnya sebagai Mecha." Jawab david setelah semakin memperhatikan gambar Mecha setinggi dua puluh meter.
"Mecha?"
"Itu adalah semacam perajurit tempur yang memiliki kekuatan luar biasa namun tidak bernyawa, aku tidak tahu teknologi apa yang digunakan oleh Magiccarry Empire untuk mengembangkannya." Jelas David sesingkatnya.
"Ternyata begitu." Virinda mengangguk.
"Dimana kamu melihatnya?" Davi bertanya.
"Didepan Dungeon tuan, terdapat dua yang sepertinya menjaga pintu Dungeon." Jawab Virinda.
"Aku sebenarnya tidak ingin terlibat dengan Raid Dungeon yang ada dikota ini tapi apa boleh buat, aku akan pergi melihatnya sebentar." Ucap David seakan pasrah.
"Saya mengerti tuan." Ucap Virinda membungkuk sebentar sebelum mundur dan perlahan menghilang.
"Merly mau jalan jalan?" Bertanya David mengajak Merly.
"Merly akan ikut suami." Merly mengangguk setuju.
"Apa kamu tidak memiliki hal lain Lily?" David bertanya pada Lily karena merasa tidak enak meninggalkannya sendiri dipenginapan.
"Saya berniat berkeliling kota, itupun jika tuan mengizinkan saya." Jawab Lily.
"Baiklah terserah kamu saja tapi ingat untuk tetap menggunakan nama Lina." David mengizinkan sambil memperingati.
"Baik Alfa." Lily langsung mengerti.
"Hm kamu lebih cepat mengerti dibanding mereka berdua." Mengangguk David saat memikirkan Merly dan Virinda yang sangat kesulitan untuk memanggil David dengan sebutan Alfa.
...
Magiccary Empire
Kota Beldr
Sementara David yang sedang bekencan dengan Merly disekitar pintu Dungeon, digang sempit antara perumahan kota Beldr terdapat seorang gadis cantik berambut hijau yang mengunakan tudung dan berusaha untuk melarikan diri dari sekelompok orang yang terus mengejarnya.
Gadis tersebut terus mengeluarkan sihir untuk menyerang kearah belakang maupun untuk membantunya dalam melarikan diri, disalah satu gang gadis tersebut tiba tiba tersandung dan terjatuh hingga akhirnya dikepung oleh sekelompok orang yang mengejarnya.
__ADS_1
"Sangat merepotkan hingga aku harus mengejarmu sampai disini, sekarang segeralah menyerah agar aku tidak perlu menggunakan kekerasan." Ucap seorang pria yang mengejarnya dengan tongkat sihir ditangannya.
"Mm.." gadis tersebut menggeleng keras dan terus menyeret tubuhnya mundur menjauhi pria tadi.
"Melumpuhkanmu sepertinya tidak akan ada masalah." Laki laki tersebut tidak ingin lagi berbasa basi dan langsung menyerang menggunakan sihir pelumpuh.
Bang!
Namun sebuah penghalang tiba tiba menggagalkan sihir pelumpuh tersebut dan melindungi gadis tadi.
"Sebenarnya aku tidak berniat untuk ikut campur hanya saja aku tidak tahan melihat seorang gadis kecil yang sedang ditindas." Ucap seorang perempuan berambut biru es dengan tatapannya yang seakan bisa membekukan segalanya tiba tiba datang membantu gadis kecil tadi.
"Hng?" Laki laki tadi langsung menyipitkan matanya untuk menilai sosok yang ada didepannya.
"Ketua sebaiknya kita segera menghabisinya saja." Ucap seorang yang berasal dari kelompok laki laki tersebut.
"Diam!" Laki laki yang menggunakan sihir tadi tiba tiba membentak anak buahnya.
Orang yang berkomentar tadi langsung diam.
"Maaf nona kami sedang ada urusan penting dengan gadis yang disana bisakah nona memberikannya pada kami?" Laki laki tersebut langsung berbicara sesopan mungkin setelah menyadari perbedaan kekuatannya dengan wanita yang ada didepannya.
"Maaf juga tapi orang yang sudah kuselamatkan aku tidak ingin melihatnya menderita lagi, itu adalah ajaran tuanku." Ucap perempuan tersebut.
Cukup lama laki laki tadi diam dan berpikir dengan kewaspadaan super tinggi sebelum mengambil sebuah keputusan. "Kalau begitu kami akan mundur, selanjutnya kami harap nona tidak mencampuri urusan kami." Ucap laki laki tadi sebelum pergi bersama bawahanya.
Perempuan tadi hanya mengangguk melihat kepergian mereka sebelum berpaling melihat gadis kecil tadi.
Gadis kecil tadi langsung berlari mengejar Lily dan menangkap lengan Lily.
"Hm? Ada apa gadis kecil?" Bertanya Lily saat berhenti dan berbalik.
"To-tolong.. tolong selamatkan kakakku." Ucap gadis kecil tersebut lirih.
'Apa tuan David selalu merasa repot seperti ini saat menyelamatkan seseorang?' Batin Lily yang tidak ingin terlibat masalah serius tanpa izin dari David. "Siapa namamu gadis kecil?" Bertanya Lily.
"Charlotte." Jawab gadis kecil tersebut.
"Mm Charlotte apa mau ikut ketempat kakak?" Bertanya Lily karen dia juga sangat tidak tega meninggalkan gadis kecil tersebut.
Sementara itu disebuah gang ditempat pada kelompok yang mengejar gadis yang diselamatkan oleh Lily tadi mereka sedang berkumpul setelah melarikan diri dari pandangan Lily.
"Ketua kenapa kita mundur?" Bertanya salah satu anak buah yang sangat memahami ketuanya yang super hati hati.
"Kau hanya tidak menyadarinya saja, perempuan yang menyelamatkan target tadi adalah orang yang sangat kuat, itu saja sebisa mungkin jangan terlibat dengannya selama berada dikota Beldr ini." Jawab Ketua tersebut.
"Baik."
...
Penginapan kota Beldr
__ADS_1
"Jadi siapa anak kecil ini?" Bertanya David pada Lily saat Merly sudah memainkan kedua pipi Charlotte yang terlihat imut.
"Namanya Charlotte tuan maaf membawanya kesini." Jawab Lily.
"Ais aku memang sudah bilang sebisa mungkin jangan terlibat masalah di kerajaan ini tapi kamu pasti memiliki alasan lain untuk membawanya kesini kan?" Ucap David bertanya.
"Nn sebenarnya.." Mengangguk Lily sebelum menjelaskan tentang bagaimana dia bertemu dengan Charlotte.
"Sejauh itu aku mengerti, jadi namanya Charlotte yah hmm.." David menyipitkan matanya kearah Charlotte yang masih menggunakan mantel dan sedikit kebingungan dari saat ia pertama kali melihatnya karena masalah Charlotte sepertinya lebih rumit dari pada yang ia bayangkan.
Dengan sistem David dapat melihat nama lengkap Charlotte yang membuatnya semakin tidak habis pikir pada kerajaan ini.
"Ada apa tuan?" Bertanya Lily saat melihat David berpikir dan kerutan dikeningnya bertambah setiap detiknya.
"Buka mantelnya." Ucap David menunjuk kearah Charlotte.
"Eh? tuan." Lily menyipitkan matanya karena menganggap David lolicon.
"Baik." Virinda lebih cepat membuka mantel Charlotte dari pada menjawabnya.
"Eh! Charlotte?" Lily juga menjadi sedikit kebingungan saat melihat gaun milik Charlotte dibalik mantelnya yang siapapun tahu itu sesuatu yang sabgat mahal dan bernilai tinggi serta dengan berbagai sihir perlindungan pada gaun tersebut.
"Dia adalah Charlotte Van Vircherry, puteri kedua Magiccary Empire adik dari ratu Vexana." Ucap David.
"... benarkah Charlotte?" Lily melihat kearah Charlotte memastikan dan dibalas dengan anggukan kecil.
"Jadi kenapa puteri kedua datang jauh jauh kesini?" David bertanya pada Charlotte.
...----------------...
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-Ristan Unariga
-Gerald
-Lucifer
-Lutfan
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]
PERTANYAAN! Menurut kalian guys novel ini semakin seru atau semalin membosangkan, seru/membosangkan, jawab di komentar, author akan sebisa mungkin meningkatkan keseruan novel ini.
__ADS_1
(jawaban kalian sangat penting untuk semangat author dalam menulis.)